My Destiny Is Mr Zhao

My Destiny Is Mr Zhao
●ExP-2: Back To Indonesia


__ADS_3

Yu Xi seketika panik saat melihat Yiran yang emosi, tatapan pria itu terlihat sangat menyeramkan.


"Yiran Yiran, lepas Yiran, jangan emosi, ak-aku baik-baik saja!" seru Yu Xi mencoba menarik Yiran, namun genggaman pria itu terlalu kuat.


"Yiran! Lepas!" seru Yu Xi.


"Aku baik-baik saja, tadi kau sendiri yang melindungiku sudah jangan bertingkah berlebihan, ayo pergi." seru Yu Xi menarik tangan Yiran paksa.


●•●•●•●•●


Nicca dan Nathan yang sedang berbincang pun berhenti bicara saat melihat Yiran yang di tarik paksa oleh Yu Xi, yang terlihat heran adalah raut kesal Yiran yang terlihat jelas di wajah pria itu.


"Lho lho lho, ada apa ini? Sissy, kenapa Yiran?" tanya Nicca bingung.


"Pundaknya tertempar bola." sahut Yu Xi menyuruh Yiran duduk.


Yiran langsung menumpuk kedua tangannya di atas meja, pria itu langsung menenggelamkan wajahnya di tumpukkan tangannya.


"Hey, kau menangis?" tanya Yu Xi.


"Bodoh, hanya tertempar seperti itu masa iya aku menangis." sahut Yiran ketus.


"Sehabisnya kau menumpuk kedua ..."-Yu Xi.


"Pijatkan pundakku." seru Yiran kembali menenggelamkan wajahnya di tumpukkan tangannya.


"Mau ke UKS?" tanya Yu Xi memijat pundak Yiran.


"Tidak." sahut Yiran ketus.


Tak!


"Aw!" ringis Yiran.


"Jawabnya biasa saja dong! Ketus banget!" seru Yu Xi kesal.


Nicca menggeleng-gelengkan kepalanya dan kembali duduk di kursi nya.


Yu Xi menatap tengkuk Yiran, kakaknya yang hanya lebih dulu lahir 15 menit lebih darinya itu kini diam tak bersuara.


"Kau terlihat kesal sekali, jika kau tak tahan sakit nya menangis saja tak apa." seru Yu Xi.


"Anak bodoh." sahut Yiran.


"Ko-kok jadi mengataiku sih!" kesal Yu Xi.


"Yang ada kau akan menangis jika tertempar, aku tak bisa bayangkan jika aku telat melindungimu tadi." seru Yiran.


Hal itu membuat Yu Xi tersentuh dengan ucapan Yiran.


"Apa kau berkata seperti ini karena takut dimarahin mama dan papa karena kau tak bisa menjagaku?" tanya Yu Xi.


"Itu adalah alasan kedua ku." sahut Yiran menatap Yu Xi dengan posisi yang masih sama.


"Alasan kedua? Lalu, alasan pertamamu apa?" tanya Yiran.


"Yang pertama adalah kewajibanku harus melindungimu, adikku sendiri." sahut Yiran.


Yu Xi sungguh semakin tersentuh dengan ucapan Yiran.


"Aku hampir merasa gagal menjagamu jika kau sampai terluka." seru Yiran dengan tatapan kosong.


Yu Xi tersenyum sennag mendengarnya.


"Terharu aku mendengarnya, terima kasih sudah berfikir seperti itu, kakak." senyum Yu Xi.


Yiran terkekeh.


"Pijat yang benar." seru Yiran memejamkan matanya.


"Oke, siap bos!"


●•●•●•●•●


• • •


• •



Hari kini telah menjelang sore, semua siswa pun di bubarkan karena jam pulang telah tiba.


"Sudah? Pegangan." seru Yiran.


"Iya sudah." sahut Yu Xi memeluk perut Yiran.


Dengan perlahan Yiran melajukan motor nya.


Yu Xi menyandarkan kepalanya di punggung Yiran, ia memejamkan matanya dengan senyuman terulas di bibirnya.


Ia merasa sangat senang memiliki kakak seperti Yiran, meski hanya berbeda 15 menit lebih tua Yiran, tapi ia menganggap Yiran itu sebagai kakaknya.


