
episode 10
setelah pulang dari sekolah, Peter melihat Ardian dari atas gedung sekolah, tiba-tiba dibelakang Peter ada bari, dia adalah sahabat dekat Peter, lalu bari berbicara kepada Peter.
"Peter, apa kau yakin, akan melakukannya. " kata bari sambil ragu.
"iya, apa aku salah jika melakukan hal itu, " kata Peter dengan percaya diri.
disaat Ardian dan teman-temannya baru saja keluar dari warung makan, mereka dihalan oleh Peter dan bari sambil mengancam.
"hey, aku belum selesai dengan urusan kita tadi. " kata Peter dengan lantang.
"tapi aku sudah selesai berurusan dengan mu. " kata Ardian dengan santai.
seketika itu Peter langsung melemparkan pisau yang dilapisi oleh petir sehingga saat Ardian menghindar masih terkena pipinya.
"Ardian, apa kau baik-baik saja. " kata Opel.
"ya, aku tidak apa-apa. " kata Ardian.
__ADS_1
"apa yang akan kita lakukan sekarang. " kata veysa dengan ketakutan.
"kalau bertarung di sini maka kita hanya membuat keributan di sini. " kata Ardian.
"aku tidak peduli, ayo kita bertarung sekarang juga. " kata Peter dengan marah.
"teman-teman dengarkan aku, dia hanya mengincar ku jadi kalian jangan mengikuti ku oke. " kata Ardian dengan pelan.
seketika itu Ardian langsung lari meninggalkan Peter yang sedang marah marah, melihat Ardian lari, Peter pun langsung mengejarnya bersama bari, ternyata Ardian menggiring Peter dan bari ke bangunan yang kosong dan berantakan, supaya jika terjadi pertarungan mereka, tidak membuat ribut satu kota.
"hmm, kau tidak bisa pergi ke mana-mana sekarang, Ardian. " kata Peter dengan senang.
"kau ingin berkelahi, ayo kita berkelahi disini. " kata Ardian.
seketika itu mereka pun bertarung, setelah lama bertarung Ardian mulai terpojok karena Peter di bantu oleh bari temannya, sehingga Ardian hampir tidak bisa bergerak, saat Peter melemparkan strum listrik jarak jauh nya ke Ardian, Ardian tidak punya cara lagi untuk menghindar, terpaksa ia harus melompat dari lantai yang sangat tinggi, Peter mengira bahwa Ardian akan mati karena jatuh dari ketinggian, di bawah ternyata Ardian masih hidup, hanya saja ia hampir tidak bisa bergerak, karena saat ia jatuh, ia menembus lantai lantai dengan keras, seketika itu Ardian pun pingsan, dan saat ia terbangun, ia sudah di selamatkan oleh seorang profesor.
" dimana aku, " kata Ardian lemas.
"kau berada di ruangan penelitian laboratorium ku sekarang, aku menemukan mu pada saat aku mendengar seperti ada suara yang jatuh dengan keras di gudang, bagaimana kamu bisa jatuh sampai kesini ? " kata profesor itu.
__ADS_1
"aku tadi, sedang bertarung dengan teman sekelas ku yang mempunyai dendam kepada ku, " kata Ardian.
"jadi begitu, kau mengingatkanku pada saat dulu aku menjadi seorang profesor di kota gurun, dulu waktu aku masih kecil aku selalu dihina dan di kucilkan oleh teman sekelas ku karena aku tidak bisa menggunakan kekuatan alam bahkan aku tidak bisa menggunakan kekuatan fisik sekalipun, mulai saat itu aku tidak berniat lagi untuk menjadi seorang ninja kota, aku mempunyai tujuan lain selain menjadi ninja, dulu aku pernah berkata: kalau aku tidak bisa menjadi seorang ninja maka aku akan membantu kota ini dengan menjadi profesor, kau masih beruntung mempunyai kekuatan walaupun tidak seberapa, tapi dimasa depan kau bisa membantu kota ini menghadapi konflik dan pemberontakan yang masih terjadi setiap tahunnya, " kata profesor itu dengan panjang lebar.
"baiklah, kalau begitu aku akan kembali ke sana, menyadarkan teman sekelas ku agar konflik ini tidak berkelanjutan. " kata Ardian.
"tunggu, apa kau ingin mati, jika kau kembali ke sana kau mungkin tidak kuat melawan mereka, lagipula saat kau terjatuh kesini, kepalamu terbentur dengan keras, aku sudah memeriksa mu saat kau tidak sadarkan diri, " kata profesor itu.
"yaaa, sepertinya aku punya keluhan, sebenarnya mataku agak rabun. " kata Ardian.
"sudah kuduga, untungnya aku punya kacamata ninja, tapi kacamata ini masih tahap uji coba jadi aku tidak tahu, apa kacamata ini akan berfungsi, ini pakailah, kacamata ini dirancang menggunakan bahan keras aluminium, tahan api dan petir juga kacamata ini bisa berbicara seperti robot, namanya adalah otobot dia akan membantu mu untuk melihat sesuai dengan mata normal mu, kecamata ini juga dilengkapi oleh penglihatan malam dan penglihatan serangan jadi sangat berguna jika kau sedang bertarung, tetapi kelemahan kacamata ini adalah air, jangan sampai kacamata ini mengenai air atau kacamata ini akan meledak, " kata profesor itu sambil mengambil kacamata ninja itu.
"apa kau serius profesor, memberikan kacamata ini untukku, " kata Ardian ragu-ragu.
"jika kacamata ini digunakan untuk hal yang baik maka tidak masalah untukku, " kata profesor itu.
"baiklah, aku akan menggunakannya dengan benar, terimakasih profesor.... " kata Ardian.
"nemasis, panggil saja aku profesor nemasis" kata profesor itu.
__ADS_1
"ya, sekarang aku akan kembali ke atas untuk menyelesaikan semua ini. " kata Ardian.
BERSAMBUNG.........