Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
Kebencian dari sebuah kekuatan kegelapan


__ADS_3

Episode 197


melihat Zela dan Zahra yang semakin mendekatinya, Konori pun memperkuat pertahanan angin nya itu, akan tetapi itu tidak berpengaruh apapun bagi tangan kiri terkutuk Zela yang terus menetralkan semuanya yang ada didepannya.


"cih, merepotkan saja. " kata Konori yang semakin kesal melihat mereka berdua yang sudah mendekatinya.


sementara itu Zela dan Zahra yang hampir sampai di pusat badai angin itu.........


"terimakasih Zahra. " ucap Zela sambil tersenyum kecil dengan berlari membuat jalur menggunakan tangan kiri terkutuknya itu.


"huh, seharusnya aku yang mengucapkan terimakasih. " kata Zahra yang terkejut saat mendengar ucapan Zela itu.


"tidak, bukan itu yang ku maksud, kau tahu, aku selalu ragu dengan diri ku sendiri, apa yang kulakukan dan apa yang bisa kulakukan, tapi karena mu lah keraguan ku akhirnya bisa hilang, sebelumnya aku selalu membenci tangan kiri ku ini, tapi melihat semua ini, aku sama sekali tidak bisa membenci nya. " kata Zela.


"kebencian itu adalah sesuatu yang umum dimiliki oleh manusia, mereka yang tidak berdaya dan mereka yang tersesat di dalam kegelapan, berulang kali aku melewati itu semua dalam sebuah lingkaran yang tak berujung, tapi pada akhirnya di putaran yang ketiga ini, aku menemukan sesuatu yang baru, sesuatu yang bisa membuat ku terlepas dari putaran kegelapan yang membelenggu ini, apakah kau tahu kenapa seseorang yang memiliki kekuatan elemen kegelapan itu cenderung memilih jalan kegelapan, jawabannya sederhana, karena mereka tidak mempunyai pilihan lain selain menerima takdirnya itu sampai seseorang merubahnya, kau pasti mengetahuinya kan. " kata Zahra yang menjelaskan nya panjang lebar.


"ya, aku sangat tahu sekali, terimakasih Zahra. " ucap Zela.


"ya, sama-sama. " ucap Zahra.


lalu setelah pembicaraan itu mereka berdua pun akhirnya sampai tepat didepan inti pusaran badai itu.......


"Zahra, kau tahu kan apa yang harus kau lakukan ?. " tanya Zela saat hampir sampai.


"ya. " jawab Zahra yang sudah dalam posisi siap siaga melompat.


"ayo kita mulai !!. " kata Zela dengan lantang sambil menerobos masuk inti pusaran badai itu dengan tangan kirinya itu.


"tangan kiri itu mengganggu sekali, harus ku hancurkan. " kata Konori yang hendak memotong tangan kiri Zela dengan sayatan angin nya yang tajam dari jarak dekat.


seketika itu Zahra pun melompat ke atas Konori.sementara Zela dengan cepat langsung menutup celah serangannya dengan tangan kirinya itu sehingga sayatan angin Konori pun tidak bisa keluar karena sudah dinetralkan Zela yang berdiri tepat di depannya. lalu Zahra yang tadinya melompat pun langsung menyentuh dahi Konori dengan tangan kanan nya sehingga sebuah asap kegelapan pun keluar dari dahi Konori dan seketika ia langsung pingsan setelah selesai, badai yang sangat besar itupun juga menghilang setelah Konori di kalahkan.


"selesai juga. " ucap Zela yang langsung terbaring lelah dan pingsan setelah pertarungan usai.

__ADS_1


"hey. " panggil Zahra saat melihat Zela yang langsung terkapar di tanah dan pingsan.


lalu beberapa saat kemudian, Konori pun sadar dengan memegang dahi nya yang terasa pusing itu.


"Konori, kau mengingat ku ?. " tanya Zahra yang melihat kearahnya dengan tatapan penuh harapan.


"Zahra. " ucap Konori yang melihatnya samar-samar saat membuka matanya dengan perlahan-lahan.


"syukurlah. " ucap Zahra sambil meneteskan air matanya karena terharu saat Konori mengingat nya.


"maaf, aku melakukannya lagi ya. " kata Konori yang mengingat semuanya yang terjadi.


seketika Zahra pun langsung memeluk Konori dengan erat sambil menangis terharu didepannya itu dan seketika suasana pun menjadi nostalgia dengan pertemuan mereka berdua itu.


