Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
perjalanan baru untuk menjadi kuat - jejak kakek jelan bagian 1


__ADS_3

episode 109


"setelah kejadian itu, semuanya sudah kembali normal, wujud asli iblis itu juga menghilang dan tidak pernah muncul lagi. " kata nenek zenah yang sudah lama bercerita tentang kakek jelan kepada Ardian.


"apakah iblis itu memang ada nenek ?. " tanya Ardian dengan ragu.


"hmp, wajar saja jika kau tidak mempercayainya, karena hanya nenek, Kakek mu jelan, adikku Nitin, pamanmu dyrados dan nona mireha dan nizuan yang melihat dengan mata kepala mereka sendiri. " jawab nenek zenah.


"aku percaya dengan cerita nenek, nenek kan tidak mempunyai keahlian mengarang cerita seperti kakek jelan dan juga nenek tidak akan membohongi cucunya sendiri, benarkan nek. " kata Ardian dengan percaya diri.


setelah mendengar perkataan Ardian, nenek zenah langsung meneteskan air matanya karena terharu dengan cucunya itu.


"nenek, ada apa ?. " tanya Ardian yang melihat neneknya meneteskan air matanya.


"tidak, tidak ada apa-apa. " jawab nenek zenah sambil mengusap air matanya dengan tangannya.


"nenek, bisakah nenek mengajariku cara untuk mengendalikan naga yang ada didalam diriku ini. " pinta Ardian dengan bersungguh-sungguh.


"kau ingat cerita nenek tadi saat kakek mu berkata seperti itu kepada gurunya. " ucap nenek zenah.


"lalu aku harus bagaimana nenek ?. " tanya Ardian.


"jadilah seseorang yang kuat seperti kakek mu, kau pasti bisa menemukan jawabannya sendiri. " jawab nenek zenah.


"kalau begitu aku akan memulainya dengan menemui satu persatu orang hebat di kota ini, inilah kesempatan ku berada di sini. " kata Ardian dengan ekspresi serius.


"apakah kau serius ?. " tanya nenek zenah dengan terkejut saat mendengar Ardian berkata seperti itu.


"ya, aku sangat serius, inilah tekad ku dan inilah caraku untuk menjadi seseorang yang kuat. " jawab Ardian.


naga yang mendengar perkataan Ardian dari dalam dirinya, hanya menundukkan kepalanya sambil memejamkan kedua matanya.


"kau dengan itu, naga jelek. " ucap Ardian didalam hatinya sambil tersenyum kecil.


"ambilah ini, ini pasti akan berguna untuk mu. " ucap nenek zenah sambil memberikan sebuah peta kota lesar yang menandakan alamat teman-temannya.


"oh, ini pasti akan sangat berguna, aku akan memulainya dari teman-teman nenek terlebih dahulu, terimakasih nenek, aku pergi dulu. " kata Ardian sambil menerima peta itu kemudian pergi berangkat dan memulai perjalanannya.


"jelan, kau lihat cucumu itu, dia sangat mirip dengan mu, aku bisa melihatnya. " kata nenek zenah didalam hatinya setelah Ardian pergi.


sampai didepan rumah, Ardian secara kebetulan bertemu dengan pamannya yazerd.


"Ardian, apa yang sedang kau lakukan, semuanya sudah menunggu mu lama di luar. " kata paman yazerd.

__ADS_1


"semuanya menunggu ku. " ucap Ardian dengan terkejut saat mendengar perkataan paman yazerd.


"tunggu sebentar, apa yang kau bawa di tanganmu itu ?. " tanya paman yazerd dengan ekspresi serius.


"ini peta yang menandakan alamat teman-teman nenek zenah tinggal sekarang. " jawab Ardian dengan kaku.


"apakah kau berencana ingin menemui teman-temannya nenekmu, untuk apa ?. " tanya paman yazerd dengan ekspresi serius.


"untuk menjadi lebih kuat, paman masih ingat kan janjiku untuk datang ke kota ini. " jawab Ardian dengan ekspresi serius.


"ya, aku ingat, jaga sikap mu dan jangan mempermalukan nama baik nenek mu saat menemui mereka, aku mengawasi mu. " kata paman yazerd dengan ekspresi menakutkan kemudian pergi masuk kedalam rumah.


"sejujurnya itu membuat ku takut. " ucap Ardian didalam hatinya.


kemudian Ardian pun bergegas menghampiri semuanya yang sudah lama menunggunya, sesampainya di depan rumah benar saja, mbak ciria dan yang lainnya sedang menunggu Ardian datang.


