
Episode 123
setelah yang terjadi di malam itu, sekelompok orang yang berjubah hitam pun dapat di tangkap dan diamankan, setelah penyerangan berakhir tidak ada korban jiwa maupun orang yang terluka, hanya Ardian yang menerima luka cukup dalam karena tertusuk pisau, sekarang ia sedang beristirahat di kamarnya.
di malam itu semua orang sedang membersihkan rumah yang berantakan karena ulah penyerangan yang dilakukan oleh orang berjubah hitam.
"aduh, aduh, rasanya punggung ku masih sakit sekali. " ucap Ardian saat bangun.
lalu ketika Ardian sadar dan membuka matanya, ternyata ada Nina yang tidur di sampingnya.
"eh, kenapa dia disini. " ucap Ardian didalam hatinya dengan ekspresi terkejut saat melihatnya.
"kau sudah siuman ya. " kata paman tento yang tiba-tiba saja datang ke kamarnya.
"paman, bagaimana dengan orang orang itu ?. " tanya Ardian.
"tenang saja, orang orang itu sudah di tangkap dan diamankan oleh para elite kota lesar. " jawab paman tento.
"syukurlah kalau begitu. " ucap Ardian dengan senang sambil melihat ke arah Nina.
"kau tahu, dia berusaha keras merawat mu saat kau masih pingsan, sampai sampai dia kelelahan berlari kesana-kemari, karena itu dia tidur disebelah mu, dia sangat khawatir dengan mu. " kata paman tento sambil tersenyum memejamkan matanya.
"begitu ya, padahal aku juga ingin menanyakan sesuatu kepadanya. " kata Ardian mengurungkan niatnya.
lalu di tengah pembicaraan mereka berdua, Nina pun terbangun.
"apakah sudah pagi. " ucap Nina yang baru bangun.
"Nina, maaf kami membangunkan mu ya. " ucap Ardian.
"kakak, syukurlah kau baik-baik saja, aku sangat menghawatirkan mu lho. " kata Nina sontak langsung melompat ke arah Ardian kemudian memeluknya dengan erat.
"sepertinya kau akan segera sembuh, sebaiknya paman pergi saja. " kata paman tento kemudian pergi meninggalkan mereka berdua di kamar.
"dasar paman, dia melarikan diri. " kata Ardian didalam hatinya.
"kakak, maaf, sepertinya aku terlalu banyak membuat masalah disini. " ucap Nina dengan pelan.
"sudah kubilang kan, kau tidak perlu meminta maaf terus, wajar saja semua manusia mempunyai masalah tersendiri, kelebihan ataupun kekurangan, kita hanya perlu melengkapinya satu sama lain. " kata Ardian.
__ADS_1
"kakak, kata-kata mu sungguh bagus. " ucap Nina sambil tersenyum.
"benarkah, tapi aku hanya berbicara menurut logika dan teori yang ku buat sendiri. " kata Ardian.
"tapi itu tetap saja mempunyai arti penting. " ucap Nina.
"Nina, kenapa kau bisa selalu tersenyum dalam keadaan apapun, contohnya waktu itu kau sedang sedih tapi kau berusaha menutupinya dengan senyuman mu. " tanya Ardian.
"ibuku selalu bilang kepada ku, dalam keadaan apapun aku harus selalu tersenyum, susah maupun sedih, aku harus tetap tersenyum, apa menurut kakak itu aneh. " jawab Nina.
"tidak, sejujurnya itu membuat ku senang, tapi aku tidak tahu kenapa, mungkin ini pertama kalinya aku melihat orang yang selalu tersenyum dengan sangat sempurna. " kata Ardian memberikan pendapatnya.
"kakak aku menyukaimu. " ucap Nina dengan senang kemudian melompat ke arah Ardian untuk kedua kalinya.
"hey, hentikan, punggung ku, punggung ku masih terasa sakit. " kata Ardian yang kesakitan.
"maaf aku terlalu berlebihan. " ucap Nina melepaskan pelukannya.
"bisakah kau keluar, aku ingin beristirahat. " kata Ardian.
"tidak, aku akan terus disini menjaga mu, sudah tugas ku sebagai adik merawat kakaknya yang sedang sakit kan. " kata Nina.
