
episode 44
keesokan harinya, disekolah ninja, niver sensei mengumumkan ujian Final battle arena, yang lolos masuk Final battle adalah Ardian, jaylain dan Rowi.
"nanti setelah waktu istirahat, kita semua akan pergi ke arena untuk melakukan battle Final, di battle final ini, Ardian, Rowi dan jaylain akan bertarung sebagai musuh, siapa yang bisa bertahan dan mengalahkan keduanya, dia akan dianggap pemenang. " kata niver sensei.
"ini tidak mungkin, jaylain dan Rowi, mereka berdua bisa saja berkerja sama untuk menjatuhkan Ardian saat di battle Final nanti, ini buruk. " kata veysa didalam hatinya.
"Ardian, mungkin saja keberuntungan mu akan berakhir disini. " kata zela didalam hatinya.
"bagaimana jaylain, apakah kita akan bekerja sama untuk mengalahkannya, itu akan lebih mudah dan cepat. " kata Rowi dengan pelan.
"tidak, aku akan adil untuk melawannya. " ucap jaylain dengan tenang.
"apa ?, apa maksudmu. " tanya Rowi dengan terkejut mendengar perkataan jaylain.
"tenang saja, aku tidak akan melawan mu, pertama-tama kau yang melawannya, aku akan menjadi yang terakhir. " kata jaylain.
__ADS_1
"aku mengerti maksud mu sekarang, tapi jangan menganggap ku lemah, aku yang akan menghajarnya sebelum kau. " kata Rowi dengan percaya diri.
"aku sudah siap untuk ini, aku sudah berlatih sangat keras, jika aku tidak bisa mengalahkan jaylain, maka aku akan dianggap perkataan ku hanyalah omong kosong. " kata Ardian didalam hatinya.
setelah itu niver sensei pun melanjutkan pelajarannya sampai bel waktu istirahat berbunyi, saat di jam istirahat, Ardian duduk melamun di sebuah kursi didepan taman sekolah, lalu tiba-tiba saja alan datang menghampiri Ardian.
"ada apa Ardian, apakah kau takut. " ucap Alan sambil melihat Ardian yang bercucuran keringat.
"wajar seseorang merasa takutkan, tapi sekarang yang aku takutkan adalah resiko jika aku tidak bisa mengalahkan jaylain, maka semuanya akan berakhir. " kata Ardian dengan gelisah.
"pertemanan, kaulah orang yang paling bersikeras untuk berteman dengan orang orang di kelas kita Ardian, perkataan mu bukanlah omong kosong, tunjukkan lah kepada jaylain arti dari pertemanan itu dan keindahan didalamnya, sejak pertama kita bertemu, kaulah orang yang membuat Lisa dan pinky menyadari akan pentingnya berteman itu, jadi aku mohon berjuanglah, kami semua mendukungmu, Ardian. " kata Alan sambil duduk di dekat Ardian.
"baiklah, sekarang ayo kita kembali ke kelas, kami semua sudah menunggumu, tahu. " kata Alan sambil berdiri dan menggeret Ardian untuk kembali ke kelas.
"tunggu, aku bisa berjalan sendiri. " kata Ardian sambil melepaskan tangan Alan dan berjalan kembali kelas.
sesampainya di depan kelas......
__ADS_1
"semua dikelas terlihat sangat bergembira, benarkan, Alan. " kata Ardian sambil melihat kelasnya dari kaca.
"kecuali yang ada di belakang itu. " ucap Alan sambil menunjuk sekelompok nya nyoren dan jaylain.
"cih, baiklah, akan ku buktikan kepada mereka, siapa yang benar, pertemanan atau kekuatan. " kata Ardian dengan bersemangat.
---------------------------------------------
di kantor sekolah.......
"apakah anda yakin dengan ini, Ardian bisa bisa dia.... " kata niver sensei dipotong oleh kepala sekolah.
"tidak perlu khawatir sensei, dia itu bukanlah orang yang lemah, begitulah yang diucapkan oleh raja api, kita akan melihatnya bersama nanti. " kata kepala sekolah dengan serius.
---------------------------------------------
di kerajaan kota zenai......
__ADS_1
"ini ujian untuk mu, Ardian. " kata raja api sambil melihat kota zenai dari balkon kerajaan.
BERSAMBUNG..........