
Episode 202
sementara itu, Kana bersama dengan yang lainnya datang sebagai bantuan walaupun agak terlambat......
"dia. " ucap nijin didalam hatinya dengan ekspresi serius saat melihat Alkane.
"cih, kau lagi. " ucap Alkane dengan ekspresi kesal saat melihat nijin bersama dengan mereka.
"Yo, kita bertemu lagi ya, walaupun aku tidak ingin bertemu dengan mu. " kata nijin dengan santai sambil perlahan-lahan berjalan di depan mereka.
"hmp, kau terlihat menyebalkan seperti biasanya ya. " kata Alkane mengeluarkan aura abu-abu pekat dari dalam tubuhnya mengambang di atas kepalanya.
"huh, kau juga sangat merepotkan seperti biasanya. " kata nijin menghela nafasnya sambil mengeluarkan aura biru pekat dari dalam tubuhnya sampai mengembang di atas kepalanya.
seketika suasana pun berubah mencekam saat keduanya mulai serius, terlihat dari mata mereka berdua yang menyala-nyala.
"rasanya seperti ada dua kekuatan yang sangat besar saling bertemu. " kata Legis.
"melihatnya saja sudah membuatku merinding. " kata Opel memperhatikan nijin dan Alkane yang hendak bertarung.
"kira-kira apa yang akan terjadi selanjutnya ya. " kata gacha dengan ekspresi tenang sambil tersenyum kecil.
"aku tidak akan segan-segan lho. " kata Alkane sambil mengeluarkan senjata pedang besar yang terbuat dari besi.
"itu lebih bagus. " ucap nijin sambil mengeluarkan sapu tangan putih dari kantong celananya.
Seina yang melihatnya hanya terdiam serta merapatkan kaki dan tangannya karena ketakutan dengan masa lalunya jika terulang kembali.
"ini sudah ketiga kalinya, aku tidak bisa melihat pertarungan mereka berdua lagi. " kata Seina didalam hatinya dengan ekspresi ketakutan dan gugup.
"Seina, apakah kau baik-baik saja ?. " tanya Kana yang melihatnya khawatir.
"ya, aku baik-baik saja. " jawab Seina dengan kaku.
lalu dalam hitungan beberapa detik, dengan cepat keduanya pun langsung beradu pedang dan fisik dengan cepat, terlihat Alkane menggila saat mengayunkan pedangnya yang besar itu, tapi sebaliknya nijin mencoba setenang mungkin melawan Alkane agar lebih fokus mencari celah serangan.
"nijin !!!. " teriak Alkane mulai melakukan serangan yang membabi buta.
__ADS_1
pertarungan itupun menimbulkan dampak kehancuran di sekitar mereka, pepohonan maupun benteng kastil, beberapa bagian hancur saat Alkane mengayunkan pedangnya dengan kuat.
"pertarungannya sangat luar biasa, keduanya benar-benar kuat. " kata Legis yang terkagum-kagum saat melihatnya.
"kak razord, bagaimana denganmu, bertahanlah. " kata Kana yang berusaha menyembuhkan nya.
"aku sudah lebih baik, maaf membuat mu khawatir. " ucap razord yang masih menahan rasa sakitnya.
"Alan, bagaimana dengan mu ?. " tanya Opel saat menghampirinya masih tergeletak
"ini tidak separah kak razord, aku baik-baik saja. " jawab Alan sambil perlahan-lahan duduk memegang perutnya.
"itu nijin ya. " ucap Konori yang baru saja sadarkan diri lalu tersenyum senang melihatnya.
"ya, sepertinya ingatannya baik-baik saja. " kata Radin yang masih terkapar di tanah.
"kurasa begitu, dia selalu bisa meloloskan diri dalam keadaan apapun. " kata Konori sambil tersenyum kecil.
"Alkane, sejujurnya aku tidak mempunyai niat untuk bertarung dengan mu sejak awal. " kata nijin saat dalam kondisi tidak menguntungkan.
nijin pun menangkis nya dengan tangan kanannya, karena tersudut, pedang besi Alkane pun dapat mengenai tepat di perutnya, nijin pun langsung terhempas ke belakang dengan kuat lalu terguling-guling di tanah dan muntah darah dengan Akane juga terhempas tapi tidak begitu parah seperti yang dialami oleh nijin.
