Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
permintaan terakhir sebagai teman (prolog: masa lalu gacha bagian 3)


__ADS_3

episode 59


"kekuatan macam apa itu. " ucap nozaki si pemilik tempat penampungan pengendali monster.


"lepaskan temanku. " kata gacha dengan ekspresi tenang sambil menahan kekuatan kegelapannya.


"hoh, jadi kau gadis di tempat makan itu, temanmu ini sebentar lagi, akan menjadi projek percobaan ku untuk mendapatkan kekuatan yang besar, hahahaha. " kata nozaki setelah itu tertawa terbahak-bahak.


"jangan mimpi. " ucap gacha setelah memukul nozaki dengan pukulan bayangan dari tubuhnya.


---------------------------------------


lalu serin dan jaylain yang melihat gacha masuk kedalam ruangan rahasia dibalik dinding yang retak pun akhirnya ikut masuk, setelah masuk mereka dikejutkan dengan alat-alat dan tempat yang penuh penyiksaan di sekeliling mereka.


"itu bukankah tuan pemilik tempat penampungan pengendali monster. " kata serin dengan terkejut saat melihat nozaki di ruangan tersembunyi.


"jadi dia sudah merencanakannya dari awal, sudah kuduga akan ada hal yang tidak beres ditempat ini. " kata jaylain sambil berfikir.


"apa maksudmu ?. " tanya seein.


"dia mengelabuhi raja petir untuk bisa membangun tempat penampungan pengendali monster di area terpencil kota, lalu, menjalankan rencananya, mengambil kekuatan para pengendali monster. " jawab jaylain dengan tenang.


"bagaimana kau bisa tahu ?. " tanya serin.


"aku menemukan sebuah bukti seminggu yang lalu, darah di pojokan ruangan, lalu, partikel partikel elemen yang berterbangan, sepertinya dia menggunakan alat untuk membuat korbannya pingsan, setelah itu memasukkannya ke bola khusus yang ada di tempat ini sampai kekuatan korbannya benar-benar habis dan mati. " kata jaylain.


"kau bisa tahu sejauh itu. " ucap serin dengan terkejut setelah mendengarkan perkataan jaylain.


"sebenarnya aku juga ingin menyelidikinya, tapi, hal yang tidak terduga muncul. " kata jaylain setelah itu melihat gacha yang dipenuhi oleh kekuatan kegelapan.


------------------------------------------


"cih, kau tidak akan bisa menyelamatkannya, bola itu terbuat dari lapisan gelembung karbon yang tebal, menyerah saja. " kata nozaki sambil tersenyum kecil setelah mengusap darah yang keluar dari mulutnya.


setelah itu gacha pun menghancurkan bola khusus tersebut dengan sekali lahap kekuatan kegelapannya.


"mustahil, bagaimana bisa, siapa kau sebenarnya. " ucap nozaki dengan terkejut melihat gacha yang berhasil menghancurkan bola khusus tersebut.


"gacha, kenapa kau bisa sampai ke sini ?. " tanya Rowi sambil menahan rasa sakitnya setelah berada di bola khusus tersebut.


"aku tidak tahu, tubuhku bergerak sendiri. " jawab gacha dengan ekspresi tenang.


"itul adalah kekhawatiran jika kau mempunyai seorang teman, sebenarnya aku juga tidak tahu apa aku teman mu atau bukan saat ini tapi...... " kata Rowi yang belum selesai.


lalu tiba-tiba saja gacha terjatuh di depan Rowi yang sedang berbicara.


"gacha. " teriak Rowi melihat gacha yang terjatuh.


"kau juga punya kekhawatiran seorang teman, sepertinya, aku sudah menganggap mu sebagai teman. " kata gacha yang terjatuh dan terbaring.


---------------------------------------------


"sepertinya tubuh mu sudah tidak kuat lagi menahan kekuatan yang besar. " kata monster kegelapan yang ada didalam tubuh gacha berbicara melewati alam bawah sadarnya.


"tidak apa, ini sudah cukup. " kata gacha didalam alam bawah sadarnya sambil memejamkan kedua matanya dengan pelan.


