
episode 15
saat waktu istirahat selesai, semua murid pun pergi ke arena battle yang diadakan oleh niver sensei bersama semua sensei.
"apakah semua murid sudah berkumpul di sini. " kata niver sensei.
"sepertinya begitu. " kata Kirana sensei.
"baiklah aku akan memulainya, perhatian semuanya, di battle ini kalian akan bertarung 1 vs 1, jika kalian menang, kalian bisa maju sampai babak final, baiklah, baiklah akan ku umumkan ronde pertama ini. " kata niver sensei.
Rounde 1
Opel vs Peter
veysa vs gicha
gacha vs bari
pingo vs zela
Rega vs zeker
Risa vs laka
Ardian vs legis
Nizar vs Pinksy
Alan vs mican
jaylain vs Lisa
__ADS_1
Rowi vs mauli
nyoren vs zifi
"pertarungan pertama, Opel dan lawannya Peter, silahkan kalian berdua maju ke depan. " kata niver sensei menggunakan pengeras suara dari ruang pemantau.
"baiklah, ayo kita mulai battle nya. " kata Opel.
"ya, aku juga tidak sabar. " kata Peter.
"kalian berdua bersiap di posisi masing masing, sekarang, mulai !!. " kata niver sensei.
mereka berdua pun akhirnya memulai battle, Opel membiarkan Peter menyerangnya dulu, setelah lama menghindari serangan Peter, Opel mencari celah agar bisa menyerangnya dengan jurus andalannya,
"Opel, kenapa kau terus saja menghindari serangan ku, apakah kau tidak berani menyerang ku. " kata Peter.
"ya, aku akan menyerang mu sekarang. " kata Opel.
setelah Opel berbicara kepada Peter, tiba-tiba saja Opel menghilang dan meninggalkan jejak electric, ternyata Opel berpindah diri ke atas Peter menggunakan kekuatan petir nya, saat Peter menyadarinya, ia terkejut karena Opel ada di atasnya menggunakan jurus andalan petir nya.
"sekarang giliran ku menyerang, rasakan jurus andalanku ini, SAMBARAN PETIR !!. " kata Opel dengan keras.
Opel berhasil mengenai Peter dengan Sambaran petirnya, akan tetapi Peter masih bisa berdiri.
"apa, bagaimana kau bisa bertahan dari Sambaran petir ku itu. " kata Opel terkejut.
"serangan mu itu memang sangat mengejutkan, tetapi masih tidak terlalu menyakitkan, " kata Peter dengan tersenyum.
"sepertinya aku harus mempelajarinya lagi. " kata Opel.
"ya, teruslah berusaha, sekarang giliran ku untuk mengeluarkan kekuatan andalanku, bersiaplah. " kata Peter.
__ADS_1
Peter pun berkonsentrasi dan mengejamkan matanya, Opel yang melihat Peter sedang berkonsentrasi, langsung mendekati dan hendak bmenyerangnya, tetapi saat akan mendekati Peter, tiba-tiba saja Peter membuka matanya dan menggunakan kekuatan andalannya.
"sekaranglah waktunya. " kata Peter.
"apa. " ucap Opel kaget melihat Peter didepan.
"sekarang terima ini, sambaran kilat !!. " ucap Peter dengan keras.
Peter mengeluarkan kekuatan pamungkasnya sehingga Opel terpental dan tidak bisa bergerak karena kehabisan tenaga untuk bertahan diri, Sambaran kilat itu membuat Peter sendiri juga ikut terkena dampaknya, Peter pun mendekati Opel dengan pelan.
"sepertinya aku kalah, kau memang lawan yang tangguh ya, " kata Opel tersenyum.
"kau juga tangguh, mempunyai jurus andalan yang tidak mempunyai resiko. " kata Peter.
"apa maksudmu, itu hanya jurus biasa kok, lagipula jurus itu sejak awal bukanlah tipe menyerang tetapi tipe kejut. " kata Opel.
"aku tahu itu, tetapi jika di bandingkan jurus mu, kau lebih beruntung karena sebenarnya semua jurus ku itu beresiko kecuali bola kilat yang aku lemparkan padamu dari awal, karena bola kilat itu tipe kejut bukan tipe serang, kau pasti tidak tahu kan ?. " kata Peter dengan tersenyum kepada Opel.
"ya, aku tidak tahu itu, ternyata kekuatan mu dan kekuatan ku itu terbalik, ya kan ?. " kata Opel.
"kau benar, pada dasarnya kekuatan petir dan kilat itu sama, tetapi hanya berbeda cara orang itu menggunakannya, apakah kau tahu saat aku mengeluarkan kekuatan andalan ku tadi, kekuatan itu beresiko tinggi jika aku menggunakan dalam jangka waktu yang lama, aku baru saja belajar menggunakan kekuatan itu dengan ayahku, tetapi aku belum bisa menggunakannya dengan benar saat ini, aku masih harus banyak belajar, ya. hahahaha. " kata Peter dengan tertawa.
"kau benar, kita masih harus banyak belajar ya kan ?, bisa kita akhiri ini. " kata Opel senang.
"baiklah. " ucap Peter sambil mengangkat tangannya.
"pertarungan ini dimenangkan oleh Peter, silahkan kembali ke tempat. " kata niver sensei.
"ya, Opel, ayo aku bantu berdiri. " kata Peter sambil mengulurkan tangannya kepada Opel.
"ya, terimakasih Peter. " kata Opel menerima tangan Peter.
__ADS_1
mereka berdua pun akhirnya saling akrab satu sama lain, lalu niver sensei mengumumkan pertandingan keduanya antara (veysa vs gicha).
BERSAMBUNG..........