
episode 35
Ardian yang baru bangun dari tempat tidur nya langsung pergi ke luar untuk menemui pamannya di depan rumah yang sedang berdiri menatap langit sore.
"paman, apakah aku bisa bicara sebentar dengan paman. " kata Ardian dengan percaya diri.
"akan ku dengarkan cerita mu. " ucap pamannya sambil melirik Ardian.
"terimakasih paman. " ucap Ardian dengan senang.
Ardian dan pamannya pun duduk di teras rumah sambil melihat awan di langit.
"apa yang ingin kau bicarakan ?. " tanya Pamannya.
"apakah paman bisa membawaku pergi menemui nenek. " pinta Ardian.
__ADS_1
"kenapa tiba-tiba saja kau ingin pergi ke sana, apakah ada sesuatu yang ingin kau tanyakan kepadanya. " tanya Pamannya dengan heran.
"aku ingin tahu banyak tentang naga yang ada di dalam diriku ini, paman. " jawab Ardian.
"apakah kau bertemu dengan naga itu sebelumnya di alam bawah sadar mu ?. " tanya Pamannya.
"ya, aku sudah dua kali bertemu dengan naga jelek itu. " jawab Ardian dengan kesal.
"apakah kau kesal karena ada seekor monster di dalam dirimu. " ucap Pamannya.
"sebenarnya nenekmu mempercayakannya kepada mu, dia percaya jika kau bisa menghilangkan kebencian dan membuat naga itu sadar, nenekmu juga bilang bahwa sebenarnya naga itu dulunya adalah naga yang baik. " jawab pamannya.
"apa ?. " ucap Ardian dengan terkejut.
"naga itu mengamuk karena dia diperlakukan seperti hama yang menggangu oleh penduduk, hanya nenekmu lah yang menganggap naga itu baik, walaupun begitu naga itu suatu saat akan mengeluarkan semua kebencian dan melampiaskan nya kepada penduduk di kota lesar, saat itu nenekmu berhasil menaklukkan naga tersebut dengan menggunakan kekuatan rantai segel sucinya dan sebagai hukumannya naga itu di segel ke dalam guci yang ukurannya cukup besar, itu adalah hukuman dari penduduk yang marah karena kehilangan orang yang dicintainya dan juga tempat tinggal mereka, setelah insiden itu nenekmu selalu bersembunyi di dalam rumah dan tidak ingin keluar sampai lima bulan, lalu nenekmu mendapatkan surat ancaman untuk membuang atau memusnahkan guci yang berisi naga itu, karena nenekmu percaya dengan naga itu jika suatu hari naga itu bisa menjadi baik, oleh karena itu nenekmu terpaksa menaruh naga itu di dalam dirimu dengan sembunyi-sembunyi agar naga itu tidak menimbulkan kepanikan kepada para penduduk kota lesar, saat usiamu sudah menginjak tiga tahun, nenekmu tahu jika dirinya tidak bisa menyembunyikan naga itu lebih lama lagi, akhirnya dia menyuruhku untuk mengajak mu dan adikmu untuk mengembara, meninggalkan kota itu sejauh mungkin dengan menaruh naga itu didalam dirimu, nenekmu sangat percaya kepadamu, Ardian. " kata pamannya dengan panjang lebar.
__ADS_1
"jadi begitu, jika nenekku percaya kepadaku, aku tidak akan mengecewakan nya, aku akan menghilangkan kebencian naga itu sebelum aku bisa mewujudkan perdamaian dunia, akan ku lakukan itu. " kata Ardian dengan percaya diri.
"apakah kau masih ingin menemui nenekmu. " tanya Pamannya.
"aku akan menemuinya, tetapi setelah aku bisa menghilangkan kebencian dari naga jelek itu. " kata Ardian.
"aku mengerti, lakukan saja, aku hanya bisa melihatmu berkembang, Ardian. " kata pamannya sambil tersenyum kecil.
"terimakasih paman, sudah mau mendengarkankan ku. " kata Ardian.
"tidak masalah, ingat, jadilah dirimu sendiri. " kata pamannya.
"baiklah aku mengerti paman, aku masuk dulu. " kata Ardian sambil berdiri dan masuk ke rumah karena hari mulai gelap.
"aku tidak percaya kalau aku menceritakan kembali insiden itu lagi. " kata terakhir pamannya yang masih melihat awan mulai gelap.
__ADS_1
BERSAMBUNG........