Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
Teknik bertahan (pembalikan)


__ADS_3

Episode 192


sementara itu di sebuah gedung, kelompok razord yang berada dalam keadaan terpojok masih berusaha berhadapan dengan Radin yang kian brutal itu........


"kalian tidak bisa bersembunyi terus, keluarlah !!. " kata Radin yang menembaki persembunyian mereka dengan tembakan senjata beruntun nya.


"(kalau begini terus bisa gawat, tidak ada pilihan lain selain mengalahkan orang itu, tapi bagaimana cara mendekati nya, dia membawa shotgun di kantong nya, jika ada yang mendekat dia tidak segan-segan mengeluarkan nya dan menembak nya, sial.). " kata razord didalam hatinya sambil mencoba berfikir untuk mengalahkan Raden.


"cih, membuang-buang waktu saja. " kata Radin kemudian melemparkan sebuah granat ke arah persembunyian mereka.


"gawat. " ucap razord yang terkejut saat melihat granat itu dilemparkan dan melayang di udara sebelum jatuh meledak.


seketika itu terjadilah ledakan hebat di lantai bawah gedung itu sampai-sampai terdengar di seluruh kota mati itu.


I--------------------------------------I


di tempat distrik No 4, Kana dan yang lainnya yang mendengar suara ledakan itu.....


"huh, suara apa itu. " ucap Legis yang terkejut saat mendengar suara ledakan itu.


"hmp, ya ampun, seperti biasa dia selalu saja berlebihan. " kata nijin sambil tersenyum kecil seperti sedang mengkode sesuatu.


"(entah kenapa firasat ku menjadi tidak enak setelah mendengar ledakan itu). " kata Kana dengan ekspresi gelisah sambil menaruh tangan nya di dada.


I------------------------------------------I


di tempat distrik No 3, Ardian yang mendengar ledakan itu saat jeda bertarung........


"huh, apa itu. " ucap Ardian saat mendengar suara ledakan.


"berlebihan sekali. " ucap jaken sambil menghela nafas nya.


"apakah itu ulah salah satu rekan mu ?. " tanya Ardian dengan ekspresi serius.


"sepertinya begitu. " ucap jaken sambil tersenyum kecil.


"cih. " ucap Ardian yang merasa tidak enak saat melihat ekspresi jaken.


kemudian mereka berdua pun memulai pertarungan nya lagi, beberapa saat kemudian, Ardian pun terlihat kelelahan karena terlalu lama memakai pedang api nya.........


"kau sudah sampai batasnya ya. " kata jaken sambil tersenyum sombong.

__ADS_1


"(dia tidak memiliki celah sedikitpun, bagaimana aku bisa mengalahkan nya, aku juga tidak bisa terus bertahan lebih lama lagi, ayo berfikirlah Ardian). " kata Ardian berusaha keras berfikir di tengah pertarungan.


"jangan hanya diam saja. " kata jaken yang sudah maju menebas Ardian tepat di depan menggunakan kedua pedang nya.


"gawat. " ucap Ardian yang reflek menangkis nya dengan pedang api nya


karena terkena serangan mendadak, Ardian pun terhempas kebelakang, supaya tidak jauh kebelakang Ardian pun menggunakan pedang api nya sebagai penjagal dengan menancapkan nya ke tanah agar tubuhnya tidak terus terhempas.


"kau tangguh juga rupanya. " kata jaken yang kemudian berlari ke arah Ardian dengan persiapan memotong menggunakan dua pedang langsung.


"ini buruk. " ucap Ardian didalam hatinya dengan nafas terhenga-henga.


jaken pun tidak segan-segan maju ke arah Ardian dengan mengayunkan kedua pedang nya itu, seketika Ardian pun terkena tebasan di pinggangnya karena telat menghindar.


"cih. " ucap Ardian sambil memegang pinggang nya yang mengeluarkan darah itu.


"heh, gerakan mu mulai melambat lho. " kata jaken sambil tersenyum melihat darah Ardian di salah satu pedang nya.


"sepertinya kau sedang terpojok ya, partner " kata Otobot yang aktif dengan sendirinya.


"Otobot, bukankah kau masih dalam masa pemulihan. " kata Ardian yang terkejut saat mendengar Otobot berbicara.


"yup, tapi aku tidak bisa membiarkan partner ku bertarung sendirian dengan keadaan seperti ini. " kata Otobot.


"aku mengerti, aku hanya akan membantu mu melihat pergerakan nya, pastikan kau mengingat pola serangan karena itu adalah kunci utama untuk bisa mengalahkan nya. " kata Otobot.


"terimakasih sarannya, tapi apa yang harus kulakukan ?. " tanya Ardian yang melihat kondisinya itu.


"hmm, sepertinya kau hanya bisa bertarung menggunakan teknik bertahan, itu mungkin bisa mengurangi gerakan tubuh mu, kau ingat kan apa yang diajarkan kan oleh raja api waktu latihan menggunakan teknik bertahan. " jawab Otobot sambil mengulas kembali latihan nya waktu itu.


"tapi aku.... " ucap Ardian yang masih ragu-ragu saat mengingat latihannya dengan raja api waktu itu.


I--------------------------------------------I


di suatu hari latihan di hutan, Ardian diajarkan raja api menggunakan teknik bertahan dengan pedang...............