---------------------------------------------


"kau, beraninya kau. " teriak Rowi sambil mengeluarkan kekuatan badai hitamnya yang menyelimuti tubuhnya.


"kekuatan apa itu. " ucap nozaki dengan ketakutan.


"gacha, kau sudah bertindak sejauh ini untuk menyelamatkan ku, aku, aku seperti orang yang tidak berguna, setidaknya aku ingin membalas kebaikan mu. " kata Rowi didalam hatinya sambil mengeluarkan kekuatan badai hitamnya.


seketika itu, Rowi langsung maju menyerang nozaki dengan kencang, sehingga nozaki terpental menembus tembok ruangan, karena tidak sadar, Rowi pun mengeluarkan kekuatan penuhnya, membuat area disekitarnya langsung terhempas, gacha yang ada didekat Rowi pun ikut terhempas, tapi tiba-tiba saja seseorang muncul menyelamatkan gacha yang terhempas ke udara.


"kekuatan yang dahsyat. " ucap jaylain dengan ekspresi tenang.


"lihat, siapa yang menyelamatkan gacha. " kata serin sambil menunjuk orang yang menyelamatkan gacha yang terhempas ke udara.


"lebih baik kalian pergi dari sini sejauh mungkin, cepat, evakuasi seluruh orang yang ada di bangunan ini selagi bisa. " kata orang yang menyelamatkan gacha setelah itu membawanya ke serin dan jaylain.


"siapa kau ?. " tanya jaylain.


"tidak ada waktu untuk itu, kalian pergilah. " teriak orang tersebut setelah itu langsung dihempaskan oleh Rowi yang hampir menjadi monster.


"apakah kau baik-baik saja. " tanya serin dengan khawatir.


"serin, ayo pergi, akan ku bawa gadis ini. " ujar jaylain sambil menggendong gacha yang tidak sadarkan diri.


"ya. " ucap serin setelah itu pergi bersama jaylain keluar dari ruangan tersebut.


"sepertinya mereka berdua telah pergi, aku akan membereskannya. " kata orang yang dihempaskan Rowi ke tembok dengan keras.


"kehancuran, akan ku gunakan kehancuran untuk menyelamatkan teman ku. " kata Rowi yang hampir menjadi monster.


"menyelamatkan katamu, kau baru saja menghempaskan nya, apa itu yang kau inginkan. " kata orang itu sambil tersenyum kecil.


"siapa kau ?. " tanya Rowi.

__ADS_1


"aku adalah sheter, pengembara angin. " kata orang tersebut sambil memperkenalkan namanya.


"apa, pengembara angin, kau.... " ucap Rowi setelah itu tergeletak dan pingsan karena kehabisan tenaga.


setelah itu sheter pun membawa Rowi keluar dari bangunan, di luar bangunan banyak orang pengendali monster yang sudah di evakuasi oleh jaylain dan serin.


"terimakasih kalian berdua sudah mengevakuasi semuanya. " ucap sheter yang baru saja keluar dari bangunan tersebut.


"seharusnya kami yang bilang begitu. " kata serin.


tiba-tiba saja raja petir datang bersama dengan para prajuritnya menggunakan kuda.


"sebenarnya apa yang terjadi ?. " tanya raja petir dengan terkejut melihat bangunan tempat penampungan pengendali monster yang hancur sebagian.


"sepertinya salah satu dari bocah pengendali monster ini kehilangan kendali. " jawab sheter sambil melihat ke arah Rowi yang masih pingsan.


"lalu dimana nozaki. " tanya raja petir.


"dia berkhianat, dia memanfaatkan anda untuk membuat tempat penampungan pengendali monster dan mengumpulkan para pengendali monster untuk memperoleh kekuatan yang besar. " kata jaylain dengan ekspresi tenang.


"ya, itu benar, Rowi adalah korban dari tindakan tuan nozaki yang membuatnya lepas kendali. " kata serin membenarkan.


"sepertinya dia sudah mati karena menerima serangan fatal dari bocah ini. " kata sheter.


