Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
Pertarungan terakhir : kehancuran dari kegelapan


__ADS_3

Episode 205


Zela dan Zahra yang masih didalam ruangan penjara membebaskan warga kota kegelapan yang masih ditahan.........


"apa mereka itu orang yang hendak kalian selamatkan dalam misi ?. " tanya Zahra melihat ke arah ketiga penjaga terkuat kota zenai itu.


"ya. " jawab Zela kemudian mendekati kurungan mereka bertiga itu.


lalu saat berada tepat didepan kurungan itu, Zela pun menyentuh gembok itu dengan tangan kanannya, alhasil gembok itu pun tiba-tiba saja menghilang menjadi asap dan tidak perlu sebuah kunci untuk membuka kurungan itu, setelah itu Zela pun mengeluarkan botol air dari tas kecil nya dan meminumkan nya kepada ketiga penjaga terkuat kota zenai itu.


"(dugaan ku ternyata benar, gembok ini terbuat dari kekuatan Undead, jika Ardian bisa membakar gemboknya dengan api biru nya itu maka ada kemungkinan aku bisa menghancurkan nya dengan tangan kanan terkutuk ku ini, kemungkinan ini kudapatkan setelah mengingat pertarungan gelombang melawan unded undead itu). " kata Zela didalam hatinya setelah berhasil menghancurkan gembok itu dengan sentuhan tangan kanannya.


"kalau tidak salah, kau Zela kan, kenapa kau bisa berada disini ?. " tanya Stalker yang terkejut saat melihat Zela menolongnya.


"tentu saja menyelematkan kalian, selain itu bukan hanya aku yang berada disini, Ardian, Nizar, Legis, Opel, Alan, gacha dan kak razord juga berada di sini. " jawab Zela dengan ekspresi tenang.


"kau bilang razord, dia ada disini. " ucap Saula yang terkejut saat mendengar nya.


"aku sudah bilang kan dia ada disini, kak razord lah yang memimpin kami untuk menyusup kedalam kota mati ini. " kata Zela.


"begitu ya, jadi selama ini kau berada di tempat ini ya, razord. " kata Bendow yang terlihat lega dan senang.


"ngomong-ngomong kita sudah tidak mempunyai waktu yang banyak disini, kami sebelumnya datang kesini menggunakan mesin perpindahan tempat dari Professor nemasis, waktunya seminggu sebelum portal nya tertutup dan menurut perhitungan waktu dari kak razord, ini sudah hari keenam, kita harus bergegas menyelematkan warga-warga yang berada disini dan kembali ke kota zenai. " kata Zela menjelaskan nya panjang lebar dengan ekspresi tenang.


"lalu bagaimana caramu membuka gembok nya ?. " tanya Saula.


"seperti ini. " jawab Zela sambil mencontohkan nya dengan menyentuh salah satu gembok kurungan yang mengurung beberapa warga.


"bagaimana bisa. " ucap stalker yang terkejut saat melihatnya.


"nanti saja penjelasannya, untuk saat ini kita harus mengevakuasi warga-warga ini terlebih dahulu, kuharap kalian bertiga bisa membantu. " kata Zela.


"serahkan saja kepada kami. " ucap stalker dengan bersemangat.


selagi Zela, Zahra dan ketiga penjaga terkuat kota zenai itu mengevakuasi warga-warga keluar dari tempat penjara itu, Ardian masih bertarung melawan Alkane dengan kewalahan.......

__ADS_1


"rasakan ini !!. " teriak Alkane melancarkan serangan tinju besi nya tepat ke arah perut Ardian.


saat tinju besi itu hendak mengenai perutnya, Ardian pun memegang tinju dari Alkane itu sehingga saat ia jatuh Alkane pun ikut jatuh dari kastil itu.


"apa. " ucap Alkane saat Ardian juga menyeretnya untuk jatuh.


"tidak adil kan kalau hanya aku yang jatuh kebawah. " kata Ardian sambil tersenyum kecil dengan posisi hendak jatuh ke bawah dan memegang erat kepalan tangan Alkane.


"yang benar saja. " kata Alkane dengan kesal sambil menghempaskan Ardian kesamping saat tidak bisa dijatuhkan ke bawah karena tangannya dipegang dengan sangat erat.


seketika Ardian yang terhempas ke samping pun beruntung bisa mendarat di atas atap bangunan dengan jatuh terguling-guling, sementara Alkane bisa mendarat ke bawah dengan keras menahannya dengan tangan besi nya itu.


"akan ku bunuh anak itu terlebih dahulu, dia sudah menggagalkan semua rencana ku. " kata Alkane sangat kesal dan murka saat melihat kekuatan Undead yang memancarkan sinar ke atas awan sudah menghilang sepenuhnya.


"aku tidak tahu mengenai suar cahaya hitam yang ku lepas sebelumnya, sepertinya itu sangat penting baginya, tapi aku tidak akan membiarkan orang-orang yang berada di kota ini menderita hanya karena rencana egois nya itu. " kata Ardian sambil tersenyum kecil saat melihat cahaya kekuatan Undead yang sebelumnya memancar ke atas langit telah menghilang sepenuhnya.


saat Ardian berdiri dan mempersiapkan diri untuk bangkit lagi melawan Alkane, kebetulan razord dan yang lainnya lewat di bawah nya melihat pertarungan itu dari bawah.


