Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
Teman yang berharga (prolog: masa lalu kakek jelan bab 8)


__ADS_3

episode 80


di sore hari, jelan sedang duduk di depan rumahnya sambil melamun memikirkan perkataan zenah di pagi hari waktu memberikan formulir pendaftarannya.


"ini, aku sudah selesai mengisinya. " kata mireha yang tiba-tiba saja datang dibelakang jelan sambil memberikan formulir pendaftarannya.


"oh, mireha, bisakah kau menjelaskan yang kemarin sekarang. " ucap jelan sambil menerima formulir pendaftaran itu.


"baiklah, ayo kita cari tempat. " ujar mireha.


setelah itu mereka berdua pun keluar dari rumah untuk pergi ke sebuah toko terdekat yang sepi, sesampainya di sana jelan membeli dua es krim untuknya dan mireha, lalu mereka berdua pun duduk di bawah pohon sambil menikmati es krimnya.


"wah, ternyata memakan es krim di hari yang panas seperti ini sangat menyejukkan. " kata mireha dengan bersemangat sambil menikmati es krimnya.


"benar, ini hari yang panas. " kata jelan dengan ekspresi resah sambil melihat ke atas awan.


"ada apa dengan mu, kau tidak seperti biasanya. " kata mireha saat melihat jelan yang sedang resah sambil menikmati es krimnya.


"hey mireha, berapa lama lagi kau akan bertahan dengan kebencian mu itu ?. " tanya jelan dengan ekspresi resah.


"kau mengetahuinya dari zenah kan. " ucap mireha dengan ekspresi serius.


"yaa, dia menceritakannya kepadaku saat aku pergi ke kamarnya untuk memberikan formulir pendaftarannya. " kata jelan.


"jadi kau menghawatirkan ku ?. " tanya mireha.


"tentu saja, siapa yang tidak menghawatirkan mu jika itu terjadi dengan tiba-tiba. " jawab jelan dengan lantang.


"jelan, aku..... " kata mireha.


"aku tidak ingin kehilanganmu, kita teman kan, aku tidak ingin kehilangan teman ku yang berharga, kaulah teman pertama yang ku dijumpai di kota ini, lalu sebenarnya zenah, dia selalu menghawatirkan mu walaupun dia tidak bisa mengatakannya kepadamu, alasan kenapa zenah bersikap dingin kepada mu adalah karena dia selalu menghawatirkan mu, dia menutupi perasaannya sendiri supaya kau bisa meluruskan kepribadian mu itu sebagai seorang calestical, tidak hanya aku yang mengawatirkan mu, zenah dan sensei, mereka juga menghawatirkan mu jika kau tiba-tiba saja menghilang, dan waktu yang kita habiskan bersama mereka juga akan terbuang sia-sia, sekarang kau mengerti kan. " kata jelan dengan lantang sambil menahan emosinya.


setelah mendengar perkataan jelan, mireha hanya menunduk terdiam lalu beberapa saat kemudian mileha meneteskan air matanya dengan perlahan-lahan.


"mireha, hey, mireha, maaf karena membentak mu, harusnya aku lebih menahan emosi ku. " kata jelan sambil mencoba menenangkan mireha dengan mengelus elus pundaknya.


"jelan, katakan kepada ku, apa yang harus aku lakukan ?. " tanya mireha sambil menunjukkan ekspresi sedihnya.


"berteman, cobalah untuk berinteraksi dengan seseorang, kau pasti akan menemukan orang yang berharga untuk mu. " jawab jelan sambil tersenyum.


"apakah itu masuk akal ?. " tanya mireha dengan cemberut.


"tentu saja, dengan itu aku yakin kau tidak akan selalu dihantui oleh kebencian mu itu, walaupun sebenarnya aku tidak bisa menghilangkan kebencian didalam hati mu. " jawab jelan.


"heh, kenapa tidak bisa ?. " tanya mireha.

__ADS_1


"karena kebencian itu adalah sifat alami seseorang, tidak akan bisa hilang selama orang itu masih hidup. " jawab jelan.


"begitu ya, kau sangat jenius sekali. " ucap mireha.


"sebenarnya aku juga mempunyai kebencian tersendiri, aku benci diriku jika tidak bisa melindungi teman ku yang berharga. " kata jelan sambil melihat ke atas awan.


"aku iri kepada mu, kau bisa berteman dengan seseorang yang kau jumpai. " kata mireha.


"apa yang kau bicarakan, semua orang bisa melakukannya asalkan dia mempunyai keberanian di dalam dirinya. " kata jelan.


"apakah orang seperti ku bisa berteman dengan seseorang ?. " tanya mireha.


"tentu saja bisa, kau hanya harus memberanikan diri, yang terpenting dalam pertemanan adalah ketulusan dan juga ikatan satu sama lain, dengan begitu pertemanan akan jauh lebih berarti, walaupun terkadang bertengkar, itu tidak akan sampai memicu permusuhan karena itu adalah kekuatan terbesar dari pertemanan. " jawab jelan setelah menunjukkan jempolnya ke arah mireha.


