Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
Kekuatan api sejati


__ADS_3

Episode 231


setelah Ardian kembali dari alam bawah sadarnya untuk sementara waktu berbicara dengan naga api, ia pun membuka kedua matanya yang berubah menjadi warna merah menyala, emosi yang kuat juga bisa dirasakan dari aura kobaran api yang seketika keluar dari tubuh Ardian.


"huh, lihat anak itu. " kata Azen yang terkejut saat melihat Ardian.


"(Ardian pasti sudah memendam emosi nya terlalu lama, itu sangat jelas bisa dilihat dari batu Enemble api dan pedang api nya yang merespon kekuatan nya). " kata raja api didalam hatinya yang melihat batu Enemble api dan pedang api nya.


"Ardian, semoga kekuatanmu itu tidak menghancurkan dirimu. " gumam garen yang khawatir melihatnya.


"huh, Ardian. " ucap sonik yang terkejut melihat Ardian dibelakangnya.


"aaaarrggghhh !!!!!. " teriak Ardian yang memancarkan aura merah lurus sampai ke atas awan.


aura merah yang memancar lurus ke atas awan itu pun bisa dilihat oleh semua orang di Medan perang itu, sementara itu Legis dan lainnya yang menyusul jejak Ardian dan Nizar sempat melihat cahaya merah yang menjulang tinggi ke atas awan itu.............


"huh, apa itu. " Legis yang terkejut saat melihatnya dan langsung menghentikan langkah kakinya.


"bukankah itu berasal dari arah Ardian dan Nizar pergi. " kata Opel.


"aura itu sangat kuat. " kata Zahra yang bisa merasakannya walaupun jaraknya masih agak jauh.


"ya, tidak salah lagi ini adalah aura api yang sangat besar. " kata Zela yang juga merasakannya.


"apakah ada sesuatu yang terjadi dengan Ardian ya. " kata Veysa dengan ekspresi khawatir.


"ayo kita pastikan. " kata Legis yang langsung menuju ke arah aura kuat itu berasal.


di lain tempat, jubah hitam yang memantau dari bukit sejenak bersama dengan seseorang yang berkerudung hitam tertutup melihat cahaya merah memancar ke atas langit.............


"aku ingin tahu kenapa kau tidak ingin di sana lebih lama lagi, bukankah kau sangat ingin bertemu dan bertarung dengan anak itu ?. " tanya seseorang berkerudung hitam itu yang terlihat seperti rekan jubah hitam.


"hmp, aku memang ingin bertemu dan bertarung dengannya, tapi itu tidak sekarang, suatu saat nanti jika dia sudah bisa membangkitkan kekuatan sejati nya, aku ingin tahu apakah benar dia itu adalah rengkarnasi dari kakek jelan. " kata jubah hitam sambil tersenyum kecil melihat cahaya merah yang masih memancar di atas langit itu.


"kau sangat serius dengan peran mu saat ini ya. " kata seseorang berkerudung hitam itu menghela nafas setelah mendengar perkataan jubah hitam.

__ADS_1


"tentu saja, aku hanya ingin lebih tahu lebih banyak mengenai kebenaran di dunia ini, betapa bodohnya deros, dia sangat tidak beruntung menghadapi anak itu sekarang, padahal sudah diperingatkan sebelumnya. " kata jubah hitam yang sudah memprediksikan nya lalu pergi setelah mengatakan itu.


I-------------------------------------------I


setelah aura merah yang memancar ke atas langit itu perlahan-lahan menghilang menyerap masuk kedalam tubuh Ardian..........


"anak yang merepotkan, akan ku habisi kau sekarang juga !!. " kata iblis api dengan cepat langsung menjadi bola api besar dan mengarah tepat ke arah Ardian.


saat bola api besar itu hampir mengenainya, Ardian pun mengindari bola api itu dengan mudah lalu memasukkan tangannya kedalam bola api itu dan menarik iblis api dengan kuat hingga terpisah dari bola api nya kemudian melemparkannya dengan kuat ke depan sampai terbentur pohon besar dibelakangnya lalu tumbang.


"erghh, (sebenarnya darimana kekuatan sebesar itu muncul). " kata iblis api didalam hatinya yang muntah darah setelah terbentur pohon dengan kuat sampai tumbang.


"hebat. " ucap Venar yang terkejut melihatnya.


