
Episode 234
Suatu hari di kota Ombak terjadi sebuah teror penyu raksasa pada malam hari, beberapa saat yang lalu, pengunjung dan orang-orang yang tinggal di sebelah pantai sedang mengadakan festival tapi tidak lama kemudian penyu raksasa yang tiba-tiba muncul dari pantai pun langsung mengacaukan festival itu hingga orang-orang lari ketakutan, saat pemimpin kota Ombak mendengar laporan itu, ia pun langsung bergegas menuju tempat kejadian, tapi setelah sampai di sana penyu raksasa itu menghilang seperti sengaja tidak ingin menampakkan dirinya kepada pemimpin kota Ombak.
"menurut laporan inilah tempatnya, penyu raksasa itu muncul dan menghilang setelah mengacaukan sesuatu. " kata seorang ninja yang menjadi tangan kanan raja ombak.
"ini sudah yang ketiga kalinya ya. " kata raja ombak
"bagaimana ini raja ombak, kita tidak bisa membiarkannya begitu saja kan. " kata ninja yang menjadi tangan kanan raja Ombak.
setelah mendengar itu raja Ombak dengan tatapan serius pun mencoba berfikir mencari jalan keluar untuk mengatasi masalah itu.
I--------------------------------------------I
Sementara itu di kota zenai, raja api yang memanggil semua ninja angkatan tiga..........
"kira-kira ada apa ya raja api menyuruh kita semua berkumpul. " kata Opel yang penasaran.
"entahlah. " ucap Nizar yang berada disampingnya.
"Legis pasti tahu sesuatu, kenapa dia tidak memberitahu kita ada apa sebelumnya. " kata Opel setelah itu menghela nafas.
"kenapa aku juga harus ikut. " kata jaylain yang beberapa kali mengeluh saat anggota tim nya menyeretnya.
"sudahlah berhenti mengeluh, kau juga seorang ninja kan, ini pasti sesuatu yang penting. " kata Mican yang kian kesal menegurnya.
"cih, merepotkan saja. " gumam jaylain yang kesal mendengarnya.
lalu beberapa saat kemudian, raja api pun datang dan memulai pembicaraannya lewat balkon yang berada di atas kerajaan dengan suara keras.
"semuanya, harap tenang dan dengar baik-baik. " kata raja api saat sudah berada di tempat.
mendengar itu semuanya pun langsung diam senyap.
"hari ini aku mengumpulkan kalian karena ada berita baik, aku yakin kalian semua dalam seminggu ini sudah bekerja keras untuk memulihkan kota dan aku sangat berterimakasih kepada kalian, ninja angkatan ketiga, berkat apa yang kalian lakukan untuk mengakhiri perang antara kota bintang, maka dari itu aku raja api dan para ninja angkatan kedua sudah menyepakati hadiah sepesial untuk kalian. " kata raja api yang memberikan pidato nya.
mendengar itu para ninja angkatan tiga pun langsung terkejut dan sebagian saling berbicara sendiri mengenai hadiah itu.
"huh, hadiah. " gumam gicha yang terkejut saat mendengarnya.
"kira-kira apa ya. " kata Rega.
__ADS_1
"apapun itu pasti sesuatu yang luar biasa. " kata Risa yang tersenyum senang.
"dengarkan semuanya !!, hadiah ini jika kalian bisa memanfaatkannya, itu akan menjadi sesuatu yang bisa mengembangkan potensi kalian di masa depan, kalian bebas untuk menggunakan hadiah itu untuk apapun, hadiahnya adalah......., perjalanan ke kota Ombak selama 5 hari. " kata raja api menyebutkan hadiah itu.
sebagian yang mendengarnya ada yang terkejut dan juga ada yang terdiam karena tidak sesuai dengan ekspetasi tapi juga ikut senang.
"ini tidak seperti yang kubayangkan, tapi kurasa aku tidak bisa menolaknya. " kata Opel dengan ekspresi membeku.
"perjalanan ke kota Ombak ya. " kata Ardian sambil tersenyum kecil.
"ada apa Ardian, kau terlihat senyum-senyum sendiri ?. " tanya Alan yang melihatnya.
"kurasa ini bisa menjadi liburan dan referensi untuk melihat betapa luasnya dunia ini. " jawab Ardian.
"kau ini memang seperti itu ya. " gumam Alan yang ikut tersenyum kecil.
