Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
Aula pelatihan


__ADS_3

episode 70


keesokan harinya, Ardian keluar dari rumah pukul 5 pagi untuk melihat pemandangan dari jembatan yang ada di dekat rumahnya, lalu saat Ardian melihat ke arah jembatan sebelah, Ardian melihat seorang gadis yang membawa barang belanjaan di hadang oleh beberapa bandit yang sedang duduk duduk di jembatan tersebut, lantas Ardian langsung berlari ke arah jembatan sebelah untuk menolong gadis tersebut, tapi saat Ardian sudah hampir sampai, tiba-tiba saja ada seseorang yang menyelamatkan gadis tersebut.


"hey, mau kemana dek, kalau ingin lewat serahkan uang mu kepada kami. " kata salah satu bandit tersebut.


"bagaimana ini. " ucap gadis itu didalam hatinya sambil ketakutan.


"jangan ragu-ragu, keluarkan saja kemapuan mu yang sudah sensei kita ajarkan. " teriak seseorang yang tiba-tiba saja datang menolong gadis tersebut lalu menghajar beberapa bandit yang mencoba melawannya menggunakan kekuatan elemen es.


setelah mendengar perkataan seseorang yang menyelamatkannya, gadis tersebut langsung membantunya melawan bandit bandit tersebut menggunakan kekuatan elemen angin, karena serangan mereka tidak begitu fatal, bandit bandit tersebut masih bisa terus berdiri dan menyerang mereka berdua.


"bagaimana ini. " ucap gadis tersebut dengan panik.


"cih, serangan kita tidak mempan sama sekali. " kata seseorang yang menyelamatkan gadis tersebut dengan kesal.


"hahahaha, apakah hanya itu kemampuan kalian, serangan kalian hanya terasa seperti kerikil kecil. " kata salah satu bandit tersebut sambil tertawa.


lalu Ardian yang baru saja sampai langsung menyerang bandit-bandit tersebut dengan segera.


"bola api !!. " teriak Ardian sambil mengeluarkan bola api di tangannya lalu melemparkannya ke arah bandit-bandit tersebut.


"kyaaa, panas !!. " teriak beberapa bandit yang terkena bola api Ardian.


setelah itu para bandit-bandit tersebut langsung lari terbirit-birit karena terbakar, ada sebagian bandit yang juga melompat dari jembatan.


"kalian baik-baik saja kan. " kata Ardian menghampiri mereka berdua.


"terimakasih karena sudah telah menolong kami. " ucap gadis tersebut.


"ya, aku hanya kebetulan melihat kalian, perkenalkan, namaku Ardian. " kata Ardian memperkenalkan dirinya.


"namaku Lina, ini temanku, grane. " kata gadis tersebut memperkenalkan dirinya dan juga temannya.


"sepertinya kau lebih tua dari kami. " kata grane dengan ekspresi tenang.


"ya, umurku baru 6 tahun. " ucap Ardian dengan ragu ragu.


"ternyata benar kau lebih tua dari kami, umurku saja masih menginjak 5 tahun. " kata Lina.


"begitu ya. " ucap Ardian.


"Lina, kita juga harus bergegas ke aula pelatihan. " kata grane kepada Lina.


"kau benar, Ardian, kapan-kapan kita bertemu lagi, sampai jumpa. " kata Lina setelah itu meninggalkan Ardian.


"tadi dia bilang aula pelatihan, dimana itu, ah, sudahlah, aku akan bertanya kepada Mbak ciria nanti, aku juga harus kembali. " kata Ardian didalam hatinya setelah itu kembali menuju rumahnya.


lalu di atas atap rumah orang di dekat jembatan, gadis rubah yang sebelumnya, melihat Ardian berbicara dengan grane dan Lina dengan ekspresi serius, lalu sesampainya di rumah, Ardian bersiap-siap untuk pergi ke rumah sepupunya di sebelah, beberapa saat kemudian, ia pun datang ke rumah sepupunya bersama Nizar.


"kalian sudah datang, masuklah. " kata ciria membukakan gerbang rumahnya.


"wah, rumah mu lebih besar dari rumah nenek, mbak ciria. " kata Nizar dengan terkejut setelah masuk dari gerbang melihat rumahnya.

__ADS_1


"kenapa ada 2 rumah ?. " tanya Ardian.


"rumah yang satunya itu rumah kakakku, lalu yang sebelahnya itu rumahku. " jawab ciria.


"jadi begitu. " ucap Ardian.


setelah itu, ciria mengajak mereka berdua untuk duduk di tempat yang rindang dibawah pohon dekat gerbang.


"nona, ada yang bisa saya bantu. " kata pelayan yang tiba-tiba saja datang.


"tolong bawakan 3 teh dan beberapa cemilan kesini. " pinta ciria.


"baik, segera datang. " kata pelayan tersebut setelah itu pergi mengambilkan teh dan beberapa cemilan.


