
episode 60
"hem, aku setuju dengan mu. " ucap gacha sambil tersenyum kecil.
"ayo kita kejar dia. " ujar jaylain yang masih meliriknya sambil tersenyum kecil.
gacha hanya mengangguk dan memejamkan matanya setelah mendengar perkataan jaylain.
---------------------------------------------
lalu di lain tempat, Ardian dan teman-temannya bertemu di lorong yang berbeda di dalam kerajaan, Ardian, gicha dan Alan di antar oleh saula, sedangkan legis dan teman-temannya diantar oleh bendow.
"sepertinya kau sudah dikalahkan oleh bocah bocah itu ya, bendow. " kata saula sambil tersenyum.
"kau juga sama dikalahkan oleh ketiga bocah itu kan. " kata bendow membalas ejekannya.
"aku tidak menduga akan menjadi seperti ini. " kata garen yang tiba-tiba saja datang bersama stalker dari lorong yang berlawanan.
"sensei. " ucap saula dan bendow secara bersamaan dengan terkejut melihat garen.
"jadi, orang yang berjubah hitam tadi..... " kata Ardian sambil mengingat saat dia akan melawan stalker tapi tiba-tiba saja ada orang berjubah hitam yang membantunya.
"ya, itu aku. " ucap garen sambil tersenyum.
"ayah. " ucap gicha dengan pelan.
"ayah, sejak kapan ayah kembali ?. " tanya Opel didekat gicha.
"saat raja api menyuruh kami kembali, kalian berdua sudah besar, aku tidak menyangka jika kalian akan melakukan hal yang seperti ini. " kata garen sambil mendekati gicha dan Opel lalu menyentuh kepala gicha.
"kami mempunyai alasan untuk menemui raja api. " kata Opel dengan ekspresi serius.
"apakah itu tentang iblis api. " ucap garen yang langsung serius.
"apakah ayah tahu tentang iblis api ?. " tanya gicha yang terkejut setelah mendengar ucapan garen.
"tentu saja dia tahu. " ucap raja api yang tiba-tiba saja datang bersama kedua pengawalnya.
"raja api. " ucap Ardian yang terkejut melihat raja api datang.
"ayo kita bicarakan di taman. " kata raja api mengajak mereka keluar.
setelah itu mereka semua pun pergi ke taman untuk membicarakan masalah mereka tapi tiba-tiba saja ditengah perjalanan tanpa diduga nyoren datang bersama iblis api lalu menyerang mereka.
"aku sudah menunggu mu, zeyra. " ucap iblis api yang tiba-tiba saja muncul bersama dengan nyoren.
"dezo, kau.... " ucap raja api yang terkejut melihat iblis api datang.
__ADS_1
"iblis api !!, ayo kita serang dia. " teriak stalker sambil maju bersama bendow dan saula dengan pedang masing-masing untuk menyerang iblis api.
"terlalu lemah. " ucap iblis api setelah itu mengeluarkan pusaran apinya yang membuat stalker dan kedua temannya terpental.
"ternyata kita masih belum cukup kuat untuk mengalahkannya. " ucap stalker setelah terjatuh karena terhempas.
"nyoren, kau juga. " kata Ardian sambil melihat nyoren dengan kesal.
"kau yang menghancurkan rencana ku, Ardian, jika saja kau tidak ada, misi ku pasti sudah selesai dengan cepat. " kata nyoren dengan kesal.
"jadi kau ingin berpura pura berteman dengan satu kelas agar mereka bisa kau bujuk untuk rencana mu itu. " kata Ardian yang menyadarinya.
"tepat sekali, tapi aku sudah tidak membutuhkannya lagi, sekarang zeker dan laka yang akan membantu rencana ku. " kata nyoren sambil tersenyum sombong.
"jangan lupakan aku. " ucap Rowi yang tiba-tiba saja datang dibelakang nyoren dan iblis api.
"oh, akhirnya kau datang juga, Rowi. " kata nyoren sambil melirik dari belakang.
"Rowi juga. " ucap veysa dengan terkejut.
"cih, iblis api, apa yang kau rencanakan ?. " tanya raja api dengan kesal.