"begitu ya, ini salah ku karena sudah mempercayai nozaki, aku tidak menyangka jika dia akan melakukan hal yang seperti itu. " kata raja petir dengan resah.


"itu wajar, bukankah aneh jika dia membangun tempat yang seperti itu. " ucap gacha yang tiba-tiba saja datang.


"gacha, kau sudah sadar ya. " kata serin dengan senang.


gacha hanya mengangguk, lalu memberikan bola kristal hitam kepada raja petir.


"ini, bola.... " ucap raja petir dengan terkejut saat menerima bola kristal hitam tersebut.


"sepertinya tuan nozaki sudah menyegel monster para korbannya kedalam bola kristal ini. " kata gacha dengan ekspresi tenang.


"dari mana kau mendapatkannya ?. " tanya sheter dengan heran.


"dari bola khusus yang ku hancurkan saat menyelamatkan Rowi. " jawab gacha.


"baiklah, untuk sekarang kalian semua bisa kembali ke rumah masing-masing, dan kau pengembara..... " kata raja petir dipotong.


"tidak, lebih baik aku tidak ikut campur, aku akan pergi kemana angin membawaku. " kata sheter setelah itu pergi meninggalkan mereka semua.


"sebenarnya siapa dia itu. " ucap jaylain didalam hatinya.


"maaf. " ucap Rowi yang tiba-tiba saja datang setelah itu langsung pergi meninggalkan mereka sambil menundukkan kepalanya ke bawah.


"Rowi, dia langsung pergi begitu saja. " kata serin dengan resah.


"(aku tidak akan membiarkannya). " kata gacha didalam hatinya setelah melihat ekspresi serin.


setelah itu gacha pun berlari mengejar Rowi, serin yang melihatnya tidak bisa menghentikannya, lalu akhirnya serin memutuskan untuk mengikuti gacha, tapi sebelum itu......


--------------------------------------------


"jaylain, apakah kau tidak kembali ke tempat asal mu ?. " tanya serin sebelum Rowi datang.


"tempat asal, aku sudah tidak punya tempat untuk tinggal sekarang, dan aku tidak tahu lagi harus kemana. " kata jaylain sambil memejamkan matanya sambil mengingat dia saat diperlakukan lancang, pikirnya dia sudah diusir lalu diasingkan.


"bukankah tempat tinggal mu adalah kota es, apakah ada sesuatu yang membuat mu kesal ?. " tanya serin.


"ini hanya urusan pribadi ku, kau urus saja urusanmu. " jawab jaylain dengan dingin.


----------------------------------------


"kenapa kau melibatkan ku juga " tanya jaylain yang ditarik serin untuk mengejar gacha.


"karena kita adalah teman kan. " jawab serin dengan serius.


mendengar jawaban dari serin, jaylain pun terdiam sambil mengikuti serin kemana dia pergi mengejar gacha, lalu........


saat Rowi berjalan ke hutan, tiba-tiba saja gacha menghentikannya, serin dan jaylain yang penasaran mengikutinya dari belakang sambil bersembunyi di balik pohon.


"Rowi, tunggu. " ucap gacha dari belakang mengentikan langkah kaki Rowi.


"gadis kegelapan, setelah semua ini, kau pasti membenciku kan. " kata Rowi dengan tenang.


"aku tidak mempunyai alasan untuk membencimu, kau sudah berjanji kalau kita akan berteman kan, aku tidak akan melupakan itu. " kata gacha dengan serius.


"apakah orang seperti ku masih pantas untuk berteman ?. " tanya Rowi dengan menahan rasa bersalahnya.


"kenapa tidak, ada seseorang yang ingin berteman dengan mu. " kata gacha.


"siapa ?. " tanya Rowi yang penasaran.


"serin, keluarlah !!. " teriak gacha.


"(dia sudah tahu jika aku dan serin ada disini). " kata jaylain didalam hatinya.

__ADS_1


serin menarik nafas terlebih dahulu sebelum datang, setelah itu, serin pun keluar dari balik pohon dan pergi ke arah gacha, Rowi yang melihatnya langsung terkejut dan terdiam.


