
episode 11
lalu Ardian pun pergi ke atas menggunakan elevator milik profesor nemasis, setelah tiba di atas, Peter melihat Ardian yang keluar dari elevator langsung kaget.
"Ardian, bagaimana kamu bisa... " kata Peter.
"kalian mengira jika aku akan mati karena jatuh dari ketinggiankan ?. * kata Ardian.
"lalu kenapa kau sekarang memakai kacamata. " kata Peter dengan tersenyum.
"bukankah ini perbuatan kalian, kalian lah yang membuatku begini. " kata Ardian.
"aku tidak peduli dengan itu, sekarang ayo kita lanjutkan pertarungan kita. " kata Peter.
"baiklah, (aku tidak ingin kalah untuk kedua kalinya). " kata Ardian dalam hati.
mereka pun akhirnya bertarung untuk kedua kalinya, sebelumnya Ardian kewalahan menghadapi kedua orang, tetapi setelah mendapat kacamata ninja dari profesor nemasis, Ardian bisa menyeimbangi kekuatan mereka dan bergerak lebih gesit, Ardian bisa mendeteksi menggunakan kacamata ninja nya apa yang akan dilakukan Peter dan bari sebelum mereka menyerang Ardian, dengan begitu Ardian bisa menghindari serangan mereka berdua, setelah mereka berdua kehabisan tenaga dan kelelahan karena nafsu menyerang, itu kesempatan Ardian untuk menyerang mereka berdua, Ardian menggunakan pukulan api di tangan kanan nya dan melepaskan pukulannya ke Peter sebelum sempat menghindar, bari yang juga kehabisan tenaga tidak bisa menolong Peter karena ia terlalu banyak memanggil ular raksasa sebanyak 3 kali, setelah Peter terpental karena terkena pukulan Ardian, lalu Ardian menghampiri bari yang terbaring kehabisan tenaga.
"cukup, aku menyerah, " kata bari.
"apa yang kau lakukan bari, apa kau mau perjuangan kita selama ini sia-sia. "kata Peter.
__ADS_1
"tidak, sejak awal aku tidak bermaksud untuk menghabisi Ardian, tetapi aku hanya ingin tahu sifat dan kebaikannya, ternyata benar Ardian adalah orang baik, maafkan temanku Peter Ardian, sebelumnya Peter tidak berniat untuk mengajakmu bertarung, dia hanya terhasut oleh omongannya Rowi kapten tim kami,. " kata bari.
"kau benar bari, tidak seharusnya aku melakukan hal ini, tetapi Rowi itu.." kata Peter.
"tidak usah di pikirkan, lagipula aku terbuka, aku bisa berteman dengan siapapun. " kata Ardian sambil mengulurkan tangannya ke peter dan bari.
*Ardian, maafkan aku.. " kata Peter sambil mengeluarkan air mata.
seketika itu teman-teman Ardian datang.
"Ardian.... " kata Opel dengan kaget.
"tidak perlu khawatir, sekarang mereka berdua sudah menjadi teman kita. " kata Ardian.
"sudah tidak perlu dipikirkan, ayo semuanya kita pergi ke warung, kalian berdua ayo ikut kami. " kata Ardian dengan mengajak Peter dan bari.
"maksudnya kami berdua boleh ikut dengan kalian. " kata Peter.
"tentu saja, kalian berdua kan juga teman sekelas kami, " kata Ardian.
"te.. terimakasih Ardian.. " kata Peter terharu.
__ADS_1
seketika itu profesor nemasis datang menghampiri mereka.
"ternyata disini, Bagaimana kacamatanya. " kata profesor nemasis.
"ini sangat keren, aku bisa melihat dengan jelas dan mengukur kekuatan lawan. " kata Ardian dengan senang.
"hmm, jika begitu, aku berikan kacamata itu untukmu. " kata profesor nemasis.
"serius, terimakasih banyak profesor nemasis. " kata Ardian.
"ya, tidak masalah, ngomong ngomong kalian semua ini murid dari sekolah ninja kan ? . " tanya profesor nemasis.
"yaa, hmm, bukannya anda adalah profesor baru di kota ini. " kata Opel.
"iya, kamu benar sekali, aku adalah profesor baru di kota ini yang di panggil oleh raja api. " kata profesor nemasis.
"Ardian, aku minta maaf dengan apa yang sudah terjadi dengan matamu itu. " kata Peter.
"aah, tidak perlu dibahas, sekarang kita semua adalah temanmu, " kata Ardian.
setelah mendengar itu, Peter tersenyum bahagia dan tidak lagi mempunyai dendam kepada Ardian maupun Opel. sejak saat itu Peter dan bari menjadi teman Ardian, Rowi yang mengintai mereka dari kejauhan merasa marah dan kesal karena Peter dan bari sekarang menjadi teman Ardian.
__ADS_1
BERSAMBUNG.......