Perlakuan Yiran sungguh menggambarkan jika dirinya adalah seorang kakak, kakaknya sendiri.


Saat mengingat ucapan Yiran tadi mengenai alasannya kenapa Yiran sangat menjaga dan melindungi dirinya, alasannya sungguh menyentuh.


Alasannya bukan karena perintah dari Haara dan Yoan selaku kedua orang tua nya, melainkan itu menjadi sebuah kewajiban yang di terapkan dalam diri seorang Yiran.


Perlahan Yu Xi membuka matanya saat motor Yiran berhenti.


"Sissy? Kamu tidur?" tanya Yiran.


"Tidak, sudah sampai ya?" tanya balik Yu Xi menduduki dirinya tegak.


"Sudah, ayo turun." seru Yiran.


Yu Xi pun turun, ia menatap sekitarnya, sangat sepi dan juga tempatnya sedikit seram.


"Kak Yiran, kita ngapain disini?" tanya Yu Xi menarik jaket Yiran.


"Perasaan aku sudah bilang deh, ambil bola basket." sahut Yiran.


"Ini bukan rumah, Yiran~ temanmu masa tinggal di tempat seperti ini sih??" tanya Yu Xi takut.


"Ini tempat tongkrongannya, ayo." seru Yiran.


"Ngga mau, seram gitu, aku tak mau masuk!" sahut Yu Xi cepat.


"Mau disini? Ikut saja, takut ada orang jahat nanti." seru Yiran mengingatkan.


"Temanmu saja suruh kesini." seru Yu Xi.


"Hahh, aku yang butuh, masa dia aku suruh kesini dia." hela nafas Yiran.


Yu Xi benar-benar kebingungan kali ini.


"Jika takut, genggam tanganku, jangan jauh-jauh dariku, ayo." seru Yiran mengulurkan tangannya.


Dengan perlahan Yu Xi menerima uluran tangan Yiran.


• • •


Lorong yang sedikit gelap membuat Yu Xi memeluk tangan Yiran erat.

__ADS_1


"Kamu suka kesini Yiran?" tanya Yu Xi.


"Ini kedua kalinya." sahut Yiran.


"Ngapain kesini?? Jangan ngerokok atau mabuk-mabukkan!" seru Yu Xi.


"Ya engga lah, jika begitu aku cari mati sama papa." sahut Yiran bergidik ngeri.


"Tapi papa pasti akan curiga jika kamu pernah main di tempat begini lho, mama juga pasti marah." nasihat Yu Xi.


"Maka dari itu kamu jangan bilang, aku akan kesulitan bicara jika sudah berhadapan dengan papa."seru Yiran.


"Jangan main lagi kesini! Jika masih main kesini, aku laporin ke papa!" ancam Yu Xi.


"Tukang ngadu! iya ngga bakal." hela nafas Yiran malas.


"Gitu dong." senyum Yu Xi.


"Yiran!" panggil seseorang, Yiran dan Yu Xi pun menatap seseorang yang memanggilnya.


Segerombol anak cowok melangkah menghampiri mereka.


"Yo!" sapa Yiran.


Yiran sedikit terkejut saat Yu Xi yang tiba-tiba bersembunyi di belakangnya.


"Wih, Yiran bawa pacar." seru satu anak cowok memakai topi.


"Pacarnya takut sama kau bodoh!" seru Satu anak lain.


"Bukan pacar bodoh, ini Sissy." seru Yiran menarik Yu Xi lembut.


"Ha?! Si-Sissy?? Sissy adik mu yang cantik itu??" tanya anak cowok bertopi itu.


Yiran mengangguk.


"Ku kira pacarmu, eee~ halo Sissy, makin cantik saja." seru anak cowok satunya menatap Sissy berbinar.


"Ha-halo." gugup Yu Xi.


"Adik mu Sissy makin cantik saja Ran." seru anak cowok yang memakai topi.


"Iya tahu, adik ku memang cantik, lalu mau apa?" tanya Yiran dengan nada tak bersahabat.


"Aku jadiin pacar boleh ya? Cantik banget adikmu." seru anak cowok bertopi itu.


"Gak!" sahut Yiran tajam.


"Pelit banget kau Ran."


"Lagi pula memangnya adik ku mau punya pacar seperti kau." seru Yiran.