"serin. " ucap Rowi dengan pelan.


"kita bertemu lagi. " ucap serin sambil tersenyum.


"jadi kalian sudah saling kenal. " kata gacha sambil melihat ke arah serin.


"ya, sebenarnya dia adalah, kakakku, maaf sudah membohongimu gacha, semua itu kulakukan agar kakakku bisa mendapatkan teman, aku hanya khawatir dengan masa depannya, ayah dan ibu kami, tidak mempedulikan kakakku, bisa dibilang kalau kakakku dibuang, tapi aku tidak ingin kakakku seperti itu, hanya karena dia memiliki monster badai kegelapan didalam dirinya, mereka melakukan itu kepada kakakku. " kata serin menangis sambil mengingat hal kejam yang dilakukan orang tuanya kepada Rowi.


"serin, kau tidak perlu melakukannya sampai seperti ini, mungkin sudah takdirnya aku di buang dan dibiarkan hidup sendiri, tapi, karena mu lah aku tidak kesepian, walaupun aku tidak mempunyai teman, aku sudah senang jika bisa melihatmu senang dan bahagia. " kata Rowi sambil menundukkan kepalanya ke bawah.


"tidak, tidak bisa, jika kakak tidak bisa merasa bahagia, aku pun juga tidak, walaupun aku mempunyai teman, aku tidak akan meninggalkan saudaraku yang dibuang begitu saja. " kata serin dengan lantang.


mendengar perkataan serin, Rowi pun terdiam lalu jatuh membungkuk dan menangis.


"sepertinya semua menjadi rumit. " kata jaylain dengan pelan sambil datang ke arah mereka.


"lihatlah kakak, sekarang aku sudah mempunyai teman yang seperti kakak, akhirnya aku bisa mengetahui, bagaimana perasaan kakak dengan sangat jelas, mereka berdua telah mengajarkan ku sesuatu yang berharga, walaupun kepribadian mereka yang menjadi penghalang antara pertemanan, mereka tetap melangkah dijalan yang benar dengan cara mereka sendiri, karena itulah, kakak, aku benar benar senang melihat kakak yang berjuang dengan cara kakak sendiri walaupun tidak ada siapapun yang membantu, tidak seperti ku yang selalu menggantungkan orang lain. " kata serin.


"kau juga sudah berjuang sendiri, serin, aku benci mengatakannya, tapi, kaulah orang yang merubah niat ku dari awal, sejak awal aku datang dengan membawa dendam, tapi, saat bertemu dengan mu dan mengajak ku berteman dengan tulus, aku sudah tidak punya alasan lain untuk membalas dendam. " kata jaylain dengan tenang.


"sepertinya karena mu lah aku tahu banyak tentang pertemanan dan menemukan jati diri ku. " kata gacha sambil tersenyum kecil.


"kalian berdua.... " ucap serin setelah itu menangis karena senang.


lalu beberapa saat kemudian......


"kalian sepertinya tidak mempunyai tujuan untuk pergi kan ?. " tanya serin.


"tidak, aku bisa kembali ke kota ku saat ini. " jawab gacha.


"sepertinya itu tempat yang bagus. " kata serin dengan bersemangat.


"apa jangan-jangan kau berpikir untuk tinggal disana ?. " tanya jaylain.


"tidak, kalian bertiga lah yang tinggal di sana. " jawab serin.


"apa maksudmu ?. " tanya jaylain.


"aku tidak bisa ke sana, aku adalah cahaya. " jawab serin sambil menundukkan kepalanya.


"cahaya. " ucap Rowi.


"sebenarnya aku sudah menyatu dengan cahaya karena sebelumnya segel monster ku sudah hampir lepas, jadi karena itu, aku harus bertemu dengan seseorang. " kata serin tiba-tiba saja tubuhnya bercahaya.


"serin, apakah kau baik-baik saja. " tanya Rowi yang khawatir.


"ya, aku tidak bisa menahannya lebih lama lagi, aku punya permintaan terakhir untuk kalian bertiga, permintaan sebagai teman, tidak, lebih tepatnya permintaan sebagai sahabat. " pinta serin yang tiba-tiba saja tubuhnya berkeringat.


