
Episode 212
Sebelumnya, percakapan singkat di alam bawah sadar Ardian.........
"Naga api, ngomong-ngomong darimana asal aura merah yang keluar dari tubuh ku tadi ?. " tanya Ardian yang terlihat penasaran.
"soal itu aku tidak terlalu tahu banyak, tapi aku merasakan tekanan respon yang kuat dari dada mu, seperti kobaran api yang semakin besar. " kata naga api.
"kobaran api, di dada ku, apa mungkin...... " ucap Ardian teringat sesuatu yang pernah dikatakan oleh raja api sebelumnya.
I--------------------------------------------I
"tekanan apa ini. " ucap penyihir kesialan itu yang melihat aura merah keluar dari tubuh Ardian lalu tersalur ke pedang api nya.
"kekuatan yang besar. " gumam Zahra yang bisa merasakannya.
"(tidak ku sangka Ardian memiliki kekuatan yang dahsyat **s**eperti ini, dasar dia itu, seberapa jauh lagi batasan kekuatan mu itu). " kata Zela yang hanya tersenyum kecil melihat Ardian.
"jadi begitu ya, aku mengerti sekarang. " kata Ardian tersenyum kecil memegang erat pedang api nya.
"(pedang api itu, sepertinya memang pedang itu yang diincar oleh si Cronus, tapi bagaimana bisa anak itu memakai pedang api). " kata penyihir itu yang terheran-heran.
"(tekanan yang kuat ini tidak salah lagi berasal dari batu enemble api yang ada di dada ku, aku tidak tahu bagaimana bisa bereaksi di saat seperti ini tapi inilah kesempatan ku untuk mengalahkannya, sekarang ini aku benar-benar merasa terbakar). " kata Ardian didalam hatinya seketika memunculkan semangat yang kuat.
di saat itu sekitar Ardian pun menjadi agak memanas, sehingga Zela dan Zahra pun melihatnya agak kejauhan, terlihat penyihir itupun merasakan panas walaupun berada di udara terbang menggunakan sapu nya.
"hey penyihir, lawanlah aku !!. " teriak Ardian di antara kobaran api di sekitarnya itu.
"dasar anak yang menyebalkan, keluarlah peliharaan ku, Mega goblin !!. " kata penyihir kesialan itu memanggil peliharaan goblin yang berukuran besar menggunakan sihir nya.
setelah goblin raksasa itu muncul, goblin itupun berlari ke arah Ardian dengan membawa sebuah pemukul yang terlihat terbuat dari dahan pohon berukuran besar.
"hancurkan anak itu !!. " perintah penyihir kesialan yang mengendalikan goblin raksasa itu.
__ADS_1
"(tenanglah, rasakan kobaran api di sekeliling ku, tekanan yang masih terus mengalir dari dada ku), Pembakaran api merah !!. " ucap Ardian setelah berkonsentrasi langsung menebas ke depan memotong perut goblin raksasa itu saat hendak mendekatinya.
kobaran api merah pun seketika membakar dan melahap goblin raksasa itu dalam beberapa detik, terlihat bola mata Ardian menjadi berwarna merah setelah melepaskan serangan itu, kemudian menatap penyihir kesialan yang berada di atasnya.
"apa apaan anak itu. " gumam penyihir kesialan itu dengan ekspresi kesal melihat tatapan nya.
"putaran pedang api merah !!. " ucap Ardian melepaskan teknik nya setelah beberapa saat mencharge dan mengambil ancang-ancang.
saat melepaskan teknik nya, Ardian dengan cepat membentuk pusaran api yang bisa membawanya ke atas dan menghanguskan sapu nya serta menebas tongkat penyihir itu sehingga patah menjadi dua dan terbakar, akibat serangan itu penyihir itu pun jatuh ke bawah di antara kobaran api disekelilingnya.
"tidak mungkin, aku dikalahkan oleh seorang anak, dia bukan anak biasa, beraninya kau membodohi ku, Cronus. " gumam penyihir kesialan itu dengan kesal dengan kondisinya yang terkapar di tanah setelah terjatuh.
sementara itu Zela dan Zahra yang melihat nya dari kejauhan.............
"Ardian, matanya hilang kendali. " ucap Zahra saat melihat mata nya.
