
Episode 159
"akhirnya aku menemukan mu, pedang api !!. " kata Ardian yang akhirnya sampai didepan pedang api sambil mengatur nafasnya.
tiba-tiba saja pedang api mengeluarkan cahaya api nya di ujung mata pedang sampai pegangan nya.
"huh. " ucap Ardian dengan perlahan-lahan berdiri mendekati pedang api itu.
pedang api hanya diam tidak bergerak sama sekali, terlihat dia melindungi dirinya menggunakan api yang membungkus nya.
"dengarkan aku pedang api !!, aku kesini untuk sebuah permintaan, aku tidak menginginkan kekuatan lebih darimu, hanya saja karena aku sekarang menggunakan mu, aku hanya ingin kau merubah ukuran mu yang sepadan dengan ku, bukankah kau sendiri yang memintaku untuk menjadi pengguna mu selanjutnya, kalau begitu tolong terima permintaan ku hanya untuk ini !!. " kata Ardian dengan lantang didepan pedang api itu.
lalu setelah beberapa saat kemudian, tiba-tiba saja api yang membungkus dan melindungi pedang api itu hilang secara perlahan-lahan, perlahan-lahan Ardian pun mendekati pedang api itu sedekat mungkin lalu memegang pegangannya, seketika itu ukuran pedang api berubah lebih kecil dari sebelumnya serta menyesuaikan tubuh Ardian.
"terimakasih, aku benar-benar berterimakasih telah memenuhi mendengarkan permintaan ku ini, pedang api. " kata Ardian dengan sangat senang.
kemudian tidak selang lama, Ardian pun kembali tersadar dengan ekspresi kelelahan dan terduduk sambil mengatur nafas nya.
"Ardian, kau sudah sadar ya, apakah kau baik-baik saja ?. " tanya Sonik yang mendekati Ardian setelah melihatnya jatuh terduduk dengan kelelahan.
"ya, Sonik, terimakasih sudah membantu latihan ku. " ucap Ardian.
"itu bukan masalah kok, sudah sewajarnya kita saling tolong menolong. " kata Sonik dengan bersemangat.
"ya, kau benar. " ucap Ardian kemudian mengalihkan pandangannya ke arah pedang api yang masih digenggamnya itu.
"ouh, kau telah berhasil ya. " ucap Sonik yang ikut senang saat melihatnya.
"ya, aku tidak menyangka bisa berhasil semudah itu. " kata Ardian.
"semudah apanya, kau dari tadi sudah berdiri selama 1 jam tanpa bergerak sedikitpun. " kata Sonik.
"benarkah, aku tadi berada di alam bawah sadar ku, jadi aku tidak menyadarinya jika sudah selama itu. " kata Ardian.
"kau benar-benar hebat Ardian. " kata Sonik.
"yaa, aku hanya...... " kata Ardian yang langsung terputus ketika raja petir mendatangi tempat mereka berlatih diam-diam.
__ADS_1
"ternyata kalian berlatih disini ya. " kata raja petir yang datang bersama teman-teman Ardian.
"yah, kita ketahuan ya. " ucap Sonik sambil tersenyum.
"Ardian, Nizar, aku mencari kalian berdua kemana-mana, jangan asal menghilang begitu, setidaknya beritahu kami dulu sebelum kalian pergi. " kata Alan.
"maaf membuat kalian khawatir, kami hanya ingin mencari tempat latihan yang tepat untuk menguji pedang, kami kira raja petir tidak mengizinkan nya, maka dari itu aku dan Nizar berlatih diam-diam disini. " kata Ardian yang menjelaskannya secara rinci.
"lalu bagaimana dengan Sonik dan Sonsu ?. " tanya Opel.
"mereka berdua tidak sengaja menemukan ku bersama Nizar saat berlatih adu pedang, karena mereka berdua sudah tebiasa menggunakan pedang, aku memintanya untuk melatih kami berdua. " jawab Ardian
"begitu ya. " ucap Opel.
"Ardian, Nizar, jika kalian ingin berlatih pedang itu setidaknya beritahu aku dulu, mana mungkin aku melarang kalian untuk latihan. " kata raja petir.
"ya, maaf raja petir. " ucap Nizar.
