Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
Janji


__ADS_3

Episode 142


"perpisahan. " ucap Ardian yang terkejut saat mendengar perkataan ayahnya Nina.


"sebenarnya kami datang dari kota cahaya, tujuan kami adalah untuk menemui jelan, tapi sekarang aku sudah paham situasinya, kurasa bertemu dengan sanak saudara serta keluarga jelan itu sudah cukup untuk kami dan kami juga mengucapkan banyak terimakasih setelah kejadian kemarin, kurasa ucapan terimakasih belum cukup.... " kata ayahnya Nina.


"tidak, tidak, itu sudah cukup kok, lagipula sekarang cucuku juga baik-baik saja. " kata nenek zenah.


"walaupun begitu, nak Ardian, tolong terima ini. " ucap ayahnya Nina sambil memberikan Ardian sekantung koin emas.


"ini tidak perlu, aku sudah senang jika membantu orang lain kok. " kata Ardian yang hendak menolaknya.


"tolong terimalah, kami merasa bersalah jika kau menolaknya. " kata ayahnya Nina dengan ekspresi resah.


setelah melihat ekspresi ayahnya Nina yang bersikeras memberikan Ardian sekantung koin emas, Ardian pun tidak punya pilihan lain selain menerima nya.


"syukurlah kau mau menerimanya. " ucap ibunya Nina dengan senang.


"(aku tidak mempunyai pilihan lain selain menerima nya, aku juga tidak enak jika terus menolak nya, apa boleh buat.). " kata Ardian didalam hatinya yang kebingungan sendiri.


"lalu tentang naga yang ada didalam tubuh Nina, kami sudah memutuskan akan menjaganya dan mengurusnya untuk selanjutnya. " kata ayahnya Nina dengan ekspresi serius.


"bukankah itu terlalu berat, anda tahu kan jika seorang pengendali naga itu akan mendapatkan sudut pandang yang berbeda dari banyak orang, terlebih lagi jika naga itu tidak bisa dikendalikan...... " kata nenek zenah dengan ekspresi khawatir dan gelisah.


"kami tahu itu, karena itulah kami akan selalu menjaganya dan terus mengawasi perkembangannya, kami hanya ingin suatu saat nanti Nina bisa menjadi seorang yang hebat, bisa melindungi dirinya sendiri serta orang lain, kami tidak memaksanya untuk menjadi pemimpin seterusnya, kami akan membiarkan Nina menempuh jalannya sendiri dan menentukan takdirnya sendiri, kami merasa tidak enak melihatnya terkurung di dalam kerajaan. " kata ayahnya Nina dengan bersungguh-sungguh.


"ayah. " ucap Nina yang terharu saat mendengarkan perkataan ayahnya.


"Nina, mulai sekarang kau bebas untuk berkeliling di kota tapi jangan lupa untuk pulang ya. " kata ibunya Nina dengan lembut.


Nina pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum ke arah ibunya.

__ADS_1


"kurasa itu bagus, membiarkannya untuk berinteraksi dengan orang lain. " kata nenek zenah.


"ya, kurasa memberikan sedikit kebebasan kepada gadis itu juga tidak ada salahnya. " kata paman Yazerd dengan tenang.


"Nina, akhirnya kau sudah menemukan kebebasan mu ya. " kata Ardian meneteskan air matanya.


"kakak. " ucap Nina yang melihatnya meneteskan air mata.


"permisi, aku ingin mencari udara segar di luar. " kata Ardian yang seperti menahan sesuatu.


kemudian Ardian pun keluar rumah untuk mencari udara segar, seketika itu semuanya pun merasa resah dan terdiam sejenak setelah melihat Ardian yang sedang tidak bersemangat.


"itu pasti sangat berat untuk nya. " kata gerad dengan ekspresi sedih saat melihatnya.


"ya, walaupun hanya 5 hari disini sepertinya Ardian sangat dekat dengan Nina, apalagi dia sudah menganggap Nina seperti adiknya sendiri, wajar saja perpisahan ini sangat berat untuk nya. " kata mbak ciria yang juga memasang ekspresi sedih.


"kakak. " ucap Nina dengan ekspresi sedih sambil mengingat kembali beberapa kenangan saat tinggal di rumah nenek zenah.


"untuk saat ini kita akan kembali sore ini, mungkin masih ada waktu untuk berbicara dengan Ardian, pergilah dan hibur dia untuk terakhir kalinya. " kata ayahnya Nina yang memberinya kesempatan untuk anaknya itu.


"Nina, aku akan sangat berterimakasih jika kau mau menghibur cucu ku itu. " kata nenek zenah.


"kami juga mendukung mu Nina, sekarang pergi dan temui lah dia. " kata gerad yang memberinya semangat.


