
Episode 215
setelah mereka berempat mendiskusikan rencana Zahra, akhirnya mereka pun memutuskan untuk memulai operasinya sekitar pukul 9 pagi.
"kelihatannya seluruh kota sudah dipenuhi oleh para penjaga, bahkan lebih banyak dari yang kemarin. " kata Zahra yang berjalan melihat sekelilingnya dengan mereka bertiga menuju ke arah kerajaan kota zenai.
"itu sudah jelas kan, di perang ini kota sonase juga akan ikut berperang sebagai bala bantuan kota zenai. " kata Zela yang sudah mengetahui beberapa informasi itu.
"bala bantuan ya. " gumam Ardian yang terlihat seperti memikirkan sesuatu.
di waktu yang sama, tiba-tiba saja seseorang yang tidak asing menyapa mereka berempat dari belakang........
"hey, Ardian, apakah itu kau. " kata Sonik yang menyapanya.
"Sonik, Sonsu, kalian, sejak kapan datang ke kota zenai ?. " tanya
"baru saja, kami disini sebaga bala bantuan yang dikirim oleh raja petir untuk membantu perang, tidak ku sangka keadaannya menjadi tegang kembali, padahal sudah 8 tahun tidak ada peperangan, kita saja baru akan menikmati kedamaian. " kata Sonik yang terdengar seperti sedang mengeluh dengan keadaan saat ini.
"kau benar. " kata Ardian yang juga berfikir sama.
"jangan terlalu naif memikirkan kedamaian, selama dunia ini masih dipenuhi oleh orang-orang jahat, kata damai masih berada di ujung jari. " kata Sonsu memberikan pendapat yang berbeda.
mendengar itu seketika raut wajah Vana pun menjadi gelisah dan terdiam menunduk ke bawah.
"ngomong-ngomong siapa kedua gadis di belakang kalian itu ?. " tanya Sonik yang penasaran saat melihat Zahra dan Vana.
"mereka berdua adalah temanku, ini Zahra dan ini Vana. " jawab Ardian memperkenalkan Zahra dan Vana yang dari tadi hanya diam di belakang.
"sepertinya aku pernah melihat mu sebelumnya. " kata Sonsu melihat Vana dari dekat dengan tatapan curiga.
"sepertinya kau salah orang, aku tidak ingat kita pernah bertemu sebelumnya. " kata Vana yang berusaha menyembunyikan identitas asli nya.
"kurasa cuma perasaan ku saja, maaf mencurigai mu. " ucap Sonsu.
"tidak apa-apa. " ucap Vana yang agak kaku.
"setelah ini kalian akan pergi kemana ?. " tanya Ardian yang mencoba mengalihkan pembicaraan nya agar Vana tidak dicurigai.
"setelah ini kami berencana menemui raja api untuk mengikuti rapat strategi. " jawab Sonik.
"Sonik, sepertinya sudah waktunya. " kata Sonsu mengingatkan waktu pertemuannya.
__ADS_1
"kalau begitu sampai nanti, Ardian. " kata Sonik sebelum pergi dan menghilang dengan cepat.
"kurasa ini akan sulit bagi kita untuk menyusup kedalam kerajaan. " kata Zela dengan ekspresi tenang.
"tapi kita tidak mempunyai waktu lagi, ayo semuanya. " kata Ardian yang langsung bergegas bersama ketiga temannya menuju ke kerajaan kota zenai.
lalu di pukul 10.47 pagi, mereka berempat pun sampai di depan gerbang masuk kerajaan kota zenai setelah melewati beberapa halangan di perjalanannya.
"akhirnya kita berhasil sampai. " kata Ardian yang terlihat kelelahan.
"penjaga nya terlalu banyak untuk saja kita bisa mengelabuhi nya, selain itu kita juga berusaha keras menjaga identitas asli Vana. " kata Zela yang juga terlihat kelelahan.
"maaf merepotkan kalian. " ucap Vana yang hanya tersenyum tidak bisa berbuat banyak.
"lalu apa yang harus kita lakukan selanjutnya ?. " tanya Ardian melihat ke arah Zahra.
"serahkan saja kepada ku. " ucap Zahra kemudian mengeluarkan sebuah lingkaran hitam di bawah mereka berempat.
"apa jangan-jangan kau akan menggunakan teknik itu. " kata Zela yang mengingat teknik Zahra itu saat berada di kota kegelapan.
