
Episode 129
nurados yang masih berada di rumah itu sedang melepaskan ikatan tali yang mengikat kedua orang tua Nina.
"sekarang kalian bisa pergi, sisanya biar aku yang mengurusnya. " kata nurados setelah melepaskan ikatan tali keduanya.
"kami masih tidak mengerti, apakah berarti kau tadi sedang berakting ?. " tanya ayah Nina.
"yaa, bisa dibilang begitulah. " jawab nurados sambil tersenyum.
"tolong, tolong selamatkan anak kami Nina. " pinta ibunya Nina yang masih panik saat melihat anaknya dibawa sebelumnya.
"maaf, satu satunya orang yang bisa menolong anak kalian berdua hanyalah mereka, aku masih harus menyelidiki dan mencari barang yang setahuku itu adalah alat untuk melemahkan iblis itu, kita tidak mempunyai pilihan lain selain mempercayai mereka semua, anak-anak yang mempunyai tekad itu. " kata nurados dengan ekspresi serius sambil mengingat saat ia bertarung dengan Ardian sebelumnya.
"kalau begitu kami akan membantu mencari benda yang kau maksud itu. " kata ayah Nina.
"yah, yah, kalian tidak perlu repot-repot, aku bisa mencarinya sendiri. " kata nurados.
"tidak, ini juga merupakan masalah kami, bukankah akan lebih cepat jika kita mencarinya bersama-sama. " kata ayah Nina dengan ekspresi serius.
"itu benar, lagipula anak kami sedang diculik, kami sebagai orang tuanya mana bisa hanya terus melihat anaknya yang menderita seperti itu. " kata ibunya Nina dengan ekspresi serius.
"kalau itu alasan kalian sepertinya aku tidak berhak menolaknya, terserah kalian saja. " kata nurados kemudian memulai penyelidikannya disekitar rumah itu bersama kedua orang tuanya Nina sambil mencari barang yang dimaksud.
lalu di lain tempat, mbak ciria yang sedang bertarung dan beradu pedang dengan fetmis.....
"cih, aku pasti akan memenggal kepala mu. " kata fetmis dengan ekspresi serius.
"hmp, coba saja. " ucap mbak ciria sambil tersenyum kecil dan melanjutkan adu pedangnya.
lalu di tempat gerad dan yang lainnya masih berusaha melawan ketiga roh spirit yang di panggil oleh fetmis serta kedua temannya pengguna elemen pasir yang angin itu.
"apakah gadis itu bisa melawan ketiga roh spirit kegelapan itu sendirian ?. " tanya Taka kepada gerad sambil tersenyum kecil meremehkan mizhura yang sedang melawan ketiga roh spirit kegelapan itu seorang diri.
__ADS_1
"hmp, jangan meremehkannya, dia itu sangat kuat lho, aku sangat percaya dia bisa mengalahkannya. " kata gerad sambil tersenyum kecil.
"ternyata kau terlalu naif ya, kalau begitu ayo kita mulai saja pertarungan kita yang kedua kalinya, jangan sampai kau mengecewakan ku seperti waktu itu, apakah kau mengerti. " kata Taka sambil mengeluarkan gumpalan pasir yang menjalar di seluruh tubuhnya.
"sepertinya aku akan lebih serius kali ini. " ucap gerad sambil mengeluarkan api yang menyebar di seluruh tubuhnya.
lalu keduanya pun dengan cepat maju dan membenturkan kekuatan mereka api dan pasir secara bersamaan, sementara itu...., Ardian yang berhasil masuk kedalam gua itu.
"dimana, dimana iblis itu membawa Nina. " ucap Ardian yang berulangkali didalam hatinya.
"berisik sekali kau ini, telusuri saja dulu gua ini, bodoh, iblis itu pasti ada di suatu tempat didalam gua ini. " kata naga yang berbicara didalam tubuh Ardian itu.
"aku juga tahu itu, berhentilah memanggil ku bodoh, naga cerewet. " kata Ardian didalam hatinya dengan kesal.
lalu saat sampai di ujung tempat di dalam gua, Ardian terkejut melihat Nina yang dibaringkan di bebatuan dan disampingnya ada iblis itu yang berusaha menghancurkan perisai tubuh Nina yang melindungi kalungnya saat akan diambil.
"perisai ini sangat merepotkan, aku harus bisa mendapatkan kalungnya ini bagaimanapun caranya. " kata muzen yang sudah kesal dan mencoba sekuat tenaganya.
