
Episode 139
di tempat pemulihan kota lesar.......
"begitu ya, jadi apa pesan dari Kakek mu ?. " tanya nenek zenah setelah mendengar cerita Ardian.
"kakek tidak menyampaikan pesan terlalu banyak, dia hanya memberitahu ku kejadian sebenarnya tentang tragedi 7 tahun yang lalu dan juga memberikan sedikit informasi mengenai naga yang membelah menjadi 7 itu. " jawab Ardian.
lalu di luar tempat pemulihan, nurados sedang duduk duduk sambil mengamati senjata pelemah iblis yang masih dibawa nya itu, paman Yazerd yang baru saja keluar dari tempat pemulihan melihat nurados lalu menghampirinya kemudian duduk di sebelahnya.
"ada apa nurados ?. " tanya paman Yazerd dengan ekspresi tenang.
"aku tidak menyangka Ardian bisa mengalahkannya tanpa benda ini. " kata nurados sambil tersenyum kecil.
"begitulah, aku juga tidak menyangka di umurnya yang masih muda dia bisa mengalahkan iblis, tapi sepertinya naga nya juga ikut membantu nya. " kata paman Yazerd.
"oh ya, ngomong-ngomong, bagaimana caranya dia bisa menjinakkan naga nya itu ?. " tanya nurados yang masih penasaran.
"aku sendiri juga tidak tahu, hanya Ardian yang bisa menjawabnya dan sekarang dia sedang menceritakan semuanya kepada nenek zenah. " kata paman Yazerd.
"begitu ya. " ucap nurados.
"jadi benda apa yang ada ditangan mu itu sebenarnya ?. " tanya paman Yazerd yang penasaran.
"ini adalah benda yang bisa mengalahkan iblis, saat aku menyamar menjadi kaki tangannya, iblis muzen itu memberitahu ku tapi dia tidak ingin siapapun menyentuhnya jadi karena itu sebelumnya benda ini dilapisi oleh kekuatan kegelapan yang bisa mencabut nyawa seseorang yang menyentuhnya, tapi berkat ibunya gadis yang bernama Nina itu, benda ini sudah aman dipegang, dia menetralkan kekuatan kegelapan itu menggunakan kekuatan cahaya nya, sebenarnya aku sangat tertarik dengan kekuatan nya itu, belum pernah aku melihat kekuatan cahaya semurni itu. " jawab nurados panjang lebar.
"kau benar, gadis itu bahkan bisa memasukkan naga cahaya yang tersisa di guci dengan mudah, keluarga nya pasti bukan orang biasa, sebenarnya darimana mereka datang. " kata paman Yazerd.
"kita akan segera mengetahui semuanya setelah nenek zenah berbicara dengan mereka kan. " kata nurados dengan tenang.
__ADS_1
"kuharap begitu. " ucap paman Yazerd.
"paman, tolong simpanlah ini, paman bisa meneliti lebih dalam mengenai benda ini kan. " kata nurados memberikan benda pelemah iblis itu kepada paman Yazerd.
"baiklah, aku akan menelitinya jika mempunyai waktu luang. " kata paman Yazerd menerima benda itu.
"hmp, paman memang seperti itu. " ucap nurados sambil tersenyum kecil.
lalu beralih ke mbak ciria bersama semua teman-temannya yang berada di satu ruangan tempat pemulihan masih memikirkan tentang kejadian sebelumnya.
"ada apa Nira, apakah kau sakit ?. " tanya Mbak ciria yang melihat wajah Nira yang tidak bersemangat dan gelisah.
"tidak, aku baik-baik saja kok, hanya saja aku masih merasa takut saat mengingat iblis itu, iblis itu benar-benar sudah mati kan ?. " tanya Nira dengan ekspresi gelisah.
"apa yang kau bicarakan, Ardian sudah mengalahkan iblis itu kan dan jantung iblis itu juga ditemukan kak nurados, itu sudah bisa menjadi bukti jika iblis itu benar-benar sudah mati, jadi jangan khawatir. " kata gerad dengan bersemangat.
setelah mendengar perkataan gerad, Nira pun sudah lebih baik dan kegelisahan nya sedikit demi sedikit menghilang.
"kalau itu aku masih agak ragu. " kata mbak ciria yang masih khawatir.
"ya, dilihat dari kondisinya saat didalam gua dia benar-benar sudah bertarung dengan serius melawan iblis itu, tapi tidak mungkin juga dia mengalahkan iblis itu tanpa kekuatan naga nya, sejauh yang kita ketahui, kekuatan Ardian yang sekarang hampir setara dengan kita kan atau mungkin lebih unggul mbak ciria dan mizhura secara fisik. " kata grane yang sudah menganalisa nya.