"aku harus berterimakasih kepada nya nanti. " ucap Konori sambil tersenyum kecil saat melirik ke arah Zela yang masih pingsan itu.


lalu sesaat kemudian Zela pun sadarkan diri, saat dia membuka matanya dia melihat wajah Zahra yang melihatnya dengan menetes air mata di pipi nya sambil menyenderkan Zela ke pangkuannya itu.


"sepertinya semua berakhir dengan bahagia ya. " kata Zela sambil tersenyum kecil membaca suasananya itu.


"aku benar-benar berterimakasih kepada mu, aku tidak tahu harus membalasnya dengan apa, yang pasti kali ini bukanlah keberuntungan seperti sebelumnya, tapi ini karena bantuan seseorang, sejujurnya aku tidak ingin melibatkan seseorang, tapi aku sangat senang ada seseorang yang rela membantu ku dengan alasan karena dirinya sendiri. " kata Zahra sambil tersenyum.


lalu Konori yang dari tadi berdiri membelakanginya pun langsung membalikkan badannya dengan menundukkan kepalanya itu.


"aku juga minta maaf karena telah menyerang mu, dan sekaligus aku ingin mengucapkan terimakasih karena membantu menyadarkan ingatanku yang dimanipulasi ini. " kata Konori sambil menundukkan kepalanya.


"angkatlah kepalamu, aku hanya mengikuti naluri ku untuk membantu seseorang, lagipula aku sudah terbiasa terlibat masalah di sekitar ku jadi aku tidak heran karena beginilah diriku. " kata Zela sambil tersenyum.


lalu sementara itu di kastil, pemimpin makhluk astral yang melihat Zela, Zahra dan Konori yang usai bertarung itu....


"hmp, tinggal 2 bidak lagi ya, sangat menarik, mereka benar-benar sangat menarik. " kata pemimpin makhluk astral itu sambil tersenyum kecil.


"tuan, apa yang akan kau lakukan selanjutnya ?. " tanya penasehatnya itu dengan ekspresi serius.

__ADS_1


"jika anggota nya sudah hancur lebur, maka yang keluar adalah pemimpinnya, dan ini sudah waktunya untuk pemimpin organisasi briseker itu keluar dari sarangnya, kau mengerti maksud ku kan. " jawab pemimpin makhluk astral itu dengan ekspresi menakutkan.


"ya, dimengerti. " ucap penasehatnya itu kemudian meninggalkan ruangan pemimpin makhluk astral dengan segera.


lalu beberapa saat kemudian Zela pun sudah pulih kembali setelah berada di pangkuan Zahra itu.


"kau sudah lebih baik ?. " tanya Zahra saat melihat Zela yang sudah bisa berdiri dan menggerakkan tubuhnya.


"ya, sudah baik-baik saja sekarang, terimakasih Zahra. " jawab Zela sambil tersenyum.


"syukurlah kalau begitu. " ucap Zahra yang senang saat mendengarnya.


"huh, aku benar-benar sudah terlibat jauh kedalam masalah ini sekarang, jika kalian tidak keberatan bisakah kalian menceritakan semuanya apa yang terjadi di kota ini, sepertinya kalian mengetahui banyak informasi mengenai kota ini. " kata Zela yang mencoba tenang setenang mungkin untuk mengetahui semuanya.


"semuanya berawal dari seseorang yang mempunyai kekuatan kegelapan Undead yang datang ke kota ini setelah perang berakhir. " kata Zahra yang memulai menceritakan nya dari awal.


"kekuatan kegelapan Undead. " ucap Zela yang terkejut saat mendengarnya.


sementara itu Ardian dan jaken yang sudah berada didalam kawasan kastil itu dengan menyusup secara diam-diam tidak sengaja masuk kedalam ruangan seperti gudang saat bersembunyi waktu di kejar oleh sekelompok penjaga makhluk astral saat menyusup itu.


"ini seperti gudang. " ucap Ardian saat melihat sekeliling ruangan itu.


"disini tidak pernah dibersihkan. " ucap jaken.


"huh, apa ini. " ucap Ardian saat melihat sebuah catatan data mengenai seseorang.


"itu terlihat seperti data seseorang yang sudah dibuang. " kata jaken.


"identitas nya masih di sembunyikan, tunggu, apa ini, kekuatan kegelapan Undead, apa maksudnya ini. " kata Ardian yang terkejut saat membaca data nya itu.


"aku seperti pernah mendengarnya, tapi itu dimana. " kata jaken yang tidak asing mendengarnya dengan ekspresi serius.


BERSAMBUNG.........

__ADS_1


__ADS_2