Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
penyerapan api 2 - jejak kakek jelan bagian 8


__ADS_3

episode 116


"kenapa kau malah meminta maaf ?. " tanya gerad.


"maaf telah melibatkan mu dulu kedalam masalah keluarga ku, seharusnya aku tidak perlu bantuan mu. " jawab mizhura yang masih menundukkan kepalanya ke bawah.


"apakah kau menyesalinya ?. " tanya gerad sambil tersenyum.


mizhura hanya diam dan tidak menjawab sepatah kata pun.


"aku tidak menyesalinya lho, lagipula aku sangat suka jika bisa membantu orang lain, kau tahu alasan kenapa aku tidak menemui mu lagi setelah aku kembali ke kota lesar.. " kata gerad.


"huh, kenapa ?. " tanya mizhura mengangkat kepalanya perlahan-lahan.


"itu karena nenekmu, aku sudah berjanji kepada beliau untuk tidak menemui mu, tapi maaf aku tidak bisa mengatakan semuanya. " kata gerad dengan ekspresi resah.


"ternyata benar, ada yang tidak beres dengan nenek setelah kau pergi, aku akan berbicara kepadanya. " kata mizhura kemudian berdiri.


"jika kau yang menanyakan nya maka aku mungkin akan diusir untuk yang kedua kalinya. " kata gerad dengan ekspresi resah.


setelah mendengar perkataan gerad, mizhura pun menghentikan niatnya itu, lalu dari kejauhan, Ardian yang masih bertarung melawan nenek mireha......


"nenek sudahlah, aku tidak ingin melawan nenek. " kata Ardian yang terus-menerus menghindari serangan nenek mireha dan tidak membalas nya.


"kau terlalu lemah karena perasaan mu itu, di pertarungan yang sebenarnya kau pasti sudah mati dari tadi, keluarkan lah kekuatan mu, jangan ragu untuk melawan ku. " kata nenek mireha dengan lantang sambil melemparkan bola api rubah beruntun ke arah Ardian.


"jika itu pemintaan nenek, aku akan melakukannya. " kata Ardian lalu berhenti menghindari serangan nenek mireha.


saat sebongkah bola api beruntun datang ke arah Ardian, ia tidak mengindari serangan itu dan memilih menfokuskan kekuatannya untuk membuat pertahanan penyerapan api dari dalam tubuhnya, seketika itu api beruntun itu langsung masuk kedalam tubuh Ardian, ia hanya bisa menyerap sampai 10 detik, kemudian setelah melewati batas waktu itu, Ardian pun terpental menerima serangan api beruntun itu dari nenek mireha.


"huh, ternyata hanya sampai 10 detik untuk ku bisa menyerap api nya. " kata Ardian didalam hatinya sambil mencoba berdiri setelah terjatuh karena menerima serangan api beruntun dari nenek mireha.

__ADS_1


"bagaimana, kau sudah merasakan nya ?. " tanya nenek mireha dengan ekspresi serius (yang dimaksud adalah rasa sakitnya yang di terima oleh Ardian setelah menerima serangan dari nenek mireha).


"masih belum, aku tidak akan mudah menyerah. " kata Ardian dengan lantang sambil mencoba berdiri dengan ekspresi serius.


"hmm,(anak ini mempunyai semangat yang bagus). " kata nenek mireha sambil tersenyum.


"aku tidak punya pilihan lain selain melawan nenek mireha dengan sungguh-sungguh, aku akan melakukannya. " kata Ardian didalam hatinya sambil menyakinkan hatinya.


setelah itu Ardian langsung berlari ke arah nenek mireha sambil menggenggam api di tangan kanannya.


"pukulan api !!. " teriak Ardian sambil melepaskan pukulan berapi nya ke arah nenek mireha.


"masih terlalu lambat. " ucap nenek mireha sambil menahan pukulan Ardian dengan tangan kosong.


setelah menahan pukulan Ardian, nenek mireha pun melemparkan Ardian hingga terhempas beberapa meter, beruntung Ardian masih bisa mendarat dengan sempurna.


"jauh juga lemparan nenek mireha, sepertinya aku tidak bisa meremehkannya dari penampilannya. " kata Ardian di dalam hatinya sambil melihat nenek mireha dengan ekspresi serius.


seketika itu Ardian tidak bisa menghindari serangan itu, namun dengan terpaksa dia menggunakan kekuatan penghisap nya untuk ketiga kalinya.


"bagaimana mungkin dia bisa melakukannya lagi. " ucap nenek mireha dengan terkejut saat melihat Ardian baik-baik saja saat menyerap api nya.


