
Episode 199
di kastil........
"sepertinya semua para anggota briseker sudah dikalahkan oleh mereka tuan. " kata penasehatnya itu yang mengetahuinya lewat bola pengintai.
"bebaskan orang itu. " kata pemimpin makhluk astral itu memberi sebuah isyarat.
"huh, apakah anda yakin, jika sudah dibebaskan dia tidak akan mundur sampai semuanya selesai. " kata penasehatnya itu yang masih khawatir dengan konsekuensinya.
"justru inilah saat yang tepat untuk menggunakannya. " kata pemimpin makhluk astral itu dengan tatapan menyeramkan.
"baiklah, sesuai keinginan anda. " kata penasehatnya itu kemudian keluar dari ruangan membebaskan seseorang yang dimaksud oleh pemimpin makhluk astral itu dari sebuah penjara yang sangat ketat.
"sebenarnya apa yang dipikirkan oleh tuanku itu, sampai-sampai melepaskan senjata bermata dua ini. " kata penasehatnya itu dengan keringat dingin saat melepaskan tahanan seseorang satu persatu dari borgol ke borgol.
lalu setelah melepaskan seorang tahanan yang di tahan kerat, ia pun perlahan-lahan berjalan sambil menunduk kebawah dengan memakai sebuah topeng hitam menutupi wajahnya.
"huh, setelah sekian lama akhirnya aku bisa bebas. " kata tahanan itu sambil tersenyum kecil menyeramkan seperti seorang pembunuh.
"tuanku menyuruh Anda untuk menghabisi beberapa penyusup di kota ini. " kata penasehat itu dengan keringat yang terus bercucuran.
"ha, jika Undead yang duduk di singgasana itu melepaskan ku hanya untuk membasmi penyusup, dia pasti sudah berada di ujung jalan, perlu kau ketahui, aku tidak akan menyerahkan diriku kepada nya untuk kedua kalinya loh dan juga meminta bantuan ku itu tidaklah gratis. " kata tahanan itu dengan senyuman mengerikan di wajahnya.
lalu perlahan-lahan tahanan yang baru saja di bebaskan itu pun menarik tangan nya kebelakang lalu memukul penasehat itu dengan satu pukulan yang mengenai perutnya, karena sangking keras nya pukulan itu seperti besi penasehat itu pun langsung mati karena syok.
"hihihihi, sekarang apa yang akan kulakukan terlebih dahulu ya. " kata tahanan itu yang menunjukkan wajah seram nya layaknya seorang pembunuh.
lalu selang beberapa saat tahanan itu pun langsung pergi dengan cepat menghilang dari penjara itu.
Sementara itu Ardian dan jaken yang masih berada di sebuah gudang kosong masih menyelidiki beberapa berkas yang ditinggalkan itu.
"pada akhirnya informasi yang kita dapatkan hanyalah Undead itu dan data seseorang ini. " kata Ardian.
"tunggu, data orang itu... " kata jaken saat melihat data seseorang yang terlihat tidak asing baginya tapi ia tidak dapat sepenuhnya mengingatnya.
"huh, apa kau mengenali orang ini ?. " tanya Ardian.
"yang kuingat dia adalah seorang pemimpin organisasi briseker, ini aneh, rasanya aku tidak asing melihatnya tapi selebihnya aku tidak bisa mengingatnya. " kata jaken yang tiba-tiba saja kepalanya terasa pusing saat berusaha keras mengingat orang yang ada di data itu.
__ADS_1
"hey, apakah kau baik-baik saja ?. " tanya Ardian yang khawatir melihat jaken yang terlihat kesakitan itu.
"ya, hanya terasa pusing, sebenarnya apa yang terjadi kepada ku ini. " kata jaken yang kebingungan sendiri sambil memegang kepalanya.
"kau tidak perlu memaksakan diri mu untuk mengingatnya, kau insomnia ya. " kata Ardian.
"kurasa begitu. " ucap jaken sambil mencoba menenangkan pikirannya itu.
"sepertinya kita tidak bisa disini lebih lama. " kata Ardian yang melihat para Undead itu yang semakin banyak mencari nya.
kemudian mereka berdua pun diam-diam keluar dari gudang kosong itu dengan cepat saat sekumpulan Undead itu lengah, Sementara itu Zela, Zahra dan Konori akhirnya bertemu kembali dengan kelompok razord saat berada di depan gerbang masuk area kawasan kastil itu.
"jadi ini tempatnya ya. " ucap Zela dengan ekspresi tenang.
"hey, bukanlah itu Zela. " kata Nizar saat melihatnya.
"kau benar, tapi dia bersama siapa itu. " kata Alan yang penasaran.
seketika razord pun memasang ekspresi serius lalu berjalan ke arah Zela dengan langkah yang terburu-buru.
"huh, kenapa dia ada situ. " kata Radin yang terkejut saat melihat Konori bersama Zela dan Zahra.
