My Destiny Is Mr Zhao

My Destiny Is Mr Zhao
Minta Bantuan


__ADS_3

❗sebelum lanjut sebelumnya aku ingin mengucapkan ...


Ramadhan ya Ramadhan~


Selamat menunaikan ibadah puasa kakak-kakakku😍


semoga di bulan Ramadhan ini menjadi bulan yang penuh berkah untuk kita semua ya😇


semangat puasanya terus kakak-kakakku😇


lanjuuuuutt~


__________________________________________


Hari telah menjelang malam, Mereka baru saja selesai makan malam.


Yoan tersenyum tipis melangkah mendekati Haara yang bersiap akan mencuci piring bekas makan tadi.


"Biar aku saja." seru Yoan mengambil spon cuci piring di tangan Haara.


Haara menggeser tubuhnya sambil tersenyum.


Gadis itu menduduki dirinya di meja set dapur tepat di sebelah wastafel cuci piring.


Haara mengayun-ayunkan kakinya sambil menatap tangan Yoan yang sudah mahir dalam urusan mencuci piring.


"Yoan, tadi aku melihat di internet tentang tempat wisata apa saja yang ada di Guangzhou, aku ingin pergi ke tempat hiburan seru, aku ingin naik roller coaster dan lainnya, aku ingin sekali kesana." seru Haara pelan.


"Tempat wisata? tempat hiburan?" tanya Yoan mengulang ucapan Haara.


Haara mengangguk.


"Apa kau sangat ingin kesana?" tanya Yoan sekilas menatap Haara.


"Ya, sepertinya terlihat sangat menyenangkan!" antusias Haara.


Yoan tersenyum dengan senyuman yang sulit diartikan sambil mengeringkan tangannya.


Yoan bergeser dan kini berdiri di depan Haara yang masih duduk di meja set dapur, pria itu mengurung kanan kiri gadis itu dengan kedua tangannya.


Haara mengerjapkan matanya sambil memundurkan kepalanya saat Yoan memajukkan kepalanya mencoba memotong jarak wajah mereka berdua.


"Ih Yoan~ jangan lagi!" seru Haara mencoba mendorong tubuh Yoan.


"Tidak tidak, aku hanya ingin bicara denganmu seperti ini, kau ingin pergi ke tempat hiburan itu?" tanya Yoan menyingkirkan tangan Haara yang mendorongnya.


"Aku mau Yoan~" rengek Haara.


"Hmm~ bujuk aku dulu." seru Yoan cemberut.


"Eh? Bujuk? Maksudnya?"


"Aku ingin kamu bujuk aku dengan cara mu sendiri agar aku meng'iya'kan kemauanmu." seru Yoan dengan senyum menggoda.


"Bu-bujuk?? Jadi kamu gak mau mengajakku pergi kesana??"


"Aku akan bawa kamu kesana, syaratnya bujuk aku dulu dengan suara rengekanmu itu, aku suka sekali mendengarnya." seru Yoan menyelipkan rambut Haara di belakang telinga.


"Merengek bagaimana?? Aku tak bisa Yoan." sahut Haara.


"Pembohong kecil, bahkan kau suka sekali merengek padaku." seru Yoan meggoda Haara.


"Ihh, kapan aku pernah merengek padamu Yoan~" bingung Haara.


"Entahlah, karena setiap waktu tertentu kau suka merengek padaku."


"Iya kapan coba, Yoan? Aku gak merasa aku pernah merengek." sahut Haara polos, ia benar-benar tidak sadar diri.


"Aku akan ingatkan sedikit saja padamu, yang pertama saat kau minta belikan lolipop padaku, kau membujukku dengan merengek ditambah dengan wajah menggemaskanmu itu agar aku membelikan lolipop yang besar untukmu."


Haara yang mendengarnya mengingat kejadian itu.


"lalu saat kau merajuk saat helm mu tertebas angin, nadamu itu terdengar merengek padaku." jelas Yoan memegang dagu Haara.


"Itu bukan merengek, itu karena aku kesal tahu!" sahut Haara cemberut.


Yoan terkekeh.


"Ah, satu lagi, kau merengek padaku untuk memintaku berhenti menciummu tadi sore." seru Yoan menggoda Haara.


"Ihh! Yoaaaan jangan dibahas lagi~" malu Haara tanpa sadar merengek.


"Tadi kau sendiri yang tanya iyakan? Kapan kau merengek padaku, aku sedang menjelaskannya lho."


"Tapi jangan bahas kejadian sore tadi juga~" rengek Haara menutup wajahnya malu.


"Memang kenapa? Aku suka membahasnya." goda Yoan.


