
episode 72
sesampainya di rumah, Ardian langsung menghampiri neneknya di ruangan pribadinya.
"nenek, aku ingin mendengar semua cerita nenek. " ucap Ardian dengan nafas tergesa gesa.
"aku sudah tahu jika kau akan menghampiri ku, duduklah. " kata neneknya dengan halus sambil meminum kopinya.
"nenek, tolong, ceritakan semuanya, aku ingin tahu tentang asal usul naga di kota ini dan juga seorang pengendali naga. " pinta Ardian setelah duduk dan menarik nafas.
"tidak perlu terburu-buru, untuk nenek-nenek seperti ku tidak bisa berlama lagi di dunia ini, sepertinya sudah saatnya aku akan menceritakan semuanya dari awal kepada mu, karena aku mempercayakan masa depan keluarga kita kepada mu, kau lah harapan nenek. " kata neneknya dengan serius.
"nenek, tapi kenapa aku ?. " tanya Ardian dengan heran dan terkejut setelah mendengar perkataan neneknya.
"aku bisa melihat jiwa kakek mu yang melekat di dalam dirimu. " jawab neneknya.
"kakek, seperti apa dia ?. " tanya Ardian.
"dia mempunyai sifat yang berlawanan dengan ku, dia ramah, baik dan juga mempunyai tekad yang besar, dia juga sangat populer dan mempunyai banyak teman. " jawab neneknya sambil meminum kopinya sampai habis.
"sepertinya kakek adalah orang baik. " ucap Ardian sambil tersenyum.
"kau benar, kakek mu adalah orang yang baik, jika saja dia masih hidup aku ingin membuatnya bahagia, selama ini aku terus membuatnya menderita, aku sangat menyesali nya. " kata neneknya dengan ekspresi gelisah.
"jika nenek melakukan kesalahan kepada kakek, setidaknya lakukanlah perbuatan baik agar kakek bisa menerima perbuatan nenek di masa lalu. " kata Ardian dengan ekspresi serius.
"ternyata benar, jiwa kakek mu melekat didalam dirimu seperti dilahirkan kembali sebagai dirimu, Ardian, hmm, dari mana aku akan memulainya ya, sebaiknya biar jelas aku akan memulainya dari cerita seorang pengembara yang pertama kali datang di kota ini..... " kata neneknya memulai cerita di masa lalunya.
---------------------------------------------
masa lalu nenek Ardian saat masih berusia 6 tahun......
pada suatu hari ada seorang pengembara kecil yang baru saja datang ke kota lesar dan memandangi pemandangan dari puncak bukit.
"indahnya, apakah ini tempat yang dimaksud oleh ayahku. aku tidak pernah melihat pemandangan seindah ini sebelumnya. " kata pengembara kecil itu sambil memandangi pemandangan kota dari puncak bukit.
__ADS_1
tiba-tiba saja pengembara kecil itu mendengar suara teriakan seorang gadis yang meminta tolong, lantas pengembara itu langsung bergegas menuju suara teriakan itu berasal, sesampainya ditempat suara tersebut berasal, pengembara kecil itu langsung terkejut melihat seorang gadis yang di kepung oleh beberapa bandit hutan.
"gadis kecil, kau tersesat di hutan ya, aku akan mengantarmu pulang. " kata salah satu bandit hutan sambil mencoba mendekati gadis tersebut.
"tidak, biarkan aku pergi. " teriak gadis itu dengan lantang.
"diam disitu. " ucap salah satu bandit hutan itu sambil menodongkan pisau ke arah gadis tersebut.
"jangan lukai gadis itu. " kata pengembara kecil itu menampakkan dirinya sambil mengeluarkan pedangnya.
"heh, siapa bocah itu, berani-beraninya dia menantang kita, dia hanya sendirian, ayo serbu. " kata bos bandit hutan sambil berlari ke arah pengembara kecil itu bersama anak buahnya.
seketika itu pengembara kecil itu dengan tenang melakukan teknik kuda-kuda sambil menutup matanya, saat para bandit hutan tersebut sudah berada tepat didepannya dan hendak menusuknya dengan pisau, pengembara kecil tersebut langsung membuka matanya, lalu tiba-tiba saja ia menjadi sangat lincah menyerang para bandit-bandit itu menggunakan pedang perpaduan elemen api dan angin.