"oh, kak Razord, jika kau kesini, kau pasti sudah mengetahui situasi nya ya. " kata Zela dengan berteori.
"memang aku sudah mendengar sebagian informasi dari orang itu tapi apakah kau bisa menjelaskan nya dengan dua orang dibelakang mu itu. " kata razord.
"Radin. " ucap Zahra yang terkejut saat melihatnya kemudian perlahan-lahan berjalan mendekati nya.
"hey, siapa kau ?. " tanya Radin saat melihat Zahra mendekatinya.
"diam sebentar, aku akan memulihkan ingatan mu. " kata Zahra kemudian menyentuh dahi Radin dengan tangan kanannya yang mengeluarkan aura kegelapan itu.
seketika Radin pun pusing dan langsung memegang kepalanya setelah Zahra memulihkan ingatan nya itu.
"apakah kau sudah mengingat nya ?. " tanya Zahra.
"ya, aku sudah mengingat semuanya, sepertinya aku merepotkan mu lagi ya, Zahra. " jawab Radin setelah ingatan nya pulih kembali.
"sebenarnya apa yang terjadi ?. " tanya razord yang semakin penasaran dengan semua yang terjadi itu.
__ADS_1
"ingatan teman-teman Zahra itu di manipulasi. " jawab Zela yang menjelaskan nya.
"di manipulasi, siapa orang yang bisa melakukan hal di luar kemampuan biasa seperti itu ?. " tanya razord yang sangat penasaran.
"tentu saja dalang dari semua yang terjadi di kota kegelapan ini, orang yang mengendalikan serta merencanakan semuanya dari awal, pemimpin para Undead. " jawab Zela dengan ekspresi serius.
"jadi begitu, ini seperti bermain sebuah puzzle, pada akhirnya kita semua menemukan kepingan-kepingan itu yang terpisah-pisah dan kepingan yang terakhir itu berada di kastil itu. " kata Razord yang merasa puas setelah mendapat jawaban nya yang selama ini tidak bisa ditemukan nya sejak dulu.
"sebelum mendapatkan kepingan yang terakhir itu bisakah kalian menghiburku. " kata seseorang misterius yang berdiri di atas benteng kastil melihat mereka semua dari atas.
"siapa itu. " ucap razord yang langsung waspada.
"hahahahaha, namaku Alkane bisa juga disebut sang besi kematian. " kata seorang tahanan yang dibebaskan sebelumnya itu memperkenalkan dirinya setelah terjun dari atas benteng kastil sehingga tanah yang pijakan nya itupun langsung retak.
"dia. " kata Radin yang terkejut saat melihatnya.
"Alkane. " ucap Zahra yang terkejut saat melihatnya.
"itu teman mu juga ya ?. " tanya Zela.
"tidak, tapi dialah yang berusaha menangkap kami semua berulangkali dengan kekuatan nya yang tidak dapat dikalahkan itu, dia sangat mengerikan. " kata Zahra yang terlihat trauma saat melihat wajah mengerikan Alkane yang berdiri didepan mereka semua itu.
"tenanglah, kami pasti akan melindungi kalian. " kata Zela yang mencoba meyakinkan Zahra.
"sepertinya kalian lagi ya, benar-benar kutu yang menyebalkan, kira-kira dimana sebagian teman kalian itu. " kata Alkane saat melihat Zahra, Konori dan Radin itu.
"kalau pun kami tahu, kami tidak akan memberitahu mu. " kata Konori dengan ekspresi kesal.
"Konori. " ucap Zahra melihat ke arah Konori yang berusaha melawan ketakutan di masa lalunya itu.
"Zahra, ingatlah kata-kata ku ini, sekarang kau hidup di masa ini, biarkanlah masa lalu mu itu berlalu, yang perlu kau lakukan hanyalah menghadapi masa lalu mu itu dengan masa kini, apapun yang terjadi, bangkitlah, tidak ada gunanya menyesali masa lalu ataupun menyerah, jika kau kesulitan janganlah ragu untuk meminta bantuan seseorang, untuk selanjutnya kau bisa mengandalkan ku sampai kau bisa menentukan sendiri masa depan sesuai dengan keinginan mu. " kata Zela sambil tersenyum melihat ke arah Zahra.
"huh. " ucap Zahra yang terkejut saat mendengar perkataan Zela itu.
"lupakan saja perkataan terakhir ku itu, yang terpenting adalah hadapi masa lalu mu itu. " kata Zela sambil menahan rasa malunya setelah merasa mengatakan sesuatu yang aneh kepada Zahra.
"aku akan percaya kepada mu. " kata Zahra sambil menyentuh tangan kiri Zela lalu tersenyum sambil memejamkan matanya.
"begitulah seharusnya. " ucap Zela sambil tersenyum kecil melihat Zahra.
__ADS_1
BERSAMBUNG..............