Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
keputusan mencari pengalaman


__ADS_3

episode 67


pembicaraan terakhir raja api dengan Ardian saat di danau.......


"Ardian, aku merasa tidak enak jika memberitahu yang sebenarnya, tapi sepertinya inilah saatnya. " kata raja api dengan resah.


"apa maksud anda ?. " tanya Ardian.


"kau adalah generasi naga yang ketiga setelah guruku, karena itulah aku selalu mengawasi mu, aku ingin kau bisa mengendalikan naga yang ada didalam tubuh mu, aku tidak memaksamu, tapi, berjuanglah. " jawab raja api sambil memberikan semangat kepada Ardian.


dan itulah pembicaraan terakhir mereka...


---------------------------------------------


lalu saat Ardian kembali ke rumah dengan ekspresi gelisah, Nizar dan pamannya yang melihatnya langsung terkejut.


"Ardian. " ucap Pamannya yang terkejut saat melihat Ardian pulang dengan ekspresi gelisah.


"kakak, apakah kakak tidak enak badan ?. " tanya Nizar dengan khawatir.


"aku baik-baik saja kok, paman aku ingin membicarakan sesuatu dengan mu. " pinta Ardian dengan ekspresi serius.


"Nizar, tunggulah sebentar. " ucap pamannya setelah melihat ekspresi Ardian yang serius.


lalu pamannya menyuruh Ardian untuk mengikutinya keluar, setelah itu mereka berdua pun memulai pembicaraan di teras rumah.


"bicaralah. " ucap pamannya dengan ekspresi serius.


"paman, aku ingin paman membawaku ke tempat nenek. " pinta Ardian.


"kenapa tiba-tiba saja kau ingin pergi ke sana ?. " tanya pamannya dengan terkejut setelah mendengar permintaan Ardian.


"aku ingin mendapatkan sarannya untuk mengendalikan naga yang ada didalam tubuh ku ini, aku harus bisa sebelum perang terjadi, paman. " jawab Ardian dengan lantang.


setelah mendengar jawaban dari Ardian, pamannya langsung terkejut.


"akhirnya kau sudah bisa berfikir dewasa, baiklah, aku akan membawamu ke sana, tapi setelah itu aku tidak bisa membantu mu lebih jauh lagi, kau paham. " kata pamannya sambil tersenyum kecil.


"jika aku bisa menemui nenek ku itu sudah cukup bagiku, aku tidak akan meminta bantuan paman lebih jauh lagi. " kata Ardian dengan senang.


"bersiaplah, aku akan membawamu besok di sore hari. " kata pamannya.


"terimakasih paman. " ucap Ardian dengan senang setelah itu langsung pergi kedalam rumah.

__ADS_1


"kakak, kau ingin kemana membawa koper itu. " tanya Nizar yang masuk kedalam kamarnya dan melihat Ardian sedang mengemasi barang-barangnya kedalam koper.


"oh Nizar, aku ingin pergi menemui nenek besok. " jawab Ardian sambil mengemasi barang-barangnya kedalam koper.


"aku juga ikut. " pinta Nizar dengan bersemangat.


"sebelum itu kemasi dulu barang barang yang ingin kau bawa ke sana. " ujar Ardian.


"baiklah. " ucap Nizar setelah itu meninggalkan kamar Ardian dan pergi ke kamarnya untuk mengemasi barang-barang yang ingin ia bawa.


"sebenarnya aku tidak suka datang ke sana, tapi apa boleh buat, dari awal aku sudah yakin jika mereka berdua suatu saat nanti akan ke sana, karena bagaimanapun juga itu adalah tempat lahir mereka. " kata pamannya didalam hatinya.


lalu keesokan harinya, Ardian dan Nizar menemui teman-temannya di sebuah cafe.


"kau akan pergi ke tempat nenekmu. " ucap Opel setelah mendengarkan cerita dari Ardian.


"ya, begitulah. " ucap Ardian.


"wah, enak sekali kalian berdua bisa menikmati liburan musim dingin ini. " kata veysa.


"kami akan tinggal disana selama 1 bulan, jadi kami akan masuk sekolah saat pertengahan Januari. " kata Ardian.


"eeh, kenapa begitu ?. " tanya gacha dengan terkejut setelah mendengar perkataan Ardian.


"oh, benar juga, kau adalah seorang pengendali naga kan, Ardian. " kata legis.


