Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
Sang ksatria naga


__ADS_3

Episode 132


Mbak ciria yang masih sedang bertarung.......


"matilah !!. " teriak fetmis yang semakin kencang mengayunkan pedangnya ke arah mbak ciria.


lalu saat mbak ciria terlambat menghindari serangan fetmis, pipinya pun tergores pedang saat fetmis mengayunkan pedangnya dengan kencang.


"akhirnya aku bisa mengenai mu juga. " ucap fetmis sambil tersenyum sombong.


"lumayan juga, tapi sekarang giliran ku untuk menyerang, coba hindari ini !!. " teriak mbak ciria yang mulai menyerang dengan pedangnya yang sudah mengeluarkan aura kehancuran setelah lama mencarge.


"sejak kapan pedangnya mengeluarkan aura mengerikan, apa jangan-jangan, dia sengaja mengulur waktu dengan menghindari serangan ku untuk mencarge kekuatan yang ada didalam pedangnya, pantas saja dia sangat tenang. " kata fetmis didalam hatinya dengan terkejut saat melihat pedang mbak ciria mengeluarkan aura kehancuran.


"jangan bengong saja, kau akan menyesal jika terkena satu tebasan ini, ledakan sang naga !!. " teriak mbak ciria yang sudah melompat dan hendak mengayunkan pedangnya ke arah fetmis.


fetmis pun tidak bisa menghindarinya dan akhirnya dia malah memilih untuk menangkis tebasan yang sangat kuat itu sehingga ledakan pun terjadi sampai-sampai membuat area tanah disekitarnya menjadi berlubang.


"huh, ledakan apa itu. " ucap Alan yang melihat ledakan itu dari kejauhan.


"sepertinya itu berasal dari tempat mbak ciria yang sedang bertarung. " kata mizhura.


"eh, mbak ciria. " ucap Lisa yang terkejut saat mendengar perkataan mizhura.


"mizhura, apakah kau baik-baik saja ?. " tanya gerad dari kejauhan yang datang menghampirinya.


"kalian, bagaimana kalian bisa ada disini ?. " tanya grane dengan terkejut saat melihat Alan dan teman-temannya.


"ceritanya panjang, kita bahas itu nanti saja, apakah kalian melihat ledakan tadi ?. " kata Alan yang bertanya balik.


"ya, sepertinya itu ledakan dari kekuatan pedangnya mbak ciria. " jawab gerad.


"dia melepaskannya, kenapa tidak dari awal saja. " ucap mizhura.


"sepertinya dia sengaja membuat dirinya tertangkap untuk bisa mengetahui apa yang sebenarnya mereka incar, begitulah mbak ciria. " kata gerad sambil tersenyum memejamkan matanya.


"jadi dari awal mbak ciria bisa saja mengalahkan mereka semua ya. " kata Lina.


"ada kemungkinan seperti itu. " ucap grane.

__ADS_1


"bagaimana kalau kita pergi melihat ke tempat mbak ciria bertarung. " ujar Alan.


"itu ide yang bagus, tapi harus ada seseorang disini untuk yang menjaga ketiga roh spirit kegelapan ini. " kata mizhura.


"kami yang akan menjaga ketiga roh spirit kegelapan itu. " kata Nurui yang datang menghampiri mereka bersama Taka.


"kalian. " ucap Lina dengan ekspresi terkejut.


"tenanglah, kami sudah tidak mempunyai niatan untuk melawan kalian, terserah kalian mau percaya kepada kami atau tidak. " kata Nurui.


"baiklah, kami akan mempercayai kalian. " ucap gerad sambil melihat ke arah Nurui.


"tunggu, gerad, kenapa kau memutuskan seenaknya saja dan kenapa kau begitu mempercayai orang yang merupakan musuh kita ?. " tanya mizhura dengan ekspresi serius dan marah.


"tenanglah, selama mereka sudah mempunyai tujuan hidup dan memutuskan jalan yang mereka pilih sendiri bagiku itu sudah cukup untuk mempercayai mereka. " kata gerad.


"cih, terserah kau saja. " ucap mizhura dengan ekspresi kesal sambil memejamkan kedua matanya.


"itu baru mizhura yang kukenal, kalian berdua kami mempercayakan ketiga roh spirit kegelapan ini kepada kalian, ayo semuanya kita cek ke tempat mbak ciria bertarung. " kata gerad kemudian pergi bersama-sama ke tempat mbak ciria bertarung.


"selama hidup ku aku tidak pernah bertemu dengan orang sebaik gerad sebelumnya, mungkinkah ini takdir. " kata Nurui sambil tersenyum.


"lalu apa yang harus kita lakukan sekarang ?. " tanya Taka.


