
Episode 184
pada akhirnya mereka pun memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu di rumah persembunyian mereka sambil menyusun sebuah rencana untuk bisa menyusup ke daerah kekuasaan makhluk astral.
"kalian pasti lapar setelah perjalanan panjang kesini, makanlah sepuasnya. " kata gadis itu sambil membawakan makanan yang sangat ke banyak ke meja.
"woah, banyak sekali makanannya. " kata Opel terkagum-kagum saat melihat makanannya yang penuh di meja.
"ayo makanlah dulu. " ucap gadis itu sambil tersenyum.
"huh, apa boleh buat. " ucap razord dengan pelan.
lalu setelah mereka makan........
"enak sekali. " ucap Legis yang menikmatinya.
"ngomong-ngomong aku belum memperkenalkan diri ku ya, namaku Kana, panggil saja aku mbak Kana karena sepertinya aku lebih muda dari kalian. " kata Kana memperkenalkan dirinya.
"mbak Kana, terimakasih makan nya. " ucap Ardian.
"ya. " ucap Kana yang terlihat bersemangat sambil mencuci piring.
"kak razord, bagaimana dengan rencana kita ?. " tanya Alan dengan ekspresi serius.
"aku juga masih memikirkan nya. " jawab razord yang sedang berfikir keras dari tadi.
"tunggu, apa jangan-jangan kalian berencana untuk menyusup ke dalam kawasan kekuasaan makhluk astral itu ?. " tanya Kana yang terkejut saat mendengarnya.
"ya, begitulah, kami ingin menyelamatkan ketiga penjaga terkuat kota zenai yang dikurung di sana. " jawab Ardian.
"apakah kalian serius. " ucap Kana yang langsung merasa gelisah.
"tentu saja kami serius, memangnya kenapa di sana ?. " tanya Legis yang merasa tidak enak saat melihat ekspresi Kana yang gelisah itu.
"bagi orang-orang yang tinggal di dekat tempat itu, mereka menyebutnya neraka kegelapan, jika ada seseorang yang ketahuan menginjakkan kaki nya di kawasan itu maka hidup nya sudah dipastikan akan berakhir, mereka akan langsung diseret ke dalam dan dikurung ataupun disiksa seumur hidup, itulah kenapa para penduduk manusia di wilayah ini hanya bisa diam dan mematuhi aturan yang dibuat oleh pemimpin makhluk astral. " jawab razord yang menjelaskan nya dengan panjang lebar.
__ADS_1
"bukankah itu deskriminasi. " kata Ardian yang kesal saat mendengar nya.
"memang seperti itulah, pada dasarnya manusia yang tinggal di kawasan ini hidupnya sudah dijajah sangat lama. " kata razord sambil memejamkan matanya.
"cih. " ucap Ardian yang muak mendengar nya.
"kak razord. " ucap Alan sambil menatap razord dengan ekspresi serius.
"baiklah, aku sudah mempunyai rencana untuk menyusup ke sana. " kata razord sambil membuka kedua matanya perlahan-lahan.
"bisakah aku ikut. " ucap Kana dengan ekspresi serius.
"huh, baiklah, tapi rencana ku ini sangat beresiko, kalian harus waspada apapun yang terjadi. " kata razord sambil berdiri.
setelah memberikan arahan rencana nya kepada mereka, razord pun memimpin mereka untuk menyusup ke dalam kawasan kekuasaan makhluk astral itu, lalu setibanya didepan gerbang perbatasan kawasan kekuasaan makhluk astral itu, mereka pun bersembunyi di sebuah rumah terdekat antara gerbang itu untuk memulai rencana nya.
"sudah kuduga ada penjaga di atas gerbang nya. " kata razord yang melihat ke arah beberapa penjaga makhluk astral yang berdiri di atas gerbang itu.
"kak razord, aku akan mengalihkan perhatian nya. " kata gacha yang hendak menggunakan kekuatan bayangan nya.
"baiklah. " ucap gacha dengan ekspresi tenang.
lalu gacha pun memunculkan sebuah makhluk bayangan dari bawah bayangan makhluk astral itu sendiri, lalu para penjaga makhluk astral itu pun terkecoh dengan melawan makhluk bayangan yang keluar dari bayangan nya sendiri.