"baiklah, aku akan mencoba beristirahat di samping mu setenang mungkin. " kata Nina kemudian berbaring di samping Ardian.
"hmp, dasar anak-anak. " ucap paman tento yang diam-diam melihat mereka berdua tidur bersama.
lalu keesokan harinya.....
"sepertinya punggung ku sudah lumayan membaik, Nina masih tidur ya. " kata Ardian melihat ke arah Nina yang masih tidur.
"sudah pagi ya. " ucap Nina yang selang tidak lama bangun.
"ya, ini sudah pagi, aku mau keluar dulu. " kata Ardian kemudian keluar dari kamarnya.
lalu saat Ardian menengok ke halaman rumah, ada nenek zenah yang sedang duduk santai, kemudian Ardian pun menghampirinya.
"oh, cucuku Ardian, kau sudah bangun. " kata nenek zenah.
"nek, kemarin malam aku berhasil melakukannya, teknik berkonsentrasi. " kata Ardian kemudian duduk di sebelah neneknya.
__ADS_1
"kau tidak perlu terburu-buru untuk bisa mengembangkan teknik berkonsentrasi mu sampai di tingkat alam bawah sadar, naga itu kalau sudah lepas, susah untuk memasukkan nya kembali kedalam kandang, jadi nenek hanya ingin menyampaikan kepada mu, teruslah berlatih dan jadilah kuat, agar suatu saat nanti kau bisa mengalahkan naga yang ada di dalam tubuh mu itu, nenek yakin kau pasti bisa. " kata nenek zenah memberikan sedikit pencerahan kepada Ardian.
"aku, aku akan menjadi kuat dengan kemampuan ku sendiri. " ucap Ardian membulatkan tekadnya.
"ngomong-ngomong sampai kapan kau akan tinggal di sini ?. " tanya nenek zenah.
"5 hari, aku masih punya waktu yang tersisa untuk memban**tu masalah Nina. " jawab Ardian.
"begitu ya, pesan nenek lindungi gadis itu saat kau mengajak nya keluar dari rumah, karena dia masih di incar oleh beberapa orang, kau tahu kan kejadian tadi malam itu, para pembunuh itu tidak main-main untuk mengincar dan membunuh Nina. " kata nenek zenah.
"aku tahu itu, aku akan melindunginya apapun yang terjadi. " ucap Ardian.
"baguslah kalau begitu. " ucap nenek zenah.
setelah berbicara panjang lebar dengan nenek zenah, akhirnya Ardian pun mengajak Nina untuk pergi jalan-jalan keluar rumah.
"Nina, ayo kita jalan-jalan keluar. " ujar Ardian.
"tapi aku.... " ucap Nina yang masih ragu untuk keluar.
"tidak perlu takut, aku akan menjagamu. " kata Ardian sambil menarik tangan Nina.
"kakak, aku juga ikut. " ucap Nizar yang juga ikut.
"aku juga. " ucap Sheila yang juga ikut.
"tunggu, aku juga ikut. " ucap defa yang juga ikut.
akhirnya mereka berempat pun pergi keluar rumah bersama dan menuju ke rumah mbak ciria, sesampainya di sana mbak ciria sudah menyambut mereka dengan membuka gerbang rumahnya, tidak lama kemudian, gerad dan yang lainnya juga datang, suasana pun menjadi ramai seketika di pagi hari itu.
lalu sementara itu, di sebuah rumah terpencil....
"apa, bagaimana dia bisa lolos, cepat jawab !!. " teriak orang misterius yang berjubah hitam yang tampaknya kesal.
"semua orang di keluarga itu melindunginya boss, mereka sepertinya bukan orang biasa, bahkan sebagian besar anggota kita sudah ditangkap setelah penyerangan brutal di malam itu. " kata anak buahnya orang misterius itu yang lolos pada saat penyerangan di malam itu.
"sepertinya aku sendiri yang akan turun tangan, beritahu aku dimana posisi gadis itu berada. " kata orang misterius yang berjubah hitam itu berdiri dari kursinya.
BERSAMBUNG.........
__ADS_1