"sederhana, aku akan mengumpulkan orang orang yang ingin ikut kedalam rencana ku lalu menyerang kota ini, sebaiknya persiapkan lah, dalam setahun dari sekarang aku akan menyusun rencana untuk menaklukkan kota ini. " jawab iblis api sambil tersenyum sombong.
"apakah kau sungguh sungguh akan melakukannya, untuk apa perang itu ?. " tanya raja api dengan ekspresi tegang.
"tentu saja untuk merebut batu api dan juga pedang api yang kau sembunyikan. " jawab iblis api dengan serius.
"apakah kau yakin, aku sudah mengetahui dimana kau menyembunyikan batunya, di dalam diri anak itu kan. " kata iblis api sambil menunjuk ke arah Ardian.
raja api yang melihatnya langsung terkejut dan berkeringat.
"tapi, aku akan mengambilnya di suatu hari, sebaiknya kau bersiaga. " kata iblis api dengan ekspresi serius.
"aku tidak takut, seberapa kuat dirimu, aku akan melawan mu bersama teman temanku. " kata Ardian dengan percaya diri.
setelah mendengar perkataan Ardian, legis dan teman teman lainnya langsung bersemangat lalu menggenggam tangannya ke atas.
"hem, teman, jangan membuat ku geli. " kata Rowi dengan ekspresi tenang.
"tentu saja geli, karena kau juga mempunyai seorang adik yang meminta kakaknya untuk berteman. " kata jaylain yang tiba-tiba saja datang bersama gacha.
"kalian berdua. " ucap legis dengan terkejut.
"kau masih ingatkan perjanjiannya. " kata gacha sambil melihat Rowi.
"cih, sudah kubilang jangan menghalangiku. " kata Rowi dengan tenang sambil memejamkan matanya.
__ADS_1
"kami akan datang di saat kami sudah siap, jadi persiapkan dirimu, zeyra. " kata iblis api dengan sombong setelah itu pergi menghilang dengan cepat bersama nyoren dan rekan-rekannya.
"kita juga harus bersiap siap, raja api. " ucap Ardian dengan ekspresi kesal.
"tenanglah, Ardian. " ucap Opel sambil menenangkan Ardian.
"bagaimana kita bisa tenang begitu saja. " kata Ardian dengan frustasi.
"aku mengerti perasaanmu, tapi, ada hal yang ingin ku bicarakan dengan mu, jadi, datanglah besok di danau kota pada sore hari. " kata raja api setelah itu meninggalkan Ardian dan teman-temannya di taman kerajaan
lalu garen dan ketiga muridnya pun mengantarkan mereka sampai di depan gerbang kerajaan kota zenai.
"kita gagal berbicara dengan raja api karena dia. " kata opel dengan kesal sambil mengingat iblis api yang tiba-tiba saja datang.
"kakak tenanglah. " ucap gacha yang mencoba menenangkannya.
"sepertinya hanya Ardian yang bisa menyampaikannya besok. " kata jaylain dengan tenang sambil tersenyum kecil.
"maaf teman-teman, aku merasa egois karena hanya aku yang akan menemui raja api. " kata Ardian dengan gelisah sambil melihat ke bawah.
"tidak, justru kaulah yang bisa berbicara dengannya. " kata gacha dari atas pohon.
"gacha, sejak kapan kau. " ucap Ardian dengan terkejut.
"Ardian, aku mohon, bicaralah dengan ayahku untuk kami, kau bisa menceritakan semuanya nanti kan. " pinta legis.
"legis, jika ini untuk teman-teman ku, aku akan melakukannya. " kata Ardian dengan bersemangat.
"berjuanglah. " kata teman-teman lainnya.
"terimakasih, semuanya. " ucap Ardian meneteskan air matanya.
"(serin, walaupun kau sudah tidak ada diantara kami, tapi, aku bisa melihat dirimu jelas sama dengannya, ikatan pertemanan, sampai kapanpun, kami akan menunggu mu datang). " kata gacha didalam hatinya sambil tersenyum kecil melihat Ardian dari atas pohon.
BERSAMBUNG.............
-------------------------------------------
karakter : tim 2
nyoren : type elemen cahaya
zeker : type elemen normal
__ADS_1
laka : type elemen api