
episode 78
"apakah ini tumbuhan pemakan itu, bagaimana cara ku melawannya. " ucap jelan yang sudah mencapai inti gua tempat tumbuhan pemakan sambil bersembunyi di balik bebatuan gua.
beberapa saat kemudian, tumbuhan pemakan itu menyadari persembunyian jelan, lalu menyemburkan cairan hijau ke arahnya, beruntung jelan masih bisa menghindarinya.
"untung saja masih sempat menghindar, jika tidak aku pasti sudah meleleh terkena cairan hijau itu. " kata jelan didalam hatinya sambil melihat cairan hijau yang dikeluarkan oleh tumbuhan pemakan itu melelehkan bebatuan.
setelah mengindari beberapa serangan dari tumbuhan pemakan itu jelan dengan cepat langsung menyerang tumbuhan pemakan itu menggunakan kekuatan elemen apinya, tumbuhan pemakan itu pun terbakar sebagian badannya.
"hanya setengah badannya saja yang terbakar, tidak, sepertinya hanya sebagian dari tubuhnya. " kata jelan didalam hatinya sambil memperhatikan tumbuhan pemakan itu.
beberapa saat kemudian tiba-tiba saja tumbuhan pemakan itu berevolusi, lalu bagian yang terbakar di tubuhnya juga beregenerasi dengan cepat.
"tidak mungkin, dia berubah. " kata jelan dengan terkejut saat melihat tumbuhan pemakan itu berevolusi.
setelah itu jelan pun mencoba menyerang tumbuhan pemakan itu dengan serangan elemen api yang sama, tapi dampak serangan yang diterima oleh tumbuhan pemakan itu dengan cepat beregenerasi sehingga membuatnya menjadi ganas, saat jelan lengah, ia hampir terkena cairan hijau dari tumbuhan pemakan itu tapi tiba-tiba saja ada yang menarik jelan dengan rantai di tangan kanannya sehingga ia berhasil menghindari cairan hijau itu, lalu jelan pun terus ditarik oleh rantai itu ke sebuah bebatuan.
"untung saja masih sempat. " kata mireha yang datang bersama nizuan dan dyrados.
"mireha, untung saja kau baik-baik saja. " kata jelan dengan senang.
"hmp, aku tidak akan mati semudah itu. " kata mireha.
"pft, beruntung kami datang. " kata dyrados membisiki nizuan.
"aku mendengarnya lho. " ucap mireha menunjukkan senyuman mengerikannya.
"maaf. " ucap dyrados dengan ketakutan.
"siapa kalian berdua ?. " tanya jelan sambil melihat ke arah nizuan dan dyrados.
"perkenalkan, namaku nizuan dan ini temanku dyrados. " jawab nizuan memperkenalkan dirinya dan juga temannya.
"mereka berdua mempunyai tujuan yang sama seperti kita. " kata mireha kenapa jelan.
"oh, kalau begitu ayo kita bekerja sama untuk mengalahkan tumbuhan pemakan itu dan nanti serbuk obatnya bisa kita bagi, bagaimana. " ujar jelan.
"sepertinya itu ide yang bagus, lagipula jika hanya berdua kami tidak akan mampu mengalahkannya. " kata nizuan dengan bersemangat.
"tapi kau harus janji untuk membaginya. " kata dyrados.
"tentu saja, sekarang ayo kita kalahkan tumbuhan pemakan itu bersama-sama. " kata jelan dengan bersemangat.
__ADS_1
"lalu bagaimana cara kita mengalahkannya, apakah kau mempunyai rencana ?. " tanya mireha dengan ekspresi tenang.
"tentu saja, serahkan saja kepada ku. " jawab jelan sambil menunjukkan jempolnya.
lalu beberapa saat kemudian, mereka berempat memulai rencana yang dibuat jelan, pertama-tama dyrados dengan mengendap-endap merantai bagian belakang tumbuhan pemakan itu lalu menariknya, sehingga tumbuhan pemakan itu mulutnya terbuka dan disaat itulah mireha dan nizuan selesai mengumpulkan kekuatan elemen api mereka menjadi bola yang agak besar dan setelah itu memberikan bola api mereka masing-masing kepada jelan yang juga membuat bola api sehingga bola api yang dibawa oleh jelan menjadi besar seukuran mulut tumbuhan pemakan itu.
"makanlah ini, gumpalan bola api raksasa !!. " teriak jelan sambil melompat ke arah tumbuhan pemakan itu dan melemparkan bola api yang besar itu ke arah mulutnya.
lalu setelah tumbuhan pemakan itu memakan gumpalan bola api yang besar itu tiba-tiba saja tubuhnya terbakar dari dalam dan mengeluarkan cahaya yang panas sehingga area disekitarnya juga ikut terbakar, beruntungnya mireha dengan cepat langsung membawa jelan menghindari ledakan api itu ke arah bebatuan bersama dengan nizuan dan dyrados, lalu beberapa saat kemudian, jelan pun tersadar setelah beberapa saat pingsan karena ledakan api yang sangat panas.