"Ardian, apakah aku hanya salah lihat, pedang mu lebih kecil dari sebelumnya. " kata raja petir yang melihat pedang api Ardian yang dipegangnya itu.
semuanya pun langsung terkejut setelah mendengar perkataan dari Sonik itu.
"berbicara dengan pedang. " ucap raja petir yang merasa heran.
"mana ada pedang yang bisa berbicara. " kata Alan yang agak tidak mempercayai nya.
"bagaimana itu, apakah itu mungkin. " kata Opel yang bingung sendiri.
"sebelumnya Ardian berniat untuk mengecilkan pedang api nya sesuai dengan ukurannya, lalu Ardian pun berkonsentrasi dengan sangat tenang selama 1 jam, aku sangat mengerti keseriusan nya saat melihatnya terbakar tidak bergerak didalam gumpalan api yang menyelimutinya, kalau Sonsu tidak menghentikan ku, mungkin saja Ardian akan tersadar kembali dari alam bawah sadar nya dan membuatnya gagal serta sia-sia dia fokus selama 1 jam tidak bergerak. " kata Sonik.
"walaupun aku tidak melihatnya, tapi aku ingin mempercayai nya. " kata raja petir sambil tersenyum ke arah Ardian.
"raja petir. " ucap Ardian yang terharu mendengar perkataan nya itu.
setelah itu mereka semua pun kembali ke hotel setelah menjelang sore hari.
di ruangan anak laki-laki.......
__ADS_1
"aku sangat lelah. " ucap Opel yang langsung berbaring di sofa ruangan setelah selesai mandi.
"sepertinya hari ini kita sudah berlatih sangat keras ya. " kata Legis yang juga selesai mandi kemudian duduk di sofa ruangan yang masih kosong.
"ini hari terakhir kita berada di kota sonase ya, rasanya sedih berpisah dengan mereka. " kata Pingo.
"maksudmu Sonsu dan Sonik, yaa, mereka juga sudah banyak membantu kita saat berada di kota sonase ini. " kata Rega.
"ngomong-ngomong dimana Ardian, dia selalu menghilang saat kita hendak mengobrol santai. " kata Legis.
"jaylain dan Rowi juga tadi bilang kalau ingin keluar sebentar, tatapan nya sangat serius, jadi aku tidak berani berkomentar apapun, semoga saja mereka berdua bisa akrab dan tidak bertengkar, apalagi ini di malam hari. " kata Alan.
"ouh, sepertinya kau sangat serius menjadi ketua perjalanan ya. " kata Pingo yang menggoda nya.
"berisik, diam lah. " ucap Alan yang agak kesal.
sementara itu, Ardian, jaylain, Rowi, dan gacha berada di atap hotel karena Sonik dan Sonsu ingin membicarakan sesuatu dengan mereka.
"ada apa memanggil kami malam-malam begini ?. " tanya Ardian yang penasaran.
"maaf mengganggu waktu tenang kalian, tapi sebelum kalian kembali ke kota zenai besok, kami ingin membicarakan sesuatu yang penting dengan kalian. " kata Sonik dengan ekspresi serius.
"ini mengenai iblis api yang menyusup kedalam museum sejak 3 hari yang lalu, kalian sebelumnya sudah merencanakan untuk menghentikan nya dan menyelidiki nya sendiri dengan diam-diam kan. " kata Sonsu dengan ekspresi tenang.
"jadi kalian sudah tahu ya. " ucap jaylain dengan ekspresi serius.
"yaa, tepat saat kau berpura-pura kembali ke hotel waktu didalam museum, aku diam-diam mengikuti mu dan menyelidiki nya sendiri. " kata Sonsu melihat ke arah jaylain.
"tapi tidak ku sangka kau akan melakukan hal sejauh itu sendirian. " kata Sonik yang melihat jaylain dengan ekspresi khawatir.
"tenang saja, aku adalah orang yang selalu waspada terhadap sesuatu di sekitar ku, aku akan berusaha untuk mengumpulkan informasi sebanyak mungkin dari mereka sebelum perang dimulai. " kata jaylain dengan ekspresi serius.
"jaylain. " ucap Ardian yang terharu saat mendengarnya.
seketika itu semua melihat ke arah jaylain dengan ekspresi yang berbeda beda, apa yang akan di bicarakan mereka selanjutnya........
BERSAMBUNG..........
__ADS_1