"hey, bukankah itu Ardian. " kata Alan yang terkejut saat pertama kali melihatnya saat menoleh ke atas setelah mendengar suara seperti ada yang jatuh di atasnya.


"sepertinya dia sedang berhadapan melawan Alkane. " kata nijin yang merasa ragu saat Ardian menghadapi nya.


"aku percaya kakak bisa mengalahkannya, karena kakak tidak akan semudah itu menyerah. " kata Nizar sambil tersenyum kecil saat melihatnya.


"kau benar, Ardian itu sangat keras kepala jika disuruh untuk menyerah, dia pasti akan melakukan segala cara untuk menang. " kata Alan.


"benar-benar, itulah dirinya. " ucap gacha dengan ekspresi tenang.


dilain tempat, Zela dan Zahra yang selesai mengevakuasi warga-warga.


"apakah ini sudah semuanya ?. " tanya Zela.


"ya, di tempat penjara itu sudah tidak ada lagi orang yang tersisa. " jawab Stalker yang ikut membantu nya mengevakuasi warga-warga.


"hey lihatlah itu, ada seseorang di atas atap bangunan. " kata salah satu warga yang melihat Ardian dari kejauhan.

__ADS_1


"Ardian. " ucap Stalker yang terkejut saat melihatnya.


"Itu Alkane. " ucap Zahra yang juga terkejut saat melihat lawan Ardian adalah Alkane.


saula dan bendow yang tanpa pikir panjang hendak menolong Ardian tiba-tiba saja dicegah oleh Zela.


"kenapa kau mencegah kami untuk membantunya, kelihatan nya lawan nya itu sangat ganas dan mempunyai kekuatan yang mengerikan, apakah kau tidak menghawatirkan teman mu itu ?. " tanya Saula dengan lantang.


"aku percaya kepada nya, kita juga harus mempercayai nya jika dia bisa mengalahkan orang tu, ini adalah pertarungan yang terakhir, Ardian akan menyelesaikan nya sekarang juga. " kata Zela dengan ekspresi tenang sambil memejamkan matanya.


"saula, Bendow, lebih baik kita amati saja dulu. " kata Stalker mencoba meyakinkan kedua temannya itu.


"baiklah. " ucap Bendow.


"cih. " ucap Saula yang masih agak keberatan.


"(apa orang itu yang Zela pernah bilang jika dialah yang mengubah dirinya dan menjadikan teman pertamanya). " kata Zahra didalam hatinya sambil mengamati pertarungan itu.


Sementara itu, Alkane yang sudah berada di atas bangunan berniat hendak langsung menghabisi Ardian.........


"kau sudah menggagalkan rencana ku, kau menghancurkan semuanya dan juga diriku, aku akan membuat mu menyesalinya dengan kematian mu sekarang juga, aku tidak akan menahan diri lagi. " kata Alkane yang sudah sangat marah dan murka.


setelah mendengar perkataan Alkane itu, Ardian yang menoleh ke samping melihat Zela memberikannya sebuah jempol, serta ketiga penjaga terkuat kota zenai dan warga-warga yang melihat nya menyaksikan pertarungan nya itu.


"sudah kubilang kan, aku tidak akan berakhir di tempat seperti ini, aku masih mempunyai impian yang harus ku capai dan ini masihlah jauh dari impian ku, keinginan egois mu itu tidak akan tercapai. " kata Ardian dengan ekspresi serius.


"berisik !!. " kata Alkane yang langsung melancarkan pukulannya ke arah Ardian.


saat hendak terpukul Ardian juga menyiapkan pukulan api biru nya yang disembunyikan itu, pada akhirnya keduanya pun sama-sama terpukul dengan sangat keras, Ardian dapat menahannya tanpa terhempas dengan bantuan Otobot nya yang mengeluarkan perisai kuat darurat nya saat menerima serangan di wajah sementara Ardian berhasil memukulnya tepat ke arah topeng hitam Alkane itu sehingga topengnya itupun mengeluarkan sebuah asap yang menyakitinya saat perlahan-lahan hendak menghilang karena api biru Ardian.


"tidak mungkin, dia sudah merencanakannya, aku tidak mungkin kalah, keabadian ku, kegelapan ku tidak boleh pudar !!. " kata Alkane sambil menggenggam erat topeng nya yang perlahan-lahan menjadi asap itu.


"aku akan menghancurkan kegelapan mu sampai disini sekarang juga, pukulan api spirit !!. " kata Ardian dengan lantang sambil melancarkan pukulan api biru nya tepat ke wajah Alkane sehingga Alkane pun jatuh terhempas kebelakang dengan topengnya yang sudah menghilang.


"aku sudah berakhir ya." ucap Alkane sambil tersenyum kecil menerima kekalahan nya itu saat terhempas jatuh ke bawah bangunan dengan keadaan lemas tak berdaya.

__ADS_1


BERSAMBUNG............


__ADS_2