
Episode 226
setelah pertarungan sengit antara Ardian dengan nyoren usai, beberapa saat kemudian pasukan lima pun datang karena sebelumnya sempat mendengar sebuah ledakan.
"huh, lihat itu. " ucap Opel saat terkejut melihat keadaan disekelilingnya.
"kakak. " ucap Nizar saat melihat Ardian yang pingsan lalu menghampirinya.
"Zela, apa yang sebenarnya terjadi ?. " tanya Legis dengan ekspresi serius.
"Ardian mengalahkan nyoren, itu yang terjadi. " jawab Zela dengan tenang.
"Risa, bisakah kau menolongnya. " pinta Rega.
"aku akan mencobanya. " ucap Risa kemudian menggunakan kekuatannya untuk menyembuhkan Ardian perlahan-lahan.
beberapa menit kemudian Ardian pun bisa membuka matanya.
"huh, kalian. " ucap Ardian yang perlahan-lahan membuka matanya.
"Ardian, syukurlah. " ucap Opel.
"Zela, bisa ikut aku sebentar. " pinta mauli dengan ekspresi serius.
"baiklah. " ucap Zela.
"Zela. " panggil Zahra yang sedikit khawatir.
"tenanglah, aku segera kembali. " kata Zela sambil tersenyum.
kemudian Zela pun pergi dengan mauli tidak jauh dari situ untuk membicarakan sesuatu yang pribadi.
"jaylain, kenapa kau bisa berada di sini ?. " tanya Legis dengan ekspresi serius.
"terserah aku. " jawab jaylain sambil memejamkan matanya.
"kau ini ya..... " kata Legis yang terlihat sangat marah.
"sudahlah, ini bukan waktunya untuk berkelahi. " kata Ardian dengan lantang.
"Ardian. " ucap Legis yang terkejut saat mendengarnya.
"tolong sembuhkan nyoren juga. " pinta Ardian.
"ha, apa yang kau bicarakan, dia itu musuh lho. " kata Opel yang terkejut saat mendengarnya.
"memangnya kenapa, aku tidak pernah menganggapnya sebagai musuh sekalipun, baik di sekolah ninja maupun setelah dia meninggalkan kota zenai. " kata Ardian dengan ekspresi serius.
"huh, terserah kau saja. " ucap Legis sambil memejamkan matanya.
kemudian Risa pun menyembuhkan nyoren setelah Ardian memintanya...........
"semuanya, terimakasih. " ucap Vana sambil menundukkan kepalanya.
"tidak masalah, aku hanya tidak ingin perang ini berlanjut. " kata Ardian sambil tersenyum.
__ADS_1
"kau kuat sekali ya, Ardian, di keadaan seperti ini kau masih memikirkan orang lain daripada dirimu sendiri. " kata Vana yang terkagum.
"uhuk, uhuk, adikku benar, kau terlalu menyilaukan bagiku, Ardian. " kata nyoren yang sudah bisa membuka matanya dengan keadaan lemas.
"nyoren. " ucap Ardian yang senang melihatnya tidak terluka parah.
"aku terlalu terbawa emosi ya, maaf Ardian, kau benar, seharusnya aku mencaritahu dimana orang tua ku menghilang sebelum langsung menuduh kota zenai. " kata nyoren.
"nyoren, aku akan membantumu mencarinya. " kata Ardian sambil tersenyum.
"kau benar-benar sangat baik ya. " kata nyoren sambil menangis terharu.
sementara itu Zela yang berbicara empat mata dengan mauli...........
"apakah kau tahu apa yang akan ku bicarakan ?. " tanya mauli dengan ekspresi serius.
"yaa kurang lebih. " jawab Zela dengan ekspresi tenang.
"apakah kau bisa memberikan alasan yang tepat kenapa kau tidak bergabung di pasukan lima ?. " tanya mauli.
"aku hanya ikut membantu saja, lagipula tujuan ku bukanlah berperang, tetapi menyelamatkan yang bisa ku selamatkan. " jawab Zela dengan ekspresi tenang.
"begitu ya, kalau begitu aku tidak akan bertanya lebih lanjut lagi, tapi izinkan aku bertanya satu hal ini. " kata mauli sambil tersenyum kecil.
"apa. " ucap Zela.
"apakah kau tertarik dengan gadis kegelapan itu ?. " tanya mauli dengan ekspresi serius.
"hah, apa yang kau bicarakan. " kata Zela yang berusaha mengelak pertanyaan itu.
"ya, sedikit. " ucap Zela yang berusaha menahan rasa malunya.
"begitu ya, baiklah ayo kita kembali. " ucap mauli kemudian kembali bergabung dengan yang lainnya.