"pantas saja saat di ujian battle, kau bisa menggunakan nafas naga. " kata Opel.


"yaa, sebenarnya aku tidak sengaja melakukannya. " kata Ardian sambil tertawa kecil.


Alan yang mendengarnya hanya tersenyum kecil.


"ada apa, Alan ?. " tanya Ardian yang melihat Alan tersenyum kecil.


"tidak ada apa-apa kok, (sepertinya sudah saatnya membongkar rahasia ku selama ini, kau akan tahu siapa aku yang sebenarnya, Ardian dan Nizar). " kata Alan didalam hatinya.


lalu setelah Ardian dan Nizar mengobrol dengan teman-temannya sampai siang, mereka berdua pun akhirnya kembali ke rumah dan bersiap siap untuk pergi, sore hari pun tiba, sebelum Ardian dan Nizar pergi, teman-temannya sempat datang untuk berbicara sebentar dan memberikan sesuatu untuk mereka berdua.


"Ardian, ini dariku. " kata veysa sambil memberikan kotak yang berisi makanan kepada Ardian dan Nizar.


"wah, terimakasih. " ucap Ardian sambil menerima kota tersebut.


"Ardian, jangan lupa oleh-olehnya. " kata Opel.

__ADS_1


"kakak, kau membuat malu saja. " kata gacha kepada Opel.


"tenang saja, aku akan akan membawakan oleh oleh untuk kalian (teman-teman ku). " kata Ardian sambil tersenyum.


"yang terpenting, jangan lupakan kami. " kata Rega.


"benar, jangan lupakan kami. " kata Risa.


"mana mungkin aku melupakan kalian hanya untuk pergi 1 bulan, lagipula, kalian semua adalah teman baik ku, aku akan selalu di hati kalian, baik senang maupun susah, kita akan selalu bersama walaupun jarak memisahkan kita, aku pasti akan kembali. " kata terakhir Ardian sebelum pergi.


"kami menunggu mu, Ardian, Nizar. " teriak Pingo.


"terimakasih, semuanya. " ucap Ardian didalam hatinya sambil melangkah pergi bersama adik dan pamannya menuju pegunungan.


lalu saat mencapai dipuncak pegunungan kota zenai, pamannya mendekati sebuah sumur.


"paman, kenapa kita malah kesini, bukankah kita akan pergi menemui nenek di benua karang jaru ?. " tanya Ardian dengan heran.


"tentu saja kita akan ke sana. " kata pamannya.


"tapi bagaimana kita ke sana, kita tidak mempunyai transportasi untuk ke sana. " kata Ardian dengan bingung.


"menurut mu apa yang aku lakukan sekarang ini. " ucap pamannya yang melakukan sesuatu di sumur tersebut.


lalu saat Ardian dan Nizar mendekati sumur tersebut, mereka berdua terkejut melihat seperti ada dimensi lain di dalam sumur tersebut.


"paman, apa yang paman lakukan dengan sumur itu ?. " tanya Nizar.


"itu seperti dimensi lain. " ucap Ardian sambil memperhatikan sumur tersebut.


"aku menciptakan sebuah dimensi untuk kita pergi ke benua karang jaru, jika hari pertama saat kita datang kesini kalian masih sadar, kalian berdua pasti bisa melihatnya sendiri, ini adalah kekuatan rahasia ku, terleportasi ruang. " kata pamannya.


"jadi waktu itu saat kita datang ke kota zenai untuk pertama kali, aku dan Nizar sedang pingsan ?. " tanya Ardian.


"ya, itu terjadi karena kalian berdua tidak kuat menahan kekuatan terleportasi ku ini, sehingga membuat kalian mual dan pingsan. " kata pamannya.


"ya, sebenarnya aku juga merasakan mual waktu itu. " kata Nizar yang masih mengingatnya.


"kalau begitu tunggu apalagi, ayo kita pergi. " kata Ardian dengan bersemangat.


Ardian, Nizar, dan pamannya akhirnya pun melompat ke sumur yang sudah di pasangi terleportasi milik pamannya, mereka bertiga juga bergandengan tangan agar tidak terjatuh di dimensi lain sebelum sampai di tempat koordinat yang di tandai oleh pamannya untuk pergi ke benua karang jaru di kota lesar yang merupakan tempat tinggal nenek Ardian dan Nizar disana.


BERSAMBUNG..............

__ADS_1


__ADS_2