"kau punya pelayan. " ucap Nizar dengan terkejut.


"ya, sebenarnya ada 2 pelayan, yang tadi itu pelayan ku, lalu yang satunya adalah pelayan kakakku. " kata ciria.


"hebat, seperti di kerajaan saja. " ucap Ardian yang kagum.


"hehehe, ngomong ngomong, apa yang membuat kalian datang ?. " tanya ciria setelah tertawa kecil.


"sebenarnya kakakku yang mengajak. " ucap Nizar.


"aku kesini untuk meminta saran dari nenekku supaya bisa mengendalikan naga yang ada didalam tubuh ku dan juga aku harus bertambah kuat sebelum aku kembali ke kota zenai. " jawab Ardian dengan serius.


"jadi begitu, naga apa yang kau miliki ?. " tanya gadis rubah yang tiba-tiba saja muncul di atas gerbang menguping pembicaraan mereka.


"mizhura, berapa kali aku harus bilang kepada mu, jangan lewat di atas gerbang dan juga jangan menguping pembicaraan orang. " kata ciria menegur gadis rubah tersebut dengan kesal.


"kau kenal dia kak ?. " tanya Nizar.


"aku bertemu dengannya kemarin di lorong sepi pasar saat mengejar suara kegaduhan. " jawab Ardian.


"jadi apa hubungan mu dengan mereka berdua ?. " tanya gadis rubah itu kepada ciria.


"mereka berdua adalah sepupuku. " jawab ciria.


"kau kenal dia, mbak ciria. " tanya Ardian.


"tentu saja, namanya mizhura, dia adalah murid kakakku. " jawab ciria memperkenalkannya dengan ekspresi kesal.


"murid, tunggu sebentar, apa yang kau maksud ?. " tanya Ardian yang bingung.


"kakakku, dia membuka aula pelatihan disana, dibangun itu. " jawab ciria sambil menunjuk kearah bangunan kecil seperti pondok.


"aula pelatihan, jadi itu yang dimaksud mereka. " kata Ardian sambil mengingat perkataan grane saat di jembatan.


"mereka itu grane dan Lina kan. " ucap mizhura.


"bagaimana kau bisa tahu ?. " tanya Ardian dengan terkejut.


"aku melihat kalian saat berada di atas bangunan, waktu itu aku sedang tidur di atap rumah orang, lalu kemudian aku mendengar suara keributan di jembatan tepat dibawah ku. " jawab mizhura.

__ADS_1


"dia memang begitu, suka tidur di segala tempat, kau bisa menemuinya dimana saja asalkan di kota ini. " kata ciria membisiki Ardian.


"aku mendengarnya, aku anggap itu pujian. " kata mizhura dengan ekspresi tenang.


"cih, aku lupa jika dia rubah. " ucap ciria dengan kesal.


"maaf menunggu, aku membawa 4 teh karena melihat nak mizhura. " kata pelayan tersebut mengantarkan 4 teh dan beberapa cemilan.


"jangan panggil aku dengan sebutan nak. " ucap mizhura dengan kesal.


"maaf, saya akan kembali. " kata pelayan tersebut setelah itu pergi meninggalkan mereka.


"dasar pelayan itu, kau yang menyuruhnya kan ?. " tanya mizhura dengan kesal sambil melihat ke arah ciria.


"te he. " jawab ciria sambil tertawa kecil.


"sudahlah. " ucap Ardian melerai pertengkaran adu mulut mereka berdua.


"kenapa ribut-ribut. " ucap seorang lelaki yang tiba-tiba saja datang dari gerbang.


"oh, gerad kau sudah datang. " kata ciria.


"mizhura, apakah kau membuat ulah lagi ?. " tanya lelaki yang bernama gerad itu.


"tidak ada kok. " jawab mizhura dengan cemberut.


"lalu siapa mereka berdua ini ?. " tanya gerad melihat Ardian dan Nizar.


"oh, mereka berdua adalah sepupuku. " jawab ciria.


"namaku Ardian, dan ini adikku Nizar. " kata Ardian memperkenalkan dirinya dan adiknya.


"namaku gerad. " ucap lelaki itu memperkenalkan namanya.


"maaf menunggu. " ucap Lina yang tiba-tiba saja datang bersama grane.


"Ardian, kau ada di sini. " kata grane dengan terkejut saat melihat Ardian.


"dia adalah sepupuku. " kata ciria.


"sepupu. " ucap grane dengan terkejut setelah itu terdiam.


"kau baik-baik saja ?. " tanya Lina yang melihatnya.


"ya. " jawab grane membeku.


"baiklah, ayo kita ke aula pelatihan, kalian berdua juga ikut. " pinta ciria.


"apa boleh buat. " kata Ardian setelah itu mengikuti ciria dari belakang.


lalu mereka semua pun pergi ke aula pelatihan tersebut.


BERSAMBUNG...............

__ADS_1


__ADS_2