"apakah kau mengatakan sesuatu ?. " tanya Ardian yang merasa mendengar sesuatu dari Alan.
"tidak, tidak ada, sampai nanti. " jawab Alan lalu berkumpul bersama anggota tim nya.
"aku merasa dia mengatakan sesuatu tadi, sudahlah. " gumam Ardian sambil tersenyum senang melihatnya.
lalu setelah semuanya dibubarkan, Legis yang sengaja menunggu Zela yang paling telat keluar dari halaman kerajaan dan menuju gerbang............
"Legis, ada perlu apa denganku ?. " tanya Zela saat menghampirinya.
"ini pesan dari raja api untuk mu, ajaklah Zahra dan teman-temannya sekalian untuk mengikuti perjalanan ke kota Ombak. " kata Legis yang menyampaikan pesan dari ayahnya.
"huh, bukankah hanya ninja angkatan tiga yang ikut dalam perjalanan itu ?. " tanya Zela.
"ini khusus, undangan langsung dari raja api. " jawab Legis.
"kenapa kau tidak mengatakannya kepada mereka langsung ?. " tanya Zela dengan tenang.
"akan lebih mudah jika kau yang memberitahukannya, kau sangat dekat gadis yang bernama Zahra itu kan. " jawab Legis dengan ekspresi serius.
"cih, kau ini ya, baiklah, aku akan menyampaikannya. " kata Zela kemudian pergi setelah mendengarkan Legis.
"terimakasih ya, Zela. " ucap Legis dari kejauhan.
lalu setelah itu Zela pun menuju apartemennya Zahra yang berada di tengah kota.
__ADS_1
"permisi, Zahra, apakah kau didalam ?. " tanya Zela sambil menekan tombol pintunya.
"ya, sebentar. " jawab Zahra yang bergegas membuka pintunya.
saat pintu nya dibuka, Zela pun langsung terkejut melihat Zahra yang hanya mengenakan handuk.
"huh, Zahra !!. " kata Zela yang terkejut melihat penampilan Zahra itu.
"ada apa ?. " tanya Zahra dengan ekspresi datar.
"jangan malah bertanya, kenapa kau hanya menggunakan handuk saat membukakan pintunya ? " kata Zela yang bertanya balik.
"aku baru saja selesai mandi, apakah seaneh itu kau melihatnya. " kata Zahra dengan tatapan yang begitu datar hingga membuat Zela merinding.
"tentu saja, bagaimana jika orang lain mengunjungi mu saat kau mandi, apakah kau akan keluar dengan penampilan seperti itu ?. " tanya Zela yang berusaha menahan dirinya.
"entahlah, aku tidak pernah memikirkannya, lagipula jarang sekali ada orang yang berkunjung ke apartemen ku, aku juga selalu bertemu teman-teman ku di luar apartemen. " jawab Zahra.
"sudahlah cepat pakai baju mu !!. " kata Zela yang masih berusaha menahan dirinya.
"apakah jangan-jangan kau memikirkan hal yang aneh tentang ku ?. " tanya Zahra yang masih memasang ekspresi datar.
"tidaklah !!. " jawab Zela dengan lantang.
"hmmm, apa begitu. " kata Zahra yang masih terus melihatnya dengan tatapan datar.
"sudahlah, ada sesuatu yang ingin ku bicarakan dengan mu. " kata Zela yang langsung mendorongnya kedalam ruangannya dan membiarkannya memakai baju terlebih dahulu sebelum masuk kedalam.
setelah memakai baju..........
"maaf membuatmu menunggu. " kata Zahra membuka pintunya lagi setelah memakai baju nya.
"kalau begitu permisi. " ucap Zela setelah menghela nafas sebelum masuk kedalam ruangan apartemen nya.
kemudian Zela pun duduk bawah lantai yang didepannya ada sebuah meja itu, sementara Zahra membuat teh dibelakang.
"jadi apa yang ingin kau bicarakan ?. " tanya Zahra setelah menyajikan teh.
"Zahra, ikutlah pergi ke kota Ombak. " jawab Zela yang tergesa-gesa saat memberitahunya sehingga salah bicara.
"ha ?. " ucap Zahra dengan ekspresi datar saat mendengarnya.
__ADS_1
"(barusan apa yang kukatakan). " kata Zela didalam hatinya yang panik sendiri dengan perkatan yang keluar dari mulutnya itu tadi.
BERSAMBUNG.............