
Episode 203
"Siapa kau ?. " tanya Ardian dengan ekspresi serius.
"Alkane, sang besi kematian, jika kau sudah sampai sejauh ini, kau pasti sudah siap untuk mati ya. " kata Alkane sambil memperkenalkan dirinya.
"maaf, aku tidak berniat untuk mati disini. " ucap Ardian sambil mengeluarkan pedang api nya.
"pedang yang bagus, tapi kita lihat saja, seberapa lama pedang kecil mu itu akan bertahan. " kata Alkane yang terlihat terburu-buru sambil mengeluarkan pedang besi besi nya yang sangat besar itu.
lalu keduanya pun beradu pedang, walaupun kekuatan nya tidak sebanding, Ardian pun berulangkali menghindari serangan Alkane daripada menangkisnya ataupun menahannya.
"ada apa, pedang kecil mu itu kekuatan nya tidak sebanding dengan pedang besi ku ini ya. " kata Alkane mengayunkan pedangnya dengan membabi buta disekitarnya.
"tidak, pedang ku ini sudah cukup untuk bisa mengalahkan mu. " kata Ardian sambil mengindari serangan Alkane yang membabi buta itu.
"jangan sombong dulu !!. " kata Alkane menghempaskan pedang nya ke bawah sehingga terjadi getaran yang kuat sampai-sampai Ardian terhempas ke belakang.
beruntung Ardian bisa menahan tubuh nya supaya tidak jatuh ke bawah dengan pedangnya yang ditancapkan di salah satu lantai kastil.
"cih, keras kepala sekali kau ini. " kata Alkane yang melihat Ardian yang hampir jatuh ke bawah.
"aku tidak akan kalah sampai disini. " kata Ardian dengan ekspresi serius setelah selamat saat hampir jatuh ke bawah kastil.
Sementara itu Zela dan Zahra yang masih beradu fisik dengan raja Undead........
"ini semakin membosankan saja. " ucap raja Undead itu yang sebelumnya terus terusan menghindari serangan fisik mereka berdua.
lalu seketika aura Undead yang mengerikan pun keluar dari dalam tubuh raja Undead itu dengan tertawa terbahak-bahak.
"itu.... " ucap Zahra yang terkejut saat melihat nya.
__ADS_1
"keluar ya. " ucap Zela sambil memperhatikan aura mengerikan Undead itu dengan ekspresi serius.
"kemari lah !!. " kata raja Undead itu dengan lantang sambil mengeluarkan sebuah tangan hitam dari belakang tubuhnya.
kemudian tanpa berfikir panjang lagi, Zela pun bergerak maju ke arah raja Undead itu dengan berlari sekuat tenaganya.
"hey tunggu !!. " ucap Zahra yang berusaha menghentikan nya karena khawatir tapi Zela tidak menghiraukan nya.
"kau benar-benar bodoh ya. " ucap raja Undead itu dengan menggerakkan tangan hitam nya yang keluar dari belakang tubuhnya berusaha menangkap Zela yang berlari ke arah nya itu.
"kenapa dia terlihat tidak takut sedikitpun, jika dilihat oleh sudut pandang orang lain, dia seperti hendak bunuh diri, tapi tekad nya itu tidak bisa dihentikan oleh apapun, sebenarnya apa yang membuatnya bisa menjadi seperti itu. " kata Zahra didalam hatinya yang seketika penuh dengan rasa penasaran saat melihat Zela menghadapi pertarungan hidup dan mati.
"jika sudah sampai sejauh ini aku tidak akan mundur, jika dipikir baik-baik aku tidak mempunyai pilihan selain maju, karena jika aku ragu dan mundur, maka nyawaku yang akan terbuang sia-sia, aku tidak ingin melihat mata gadis itu terus menderita, aku sudah berjanji kepada diriku sendiri untuk menolongnya keluar dari masalah ini. " kata Zela yang masih memaksakan diri berlari ke arah raja Undead itu walaupun dibelakangnya ia dikejar oleh tangan hitam yang banyak jumlahnya.
