
Episode 126
Alam bawah sadar Ardian.......
"hahahaha, sepertinya kau sudah kalah ya, Ardian. " kata naga itu sambil tertawa terbahak-bahak.
"menang ataupun kalah, aku tidak peduli dengan itu, aku hanya ingin menyelamatkan gadis itu. " kata Ardian dengan ekspresi tenang dan tidak berdaya.
"huh, kau sungguh naif sekali, bocah. " ucap naga itu dengan ekspresi sombong.
"aku sudah berjanji kepada nenek dan diriku sendiri, apapun yang terjadi aku akan menyelamatkannya. " kata Ardian.
"bagaimana jika aku memakannya saat keluar dari sini nanti. " ucap naga itu mencoba memprovokasi Ardian.
"aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri. " kata Ardian seketika melirik ke arah naga itu dengan ekspresi serius.
"jangan membuat ku tertawa bocah, memangnya apa yang bisa dilakukan oleh mu. " kata naga itu sambil tertawa terbahak-bahak.
"aku akan mengubah dunia. " ucap Ardian dengan ekspresi serius.
"cih, sepertinya kau terlalu banyak berkhayal, bocah, kenapa kau masih tenang, padahal sebentar lagi segel yang ada di dalam tubuh mu ini akan hancur. " kata naga itu dengan ekspresi kesal.
"jika itu memang sudah takdir, aku tidak bisa mencegahnya, yang bisa kulakukan hanyalah berusaha, dan aku tidak menyangka bisa bertahan selama ini menjaga segel nya. " kata Ardian sambil tersenyum kecil.
"menyedihkan, jika kakek mu melihat cucunya seperti ini dia pasti akan kecewa. " kata naga itu dengan ekspresi kesal.
"tidak, jika Kakek melihatnya, dia pasti akan meminta maaf karena aku bisa merasakan nya, dia terus meminta maaf kepada keluarga yang ditinggalkannya dan kota tercinta nya ini. " kata Ardian dengan ekspresi serius.
setelah mendengar perkataan Ardian, tiba-tiba saja naga itu mengingat perkataan Ardian yang dulu...
&@&....
"suatu saat nanti aku akan melindungi kota zenai ini setelah aku bisa mengalahkan mu, naga jelek. " kata Ardian dengan bersemangat sebelum dia pergi ke kota lesar.
__ADS_1
&@&.....
"aku akan melakukan perjalanan untuk menjadi kuat, aku akan pergi ke rumah teman-temannya nenek untuk meminta saran tentang naga dan sejarah kota ini. " kata Ardian saat akan memulai perjalanan untuk menjadi kuat.
&@&......
"nenek, tolong beritahu caranya agar aku bisa terhubung dengan naga yang ada di dalam tubuh ku ini, aku ingin berbicara dengan nya dan segera mengalahkannya. " kata Ardian saat meminta saran dari neneknya sebelum Ardian melakukan konsentrasi di kamar kosong.
setelah mengingat beberapa hal yang dilakukan oleh Ardian dengan sungguh-sungguh, tiba-tiba saja naga itu terdiam dengan ekspresi gelisah.
"dasar bodoh, apakah kau benar-benar ingin menyerah sampai di sini ?. " tanya naga itu.
"hmp, memangnya apa yang bisa kulakukan lagi, lihatlah, segel nya sudah hancur, kau bisa bebas sekarang, kau sudah lama ingin bebas kan, jadi keluarlah. " kata Ardian yang hanya bisa tersenyum polos.
seketika naga itu pun memejamkan matanya, kemudian dia mengingat saat guru nya jelan dulu terbunuh saat berbicara dengannya, sekarang dia sudah mengerti bagaimana rasanya kehilangan apa yang dimilikinya, lalu tiba-tiba saja saat naga itu membuka matanya, ia pun akhirnya bisa merubah sedikit sudut pandangnya.
"kehilangan apa yang dimilikinya, itu lebih menyakitkan dari pada hidup bebas di luar tanpa seseorang. " kata naga itu dengan tenang.