"apa maksudmu, permintaan terakhir, apa yang akan kau lakukan ?. " tanya gacha.


"aku akan pergi menemui seseorang yang bisa menolong ku, jadi aku mohon, kalian bertiga tetaplah bersama sampai aku kembali. " pinta serin.


"bagiamana aku bisa bersama... " kata Rowi dipotong.


"baiklah, jika ini permintaan mu sebagai seorang teman, aku akan melakukannya, tapi dengan cara kami sendiri. " kata gacha dengan serius.


"sepertinya dia benar, aku akan membalas budi mu yang waktu itu. " kata jaylain sambil memejamkan kedua matanya.


"jika itu yang adik ku inginkan, aku akan menurutinya untuk pertama kali. " kata Rowi dengan ekspresi tenang.


"tetaplah bersama. " kata serin sambil tersenyum ke arah mereka bertiga.


setelah itu serin pun pergi meninggalkan mereka bertiga, setelah itu mereka bertiga pun pergi ke kota zenai untuk tinggal di sana seperti yang diminta serin, walaupun mereka bertiga menjalankan permintaan dari serin, tapi mereka tidak pernah sekalipun bertemu apalagi mengobrol setelah pertama kali masuk ke kota zenai, mereka mempunyai pemikiran tersendiri untuk memenuhi permintaan serin, waktu terus berjalan, lalu, setelah satu tahun, mereka bertiga bertemu di sekolah ninja yang baru saja dibuat ulang.


"aku tidak menyangka bisa bertemu dengan mu, gadis kegelapan. " kata Rowi dengan ekspresi tenang saat melihat gacha berjalan didepannya di lorong sekolah.


"lama tidak bertemu. " ucap gacha hanya melirik ke arah Rowi.


"cih. " ucap jaylain yang berjalan melewati mereka berdua.


-----------------------------------------


kembali ke gacha yang sedang mengingat masa lalunya........


"(aku tidak tahu kenapa kita bisa bertemu lagi, tapi semua sudah berubah, mereka berdua memang melakukan keinginan serin tapi, cara mereka berdua salah, lalu, saat aku bertemu dengan Ardian, aku seperti melihat serin yang ingin berteman dengan semua orang dikelasnya, tidak peduli perbedaan, masa lalu mereka yang kelam, dia terus berusaha agar mempunyai banyak teman, dia bilang jika teman adalah sesuatu yang berharga bagi dirinya, jika seseorang tidak mempunyai teman, dia tidak akan pernah menemukan tujuan hidupnya, sejak awal, manusia ditakdirkan untuk berinteraksi dengan orang-orang disekitarnya, mulai dari keluarga, masyarakat, setelah itu teman dan sahabat yang menjadi puncaknya, sekarang aku mempunyai tujuan hidup ku, selama aku masih bisa mengingat permintaan serin waktu itu, aku tidak akan jatuh ke jalan yang salah, sekarang aku sudah bisa membedakan benar dan salah, terimakasih, serin, sekarang waktunya untuk memikirkan masa depan, jaylain sudah bisa berfikir benar, sekarang, hanya Rowi yang belum terbebas dari jalan gelapnya, sudah waktunya untuk ku menyadarkannya, aku tidak bisa terus bergantung dan melihat Ardian yang terus melakukannya). " kata gacha didalam hatinya yang mengingat masa lalunya sambil menundukkan kepalanya kebawah.


"apakah kau akan terus begitu, gacha. " kata jaylain yang tiba-tiba saja datang dibelakangnya.


"jaylain, kenapa kau ada disini ?. " tanya gacha dengan terkejut.


"tidak ada waktu untuk menjelaskannya, ayo ikut aku. " ujar jaylain.


"kemana ?. " tanya gacha dengan ekspresi tenang.


"menghajar Rowi sampai sadar. " jawab jaylain sambil melirik gacha dibelakangnya dengan serius.


BERSAMBUNG.............

__ADS_1


__ADS_2