"Tanya dulu, Sissy mau jadi pacarku gak? Gak punya pacar kan?" tanya anak cowok bertopi itu.


"Wajahnya dan sikapnya mirip seperti kak Yiran dulu baru aku mau." sahut Sissy.


"Ppfft!!" tahan tawa anak-anak cowok disana tanpa terkecuali Yiran.


"Lah, masa iya seperti Yiran, Yiran kakakmu lho, masa iya kamu mau pacarin Yiran." seru anak cowok bertopi itu.


"Kalau bukan saudara aku pacarin kak Yiran, mau apa kamu??" tanya Yu Xi ketus.


Yiran menahan tawanya saat melihat ekspresi temannya yang ternganga.


"Ran, adikmu ... Wah~ bahaya hoi!" seru anak cowok bertopi itu.


"Maksud Sissy ideal cowok yang dia suka seperti aku, iyakan Sy?" kekeh Yiran.


Yu Xi pun mengangguk.


"Mirip papa nya mereka, banyak tanya kau!"


"Ngga mirip sama papa, papa kami tampan." seru Yu Xi blak-blakkan.


"Ppfft!!" tahan tawa Yiran.


"Astaga Sissy, tega sekali kamu ..."


"Memang nyata nya begitu, papa ku tampan sekali, sampai mama ku cinta mati sekali sama papa ku." sahut Yu Xi polos.


"Terserah kamu, sabar."


"Sudahlah, sini bola basketnya." tawa Yiran.


"Nih." menyerahkan.


"Thanks, aku pamit." sahut Yiran menarik Yu Xi.


●•●•●•●•●


Kini mereka telah keluar, Yu Xi menatap Yiran yang masih tertawa.


"Masih lucu memangnya ya?" tanya Yu Xi.


"Ya, dia selalu ingin bertemu kamu, tapi saat bertemu kamu mengatakan hal yang menusuk dan blak-blakkan padanya, kamu ini polos sekali." tawa Yiran.


"Habisnya percaya diri sekali dia, kesal aku." cemberut Yu Xi.


"Sudah jangan di bahas lagi, ayo pulang, aku mendapat pesan dari nenek jika paman Yifan, Lin Yi dan bibi Riza akan datang, bibi Xi Cha dan suaminya juga akan datang." seru Yiran memakai helm nya.


"Sungguh?? Wah! Seru nih!" antusias Yu Xi.


"Ayo naik." seru Yiran, Yu Xi dengan cepat pun naik ke atas motor.


Menganai Yifan dan Riza, mereka berakhir menikah dan memiliki anak bernama Zhao Lin Yi, mengenai perjodohan keluarga pun telah di hapus dalam adat keluarga Zhao, hal itu membuat kebahagiaan tersendiri, karena tak ada lagi paksaan menikah dengan orang yang tidak saling mencintai.


●•●•●•●•●


• • •


• •



🛬 BANDARA INTERNASIONAL SOEKARNO-HATTA


Haara mengerutkan keningnya bingung saat memerhatikan Yoan yang senyum-senyum menatap layar ponselnya.


"Kamu kenapa sih?" tanya Haara mengambil ponsel milik Yoan.


Haara tersenyum saat melihat foto di layar ponsel pria itu.



"Kau bukannya video-in aku tadi?" tanya Haara.


"Tidak, aku memotretmu." sahut Yoan mengambil ponselnya dari tangan Haara.


"Kamu senyum-senyum kenapa sih lihat foto aku?" tanya Haara heran.


"Cantik sekali." seru Yoan mencium pucuk kepala Haara.


"Benarkah? Aku masih cantik?" tanya Haara berbinar.

__ADS_1


"Sejak kapan aku bilang padamu sudah tak cantik? Kau semakin hari semakin cantik membuatku gila melihatnya." sahut Yoan.


"Gombal kamu." malu Haara.


"Serius AtHaara, apa kau sungguh seorang ibu yang memiliki dua anak berumur 18 tahun? Wajahmu ..."-Yoan heran.


"Kau pun bercermin, umurmu sudah tua, tapi wajahmu tidak menua, jangan-jangan kau seoramg vampir ha?" sela Haara mencubit pipi Yoan.