"huh, kukira kau akan langsung pergi. " ucap Ardian dengan terkejut saat melihat naga itu yang masih berdiri didepannya.
"naga. " ucap Ardian dengan terkejut dan terbaru saat melihat naga itu yang sudah merubah sedikit sudut pandangnya.
"ini bukan waktunya untuk terharu dan bersedih, kau masih punya sesuatu yang harus kau lindungi kan, kalau begitu lakukanlah apa yang bisa kau lakukan, bocah. " kata naga itu memberi semangat kepada Ardian.
"Ardian, namaku Ardian. " ucap Ardian sebelum ia pergi dari alam bawah sadarnya.
"aku akan mengingatnya, cucunya jelan. " ucap naga itu.
saat Ardian sadar, ia pun bisa menenangkan dirinya, lalu tiba-tiba saja dari dalam tubuh Ardian mengalir kekuatan yang besar.
"naga, pinjam kan aku kekuatan mu. " ucap Ardian didalam hatinya sambil membuka matanya yang masih merah.
"sepertinya Ardian sudah tenang, tapi kenapa energi kekuatan naga masih keluar. " kata gerad yang melihat ke arah Ardian.
__ADS_1
"yaa, kau benar, ada yang aneh disini. " ucap mbak ciria.
"huh, jangan menakuti ku, dasar bocah. " ucap muzen yang melihat ke arah Ardian.
"jangan dekati dia. " kata Ardian dengan ekspresi serius sambil berdiri dengan tegak dan tali yang mengikat tangannya tiba-tiba saja terbakar dengan sendirinya karena kekuatan naga yang masih keluar itu.
"cih, nurados, keluarlah. " kata muzen dengan ekspresi kesal saat melihat Ardian.
lalu dari atas ada seseorang yang turun dengan santainya menggunakan kekuatan es.
"huh, ternyata selama ini kau ada disini rupanya. " ucap grane yang terkejut saat melihatnya.
"oh, tidak ku sangka ada adik ku yang bodoh disini. " ucap orang itu dengan tenang.
"huh, adik. " ucap Lina dengan terkejut.
"grane, apakah dia itu kakak mu yang selama ini kau cari ?. " tanya Mbak ciria melihat ke arah grane.
"yaa, akhirnya kita bertemu juga, kali ini aku akan mengalahkan mu dan membawa mu pulang, kakak bodoh. " kata grane dengan ekspresi tenang.
"hmp, seperti biasa kau masih saja sombong, memangnya apa yang bisa kau lakukan dengan tangan yang terikat begitu ?. " tanya orang itu sambil tersenyum kecil.
"sudahlah nurados, aku tidak punya banyak waktu, aku akan membawa gadis ini, sementara kau tangani anak itu, jangan sampai ada yang mengikuti ku, kau mengerti. " kata muzen setelah membuat Nina pingsan lalu membawanya.
"baiklah, aku mengerti, dia tidak akan bertahan lama. " kata nurados dengan sombongnya sambil mengeluarkan pedang yang mata pedangnya terbuat dari es.
"hmp, jika kau sudah selesai, ikat anak itu, aku akan selesai setelah mengambil kalung gadis ini, untuk sementara aku akan pergi menjauh terlebih dahulu supaya tidak ada yang menggangu ku. " kata muzen setelah itu menghilang sambil membawa Nina pergi dalam keadaan pingsan.
"jangan, Nina. " teriak ibunya yang tidak berdaya.
"aku tidak akan membiarkan mu pergi. " ucap Ardian yang hendak mengejarnya tapi dihadang oleh orang yang membawa pedang es itu.
"lawan mu sekarang adalah aku, kau tidak akan bisa pergi kemana-mana sebelum bisa mengalahkan ku. " kata orang itu sambil mengarahkan pedangnya ke arah Ardian supaya tidak kabur mengejar muzen.
__ADS_1
"aku tidak punya waktu untuk ini, aku harus segera menyelamatkan Nina. " kata Ardian dengan geram sambil mengeluarkan pedangnya yang tiba-tiba saja muncul dari tangan kanannya seperti yang terjadi pada malam itu.
BERSAMBUNG.........