"sungguh, aku tidak tahu apa yang ingin dia katakan. " gumam Zela sambil menghela nafas.
I---------------------------------------------I
Dilain tempat paman yang masih bertarung mati-matian dengan jubah hitam............
"kau kuat juga ya, paman. " kata jubah hitam sambil tersenyum kecil.
"kau juga, aku masih heran darimana kau mendapat kekuatan sebesar itu. " kata paman Yazerd yang berusaha untuk tetap tenang.
"akan ku akhiri sekarang !!. " kata jubah hitam menggunakan kekuatan kegelapan nya.
"huh, apa.... " ucap paman Yazerd yang terperangkap dalam kubangan kegelapan yang berada di bawah kaki nya sehingga tidak bisa bergerak.
"dengan ini kau tidak akan bisa menggunakan kekuatan teleportasi mu, aku akan segera mendapat kekuatan mu itu, paman bersiaplah !!. " kata jubah hitam yang mengeluarkan teknik hitam lainnya.
"tidak akan kubiarkan. " kata paman Yazerd yang berusaha memberontak dari kubangan itu.
"percuma, paman tidak akan bisa bergerak dari situ, rasakan ini, semburan naga hitam !!. " kata jubah hitam mengeluarkan lahar hitam dari mulutnya dan membentuk seperti meteor jatuh.
setelah menerima serangan itu paman Yazerd pun jauh terkapar tidak berdaya, jubah hitam yang tidak memberinya kesempatan pun langsung menendangnya dengan kuat hingga terhempas terguling-guling di tanah.
__ADS_1
I--------------------------------------------I
Sementara itu Ardian yang tiba-tiba merasakan firasat buruk.............
"huh, perasaan tidak tenang apa ini. " gumam Ardian yang tiba-tiba saja terdiam.
"ada apa Ardian ?. " tanya Opel.
"dimana paman Yazerd ?. " kata Ardian yang berbalik tanya.
"tadi paman bertarung dengan isel saat di perjalanan, tapi seharusnya paman sudah menyusul kita disini. " jawab Opel.
"kalian semua tetaplah disini, aku akan mencari paman Yazerd. " kata Ardian yang langsung berlari mencari paman Yazerd.
"kakak, aku juga ikut. " kata Nizar yang tanpa berfikir panjang mengikuti Ardian dari belakang.
"apa tidak masalah membiarkannya ?. " tanya Opel kepada Legis.
"untuk sekarang biarkan saja lah. " jawab Legis.
"(perasaan tidak enak apa ini, paman). " kata Ardian didalam hatinya dengan ekspresi serius.
I-----------------------------------------I
paman Yazerd yang terluka parah pun tidak bisa bergerak bebas dan beberapa kali harus menerima serangan jubah hitam itu.
"paman, menyerah saja dan berikanlah kekuatan teleportasi itu kepada ku. " kata jubah hitam yang tidak terluka sedikitpun.
"aku tidak akan menyerah sampai akhir. " kata paman Yazerd yang sudah membulatkan tekadnya.
"oh, kalau begitu matilah. " kata jubah hitam yang langsung menusuk paman. Yazerd dengan cakar tangan kanannya sampai tembus.
seketika paman Yazerd pun muntah darah dan tidak bisa melakukan perlawanan setelah di tusuk sangat dalam.
"menyedihkan sekali ya, paman. " kata jubah hitam sambil tersenyum kecil.
"setidaknya tetaplah hidup, Ardian, Nizar dan defa. " gumam paman Yazerd sambil tersenyum kecil.
"huh, apa yang paman gumam kan ?. " tanya jubah hitam yang sekilas mendengarnya.
"tidak ada. " jawab paman Yazerd.
kemudian dalam keadaan tertusuk itu, jubah hitam pun menyerap kekuatan esper nya dengan tekniknya.
"baiklah, akan ku ambil kekuatan mu itu, paman, tidak, dari awal itu adalah kekuatan ku dan paman yang telah membawanya. " kata jubah hitam sambil tersenyum kecil.
mendengar itu paman Yazerd pun langsung terkejut.
"Disper !!. " ucap jubah hitam yang menggunakan teknik pengambilan paksa kekuatan esper.
"aaaarrggghhh. " teriak paman Yazerd saat kekuatan esper nya sedikit demi sedikit diambil oleh jubah hitam.
"selamat tinggal, paman. " ucap jubah hitam mencabut tusukannya setelah mengambil kekuatan esper nya kembali.
setelah kekuatan esper nya diambil, paman Yazerd pun langsung jatuh tergeletak di tanah tak berdaya berlumuran darah dalam kondisi yang sekarat dan nyawanya di ujung tanduk.
__ADS_1
BERSAMBUNG...............