"semuanya, terimakasih banyak. " ucap Nina dengan ekspresi senang dan meneteskan air matanya karena terharu.


setelah itu Nina pun langsung pergi keluar rumah dan bergegas mencari Ardian.


"akhirnya Nina menemukan sesuatu yang berharga untuknya, sejujurnya aku tidak tega untuk membawanya kembali, dia sudah terikat dengan hubungan keluarga jelan, kau benar jelan, hidup di keluarga yang baik seperti hidup bersama di surga, kedamaian akan datang kepada orang yang memilih jalan yang benar, Nina, aku yakin suatu saat nanti kau akan bertemu kembali dengan keluarga ini, kemungkinan inilah yang ditakdirkan untuk mu. " kata ayahnya Nina didalam hatinya sambil tersenyum kecil saat mengingat perkataan jelan dulu.


sementara itu Nina yang sudah kemana-mana mencari Ardian, masih belum menemukannya, tapi kemudian dia mengingat suatu tempat dimana Ardian pernah bilang kepadanya jika tempat itu adalah tempat yang indah, sontak Nina pun langsung bergegas pergi ke tempat itu, ia pun berlari menuju ke sebuah tangga yang agak tinggi dan menaikinya sampai ke puncak, lalu sesampainya di puncak benar saja terlihat Ardian sedang memandangi sungai dari atas dengan ekspresi sedih kemudian melemparkan batu ke arah sungai itu, perlahan-lahan Nina pun menghampiri Ardian dibelakangnya.

__ADS_1


"kakak. " ucap Nina yang memanggilnya dari belakang.


"kenapa kau tahu jika aku disini ?. " tanya Ardian dengan tenang.


"sebelumnya kakak yang memberitahu ku jika tempat ini adalah tempat yang paling indah di kota ini kan, kupikir kakak akan datang kesini untuk menenangkan diri dengan melihat air di sungai. " jawab Nina dengan ekspresi sedih.


"huh, kenapa, kenapa perpisahan ini sangat menyakitkan untukku, rasanya aku ingin jatuh ke sungai ini, aku bodoh kan. " kata Ardian yang berusaha tersenyum dengan meneteskan air matanya yang semakin deras itu.


"kakak, jangan !!. " teriak Nina yang sontak langsung memeluk Ardian dengan erat, berfikir jika Ardian akan menjatuhkan dirinya ke sungai.


"Nina. " ucap Ardian yang terkejut.


"tolong jangan lakukan itu, aku tidak akan pernah memaafkan mu jika kau melakukannya, kakak juga mempunyai masa depan yang harus kakak jalani kan, walaupun jarak memisahkan kita, aku akan tetap menjadi adikmu sampai kapanpun dan dimana pun, kakak mempunyai keinginan untuk mendamaikan dunia kan, kalau begitu aku juga mempunyai keinginan seperti itu, selama ini kakak lah yang sudah memberiku jalan untuk menempuh hidup, aku belajar banyak hal dari kakak, mungkin ayah dan ibu ku sudah memberikan ku sedikit kebebasan tapi kebebasan yang sebenarnya itu adalah kebebasan untuk hidup damai dengan kehendak kita sendiri, itu yang kakak katakan sebelumnya kan. " kata Nina sambil menangis di punggung Ardian.


setelah mendengar perkataan Nina, Ardian pun terdiam sejenak dan mencoba berfikir dengan tenang, lalu beberapa saat kemudian Ardian pun melepaskan pelukannya itu lalu menyentuh pundak Nina dengan ekspresi serius, saat hendak memulai berbicara, Ardian pun menarik nafas dalam-dalam terlebih dahulu.


"kau juga mempunyai impian untuk membuat dunia damai kan ?. " tanya Ardian yang mencoba tenang.


"ya, aku sudah membulatkan tekad ku waktu aku melihat kakak bertarung dengan tekad saat melawan iblis itu. " jawab Nina dengan percaya diri.


"ternyata kau paham ya, kalau begitu ayo kita berjanji. " ujar Ardian sambil tersenyum kecil.


"huh, berjanji. " ucap Nina.


"berjanjilah, suatu saat nanti kita akan membuat dunia ini damai dan membuat kebebasan yang sebenarnya terwujud, walaupun suatu saat nanti jika kemungkinan aku bisa melupakannya, kumohon ingatkan aku kembali dan juga bimbinglah aku untuk bisa mengingat nya kembali. " kata Ardian bersungguh-sungguh.


"ya, aku janji. " ucap Nina sambil tersenyum.


akhirnya mereka pun sepakat membuat perjanjian itu dengan menyatukan jari kelingking mereka.


BERSAMBUNG..........

__ADS_1


__ADS_2