"Yoaan~ aku marah nih? Jangan di bahas lagi~" merajuk Haara.


"Yoaan~ aku marah nih? jangan di bahas lagi~" ledek Yoan.


"Yoan gak lucu!" malu Haara mencoba mendorong tubuh Yoan.


"Yoaan~ gak lucuu~" ledek Yoan lagi sangat usil pada Haara.


"Yoan aku serius marah nih ya? Jangan meledekku!" kesal Haara mencubit tangan Yoan.


"Aw, sakit hey~" tawa Yoan melihat tingkah menggemaskan Haara.

__ADS_1


"Kamu nya! Jangan meledekku!" merajuk Haara kesal.


Yoan mencubit pelan pipi Haara.


"Apa kau tak sadar tadi kau merengek padaku lagi dan lagi, hm?" tanya Yoan tak bisa melunturkan senyumannya pada Haara.


"Ih! Aku sedang kesal sama kamu kenapa dibilang lagi merengek tadi! Nyebelin!"


"Hahh~ Pantas saja marahmu itu seperti ini, pasti kau marah pada teman pria mu saat itu seperti ini, tentu saja mereka tak menganggap serius marah mu itu, kau tahu? Marah mu itu pasti membuat mereka gemas." seru Yoan mengehela nafasnya.


"Menggemaskan matamu!" seru Haara malu.


"Sungguh sikapmu ini murni sekali, aku tak menyangka sikap menggemaskan mu saat ini itu sangat murni." seru Yoan takjub.


"Jangan dibahas lagi, aku ingin pergi ke tempat hiburan! Aku ingin naik wahana-wahana keren disana!" seru Haara merengek lagi.


"Baiklah baiklah, besok kita pergi ya." seru Yoan mengusap rambut Haara sayang.


"Sungguh??! Terima kasih Yoaaan~" senang Haara memeluk Yoan.


Yoan tersenyum senang dan membalas pelukan Haara.


"Aku sayang Yoan~" seru Haara memeluk Yoan erat, ia benar-benar sangat senang sekali.


Yoan yang mendengarnya tertawa.


"Sayang aku? Benarkah? Kau menyayangiku?" tanya Yoan menundukkan kepalanya menatap Haara dipelukkannya.


Haara mendongakkan kepalanya menatap Yoan.


"Eum!! Aku sayang sekali dengan Yoan!" seru Haara antusias.


"Ahh~ aku sangat senang sekali mendengarnya, aku juga menyayangimu." seru Yoan sangat senang.


Haara menyembunyikan wajahnya di dada bidang pria itu.


Namun seketika pelukan Haara terlepas, ia mendorong pelan tubuh Yoan.


"Ada apa?" tanya Yoan bingung melihat ekspresi Haara yang terlihat sulit untuk di artikan.


"Tidak apa-apa kok." senyum Haara sambil turun dari atas meja set dapur.


"Sungguh?" bingung Yoan melihat ekspresi Haara yang sedikit aneh.


"Aku cuma mau ke kamar mandi." senyum kaku Haara.


Set!


Yoan menahan tangan Haara dengan wajah sedikit khawatir.


"Kamu kenapa hey?" tanya Yoan khawatir.


"Tidak Yoan, tidak apa-apa." seru Haara menatap Yoan lembut.


Haara terkekeh, ia mengusap pipi pria itu.


"Aku tak apa-apa, serius. Aku sungguh darurat ingin ke toilet saja kok, lepaskan tanganku ya?" jelas Haara lembut.


Yoan perlahan melepaskan tangan Haara.


"Awas saja kau menyembunyikan hal lain dariku." seru Yoan tajam.


"Tidak Yoan, kamu ini! aku ke kamar mandi dulu ya." seru Haara melangkah pergi.


• • •


Beberapa menit berlalu, Yoan merasa ada yang aneh dengan Haara, ia pun memutuskan untuk mengecek keadaan gadis nya itu.


"Kenapa ia sangat betah sekali di dalam kamar mandi sih?" tak sabar Yoan.


Tok! Tok! Tok!


"AtHaara??" panggil Yoan mengetuk pintu kamar mandi.


"I-iya Yoan, ada apa?" sahut Haara dari kamar mandi.


"Kau sungguh tak apa-apa??"


"Iya Yoan~"


"Buka pintunya dan keluarlah." seru Yoan panik.


Tanpa menunggu lama pintu kamar mandi pun sedikit terbuka.


"Ngapain ngintip-ngintip begitu, buka pintunya lebar-lebar dan keluar sini." seru Yoan tegas.


Haara pun menuruti ucapan Yoan, dengan perlahan Haara keluar sambil menunduk.


"Ada apa? Kau membuatku takut AtHaara, ada apa??"


