Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
Perpisahan dengan kota sonase


__ADS_3

Episode 160


Ardian, jaylain, Rowi dan gacha yang masih di atas atap hotel berbicara serius dengan Sonik dan Sonsu.......


"jika kalian sudah tahu, apakah kalian akan memberitahukannya kepada raja petir ?. " tanya gacha yang juga terlihat serius.


"hmp, tenang saja, aku sudah mengerti situasi kalian, kita adalah rekan kan. " kata Sonik sambil tersenyum melihat ke arah Ardian.


"Sonik. " ucap Ardian yang merasa lega dan senang.


"selain itu kita mempunyai musuh yang sama, bagaimana kalau kita berkerja sama melakukan operasi ini. " kata Sonsu dengan ekspresi tenang menawarkan mereka berempat untuk berkerja sama.


"apakah kita bisa mempercayai mereka berdua ?. " tanya Rowi dengan pelan kepada ketiga temannya itu.


"aku percaya dengan Sonik dan Sonsu. " jawab Ardian tanpa ragu.


"Ardian. " ucap Rowi yang terkejut saat mendengarnya.


"selama ini mereka berdua sudah banyak membantu kita dalam perjalanan latihan di kota sonase ini, apakah kalian masih tidak mempercayai mereka. " kata Ardian dengan ekspresi serius.


"alasan mu itu masih sangat lemah Ardian, tapi aku ingin mempercayai mereka berdua. " kata jaylain dengan tenang.


"aku setuju dengan jaylain, kurasa kita juga akan membutuhkan orang tambahan. " kata gacha dengan ekspresi tenang.


"ya, mungkin bagus kalau ada rekan lain dari luar kota, kita juga bisa mendapatkan informasi dari mereka berdua. " kata Rowi yang juga berfikir.


"baiklah, kalau begitu sudah diputuskan, Sonik, Sonsu, mohon kerjasama nya ya. " kata Ardian dengan bersemangat.


"ya, kami juga akan membantu kalian. " ucap Sonik dengan bersemangat.

__ADS_1


"lalu bagaimana nanti kalau kita berbagi informasi, jarak kota zenai dan kota sonase itu jauh kan, bahkan kami saja butuh waktu sekitar 4-5 jam untuk sampai disini. " kata Rowi.


"*ti*dak perlu khawatir, kita tidak perlu bertemu secara langsung, aku mempunyai partner ku yang bisa mengantarkan apapun ke tempat tujuan. " kata Sonsu dengan ekspresi tenang lalu tiba-tiba saja seekor burung elang datang dan hinggap di atas punggung Sonsu.


"wah, kau mempunyai seekor burung elang ya. " kata Ardian yang terkejut dan terkagum saat melihatnya.


"tidak ku sangka kau akan mau menggunakannya. " kata Sonik.


"sejujurnya aku masih ragu, tapi sepertinya tidak ada cara lain untuk kita bisa bertukar informasi. " kata Sonsu.


"tunggu, bagaimana kau bisa memelihara nya ?. " tanya jaylain.


"waktu kecil, aku tidak sengaja menemukannya tergeletak di hutan saat latihan, saat itu dia tidak bisa bergerak karena kakinya patah entah kenapa, lalu aku membawanya ke rumah dan mengobati luka nya itu, setelah itu selang beberapa hari burung elang ini akhirnya bisa berdiri dan terbang tapi aku tidak ingin melepaskan perban kecil nya itu, aku takut kalau kaki nya patah lagi karena kakinya itu sangat rapuh, saat aku memutuskan untuk membebaskan nya, burung elang ini terus saja kembali dan tidak mau menjauh dariku, di waktu itu juga raja petir datang dan memberiku nasehat, dia juga membiarkan memelihara burung elang ini, itulah pertama kalinya aku tertarik dengan raja petir lalu pada akhirnya aku menjadi murid nya setelah peristiwa itu. " kata Sonsu menceritakan rincian kisah masa lalunya dengan ekspresi tenang.


"dan disaat itu juga mau mempunyai sesuatu yang berharga untuk di lindungi, benar begitu kan Sonsu. " kata Ardian dengan penuh percaya diri.