"jelan, apakah kau baik-baik saja. " ucap mireha yang menghawatirkan nya.
"sudah berakhir ya. " ucap jelan setelah siuman.
"kukira kau akan bunuh diri dengan rencana nekadmu itu, jangan terlalu gegabah, hargai lah nyawa mu. " kata nizuan.
"nizuan benar, bersyukurlah kau masih selamat. " kata dyrados.
"maaf membuat kalian khawatir, kau benar, tadi itu adalah rencana yang nekad. " kata jelan sambil melihat disekitar gua itu yang hancur sebagian.
"aku tidak percaya jika kau mampu menyeimbangkan ketiga elemen api yang berbeda. " kata nizuan yang kagum.
"sebenarnya itu tadi aku mengontrolnya dengan menggunakan elemen angin. " kata jelan.
"ya begitulah. " ucap jelan sambil tersenyum.
"hebat, ini pertama kalinya aku bertemu dengan orang yang mempunyai dua elemen. " kata nizuan dengan senang.
"sudahlah, sekarang ayo kita ambil serbuk obatnya. " ujar jelan.
"sepertinya kita tidak bisa. " kata nizuan dengan ekspresi sedih.
"heh, kenapa ?. " tanya jelan.
"karena kita sudah membakarnya sampai tidak ada yang tersisa. " jawab mireha dengan ekspresi tenang.
"heh. " ucap jelan setelah itu terdiam mematung beberapa saat.
lalu mereka semua pun memutuskan untuk keluar dari gua dengan tangan kosong.
"sepertinya aku sudah terlalu berlebihan. " kata jelan dengan ekspresi sedih.
"tidak, ini juga salah kami karena tidak memberi tahu mu sebelumnya. " kata dyrados.
__ADS_1
"kalau begitu sampai jumpa, kapan-kapan kita bertemu lagi. " kata nizuan setelah itu pergi bersama dyrados meninggalkan mereka berdua.
"sekarang bagaimana ini ?. " tanya jelan kepada mireha dengan resah.
"ya begitulah, lagipula itu kan latihan mu, aku hanya membantu mu saja. " kata mireha dengan tenang.
"kejam sekali kau mireha. " ucap jelan.
lalu mereka berdua pun kembali ke rumah dengan tangan kosong dan duduk merenung di pondok belakang rumah, beberapa saat kemudian, tiba-tiba saja kakek tua itu datang ke arah jelan yang sedang duduk merenung dengan ekspresi resah bersama mireha yang hanya berdiri memejamkan matanya dengan ekspresi tenang.
"sepertinya kalian sudah kembali, bagaimana ?. " tanya Kakek tua itu saat menghampiri mereka berdua di pondok.
"sensei, sebenarnya kami gagal mendapatkan bubuk obat itu. " jawab jelan dengan ekspresi resah.
"lebih tepatnya dia membakarnya sampai tidak tersisa. " kata mireha yang masih berdiri memejamkan matanya.
"tidak masalah, aku sangat bersyukur jika kalian selamat dari gua itu, kukira aku tidak akan bisa melihat wajah kalian lagi. " kata kakek tua itu dengan ekspresi khawatir.
"sensei. " ucap jelan terkejut saat mendengar perkataan kakek tua itu.
"aku menyesal karena memberikan latihan seperti itu untuk anak seumuran mu, sebagai gantinya, aku akan mendaftarkan mu ke sekolah ninja yang akan dibuka Minggu depan. " kata kakek tua itu.
"sekolah ninja. " ucap mireha dengan terkejut sambil membuka matanya.
"tentunya aku juga akan mendaftarkan mu bersama zenah nanti. " kata kakek tua itu sambil tersenyum kecil.
"kau licik sekali kakek tua, jika jelan memutuskan untuk ke sekolah ninja itu, aku tidak bisa menolaknya, aku juga akan ikut. " kata mireha dengan cemberut.
"baiklah, aku sudah memutuskannya, aku akan pergi ke sekolah ninja itu. " kata jelan dengan bersemangat.
"sudah kuduga dia akan mengatakannya. " ucap mireha.
"belajarlah bersungguh-sungguh, hanya itu pesanku untuk kalian. " kata kakek tua itu lalu meninggalkan mereka berdua.
"apakah kau yakin ingin ke sana ?. " tanya mireha.
"tentu saja. " jawab jelan dengan tersenyum sambil menunjukkan jempolnya.
mireha hanya cemberut.
"aku juga ingin menjadi orang yang dibutuhkan di dunia ini. " kata jelan sambil melihat ke arah awan.
lalu mireha yang mendengar perkataan jelan hanya tersenyum kecil.
__ADS_1
BERSAMBUNG...........