"padahal aku tidak melakukan apapun untuknya tapi kenapa dia berjuang sejauh itu untuk ku dan teman-temanku. " kata Zahra memegang dadanya sambil meneteskan air matanya terbaru saat melihat Zela yang berjuang keras itu.
kalau tiba-tiba saja Zahra teringat dengan sesuatu yang dikatakan Zela sebelumnya saat melawan Konori.....
kemudian saat hampir sampai di depan raja Undead, salah satu tangan hitam itu berhasil menangkap tubuh Zela dan perlahan-lahan menghisapnya ke bawah.
"hmp, sepertinya hanya sampai sejauh ini perjuangan mu ya, coba lagi dilain kesempatan. " kata raja Undead itu dengan tersenyum sombong.
"maaf saja, aku tidak berniat untuk berhenti ataupun menyerah sampai disini. " kata Zela kemudian dengan tenang memegang tangan hitam itu menggunakan tangan kanan terkutuk nya.
lalu tiba-tiba saja tangan hitam yang mengikat Zela itu pun layu dan hilang menjadi asap hitam, seketika raja Undead itu pun langsung terkejut saat melihatnya.
"bagaimana bisa, tidak mungkin, kenapa, kenapa kau bisa mempunyai tangan itu. " kata raja Undead yang tiba-tiba saja ketakutan saat melihatnya.
"huh, sepertinya kau mengetahui sesuatu mengenai tangan ini ya. " kata Zela sambil menatap raja Undead itu dengan ekspresi menakutkan.
"aku tidak tahu banyak mengenai tangan itu, tapi aku pernah mendengar tangan itu adalah milik seseorang pembunuh yang dijuluki sebagai iblis terkutuk. " kata raja Undead dengan ekspresi ketakutan saat melihat tangan kanan terkutuk itu.
__ADS_1
"terimakasih informasinya dan tidurlah untuk selama-lamanya. " kata Zela kemudian memukul raja Undead itu tepat di dada nya dengan tangan terkutuk nya itu sehingga raja Undead itu pun tumbang hilang menjadi asap yang tebal.
"tidak !!!!. " teriak raja Undead itu saat menghilang menjadi asap.
seketika asap tebal pun menyebar di kawasan kastil itu, di waktu yang sama, semua Undead juga ikut menghilang saat raja Undead itu sudah berhasil dikalahkan oleh Zela.
"huh. " ucap Zahra yang terkejut saat melihat di sekelilingnya dan melihat didepannya ada bayangan seseorang yang tertutup oleh asap tebal.
"semua sudah selesai, Zahra, kau bisa hidup bebas dengan teman-teman mu sekarang. " kata Zela.
setelah mendengar perkataan Zela itu, Zahra pun berlari ke arahnya menembus kabut yang tebal itu dan memeluknya dengan erat kemudian menangis karena terharu, Zela yang melihatnya pun hanya diam dan mengelus-elus rambutnya itu supaya bisa menenangkan dirinya.
Sementara itu, Razord, Kana dan yang lainnya, terkejut saat memasuki kawasan kastil itu melihat asap tebal yang menyebar.
"kakak berhasil. " ucap Seina sambil meneteskan air matanya saat menyadari jika raja Undead itu sudah berhasil dikalahkan.
"kalian melakukannya ya. " ucap nijin didalam hatinya yang juga ikut senang.
Konori dan Radin pun juga ikut senang kegirangan saat menyadari Zela dan Zahra berhasil mengalahkan raja Undead.
"sepertinya semua berakhir dengan bahagia ya. " ucap Legis sambil tersenyum.
"Masih belum, ini masih belum berakhir. " kata razord sambil melihat ke arah kastil itu yang terlihat samar-samar karena asap tebal menghalangi penglihatan mereka.
"maksudmu soal anak itu. " ucap Kana yang juga masih belum bisa tenang.
"kuharap kakak baik-baik saja. " ucap Nizar yang khawatir.
"semuanya, ayo kita selesaikan semuanya, bersama-sama, kita menuju ke kastil. " kata razord yang memimpin mereka semua.
"ya. " ucap mereka semua yang langsung menyetujuinya.
__ADS_1
BERSAMBUNG.......