Ardian yang tadinya melemah sampai tidak bisa menghindari hembusan api dari nenek mireha tiba-tiba saja pulih kembali setelah tubuhnya menyerap api dari nenek mireha.


"sekarang aku tahu bagaimana cara menggunakan kekuatan penyerapan api ini. " kata Ardian sambil tersenyum kecil dan perlahan-lahan berjalan ke arah nenek mireha sambil menggenggam api di kedua tangannya.


"kenapa sekarang dia menggunakan kekuatan api di kedua tangannya, bukankah itu akan membuatnya cepat lelah dan kehabisan tenaga. " kata nenek mireha saat melihat Ardian berjalan perlahan-lahan ke arahnya.


nenek mireha terus melempari Ardian dengan bola api rubah nya dengan beruntun, tapi tubuh Ardian terus menyerap api itu, kemudian, Ardian pun menggunakan kekuatan apinya untuk membantunya berlari lebih cepat dan itu sangat menguras tenaga sampai-sampai Ardian mulai berkeringat, tapi dengan cara ia menyerap api dari nenek mireha, Ardian pun sampai di depannya dan hendak melepaskan pukulannya itu.


"darimana dia mendapatkan tenaga sebanyak itu, huh, kenapa aku bisa tidak menyadarinya, dia mendapatkan tenaga itu dari api ku, dengan kata lain dia menyerapnya. " kata nenek mireha sambil berfikir saat Ardian sudah berada didepannya dan hendak melepaskan pukulannya.

__ADS_1


"(aku masih punya banyak tenaga yang tersisa di dalam tubuh ku dari hasil menyerap api nenek mireha, sekarang aku akan melepaskan semuanya dan menguji teknik baru ku ini walaupun belum sempurna), pukulan asteroid berapi !!. " teriak Ardian sambil melepaskan pukulannya di kedua tangannya setelah itu menjadikannya satu di tangan kanannya sehingga tercipta bola api besar di tangan Ardian dan hendak memukul nenek mireha.


"perisai rubah. " ucap nenek mireha sambil membuat perisai rubah dengan sisa kekuatannya.


karena perisai itu adalah sisa dari tenaga nenek mireha akhirnya perisai itu pun langsung hancur saat terkena pukulan Ardian, nenek mireha pun tidak punya cara lain selain menghempaskan sisa dari kekuatannya itu, pada akhirnya nenek mireha pun terpental beberapa meter tapi masih bisa mendarat dengan aman dan kelelahan karena tenaganya bisa terkuras hanya untuk melawan Ardian, sedangkan Ardian terhempas sampai membentur pohon yang menjadi tempat berbicara gerad dan mizhura, sehingga sampai membuatnya muntah darah.


"huh, Ardian. " ucap gerad dengan terkejut saat melihat ke belakang.


"nenek, bukankah itu terlalu berlebihan. " kata mizhura dari kejauhan.


"apa yang kalian berdua lakukan disini ?. " tanya nenek mireha dengan ekspresi serius sambil berjalan perlahan-lahan menghampiri mereka di bawah pohon.


"kami hanya.... " kata gerad langsung dipotong oleh mizhura.


"bicara secara pribadi. " ucap mizhura memotong perkataan gerad.


"aku sudah bilang kepada mu bukan, kau masih ingatkan perjanjian kita, gerad. " kata nenek mireha dengan ekspresi serius.


"nenek tidak bisa begitu, gerad itu temanku, dia adalah orang baik yang selalu bersamaku dari dulu, nenek tidak berhak menjauhkan ku darinya jika ini memang keinginan ku berteman dengannya, lagipula nenek kan yang menjadi dalang semua ini sampai-sampai mempengaruhi miluna juga. " kata mizhura dengan ekspresi kesal sambil menahan emosi nya.


"sudah cukup, mizhura. " ucap gerad dengan ekspresi gelisah.


"bagaimana aku bisa menerimanya begitu saja, itu tidak adil kan, kau sendiri juga merasa seperti itu saat malam itu kan. " kata mizhura dengan sangat kesal.


setelah mendengar perkataan mizhura, gerad pun tidak bisa berkata-kata lagi dan mengingat perkataannya sendiri saat di malam hari kemarin.


"menurutku perkataan mizhura itu ada benarnya. " kata Ardian yang perlahan-lahan berdiri sambil menahan rasa sakitnya itu karena terbentur pohon.


"Ardian. " ucap gerad dengan ekspresi terkejut saat Ardian berusaha berdiri dengan menahan rasa sakitnya untuk membela temannya.


BERSAMBUNG...........

__ADS_1


__ADS_2