"Ya aku vampir, aku pernah menggigitmu dan lihatlah hasilnya kau pun awet muda." sahut Yoan sudah pasrah dengan tuduhan Haara yang selalu menuduhnya hal-hal yang tidak masuk akal.


Yoan menatap Haara yang menarik tangannya dan ...


Ckit!


"Aw!! Hey, kenapa kau menggigitku??" tanya Yoan mengusap tangannya yang di gigit.


"aku tak mengeluarkan taring, kamu vampir jenis apa?" tanya Haara.


"Astaga~" hela nafas Yoan.


●•●•●•●•●


Yoan merasa sedikit asing dengan pemandangan kali ini, dapat diwajarkan jika dirinya dan Haara ke Indonesia hanya 6 bulan sekali saja, dengan tujuan datang pun ingin melihat keadaan kedua anaknya.


Yoan melirik ke arah Haara yang terkekeh melihat layar ponselnya.


merasa tertarik, Yoan menyandarkan kepalanya di pundak Haara.


"Sedang lihat apa?" tanya Yoan.


"Ah, lihat video dan foto Yiran dan Yu Xi waktu kecil, lihat deh lucu ya." kekeh Haara dengan mata berbinar.


Yoan menatap layar ponsel Haara yang menampilkan Yiran yang sedang di dalam mobil, anaknya itu terlihat kebingungan saat sedang di tanya di video itu.



"Saat itu aku membuatnya hampir menangis karena aku tanya di mana Yu Xi, padahal Yu Xi sedang bersama denganmu ke toilet." kekeh Yoan.


"Kau benar, kasihan lho, lihatlah wajahnya sampai kebingungan gitu." tawa Haara mengusap-usap rambut Yoan yang tiduran di pundaknya.


"Aku hanya bercanda, tapi dia sungguh takut sekali." kekeh Yoan.


Haara kembali menggeser foto demi foto, menampilkan foto-foto Yiran dan Yu Xi masih kecil.







"Lucunya merekaaa~ aku rindu sekali dengan mereka." histeris Haara.


"Sabar ya, sedikit lagi kita sampai kok." seru Yoan.


"Iya Yoan." cemberut Haara menyimpan ponselnya.


●•●•●•●•●


• • •


Hari kini telah gelap, Yoan dan Haara pun telah tiba di rumah Stephannie dan Tao Ming.


Yiran dan Yu Xi sama sekali tak tahu jika mereka datang, karena Yoan dan Haara ingin membuat kejutan untuk mereka.


"Dimana Yiran dan Yu Xi, Xi Cha?" tanya Yoan pada Xi Cha.


"Ada di dalam, sedang bermain game bersama Nicca dan Nathan.


Yoan menatap Haara yang dengan langkah cepat masuk ke dalam rumah.


"Kakak masuk duluan ke dalam ya." senyum Yoan pada Xi Cha.


"Iya kak, pasti mereka sangat merindukan kalian." sahut Xi Cha.


Yoan pun melangkah menyusul Haara.


Saat akan masuk, ia melihat Haara yang ternganga di pintu ruang keluarga.


"Sayang?" tanya Yoan.


"sayang, lihat." seru Haara menggoncang-goncangkan tangan Yoan.


Yoan pun menatap arah pandang Haara, Yoan mengerjapkan matanya saat melihat pemandangan yang ia lihat sekarang.


"Astaga~" hela nafas Yoan menutup mulutnya untuk menahan tawanya.


...•...


...●...


...🎐Go to ExP-3🎐...


...●...


...•...


...•...


...Author:...


..."Extra Part berlanjut ke ExP-3 ya~😇...


...gimana nih pendapatnya di part kali ini? tulis di komentar ya😇...


...•...


...Jangan lupa untuk memberi dukungan pada karyaku ya kakak-kakak🤗...


...⭕Jangan lupa:...


...👍 Like,...


...🏷Vote,...


...⭐⭐⭐⭐⭐Rate 5 star,...


...❤Favorite,...


...💌 komentarnya yang selalu aku nantikan⭕...


...💃谢谢大家!💃...


...(Xièxiè dàjiā!)...


...(Terima kasih semuanya!)...


...Sehat selalu untuk kalian semua😍😍...


...see you next tomorrow❤...

__ADS_1


🎐我的命运是赵先生🎐


__ADS_2