Ardian yang sontak melihatnya tiba-tiba saja matanya memerah dan mengeluarkan api amarah yang menyebar di seluruh tubuhnya, kemudian dari tangan kanannya muncul pedang api yang berasal dari gumpalan api, lalu di lain tempat...., nurados yang berusaha mencari benda itu akhirnya ia berhasil menemukannya , tapi benda itu dikelilingi oleh kekuatan kegelapan yang sangat pekat sehingga dia tidak bisa mengambilnya dengan tangan telanjang.
"apakah ini benda yang kau maksud itu ?. " tanya ayahnya Nina.
"ya, tapi benda ini dipenuhi oleh aura kegelapan yang sangat kuat, jadi, tidak bisa diambil dengan tangan telanjang. " kata nurados yang tidak tahu lagi harus berbuat apa.
"kalau begitu serahkan saja kepada ku. " ucap ibunya Nina sambil mencoba menetralkan kekuatan kegelapan yang ada di sekitar benda itu menggunakan kekuatan cahayanya.
"hey, apa yang kau lakukan, hati-hati, kau bisa mati lho. " kata nurados yang panik sendiri.
"tenanglah, aku hanya menetralkan benda ini menggunakan kekuatan cahaya ku, mungkin saja ini akan berhasil. " kata ibunya Nina.
"hmp, itulah istri ku, dia sangat hebat dalam mengontrol kekuatan cahayanya. " kata ayahnya Nina sambil tersenyum sombong.
"kekuatan cahaya ya, kenapa tidak bilang jika kalian pengguna kekuatan itu sebelumnya kepada ku, apakah kalian masih belum mempercayai ku ?. " tanya nurados sambil menahan rasa kesalnya.
__ADS_1
"hahahahaha, maaf, maaf, kukira tidak ada yang bisa kami lakukan dengan kekuatan kami, sebelumnya muzen itu juga menyegel kekuatan kami saat diikat dengan tali itu. " kata ayahnya Nina sambil tertawa terbahak-bahak.
"huh, tali, jadi tali itu bukan tali biasa ya, iblis itu tidak memberitahu ku sebelumnya mungkin itu akan sangat membantu nanti. " kata nurados didalam hatinya sambil berfikir sejenak.
"selesai, benda ini sudah ku netralkan, sekarang sudah bisa dipegang dengan tangan telanjang. " kata ibunya Nina yang sudah selesai menetralkan benda itu menggunakan kekuatan cahaya nya.
"wah, ternyata kekuatan cahaya sangat hebat, terlebih lagi saat menetralkan benda yang memiliki aura kegelapan, cepat sekali proses nya. " kata nurados yang terkagum kagum.
"pengguna kekuatan cahaya memang sangat langka ya disini ?. " tanya ayahnya Nina.
"tidak, setahuku di kota tidak ada yang mempunyai kekuatan cahaya lagi, dulu pernah ada tapi sekarang beliau sudah tiada. " jawab nurados sambil menundukkan kepalanya ke bawah.
"begitu ya. " ucap ayahnya Nina yang membaca suasana hati nurados dan berhenti membahas tentang orang pengguna kekuatan cahaya di kota lesar.
"tunggu sebentar, ada sesuatu yang bisa berguna untuk nanti. " kata nurados yang mengingatnya kemudian mengambil tali yang sebelumnya digunakan untuk mengikat kedua orang tuanya Nina.
"huh, apa itu ?. " tanya ayahnya Nina yang penasaran.
"ini. " jawab nurados sambil menunjukkan sebuah tali yang digunakan untuk mengikat kedua orang tua Nina sebelumnya.
"tali. " ucap ibunya Nina yang tidak paham dengan apa yang dimaksud nurados.
"benar, tali ini bisa juga merupakan kelemahan dari iblis itu, anggap saja dia akan terkena boomerangnya sendiri. " kata nurados menjelaskan kepada mereka berdua dengan singkat.
"hmm, sepertinya aku mengerti maksud mu. " kata ayahnya Nina sambil tersenyum kecil.
"baiklah, semua persiapan sudah siap, ayo kita bantu anak-anak itu. " kata nurados dengan bersemangat sambil mengambil benda yang menjadi kelemahan dari iblis itu lalu membawanya.
kemudian mereka bertiga pun keluar dari rumah itu lalu pergi untuk menyusul Ardian dan teman-temannya yang sedang bertarung, nurados pun melacak keberadaan mereka dengan melihat jejak kaki yang masih membekas di tanah itu.
"ya ampun, sepertinya anak-anak itu pergi dengan sangat terburu-buru. " kata nurados tersenyum kecil sambil melihat jejak kaki yang ditinggalkan oleh Ardian dan teman-temannya yang mengarah ke hutan.
kemudian nurados dan kedua orang tua Nina itu pun mengikuti jejak kaki itu untuk mencari mereka yang dilihat dari arahnya pergi ke hutan.
__ADS_1
BERSAMBUNG..........