Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
Saling bergantung


__ADS_3

Episode 229


pertarungan terakhir pun semakin memanas, iblis api yang hampir membunuh raja api dalam peperangan pun bisa dihentikan oleh Ardian yang tiba-tiba saja muncul dengan emosi membara.


"iblis api, aku akan mengalahkan mu disini. " kata Ardian dengan ekspresi serius dan tatapan ingin membunuh.


"hmp, kau sudah mulai sombong ya, bocah. " kata iblis api sambil tersenyum kecil meningkatkan kekuatan api nya perlahan-lahan.


seketika keduanya pun langsung beradu pedang, disitu terlihat mereka berdua tidak mengandalkan kecepatan akan tetapi mengandalkan kekuatan, setiap tebasan mengeluarkan percikan dan kobaran api yang dahsyat.


"dia bisa mengimbangi iblis api. " kata Ezen yang terkejut melihatnya.


"berapa lama kah kau akan bertahan, Ardian. " gumam garen yang terus memperhatikan pertarungan itu.


selang beberapa detik terlihat gerakan Ardian mulai melambat.


"kau sudah kehabisan tenaga ya. " kata iblis api yang terus menyerangnya.


"huh, huh, huh, (sial, apakah hanya sampai ini saja batasan ku). " kata Ardian didalam hatinya dengan kesal sambil mengatur nafasnya.


"aku tidak akan menunggu lho. " kata iblis api yang langsung menghempaskan Ardian ke belakang dengan memunculkan ledakan api di bawah tanah.


saat Ardian jatuh terhempas ke belakang, perlahan-lahan Ardian pun berdiri lagi walaupun sudah tidak mempunyai stamina untuk bertarung.


"aku tidak mengerti, kenapa dia bisa segigih itu. " kata Sonsu yang terus melihat Ardian.


"hanya dengan tekad yang kuat, dia tidak akan menyerah sebelum mengalahkan musuhnya, kau masih ingatkan waktu di kota sonase, Nizar juga ingin mempunyai tekad yang kuat seperti kakaknya, karena itu dia tidak takut berhadapan dengan musuh sekuat apapun. " kata Sonik yang mengingat saat Ardian dan teman-temannya datang bertemu pertama kali di kota sonase.


"begitu ya, aku mengerti jika kau yang menjelaskannya. " kata Sonsu yang langsung turun dari pohon.


"hey, kau mau kemana, kau tidak mengerti apa yang kukatakan barusan kan. " kata Sonik yang panik sendiri melihat Sonsu.


saat iblis api hendak menebas Ardian yang kehabisan stamina itu, tiba-tiba saja Sonsu yang terjun langsung ikut dalam pertarungan pun menggunakan kekuatannya untuk bisa menjauhkannya dari Ardian.


"hempasan angin kuat !!. " ucap Sonsu yang menggunakan kekuatan angin nya untuk menjauhkan iblis api kebelakang.


"siapa kau yang berani menghentikan ku ?. " tanya iblis api yang kesal melihatnya.


"namaku Sonsu, tangan kanan raja petir. " jawab Sonsu sambil mengeluarkan pedang ganda nya.


"Sonsu, apa yang kau lakukan disini ?. " tanya Ardian yang terkejut melihatnya.

__ADS_1


"aku datang untuk membantu. " jawab Sonsu.


"tidak, aku tidak ingin melibatkan siapapun di pertarungan ini. " kata Ardian yang menolaknya.


"dengan kondisi mu saat ini kau tidak akan bisa mengalahkannya, ku akui kau itu kuat, tapi kau tidak bisa memaksakan dirimu melawan musuh yang kuat sendirian, di keadaan tertentu kau harus mengandalkan teman-teman mu dan satu hal lagi, dari awal aku sudah siap mati dalam peperangan ini, Ardian, walaupun ini bukanlah tempat ku dan perang ini tidak terlalu berpengaruh besar untuk kami, raja petir pernah bilang, ikuti jalan benar menurut dirimu sendiri, mencapai sesuatu itu membutuhkan pengorbanan, tentu saja itu tidak mudah, terkadang kegagalan itu adalah awal dari keberhasilan, kata-kata itu tertanam dalam diriku dan setelah melihat kegigihan mu bertarung, aku menjadi yakin dengan jalan yang ku pilih sendiri ini. " kata Sonsu yang terlihat tenang memegang kedua pedangnya.


"Sonsu. " ucap Ardian yang hanya terdiam mendengar perkataan Sonsu itu.


"aku juga akan membantu. " kata Sonik yang juga ikut sambil menarik pedangnya dari sarung pinggang nya.