"apakah kau menerimaku sebagai seorang teman ?. " tanya mireha sambil menundukkan kepalanya ke bawah.


"kita sudah berteman saat di hutan kan, kau tidak perlu membahasnya, karena kita selalu bersama. " jawab jelan.


"zenah juga ?. " tanya mireha.


"walaupun sifatnya seperti itu, aku sudah menerimanya sebagai seorang teman saat menyelamatkannya. " jawab jelan sambil tertawa.


"tunggu, apa yang kau maksud seperti itu dan juga jangan membahas kejadian di hutan waktu itu. " kata zenah yang tiba-tiba saja datang dari belakang mereka sambil menarik telinga jelan saat tertawa.


"saat nona rubah ini cemberut, sensei menyuruh ku untuk mencari mu, merepotkan saja. " jawab zenah.


"siapa yang cemberut. " ucap mireha dengan cemberut.


"jelas sekali dari ekspresi mu. " ucap jelan melihat ke arah mireha.


"sudahlah, pokoknya ayo kembali. " kata zenah sambil menarik telinga jelan dengan lebih kuat.


"aduh, aduh, baiklah, tapi aku mempunyai satu permintaan. " pinta jelan sambil berdiri.


"permintaan. " ucap zenah melepaskan telinga jelan.


"ya, aku ingin kita berfoto bersama sebagai seorang teman. " pinta jelan sambil mengeluarkan kameranya dari dalam jubahnya.


"sejak kapan aku berteman dengan mu dan juga sejak kapan kau mempunyai kamera ?. " tanya zenah.


"oh, kamera ini, sebenarnya aku selalu membawanya untuk memotret pemandangan di kota ini, aku jarang mengeluarkannya karena kamera ini sudah tua dan usang, Kakek ku yang memberikannya kepada ku. " jawab jelan.


"kenapa aku harus ikut berfoto. " ucap zenah.


"sudahlah, apakah kau malu jika wajah mu jelek. " kata mireha sambil tersenyum kecil.

__ADS_1


"apa maksudmu, wajahku selalu cantik. " ucap zenah membalas perkataan mireha.


"kalau begitu kenapa kau tidak ingin difoto ?. " tanya mireha sambil tersenyum kecil.


"aku mempunyai alasan lain untuk itu. " jawab zenah.


"bilang saja jika wajah mu jelek. " ucap mireha yang menggunakan cara liciknya.


"huh, dasar rubah licik, baiklah, aku akan ikut berfoto, tapi untuk kali ini saja. " kata zenah dengan ekspresi kesal.


"baiklah kalau begitu, aku akan memulai hitung mundurnya. " kata jelan sambil menaruh kameranya di kursi dan menghadapkannya ke arah mereka bertiga saat hitungan mundur sudah diaktifkan.


lalu setelah berfoto, jelan menyalin gambarnya menjadi tiga dan memberikan keduanya kepada mireha dan zenah untuk kenang-kenangan.


"maaf jika fotonya tidak ada gambarnya, ini kamera lama dan sudah tua, sangat berbeda dengan kamera yang sekarang. " kata jelan dengan ekspresi sedih sambil berjalan bersama zenah dan mireha untuk kembali ke rumah.


"menurut ku ini tidak terlalu buruk, ini sudah bagus untuk kamera tua yang bisa mengeluarkan kertas gambarannya. " kata zenah tersenyum sambil melihat fotonya.


"walaupun tidak ada warnanya, menurut ku foto ini sudah bagus. " kata mireha yang melihat fotonya.


"aku senang jika kalian menyukainya. " kata jelan sambil tersenyum senang.


sesampainya di rumah jelan, zenah dan mireha memasang foto mereka di kamarnya masing-masing.


dikamar mireha.......


"aku merasa ini adalah barang berharga pertama yang ku miliki dikamar ku ini. " kata mireha didalam hatinya sambil memasang fotonya di dinding menggunakan perekat.


dikamar zenah.........


"sepertinya tidak buruk juga. " kata zenah di dalam hatinya sambil menaruh fotonya di sebuah bingkai tua miliknya.


dikamar jelan...........


"kakek, sekarang aku mempunyai orang yang berharga disini, terimakasih sudah memberi tahu ku tentang kota ini, aku sangat suka disini. " kata jelan didalam hatinya sambil menaruh fotonya di buku novelnya.


lalu setelah itu jelan langsung pergi kebelakang rumah untuk menemui kakek tua itu di sebuah pondok kecil.


"sensei, ini semua formulir pendaftarannya. " kata jelan sambil memberikan formulir pendaftarannya kepada Kakek tua itu.


"sepertinya kau berhasil melakukannya ya. " kata kakek tua itu memujinya.


"ini baru permulaan, besok baru saja di mulai, petualangan yang sebenarnya. " kata jelan dengan bersemangat sambil melihat ke atas awan.


BERSAMBUNG.............

__ADS_1


__ADS_2