"ternyata kau bisa sesantai ini ya. " ucap Taka sambil tersenyum.


lalu di tempat mbak ciria......


fetmis yang sudah terbaring tak berdaya dan di tubuhnya terdapat banyak goresan seperti luka bakar.


"jika kau sekuat ini, kenapa, kenapa dari awal kau membiarkan dirimu tertangkap ?. " tanya fetmis yang lemas tak berdaya.


"ada sesuatu yang ingin aku selidiki, nenek zenah sebelumnya bilang kepada ku kalau gadis yang bernama Nina itu sedang diincar oleh beberapa orang misterius yang mencoba membunuhnya, karena itu aku membiarkan diriku tertangkap dan teman-teman ku juga ikut terlibat, tapi mereka tidak tahu jika aku sebenarnya bisa mengalahkan kalian dari awal sendirian, membasmi orang-orang jahat di kota lesar, itulah tugas dari ksatria naga. " kata mbak ciria sambil melihat ke atas awan.


"begitu ya, sepertinya aku sudah tidak bisa meremehkan seorang ksatria naga lagi setelah semua ini terjadi. " kata fetmis kemudian pingsan.


di waktu bersamaan gerad dan yang lainnya sampai di tempat mbak ciria bertarung.


"mbak ciria, kau sudah selesai ya. " ucap gerad.

__ADS_1


"ya, sepertinya begitu. " ucap mbak ciria sambil tersenyum kecil.


lalu di dalam gua Ardian yang hendak menyerang muzen dengan pedangnya.


"cih, dasar bocah, mengganggu saja. " kata muzen yang berhasil menghindari serangan Ardian dengan melompat melepaskan konsentrasinya saat hampir menghancurkan penghalang kalung Nina.


"aku tidak akan membiarkan mu menyentuh Nina untuk kedua kalinya. " kata Ardian dengan ekspresi serius sambil mengarahkan pedangnya ke arah muzen.


"hmp, bocah seperti mu hanya bisa mengganggu ku saja, pasti kau mengetahui tempat ini dari nurados kan, aku tahu jika suatu saat dia akan berkhianat, maka dari itu aku sudah memasang racun yang sangat dalam di tubuhnya. " kata muzen sambil tersenyum kecil.


"apa. " ucap Ardian dengan terkejut saat mendengar perkataan muzen.


"benar, aku menaruh racun itu sebelum kalian bertarung, jadi racun itu mungkin akan bereaksi tidak lama lagi. " kata muzen sambil tertawa terbahak-bahak.


nurados dan kedua orang tua Nina yang masih dalam perjalanan mencari Ardian dan teman-temannya, tiba-tiba saja ditengah jalan, nurados muntah darah dan dadanya terasa sakit.


"hey nak, apa kau baik-baik saja ?. " tanya ayah Nina yang melihat keadaan nurados.


"(sial, sepertinya iblis itu pasti sudah memasukkan racun di tubuh ku, tapi sejak kapan dia memasukkannya, apa jangan-jangan dia sudah mengetahui jika suatu saat nanti aku akan berkhianat). " kata nurados didalam hatinya sambil menahan rasa sakitnya itu.


"ayo duduklah dulu di bawah pohon itu. " ujar ayah Nina sambil membantu nurados berjalan ke bawah pohon yang rindang.


"sepertinya kau terkena racun ya. " ucap ayah Nina.


"bagaimana anda tahu ?. " tanya nurados yang terkejut karena ayah Nina mengetahuinya.


"aku bisa merasakan hawa didalam tubuh mu dengan kekuatan cahaya ku. " jawab ayah Nina.


"kalau begitu biar aku yang akan menghilangkan racunnya. " kata ibunya Nina.


"tunggu, bukankah kau sudah memakai terlalu banyak kekuatan mu untuk menetralkan barang yang mengandung kegelapan tadi, kau seharusnya juga beristirahat. " kata ayah Nina yang khawatir.


"tidak apa-apa, aku masih bisa melakukannya, lagipula hanya aku yang mempunyai kemampuan penyembuhan cahaya kan. " kata ibunya Nina yang mencoba menyakinkan.


"jangan memaksakan diri mu. " ucap ayah Nina sambil memejamkan matanya.


"baiklah. " ucap ibunya Nina kemudian memulai penyembuhan kepada nurados.


"sepertinya aku tidak akan bisa membalas kebaikan kalian. " kata nurados.

__ADS_1


"jangan dipikirkan, kami sudah terbiasa untuk menolong orang orang. " kata ibunya Nina sambil tersenyum memejamkan matanya.


BERSAMBUNG............


__ADS_2