"Dark eclypse !!. " ucap Zahra saat melepaskan tekniknya dan membuat mereka berempat berpindah masuk kedalam kerajaan tanpa harus melewati gerbang masuk.
kemudian mereka berempat pun berpindah ke taman kerajaan dengan pendaratan jatuh ke tanah, terlihat Zahra merasa sesak nafas setelah memakai tekniknya itu.
"sepertinya aku sudah melewati batasnya. " kata Zahra dengan pelan sambil tersenyum kecil.
"apakah ini karena dark eclypse tingkat ekstrem yang kau keluarkan 2 hari yang lalu ?. " tanya Zela yang mengingat Zahra pingsan setelah menggunakan kemampuan itu dalam tingkat ekstrem.
"kurasa begitu, sebenarnya tenaga ku belum benar-benar pulih kembali. " jawab Zahra yang terlihat lemas.
"kau sudah berjuang untuk semua ini ya. " kata Zela dengan tersenyum kecil.
"mungkin karena aku tidak ingin kehilangan peran ku di sini, sisa nya ku serahkan kepada kalian. " kata Zahra kemudian menutup matanya dan tergeletak lemas.
"hey, Zahra, bertahanlah. " kata Ardian yang mengkhawatirkan keadaan nya.
"tidak ada waktu lagi, kita harus segera mendapatkan persetujuan dari raja api untuk bertarung di barisan depan. " kata Zela setelah menyenderkan Zahra di bangku taman kerajaan.
"sepertinya itu tidak perlu. " kata seseorang yang terdengar tidak asing sedang santai meminum teh di bangku taman.
"huh. " ucap Zela yang langsung terkejut melihatnya.
__ADS_1
"paman garen, kenapa anda bisa berada disini ?. " tanya Ardian yang juga terkejut melihatnya.
"di situasi seperti ini tentu saja aku berada di sini. " jawab garen dengan santai.
"paman selalu datang disaat yang tidak terduga ya. " kata Ardian sambil tersenyum kecil.
"bolehkah aku bertanya satu hal kepada kalian. " pinta garen saat melirik Vana di belakang Ardian dan Zela.
"tentu. " ucap Ardian yang agak kaku.
"kenapa seorang putri cahaya dari kota binatang bisa berada di kota ini bersama kalian ?. " tanya garen dengan ekspresi serius.
"kenapa anda bisa mengetahuinya ?. " kata Zela yang terkejut dan bertanya balik.
"seorang ninja sejati itu tahu semuanya. walaupun kalian berusaha menyembunyikan identitasnya, hawa keberadaan nya masih tetap sama, selain itu aku bisa melihatnya dari rambut pirangnya yang terang. " jawab garen menghela nafas setelah selesai bicara.
"kurasa paman benar, rambut pirang nya terlalu mencolok, (tidak heran Sonsu curiga). " kata Ardian yang baru saja ingat sambil tersenyum kecil memejamkan matanya.
"hmp, mau bagaimana lagi, ini rambut asli ku. " kata Vana yang terlihat agak kesal dan cemberut saat mereka membicarakan rambut pirangnya.
"sekarang bisakah kalian menceritakan semuanya kepada ku. " kata garen yang terlihat serius.
"sebenarnya.......... " kata Ardian yang kemudian menceritakan semuanya selama kurang lebih 20 menit.
"jadi begitu. " ucap garen yang memahami situasi yang dihadapinya.
"paman, bisakah paman mengizinkan Vana untuk sementara membiarkannya bersama kami di kota zenai. " pinta Ardian.
"hey putri cahaya, bisakah aku mempercayai mu ?. " tanya garen melihat ke arah Vana dengan ekspresi serius.
"jika aku melakukan sesuatu yang mencurigakan anda bisa menangkap ku langsung. " jawab Vana dengan tatapan merendah diri.
"baiklah, aku akan mengizinkan nya bersama kalian untuk sementara waktu. " kata garen yang sudah mengambil keputusan.
mendengar itu Ardian dan Zela pun langsung senang dan lega.
"tapi ada syaratnya. " ucap garen menambahkan sesuatu didalam keputusannya.
"apapun itu kami akan melakukan nya. " kata Ardian dengan ekspresi serius.
"hmp, baguslah kalau begitu. " ucap garen dengan tersenyum kecil.
__ADS_1
BERSAMBUNG...........