"apa apaan dengan bocah itu, dia bukan bocah biasa, sebaiknya ayo kita lari. " kata bos bandit hutan setelah itu lari terbirit-birit terlebih dahulu meninggalkan anak buahnya.
"apakah kau baik-baik saja, apa kau terluka ?. " tanya pengembara kecil itu mendekati gadis tersebut sambil mengulurkan tangannya.
"aku baik-baik saja. " jawab gadis tersebut dengan dingin mencoba berdiri sendiri.
"tidak, tidak apa-apa. " jawab gadis itu dengan ekspresi dingin.
"kalau begitu ayo berkenalan, namaku jelan, aku seorang pengembara, dan nama mu. " ucap pengembara kecil tersebut yang bernama jelan memperkenalkan dirinya.
"zenah. " ucap gadis tersebut hanya memperkenalkan namanya setelah itu berbalik badan dan pergi meninggalkan jelan.
itulah pertemuan mereka saat pertama kali berjumpa (kakek dan nenek Ardian).
"hem, gadis yang dingin (apakah aku bisa bertemu dengannya lagi). " pikir jelan sambil duduk di bawah pohon yang rindang.
"sepertinya ada orang yang menarik disini. " kata seseorang dari atas pohon tepat di atas jelan.
"siapa itu, hantu. " ucap jelan dengan terkejut saat mendengar suara tersebut dan melihat disekelilingnya.
"apa maksudmu hantu. " kata seseorang yang ada di atas pohon kemudian turun menunjukkan dirinya.
__ADS_1
"*aaa,. seorang gadis, tunggu, apa itu ekor dan telinga*nya. " kata jelan dengan terkejut dan panik setelah melihat wujud orang yang berbicara kepadanya dari atas pohon.
"hehehe, inilah aku yang berbicara. " kata gadis itu setelah menampakkan dirinya.
"kau rubah. " ucap jelan.
"benar, aku seorang rubah, apa masalah ?. " tanya gadis rubah tersebut tiba-tiba saja ekspresinya berbeda.
"tidak, tapi kenapa kau ada di sini ?. " tanya jelan.
"apa maksudmu, hutan ini adalah rumahku. " jawab gadis rubah itu.
"begitu ya, jadi, apakah kau melihatnya tadi ?. " tanya jelan.
"Yap, aku melihat semuanya, kau sangat berani melawan para bandit hutan itu sendirian. " jawab gadis rubah itu tiba-tiba saja ekspresi berubah manis didekat jelan.
"terimakasih pujian mu tapi aku masih penasaran dengan gadis yang ku tolong itu, dia kenapa ya, apakah aku membuat kesalahan. " kata jelan dengan heran.
"tidak, dia selalu seperti itu. " kata gadis rubah itu langsung memasang wajah serius seperti tidak peduli.
"apakah kau kenal dengannya ?. " tanya jelan.
"ya begitulah, dia sangat keras kepala dan selalu menyembunyikan perasaannya, kau tadi melihatnya sendiri kan, tapi dia bukanlah orang jahat. " jawab gadis rubah itu dengan serius.
"kalau begitu syukurlah. " ucap jelan dengan senang.
"hhmp, kalau begitu sampai jumpa. " kata gadis rubah itu dengan ekspresi kesal dan hendak pergi.
"tunggu, siapa namamu ?. " tanya jelan sebelum gadis rubah itu pergi.
"mireha. " jawab gadis rubah itu sambil tersenyum kecil setelah itu pergi.
"mireha, si gadis rubah. " kata jelan didalam hatinya sambil duduk di bawah pohon dan menulis di buku kecilnya mengenai kejadian yang dialaminya di hari pertama datang ke kota lesar sebagai seorang pengembara.
BERSAMBUNG..........
__ADS_1