"bagus gacha. " ucap Legis yang senang saat melihat para penjaga makhluk astral itu yang bertarung dengan bayangan nya sendiri.
"ini kesempatan kita, ayo cepat. " kata razord yang langsung berlari menuju gerbang itu memipin mereka.
lalu sesampainya didepan gerbang itu, razord pun membuat celah masuk melubanginya, ia tidak mendobrak nya karena usaha itu hanya membuatnya menarik perhatian para makhluk astral yang ada didalam, setelah berhasil melubangi gerbang menggunakan kekuatan petir Opel, mereka semua pun masuk kedalam jalur lubang itu dengan cepat, lalu setelah mengikuti jalur yang dipimpin oleh razord, mereka harus melewati cairan pembuangan di bawah tanah......
"kak razord, apakah kau selalu melewati jalan ini setiap kali kau ke sini dulu ?: " tanya Legis sambil menutup hidungnya.
"begitulah, aku sudah terbiasa dengan ini. " jawab kak razord yang sudah terbiasa.
lalu beberapa saat kemudian setelah berjalan cukup lama, mereka pun mendapati sebuah jalur bercabang tiga.
__ADS_1
"huh, jalur nya ada tiga. " kata Nizar yang terkejut saat melihatnya.
"kak razord, kau pasti tahu kan kemana jalan nya. " kata Legis.
"tidak, sebelumnya tidak ada jalan bercabang di jalur tempat cairan pembuangan ini. " kata razord yang juga sempat terkejut saat melihatnya.
"apaaaa. " ucap Ardian dan teman-temannya yang terkejut saat mendengarnya.
"lalu bagaimana sekarang, kak razord ?. " tanya Kana.
"sepertinya tidak ada cara lain selain berpencar, kita akan membagi nya dengan berkelompok. " kata razord.
lalu mereka pun akhirnya berdiskusi untuk membuat kelompok, beberapa lama kemudian......
"aku, Alan dan Nizar akan melewati jalur kiri, Kana, Zela, dan gacha akan melewati jalur kanan, lalu Ardian, Legis dan Opel akan melewati jalur tengah. " kata razord setelah mendiskusikannya beberapa menit kemudian.
"kurasa seperti itu juga tidak apa-apa, tapi...... " kata Kana yang melihat ke arah kelompok Ardian dengan ekspresi khawatir.
"Ardian, mungkin ini terdengar berat tapi kami hanya bisa mengandalkan mu memimpin di jalur tengah. " kata razord yang juga terlihat khawatir.
"aku akan berusaha untuk tidak membuat kalian khawatir. " kata Ardian dengan bersemangat.
"jaga dirimu baik-baik, Ardian. " kata Alan yang mempercayai nya.
"ya, serahkan saja kepada ku. " kata Ardian.
kemudian mereka pun berpencar sesuai dengan kelompok yang sudah ditentukan, di jalur kiri razord, Nizar dan Alan sampai disebuah tempat seperti pertambangan setelah melewati jalur cairan pembuangan, lalu di jalan kanan Kana, Zela dan gacha sampai di tempat Lahar setelah melewati jalur cairan pembuangan, sementara itu di jalur tengah Ardian, Legis dan Opel sampai di sebuah tempat yang terlihat mengecil seperti gua dan mereka juga melihat sebuah gerbang yang di sepertinya di jaga oleh makhluk astral di masing-masing tempat jalur.
sementara itu pemimpin makhluk astral yang mendengar ada keanehan di gerbang masuk kawasan kekuasaan nya.......
"penyusup itu tidak akan bisa masuk kedalam kawasan kekuasaan ku kali ini, aku sudah menduga penyusup itu pasti masuk di jalur yang sama, dia tidak akan sanggup melawan para penjaga terkuat di kawasan kekuasaan makhluk astral di jalur itu, hahahahaha. " kata pemimpin makhluk astral itu yang sudah merencanakannya kemudian tertawa dengan jahat.
sementara itu di kota zenai........
"berjuanglah, anak-anak ku. " kata raja api duduk di sofa ruangan tengah kerajaan dengan ekspresi gelisah menunggu mereka kembali.
__ADS_1
BERSAMBUNG...........