"mungkin kau benar, ternyata masih menjadi misteri dia bisa menjinakkan naga nya itu, terlebih lagi yang membuat ku terkejut adalah naga yang didalam tubuhnya itu...." kata mbak ciria.
"naga api kan, memangnya kenapa, bukankah kekuatannya itu setara dengan naga naga lain. " kata Alan.
"bukan itu, nenek zenah pernah bercerita kepada ku, kalau naga yang paling susah ditangani dari yang lain adalah naga api, tapi kenyataannya Ardian bisa menjinakkan nya dengan mudah bukankah itu aneh. " kata mbak ciria yang bingung sendiri.
"ternyata itu yang membuat mu gelisah terus, hmm, kalau itu sepertinya hanya Ardian yang bisa menjawabnya. " kata gerad yang berfikir sejenak.
__ADS_1
"pada akhirnya semuanya menjadi kebingungan karena hal yang merepotkan. " kata mizhura dengan ekspresi tenang yang dari tadi bersender di tembok sambil memejamkan matanya.
lalu di tempat Ardian yang sedang dirawat........
"maaf mengganggu. " ucap ayahnya Nina yang datang ke ruangan Ardian bersama Nina dan ibunya itu.
"kalian. " ucap nenek zenah dengan ekspresi terkejut.
"kakak !!. " teriak Nina yang sontak langsung berlari ke arah Ardian.
"Nina. " ucap Ardian yang senang saat melihat nya baik-baik saja.
"ada apa kalian repot-repot datang kesini ?. " tanya nenek zenah.
"ada banyak hal yang ingin kami bicarakan dengan anda. " jawab ayahnya Nina.
"kalau begitu ayo kita bicarakan di luar. " ucap nenek zenah.
"baiklah, Nina, tolong jaga Ardian disini sebentar ya. " kata ayahnya Nina.
"aku pasti akan menjaganya. " kata Nina dengan bersemangat sambil tersenyum.
lalu mereka pun keluar dari ruangan dan memulai pembicaraan nya di sambil duduk di sebuah kursi diluar ruangan.
"aku sudah mendengar banyak hal yang terjadi dari Ardian, tidak kusangka selama ini kalian di tahan oleh iblis itu, aku bersyukur kalian baik-baik saja. " kata nenek zenah memulai pembicaraannya.
"ya, kami juga mengucapkan banyak terimakasih kepada cucumu yang sudah menyelamatkan anak kami, walaupun sulit untuk di percaya tapi kenyataannya dia berhasil mengalahkan iblis itu entah bagaimana caranya, tekad dari cucu jelan memang sangat hebat, aku benar-benar kagum kepada orang yang mempunyai tekad kuat seperti itu. " kata ayahnya Nina yang sangat senang sekali saat membicarakannya.
"anda kenal dengan beliau ?. " tanya nenek zenah yang masih penasaran.
__ADS_1
"ya, dulu kami bertemu dengannya saat dia berkelana di kota cahaya, dia orang yang ramah, dia bisa berteman dengan siapa saja yang ditemuinya, dia bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah dengan sangat agresif, karena itu kami tertarik kepadanya dan akhirnya kami berteman, dia mengajak kami melihat betapa luasnya dunia dan berbicara banyak hal jika dunia bisa damai tanpa peperangan, saat terjadi penyerangan brutal dan peperangan, dialah yang menyelesaikannya dengan caranya sendiri, terkadang dia menyelesaikannya dengan bantuan kami untuk mendamaikan kedua pihak, sebenarnya masih banyak hal yang belum kami ketahui tentang beliau, dia tiba-tiba saja pergi setelah mengatakan salam perpisahan dan pesan yang berharga untuk kami, karena itulah kami menerapkan tekadnya itu kedalam diri kami, berharap kami bisa bertemu dengan nya lagi kami melakukan hal dengan bersungguh-sungguh dan menyelesaikan semua masalah dengan benar, hingga pada akhirnya kami menjadi seorang pemimpin di kota cahaya, terkadang kami melakukan perjalanan ekspedisi seperti yang dilakukan jelan, saat kami mengetahui tempat tinggal jelan, kami merasa senang kemudian kami memutuskan pergi ke sana untuk mengunjungi nya, lalu tibalah kami di kota ini, dan pada akhirnya kami mendengar dari cucunya sendiri jika jelan sudah meninggal. " kata ayahnya Nina yang menceritakan sekilas masa lalunya dengan meringkasnya sampai intinya.
BERSAMBUNG............