
episode 19
"pertarungan ke lima Rega dengan lawannya zeker, kalian berdua silahkan menempati posisi masing masing. " kata niver sensei dengan keras.
"apa kau siap untuk kalah. " ucap zeker sambil tersenyum.
"tentu saja aku siap, aku tidak akan kalah semudah yang kau kira. " kata Rega dengan percaya diri.
"kita lihat saja. " ucap zeker sambil tersenyum.
"baiklah, pertarungan ke lima dimulai. " ucap niver sensei.
mereka berdua pun akhirnya memulai pertarungan, zeker mengeluarkan pistol laser nya dan menembaki Rega dari jarak jauh, Rega yang hanya membawa pedang di punggungnya hanya bisa menunggu sampai zeker lengah.
"apakah Rega bisa menang hanya dengan membawa sebuah pedang. " kata Ardian.
"jangan khawatir, dia itu pantang menyerah, benar begitu kan, Risa. " kata Pingo.
"ya, berjuanglah Rega. " teriak Risa sambil mengayunkan tangannya.
Rega yang mendengar suara Risa, kehilangan konsentrasinya sehingga terkena tembakan laser di kakinya.
"hahahaha, sekarang kau tidak bisa lari lagi, menyusahkan saja. " kata zeker sambil tertawa.
"(sial, gara gara Risa melihatku, aku menjadi gugup, tidak, ini bukan saatnya untuk gugup, fokus, fokus Rega, akan ku tunjukkan kekuatan ku yang sebenarnya.). " kata Rega di dalam hati.
"Rega !!. " teriak Risa dengan khawatir.
"jangan khawatir, Rega itu bukan orang yang mudah menyerah, " kata Pingo dengan yakin.
"aku tidak akan menyerah semudah itu. " ucap Rega.
__ADS_1
"dasar keras kepala, terima ini. " ucap zeker menodongkan pistol laser nya dari jarak jauh.
Rega berhasil menghindari serangan pistol laser zeker dengan berguling ke kanan, Rega langsung berdiri lalu berlari memutari zeker.
"apa yang akan dilakukan Rega itu. " tanya Ardian.
"dia mencari celah kelemahan zeker. " jawab Pingo.
"begitu ya. " ucap Ardian.
"(sekaranglah saatnya), tebasan pedang angin !!. " ucap Rega sambil melompat ke arah zeker.
"perisai laser !!, " ucap zeker menahan serangan Rega.
"apa, dia bisa menggunakan perisai. " ucap Rega dengan terkejut.
setelah serangan Rega berhasil di tahan, Rega pun langsung melompat menjauh dari zeker dan memikirkan cara lain untuk bisa menumbangkannya.
"sudah ku bilang kan, aku tidak akan menyerah semudah itu. " ucap Rega.
"terserah kau saja, aku sudah memperingatkan mu, lho. " kata zeker tersenyum.
"dia masih bisa terus tersenyum, dia pasti mempunyai trik yang lain. " kata Rega di dalam hati.
"aku harus bisa berpikir, berpikir, berpikir, aku tidak boleh kalah, Risa melihatku sekarang ini, jika aku kalah..., tidak, aku tidak akan kalah. " kata Rega di dalam hati sambil memegang kepalanya.
"sepertinya Rega sedang berpikir dengan keras. " kata Pingo.
"Rega, jangan terlalu memaksakan dirimu, "ucap Risa dengan pelan.
Rega masih bisa terus berdiri walaupun dia sudah banyak terkena tembakan laser milik zeker.
__ADS_1
"ada apa denganmu, apakah kau sudah kehabisan akal untuk melawanku, sekarang kau tidak bisa mengindari serangan ku lagi. " kata zeker dengan tersenyum.
"tidak, aku tidak kehabisan akal, aku sudah tahu kelemahan mu, kelemahan perisai mu itu ada di ujung kepalamu kan ?. " kata Rega sambil tersenyum.
"jadi kau sudah tahu sekarang, tapi kau sudah tidak punya harapan untuk bisa menyerang ku lagi. " kata zeker terkejut lalu tersenyum lagi.
"aku sudah bilang kan, aku tidak akan menyerah semudah itu. " ucap Rega sambil berlari menuju tembok arena.
zeker terkejut melihat Rega yang tiba-tiba saja berlari ke arah tembok arena sebagai pijakan, dia melakukan lompatan tinggi sambil terbalik, Risa yang melihat Rega menaiki dinding arena di depan matanya sangat terkejut dan pipinya memerah, Rega langsung mendarat tepat di atas perisai milik zeker lalu menusukkan pedangnya di ujung perisai sehingga perisai itu hancur, lalu Rega meneruskan serangannya dengan tebasan pedang angin sehingga zeker terpental sampai menabrak tembok arena di belakangnya dan tidak bisa berdiri.
"sial, aku belum selesai. " ucap zeker yang berusaha bangkit tetapi tidak bisa.
"sudahlah, aku sudah bilang kan, aku tidak akan menyerah semudah yang kau kira. " kata Rega sambil menodongkan pedang nya ke arah zeker tepat di depannya.
niver sensei yang melihat itu langsung menyuruh beberapa orang untuk membawa zeker lalu mengumumkan hasil pertarungannya.
"pertarungan kelima ini dimenangkan oleh Rega, silahkan kembali ke tempat. " kata niver sensei dengan keras.
"bagaimana aku bicara dengan Risa nanti, aku terlalu malu untuk ke atas arena, tetapi aku harus ke sana, " kata Rega sambil menuju ke atas arena.
"kau sangat hebat Rega, " ucap Pingo sambil tersenyum.
"tadi itu keren sekali. " kata Risa sambil tersenyum.
"eh, benarkah. " ucap Rega dengan malu.
"ya, kemarilah, akan ku peeban lukamu. " ucap Risa sambil membalut luka di kaki Rega.
(Risa sangat baik, aku beruntung bisa mempunyai teman seperti ini, itu membuat lukaku tidak terasa dan menjadi kan ku pantang menyerah), terimakasih banyak Risa. " kata terakhir Rega didalam hatinya.
BERSAMBUNG..........
__ADS_1