"Sonik, kau juga. " ucap Ardian yang terkejut melihatnya datang.


"hmp, semakin banyak, semakin baguskan. " kata Sonik sambil tersenyum kecil.


"kalian berdua, aku tidak tahu lagi bagaimana harus berterimakasih. " kata Ardian sambil meneteskan air matanya dengan terharu.


"sudahlah, itu bisa kita bicarakan setelah semua selesai. " kata Sonik.


"ya. " ucap Ardian yang juga mengangkat pedangnya.


"kurasa pengganggu nya semakin banyak ya. " kata iblis api sambil menghela nafas.


"iblis api, kami akan mengalahkan mu. " kata Sonik dengan ekspresi serius.


"anda baik-baik saja kan, raja api ?. " tanya garen yang diam-diam menyelamatkan raja api di tengah pertarungan Ardian tadi.


"ya, kurasa kita hanya bisa berharap kepada mereka bertiga. " kata raja api yang masih batuk-batuk.


"jika saja aku masih mempunyai sedikit tenaga, aku juga akan ikut melawannya. " kata Venar yang khawatir melihatnya.


"sudahlah Venar, kita yang saat ini tidak bisa melakukan apapun. " kata Azen.


"apakah mereka bisa mengalahkan nya, musuhnya itu iblis api lho, selain itu sepertinya dia meminum ramuan penguat tadi. " kata Ezen.


Nizar yang masih berada di depan paman Yazerd...........


"paman, sebaiknya apa yang harus kulakukan sekarang. " kata Nizar yang bertanya pada dirinya sendiri.


I--------------------------------------------I


dilain tempat, setelah teman-teman Ardian mendengar semuanya dari Vana, mengenai dirinya dan sebab peperangan itu..............

__ADS_1


"begitu ya. " ucap Legis setelah mendengar semuanya dari Vana.


"setelah nyoren di kalahkan harusnya peperangan ini berakhir kan. " kata Opel.


"ya, tapi sebenarnya ada dalang yang mengendalikan perang ini, kakak ku yang sudah terhasut hanya dimanfaatkan untuk kepentingan dalang itu. " kata Vana.


"Legis, kau sudah menduga nya kan. " kata Opel melihat Legis dengan ekspresi serius.


"ya, tidak salah lagi, dalang dibalik peperangan ini ada dua, iblis api dan jubah hitam, aku benar kan, putri cahaya. " kata Legis yang sudah menebaknya sebelumnya.


Vana hanya menganggukkan kepalanya.


"walaupun begitu tujuan mereka berdua berbeda. " kata Vana.


"huh, apa maksudmu ?. " tanya Legis yang sedikit terkejut mendengarnya.


"saat beberapa kali pertemuan di kerajaan kota bintang, aku sempat mendengar mereka membicarakan tujuan dari perang ini, tujuan iblis api adalah menghancurkan dan menguasai kota zenai sedangkan tujuan jubah hitam adalah untuk mendapatkan kembali kekuatannya. " jawab Vana.


mendengar itu mereka semua pun langsung terkejut.


"jika tujuan iblis api di peperangan ini untuk menghancurkan dan menguasai kota zenai, dia pasti masih melanjutkan ambisinya walaupun pemimpin perang nya telah dikalahkan. " kata Zela yang berfikir logis.


"mungkin kah saat ini...... " kata Veysa yang terlihat khawatir.


lalu beberapa saat kemudian, nyoren pun terbangun dengan memegang kepalanya yang masih terasa pusing.


"erghh. " nyoren yang perlahan-lahan sadarkan diri.


"kakak, syukurlah. " kata Vana yang senang melihat kakaknya bisa membuka matanya setelah pingsan beberapa menit.


"Vana, maafkan aku. " ucap nyoren dengan ekspresi muram.


"aku tahu, kakak berusaha melindungi ku kan, kakak pasti mengira aku di tangkap oleh orang-orang dari kota zenai. " kata Vana sambil tersenyum.


"ya, setelah semua ini, aku akhirnya mengerti jika yang kulakukan ini salah, aku seharusnya tidak terhasut oleh emosi. " kata nyoren yang menyesalinya.


"baguslah jika kakak sudah mengerti. " ucap Vana.


teman-teman lain yang melihatnya pun ikut senang melihatnya.


"selamat datang kembali, nyoren. " kata Opel yang menyambutnya dengan ramah.

__ADS_1


"ya, kalian memang tidak berubah ya, aku kembali. " ucap nyoren yang meneteskan air matanya karena terharu melihat teman-temannya itu.


BERSAMBUNG.................


__ADS_2