"ya, kurasa kau benar, sesuatu yang berharga seperti itu juga mudah rapuh, aku baru menyadari hal itu darimu beberapa hari yang lalu. " kata Sonsu untuk pertama kalinya tersenyum kecil.


"memang seperti itulah dirinya, dia tidak berubah sedikit pun, sangat keras kepala berbuat untuk orang lain. " kata gacha yang juga ikut-ikutan dengan ekspresi tenang.


"hey, sebenarnya ini kalian menghina atau memuji ku. " kata Ardian dengan ekspresi agak kesal.


"hahahaha, kau benar-benar membuat kami geram ya. " kata Rowi yang tiba-tiba saja langsung menggenggam tenggorokan Ardian sambil tertawa.


"hentikan ini, aku tidak bisa bernafas. " kata Ardian yang berusaha melepaskan tangan Rowi dari genggamannya yang melingkari tenggorokan nya itu.


seketika itu semuanya pun tersenyum serta tertawa bersama di malam terakhir mereka, lalu keesokan harinya, semua rombongan anak-anak dari kota zenai pun bersiap-siap untuk kembali ke kota nya setelah melakukan latihan selama satu Minggu di kota sonase.


"raja petir, kami mengucapkan banyak terimakasih kepada anda karena menandu langsung latihan kami dan juga kami sekira nya meminta maaf kalau mengganggu pekerjaan anda. " kata Niver sensei yang berjabat tangan dengan raja petir saat berada di depan hotel.

__ADS_1


"itu tidak masalah, aku juga banyak berhutang budi kepada raja api dulu, setidaknya ini yang bisa kulakukan sebagai pemimpin kota sonase. " kata raja petir.


"raja petir, kami juga berterimakasih karena sudah meminjam kan kartu VIP hotel ini, kami benar-benar sangat terbantu. " kata Kirana sensei memberikan kembali kartu VIP hotel itu kepada raja petir.


"lain kali kalau kalian kesini lagi, aku akan meminjam kartu ini lagi, jadi tidak perlu sungkan-sungkan untuk datang kemari. " kata raja petir yang mengambil kartu VIP hotel itu kembali.


"sepertinya itu akan merepotkan Anda. " ucap Niver sensei.


"sudah kubilang tidak apa-apa kan, aku hanya ingin mengucapkan kata terakhir sebelum kalian pergi, semoga kalian bisa menghadapi perang itu dengan selamat, aku yakin dengan tekad dan latihan keras, kalian bisa memenangkan perang itu, berjuanglah kota zenai !!. " kata raja petir dengan lantang.


"ya !!. " teriak rombongan anak-anak dari kota zenai itu dengan bersemangat.


"kami benar-benar berterimakasih, raja petir. " ucap Niver sensei yang juga ikut senang.


"Ardian, lain kali kita akan bertemu lagi. " kata Sonik dengan ekspresi senang.


"ya, terimakasih waktu itu kau sudah mengajarkan ku teknik menggunakan pedang, Sonik. " ucap Ardian yang juga terlihat senang.


"kau hanya perlu menyempurnakan nya dengan latihan, berjuanglah. " kata Sonsu dengan ekspresi tenang.


"terimakasih Sonsu. " ucap Ardian.


beberapa saat kemudian setelah mereka saling mengucapkan salam perpisahan, kereta mereka pun sampai, lalu semuanya pun masuk kedalam kereta itu.


"Sonik, Sonsu, aku tidak akan melupakan kalian berdua, kalian adalah teman pertamaku di kota ini. " kata Ardian kepada Sonik dan Sonsu sebelum masuk ke dalam kereta.


"ya, kami juga tidak akan melupakan melupakan tekad mu itu, Ardian, " kata Sonik sambil melambaikan tangannya.


"(aku yakin kita akan berjumpa kembali, Sonik, Sonsu). " kata Ardian didalam hatinya saat duduk di tempat nya sebelum nya di dalam kereta itu.

__ADS_1


beberapa saat kemudian kereta yang mereka naiki itu pun berjalan, kesedihan berpisah dengan kota sonase masih tergenang di hati mereka sampai kembali ke kota zenai.


BERSAMBUNG..............


__ADS_2