"A-aku tak apa-apa." sahut Haara kaku.


"Bohong! kenapa kamu?" tanya Yoan tajam.


Haara mengusap-usap tangannya hingga ke siku, ia merasa serba salah saat ini.


"AtHaara??" panggil Yoan tajam.


Haara cemberut, ia tak berani menatap Yoan.

__ADS_1


"Hey, jawab. Kamu kenapa, hey?" anya Yoan panik.


"Huwaaa~" histeris Haara memutar tubuhnya membelakangi Yoan.


"Oi, AtHaara???"


"Yoan kamu nyeremin!!" seru Haara histeris.


"Nyeremin?? Aku itu hanya bertanya, kamu nya juga tak menjawab-jawab kalau kamu kenapa??" tak sabar Yoan mencoba membalikkan tubuh gadis itu.


"A-aku mau ngomong sama kamu! Tapi lihat wajah kamu yang nyeremin gitu, membuat nyali ku menciut!" kesal Haara merajuk.


"Maafkan aku, habisnya kamu buat aku takut, kau tak kunjung menjawab, kamu kenapa?? Coba katakan padaku." seru Yoan lembut.


"A-aku mau minta bantuan kamu boleh tidak?" tanya Haara ragu.


"Tentu saja, kamu mau minta bantuan apa?" tanya Yoan serius.


"Tapi aku takut kamu nya gak mau! Aku takut kamu marah!" seru Haara takut.


"Kamu belum bilang apa yang ingin aku lakukan untuk membantumu, katakan saja, aku tak akan marah." seru Yoan serius, jujur saja Yoan semakin panik, ia takut hal yang ia tak harapkan terjadi pada gadis nya.


"Janji jangan marah aku menyuruhmu ya??" tanya Haara pelan.


"Iya, aku janji."


"Janji juga jangan marah."


"Tidak, aku tak akan marah." sahut Yoan memegang kedua pundak Haara.


"Janji dulu." seru Haara menunjukkan kelingkingnya.


Yoan pun mengaitkan kelingkingnya pada jari kelinging mungil gadis itu.


"Jadi katakan kamu kenapa? dan kau juga ingin minta bantuan apa padaku?" seru Yoan tak sabaran.


"Aku minta tolong kamu ke mini market untuk beli sesuatu, Yoan." seru Haara menunduk.


"Ke mini market? Mau minta tolong belikan apa??" tanya Yoan bingung.


Haara memejamkan matanya.


"Tolong belikan aku ..."


"... Apa?" tanya Yoan.


"Pembalut!" sahut Haara cepat.


Yoan yang mendengarnya mematung.


" ... Ha?" - Yoan.


"A-aku baru tadi datang bulan, aku kebingungan untuk pergi beli pembalut ke mini marketnya, pasti kau tak akan mengizinkan aku keluar di tambah aku juga tak bisa berbahasa China." jelas Haara malu.


Yoan yang mendengarnya tertohok.


Sisi lain ia merasa lega jika alasan gadis itu karena datang bulan, namun apa ia akan pergi ke mini market untuk membeli pembalut?


"Yoan?" panggil Haara.


"Ka-kau ingin aku membelikan pembalut di mini market?" tanya Yoan menunjuk dirinya sendiri.


Haara mengangguk ragu.


Yoan memijat pelipis nya.


Ia ingin menimpali ucapan gadis itu karena telah membuatnya takut, namun ia memahami gadis itu tak langsung bicara tadi, jadi semuanya itu karena masalah sebuah pembalut.


Yoan memejamkan matanya.


'dulu Anna, sekarang adiknya juga menyuruhku membelikan pembalut? Yang benar saja?? aku harus bagaimana sekarang?? Tak mungkin aku menolak permintaan Haara yang meminta bantuan padaku.' batin Yoan menangis.


...•...


...•...


...Author : "kesel gak? kesel gak Yoan?😆 waktu itu sama Anna disuruh beli, sekarang sama adiknya, istrimu sendiri😆 belum habis sudah penderitaanmu.😆"...


...•...


...❤Bersambung❤...


...•...


...Hai, kakak-kakak Readers👋 Hai, kakak-kakak author hebat!👋...


...Terima kasih sekali sudah hadir di ceritaku ya😊...


...Jangan lupa:...


...-Like...


...-Vote...


...-Rate 5 star...


...- komentarnya juga ya😊...


...Karena itu sangat berarti untuk aku selaku author😊...

__ADS_1


...Sehat selalu untuk kakak-kakakku ya, disaat pandemi seperti ini selalu jaga kebugaran tubuh kita ya🤗...


...See you tomorrow😇...


__ADS_2