Nizar yang baru saja sampai setelah mengistirahatkan mayat paman Yazerd dan melihat Ardian.


"huh, apa yang terjadi dengan kakak ?. " tanya Nizar kepada raja api saat baru saja sampai.


"tenanglah, kakak mu pasti baik-baik saja selama dia terus memegang tekadnya saat bertarung. " jawab raja api yang mencoba menenangkan Nizar.


"Nizar, bagaimana dengan paman mu ?. " tanya raja api dengan ekspresi resah.


"paman.......... " ucap Nizar yang terlihat sulit menjawabnya.


"begitu ya, tetap kuat kan lah hatimu itu. " kata raja api yang sudah mengerti dari ekspresi Nizar.


"ya. " ucap Nizar dengan ekspresi yang agak sedih saat mengingat kenangannya bersama paman Yazerd.


Sementara itu iblis api yang masih belum menyerah.........


"kau pikir aku akan menyerah semudah itu !!. " kata iblis api dengan lantang sambil mengayunkan pedangnya menebas ke arah Ardian saat kembali.


terlihat Ardian pun bisa menangkis serangan iblis api dan menyamai kekuatannya dalam bertarung.


"semburan api naga. " ucap Ardian menghembuskan nafas api yang sangat besar jangkauannya.

__ADS_1


"(cih, besar sekali jangkauannya, aku tidak bisa menghindarinya). " kata iblis api didalam hatinya yang kesal saat terjebak di tengah-tengah hembusan api yang mempunyai radius luas.


semua orang yang di sana pun menjauhi pertarungan antara keduanya itu.


"sudah cukup, teknik penyerapan api !!. " ucap iblis api yang perlahan-lahan menyerap hembusan nafas api Ardian itu.


"teknik penyerapan api !!. " ucap Ardian yang juga menggunakan teknik yang sama.


saat Ardian menggunakan teknik penyerapannya, batu Enemble api Ardian yang berwarna merah itu pun menyala terus-menerus terang setiap menyerap api disekitarnya itu termasuk kekuatan iblis api yang ikut terserap.


"huh, apa, kau menggunakan teknik yang sama, tapi kenapa penyerapannya bisa secepat itu, cih, kau pasti menggunakan batu Enemble api. " kata iblis api yang kesal saat Ardian terus menyerap api disekitarnya itu.


"aku akan menyerap kekuatan mu itu, iblis api !!. " kata Ardian dengan lantang lalu melanjutkan tekniknya ke tingkat ekstrim untuk menyerap kekuatan iblis api itu.


"tunggu, tidak, jangan lakukan itu, hentikan !!. " teriak iblis api saat perlahan-lahan kekuatannya terserap.


"dia menyerapnya. " kata Ezen yang hanya terdiam saat melihatnya.


"Ardian. " ucap Sonik yang khawatir melihat Ardian lalu berdiri dan bejalan perlahan-lahan ke arahnya dengan terpincang-pincang.


"kekuatan ku, tidak !!!!. " teriak iblis api saat seluruh kekuatannya telah habis diambil oleh teknik penyerapan Ardian lalu jatuh terjongkok tak berdaya.


setelah iblis api kehilangan kekuatannya dan menjadi lemah, seketika Ardian dengan mata yang menyala merah pun langsung menusuk tepat di perut iblis api dengan pedang api nya.


"aku, tidak mungkin dikalahkan oleh seorang bocah.... " ucap iblis api sebelum mata nya tertutup dan kehilangan kesadarannya.


tepat setelah Ardian menarik pedang api nya kembali, mata yang sebelumnya menyala merah pun akhirnya kembali normal, tanpa disadari dia membunuh iblis api tepat didepannya.


"huh, aku, aku membunuhnya, hahaha, perasaan apa ini, kenapa aku merasa lega sekali. " kata Ardian yang tertawa kecil dan panik sendiri melihatnya lalu mundur perlahan-lahan kebelakang dengan penglihatannya yang berdenyut-denyut.


di saat itulah sonik memegang kedua pundak Ardian tepat dibelakangnya dan mencoba untuk menenangkannya.


"tenang dan kendalikan dirimu, Ardian. " kata Sonik yang berada tepat dibelakang Ardian sambil memegang kedua pundaknya.


"huh, Sonik, aku membunuhnya. " ucap Ardian yang terlihat pucat saat melihat sonik dibelakangnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG..........


__ADS_2