"huh, apa maksudmu ?. " tanya Zela yang terkejut mendengarnya.
"setelah Ardian menggunakan serangan pertama nya tadi, penglihatan nya langsung berubah, dia tidak bisa melihat hal lain kecuali api nya sendiri. " jawab Zahra sedikit menjelaskannya.
"sepertinya tidak ada cara lain lagi. " kata Zahra yang langsung berlari ke arah Ardian.
"hey tunggu, Zahra, apa yang akan kau lakukan ?. " tanya Zela mengikutinya dari belakang.
"ikut saja. " jawab Zahra yang tidak menjelaskan nya lebih lanjut.
saat berada di sekitar kobaran api yang belum meluas, Zela dan Zahra pun terkejut melihat Ardian yang berusaha mengendalikan dirinya dengan memegang dahinya.
"Ardian, tenanglah, tenangkan lah diri mu. " ujar Zahra.
"Zahra, Zela. " ucap Ardian yang merasa pusing kepala nya.
"api nya mulai menyebar. " kata Zela yang melihat sekelilingnya.
__ADS_1
setelah Zela mengatakannya Ardian pun langsung terkejut melihatnya.
"aku kah yang melakukan semua ini. " gumam Ardian kemudian perlahan-lahan berjalan ke arah kobaran api itu.
"hey, Ardian apa yang kau lakukan ?. " tanya Zela.
"bertanggung jawab. " jawab Ardian kemudian mengangkat kedua tangannya.
"huh, apakah dia mencoba untuk menyerap api nya. " ucap Zela yang terkejut melihatnya.
"terseraplah !!. " teriak Ardian yang berusaha keras menyerap api di sekelilingnya itu.
perlahan-lahan api disekelilingnya yang membakar hutan pun terserap kedalam tubuh Ardian, tapi itu hanya beberapa saat, seketika Ardian pun menjadi lemas setelah menyerap sebagian besar api disekelilingnya, saat terjatuh, Ardian melihat penyihir kesialan itu yang pingsan di antara kobaran api yang hendak melahapnya, Seketika Ardian pun langsung memaksakan diri nya berjalan memasuki kobaran api itu untuk menyelamatkan penyihir kesialan itu.
"Ardian, biarkan saja dia, kau harus memperhatikan kondisi mu sendiri saat ini. " kata Zela yang menasehatinya.
"terimakasih sudah mengkhawatirkan ku Zela, tapi aku tidak bisa membiarkannya terbakar disitu. " kata Ardian yang terus berjalan maju.
"dasar dia itu keras kepala sekali. " kata Zela yang agak kesal melihatnya.
"hmp, kau bilang memang seperti itulah dia. " kata Zahra yang hanya tersenyum kecil melihat Zela.
"ya, memang seperti itulah dia. " kata Zela dengan memejamkan matanya.
di tengah-tengah kobaran api itu, Ardian pun menyerap beberapa bagian daerah terbakar yang bisa diserap nya, tapi semakin lama dia menyerap akan semakin lemas tubuhnya, karena itu Ardian pun bergegas untuk menyelamatkan penyihir kesialan itu, lalu saat berhasil berada tepat didepan nya, Ardian pun terjatuh lemas serta tubuhnya sudah mencapai batas.
"tubuh ku sudah tidak bisa digerakkan lagi, tenaga ku benar-benar sudah habis, sial !!. " kata Ardian dengan kesal.
"hey nak, kenapa kau berusaha sejauh itu hanya untuk menyelamatkan ku, kau tahu kalau aku adalah musuh mu, kenapa kau menolong musuh mu ?. " tanya penyihir kesialan itu.
"aku tidak tahu, tubuh ku bergerak sendiri ingin menolong seseorang, sejak awal tujuan ku juga untuk menolong gadis yang kau culik itu, kurasa menolong seseorang untuk menjadi adaksh keinginan egois ku. " jawab Ardian yang lemas tak berdaya itu.
saat mereka berdua hendak terlahap oleh kobaran api disekelilingnya itu, tiba-tiba saja ada sebuah cahaya dari arah berlawanan yang perlahan-lahan memadamkan kobaran api itu dalam beberapa saat.
__ADS_1
BERSAMBUNG...............