"masih belum cukup kuat, tetap seperti itu, jangan lepaskan pandangan mu dari musuh. " kata raja api yang melatih Ardian dengan menyerang nya dari segala arah.


"(tangan ku mulai mati rasa). " kata Ardian didalam hatinya sambil memegang pedang nya dengan tangan nya yang sudah mati rasa menangkis serangan raja api.


lalu saat Ardian hampir lengah karena tangannya mati rasa, ia pun reflek menangkis pedang raja api yang hampir mengenainya, karena tangannya mati rasa pedang api Ardian yang di pegang nya pun terhempas ke atas lalu jatuh menancap di tanah.

__ADS_1


"kurasa cukup untuk hari ini. " kata raja api sambil tersenyum setelah melihat pedang api Ardian itu jatuh.


setelah latihan, Ardian dan raja api pun duduk dibawah pohon sambil beristirahat memulihkan tenaga nya.


"kurasa aku masih belum cukup kuat untuk memakai teknik bertahan. " kata Ardian yang mengingat tangannya mati rasa waktu latihan tadi.


"menurutku tidak juga. " kata raja api menoleh ke arah Ardian sambil tersenyum kecil.


"huh. " ucap Ardian yang terkejut saat mendengar perkataan raja api itu.


"kau mempunyai reflek yang bagus sebagai pengguna pedang, aku yakin insting mu itu pasti akan berguna dalam pertarungan, tadinya aku sengaja memojokkan mu agar bisa melihat reflek mu secara langsung, ternyata melebihi dugaan ku, kau berbakat menjadi seorang ninja pengguna pedang, Ardian. " kata raja api dengan bersungguh-sungguh terngiang-ngiang di kepala Ardian.


di tengah pembicaraan itu hembusan angin terasa sejuk seolah-olah membangkitkan semangat Ardian di dada nya untuk menjadi seorang ninja pengguna pedang.......


I-------------------------------------------I


Kembali ke pertarungan Ardian yang masih melawan jaken di posisi tidak berbanding..........


"baiklah, kali ini aku harus bisa melakukannya. " kata Ardian setelah mengingat perkataan raja api waktu istirahat latihan.


"itu baru semangat, ayo lakukan. " kata Otobot yang langsung bersemangat.


"ya, kita tidak boleh kalah di sini, partner. " kata Ardian yang melihat ke arah jaken dengan ekspresi serius sambil tersenyum kecil.


"hmp, sepertinya kau merencanakan sesuatu ya, itu tidak masalah bagiku, semua yang kau rencanakan pasti akan sia-sia. " kata jaken yang langsung maju menyerang Ardian.


seketika Ardian pun langsung menerapkan teknik bertahan dengan memegang erat pedangnya, beberapa serangan yang di tebas kan oleh jaken pun berhasil di tangkis dan diblokir oleh Ardian dengan cepat, pandangan nya selalu melihat ke arah tebasan jaken itu sehingga Ardian dengan mudah bertahan.


"dia menangkis semua serangan ku, tapi dia masih belum menyerang, hmp, bagaimana kalau ku beri tebasan kuat pengganda ini. " kata jaken didalam hatinya sambil melompat dan hendak menebas Ardian dengan kedua pedang nya secara langsung.


"akhirnya datang juga. " ucap Ardian sambil mengamati jaken dengan ekspresi serius.


"bagaimana kalau ini, kau tidak mungkin bisa menangkis tebasan kuat dari kedua pedang ku ini, bersiaplah untuk tertusuk !!. " kata jaken sambil tersenyum sombong melompat dan hendak menebas Ardian dengan kedua pedang nya dari udara.


seketika Ardian pun dengan sekuat tenaga menangkis salah satu pedang jaken, tapi salah satu pedangnya masih hendak menusuk Ardian, saat itulah reflek nya muncul, dengan cepat Ardian membelokkan salah satu pedang jaken dengan pedang api nya itu, saat Ardian hendak kehilangan keseimbangan, Ardian pun menyempatkan serangan langsungnya dengan memukul jaken menggunakan pukulan api nya yang sudah mengepal erat, sehingga jaken pun terhempas ke belakang terkena pukulan tepat di dagu nya jatuh bersamaan Ardian yang kehilangan keseimbangan nya saat reflek.


"apa. " ucap jaken yang melihat reflek Ardian uang sangat cepat.


"kau benar, aku tidak mungkin bisa menangkis nya, tapi saat aku reflek semua bisa kulakukan, ingat itu baik-baik !!. " kata Ardian saat memukul langsung bawah dagu nya dengan pukulan berapi nya yang sudah mengepal kuat sebelum terjatuh.


"tidak mungkin, aku dikalahkan oleh pengguna pedang satu selain itu pukulannya, aku pernah merasakan nya dalam kekalahan ku, tapi kapan itu ya. " kata jaken yang sudah tidak berdaya setelah menerima serangan langsung dari Ardian itu sehingga mengingat potongan ingatan nya yang samar-samar setelah memukulnya dengan keras.

__ADS_1


"akhirnya selesai juga. " ucap Ardian sambil mengusap keringat nya dan tersenyum kecil.


BERSAMBUNG.............


__ADS_2