"kalian. " ucap Ardian dengan terkejut saat melihat mereka semua yang sudah menunggunya keluar.


"Ardian, bagaimana saat kau menanyakannya kepada nenek zenah ?. " tanya Mbak ciria.


"Ardian, jangan dianggap serius perkataan mbak ciria tadi. " ucap gerad.


"aku tahu itu, aku akan berusaha mencoba memperbaiki masalah naga dari awal mulai dari sekarang. " kata Ardian dengan serius.


"lihat ini. " ucap jelan sambil menunjukkan peta alamat teman-teman nenek zenah itu.


seketika itu semuanya langsung terkejut saat Ardian memperlihatkan petanya kepada mereka semua.


"ini.... " ucap mbak ciria dengan terkejut.


"kita akan memulainya dari sini, perjalanan untuk menjadi kuat. " kata Ardian dengan bersemangat.


"bukannya ini alamat rumah ku. " ucap gerad saat melihat alamat peta itu dengan teliti.


"itu juga ada alamat rumahku. " ucap Mizhura dengan tenang.


"heh, sebenarnya seberapa banyak teman nenek ku ini. " kata Nizar yang melihat alamat peta itu sangat banyak dan hampir menyeluruh di kota lesar.


"kita hanya akan mendatangi teman dekat nya nenek ku saja, tujuan kita menemui orang-orang hebat di kota lesar ini, bagaimana. " kata Ardian yang mengajak mereka semua.


saat Ardian mencoba mengajak mereka, semuanya tampak gelisah dan masih berfikir panjang.


"aku tahu, aku tidak akan memaksa kalian untuk ikut, aku bisa pergi sendiri. " kata Ardian saat melihat pandangan mereka.

__ADS_1


"tunggu, kami tidak bilang kalau kami tidak ikut, lagipula sebagai seorang kakak, aku tidak akan membiarkan mu pergi sendirian di kota lesar yang luas ini. " kata mbak ciria sambil tersenyum.


"aku ikut. " ucap gerad


"mau bagaimana lagi. " ucap grane.


"aku juga. " ucap Lina.


"kemanapun kakak pergi, aku akan ikut. " kata Nizar.


nira hanya mengangguk.


"bagaimana denganmu, Mizhura ?. " tanya Mbak ciria sambil tersenyum kecil.


"cih, karena alamat rumahku juga ada di peta itu, aku akan ikut, hanya sebagai pemandu. " jawab Mizhura dengan acuh sambil memejamkan matanya.


"kalau begitu sudah dipastikan kita semua akan pergi bersama-sama untuk menjadi kuat. " kata Ardian dengan bersemangat.


"lalu kemana tujuan kita yang pertama ?. " tanya gerad.


"ke yang paling dekat terlebih dahulu. " jawab Ardian sambil menunjuk salah satu alamat sahabat nenek zenah yang paling dekat terlebih dahulu di peta itu.


setelah itu mereka semua pun menuju ke alamat itu, sesampainya didepan rumah yang menjadi tempat tujuan mereka......


"hey, apakah rumah ini ada penghuninya, aku punya firasat buruk disini. " kata Nizar sesampainya di depan rumah yang menjadi tempat tujuan mereka yang pertama.


"mbak ciria, sebenarnya siapa yang menghuni rumah seseram ini ?. " tanya Ardian sambil menahan rasa takutnya.


"oh, ini rumah paman anaki, beliau memang seperti ini karena hidup sendiri. " jawab mbak ciria.


"yang benar saja. " ucap Ardian.


"apa orangnya juga menyeramkan seperti rumahnya ini ?. " tanya Nizar.


"ya, bisa dibilang sangat menyeramkan kalau bertindak. " kata mbak ciria dengan ekspresi datar.


"gulp, beranikah aku masuk, ayolah berani. " kata Ardian didalam hatinya sambil berusaha melawan ketakutannya.


"dasar penakut. " ucap Mizhura didalam hatinya sambil memejamkan matanya.


setelah itu perlahan-lahan mereka semua masuk melewati gerbang rumah paman anaki, lalu mencoba mengetuk pintu rumahnya, saat paman anaki keluar mereka semua langsung memasang wajah ketakutan kecuali mbak ciria, mzhura dan grane yang tenang-tenang saja tanpa ketakutan sedikitpun.


BERSAMBUNG...........

__ADS_1


__ADS_2