"kali ini aku tidak akan membiarkan mu lolos. " kata Alkane yang masih lanjut menyerang nijin dan menghempaskan nya kesamping.
"hentikan !!. " teriak Seina dengan lantang.
di waktu yang sama sebuah cahaya hitam keluar dari arah kastil.
"huh, apa itu. " ucap Legis yang langsung mengalihkan pandangannya ke arah kastil itu.
"cih, siapa yang berani melepaskan kekuatan Undead itu ke udara, sebenarnya apa yang dilakukan oleh raja nya makhluk Undead itu, seharusnya dia yang menjaga tempat itu, dasar payah. " kata Alkane yang kesal saat melihatnya.
"hmp, sepertinya perhitungan ku sudah tepat. " ucap nijin yang masih bisa bicara sambil tersenyum kecil menahan rasa sakitnya.
mendengar itu Alkane pun langsung meninggalkan mereka semua dan melompat dari bangunan ke bangunan menuju kastil itu.
"nijin, apakah kau baik-baik saja ?. " tanya Seina yang menghampirinya.
__ADS_1
"tidak ada waktu untuk itu, cepatlah pergi ke kastil itu, di sana ada seorang pahlawan yang mengerti situasi saat ini, cepat bantu dia, dia tidak akan bisa melawan Alkane sendirian. " kata nijin.
"baiklah, kami semua akan ke sana, tapi kami tidak akan meninggalkan mu sendirian. " kata Seina sambil mengangkat nijin berdiri dengan bahu nya.
mendengar perkataan Seina semuanya pun langsung mengerti dengan apa yang akan dilakukan selanjutnya, pada akhirnya mereka semua pun memutuskan untuk masuk ke kawasan itu dan menuju kastil yang di sana sudah ada Ardian yang sebelumnya berusaha keras memecahkan sebuah puzzle yang tidak disadari itu merupakan kode untuk melepaskan kekuatan Undead ke udara, Sementara itu Zela dan Zahra yang juga melihatnya.....
"siapa itu yang melakukannya. " ucap Zahra yang terkejut saat melihat kekuatan Undead itu terlepas ke udara.
"hmp, salah satu teman ku itu terkadang memberikan hal hal yang baru, yang belum pernah terbayangkan sebelumnya, dialah orang yang akan membuat dunia damai, pahlawan yang sebenarnya. " kata Zela yang sudah menyadari semuanya dari awal.
"kau sudah merencanakan semua ini ya. " kata raja Undead itu.
"hmm, itu mungkin saja, tapi aku hanya berniat untuk mengulur waktu sejak awal, bingo, sekarang tidak akan kami biarkan kau lari dari sini. " kata Zela dengan tenang sambil tersenyum kecil.
"kau benar-benar licik ya. " ucap raja Undead itu yang terkesan.
"kurasa juga begitu. " ucap Zela yang bertarung tanpa ragu melawan raja Undead itu dengan tangan kosong.
seketika Zahra pun juga ikut bertarung dengan tangan kosong dan di pertarungan itu semua pukulan yang diarahkan tepat ke raja Undead itu menjadi tembus pukulan apapun tidak dapat mengenai tubuh nya itu.
"tembus. " ucap Zahra yang terkejut saat tepat memukul perut raja Undead itu.
"hmp, serangan fisik kalian tidak ada apa-apa nya, bahkan pukulan kalian tidak bisa mengenai ku sedikit pun. " kata raja Undead itu sambil tersenyum sombong.
"jadi begitu ya. " ucap Zela didalam hatinya yang terlihat berfikir dengan ekspresi serius.
Sementara itu Ardian yang berada di dalam kastil, ruangan raja Undead.........
"huh, sebenarnya apa ini. " ucap Ardian yang terkejut saat mengaktifkan sesuatu yang memancarkan cahaya Undead ke atas awan.
lalu tidak lama kemudian seseorang datang menghancurkan jendela kastil dan orang itu adalah Alkane.
"dasar kau, apa yang kau lakukan !!. " kata Alkane dengan lantang dan juga terlihat sangat kesal.
"siapa kau ?. " tanya Ardian menatapnya dengan ekspresi serius sambil mengatur posisi berwaspada.
BERSAMBUNG..........
__ADS_1