
Episode 145
setelah keluar dari kedai makan, Ardian pun pergi ke hutan untuk menemui seseorang....
"kau sudah kembali ya. " ucap gacha yang sedang duduk santai di atas pohon dengan tenang.
"ternyata kau disini, aku sudah mencari mu kemana mana. " kata Ardian melihat ke atas pohon.
"ada perlu apa kau mencari ku ?. " tanya gacha dengan tenang sambil memandangi awan di langit.
"aku ingin menanyakan sesuatu, bagaimana keadaan kota zenai waktu aku pergi ?. " tanya Ardian dengan ekspresi serius sambil duduk di bawah pohon.
"kenapa kau bertanya kepada ku ?. " tanya gacha dengan ekspresi serius.
"karena tidak ada orang lain yang lebih insiatif selain kau, jika aku menanyakan nya kepada raja api mungkin dia tidak akan mendengarkan ku. " jawab Ardian.
"huh, apa boleh buat. " ucap gacha sambil menghela nafas kemudian turun dari pohon dan berdiri di depan Ardian.
"maaf merepotkan mu. " ucap Ardian sambil tersenyum.
"aku tidak bilang kalau informasi nya gratis kau tahu, jika kau bisa mengalahkan ku aku akan memberi tahu mu. " kata gacha kemudian menyerang Ardian dengan batang bayangannya yang berasal dari punggungnya.
"hey, tunggu, apakah kau serius ?. " tanya Ardian yang berhasil menghindarinya dengan berguling ke samping.
"aku tidak pernah bermain main, lagipula kau yang meminta sendiri informasi nya kan. " jawab gacha yang melanjutkan serangan nya dengan melemparkan bola bayangan ke arah Ardian.
"baiklah, aku akan menerima tantangan mu itu. " kata Ardian setelah melompat menghindari serangan bola bayangan dari gacha.
kemudian saat Ardian mendarat di atas pohon, Ardian pun membalas serangan gacha dengan bola api nya, tapi dengan mudah gacha menghindarinya, setelah itu gacha pun mengeluarkan tangan bayangannya yang keluar dari batang pohon lalu menjerat Ardian.
"sejak kapan dia memasang perangkap di pohon ini, oh ya aku ingat, sebelumnya dia menduduki nya kan. " kata Ardian didalam hatinya dengan ekspresi panik.
"Ardian, sekarang aku sudah lebih berkembang, aku tidak ingin kalah dari mu lagi kali ini, tinju bayangan beruntun !!. " ucap gacha kemudian mengeluarkan serangan hempasan tinju bayangannya yang beruntun ke arah Ardian.
__ADS_1
"heh, kau terlalu percaya diri, aku juga sudah berkembang tahu. " ucap Ardian dengan tersenyum kecil sambil berkonsentrasi kemudian menangkis tinju bayangan beruntun itu dengan pedang api yang seketika dikeluarkan nya.
"bukankah itu pedang api, bagaimana bisa kau memiiki nya ?. " tanya gacha dengan ekspresi serius.
"kau sudah melihatnya kan, kita akhiri dulu pertarungan ini, aku akan menceritakannya kepada mu tapi kau harus memberi tahu ku informasi nya, bagaimana menurut mu. " ujar Ardian sambil memotong penjerat bayangan dengan pedang api nya itu.
"hmp, kau selalu saja pandai dalam bernegosiasi ya, baiklah, aku setuju. " ucap gacha sambil tersenyum kecil dan memejamkan matanya.
kemudian setelah pertarungan itu usai, Ardian pun menceritakan semua yang terjadi di kota lesar saat itu sambil duduk di bawah pohon.
"begitu ya, akhir yang menyedihkan. " ucap gacha sambil tersenyum kecil.
"aku tidak ingin mendengar itu darimu. " kata Ardian.
"bagaimanapun juga kau sudah berhasil mencapai tujuan mu yang pertama kan. " kata gacha.
"ya, mungkin itu benar. " ucap Ardian.
"lalu, apa yang akan kau lakukan selanjutnya ?. " tanya gacha melihat ke arah Ardian dengan ekspresi serius.
"aku sudah menduga kau tidak akan melupakan tujuan mu itu, tapi sebelum itu aku ingin mengucapkan terimakasih kepada mu. " ucap gacha sambil tersenyum kecil.
"huh, untuk apa ?. " tanya Ardian yang menjadi penasaran.
"untuk yang akan kau lakukan itu, aku yakin jika itu kau tidak ada yang tidak mungkin dilakukan, semuanya yang disini pasti juga percaya kepada mu dan mereka juga akan selalu mendukungmu. " jawab gacha.
"gacha, kau tidak perlu berlebihan seperti itu. " ucap Ardian yang terharu saat mendengarnya.
"baiklah, aku akan memberi tahu mu informasinya, dengarkan baik-baik. " kata gacha yang langsung memasang wajah serius.
"baik. " ucap Ardian yang juga serius.
"sejak iblis api menyusup ke dalam kerajaan sebelumnya, dia tidak pernah terlihat lagi, mungkin selama ini dia sedang mengumpulkan kedua belas bintang jatuh yang tersebar di daerah kota kota tertentu. " kata gacha.
__ADS_1
"bintang jatuh. " ucap Ardian yang semakin penasaran.
"sebelumnya aku merasa curiga dengan iblis api bersama jaylain dan nyoren yang asal menyusup kedalam kerajaan, mereka pasti mempunyai tujuan tertentu, lalu saat aku menyelidikinya di sekitar kerajaan, dugaan ku benar, aku melihat sebuah bekas cahaya yang berada di tengah-tengah lubang besar, lubang itu seperti baru saja terbentuk dari kelihatannya itu seperti bekas benturan bintang jatuh seperti meteor atau apalah itu, awalnya aku tidak yakin dengan itu tapi dikemudian hari dugaan semakin benar saja jika itu adalah bintang jatuh setelah aku diam-diam menguping pembicaraan kak stalker dan teman-temannya mengenai bintang jatuh yang belakangan ini terlihat dan jatuh di kota kota tertentu, mereka juga mengatakan di setiap ada bintang jatuh pasti ada ketiga orang aneh yang mendekati bekas jatuhnya bintang itu tapi tidak lama orang itu langsung menghilang tanpa jejak dan saat itulah aku menyadarinya kalau orang aneh yang dimaksud oleh kak stalker dan teman-temannya itu adalah iblis api, dan nyoren. " kata gacha yang mengatakan semua informasi yang dimilikinya kepada Ardian.
"apakah kau memang yakin jika itu mereka ?. " tanya Ardian.
"aku punya bukti, lihatlah ini. " ucap gacha yang menunjukkan sebuah kepingan es yang diawetkan nya itu.
"kepingan es, ini es milik jaylain. " ucap Ardian yang terkejut saat melihatnya.
"ternyata kau juga bisa merasakannya ya. " kata gacha.
"aku pernah bertarung dengan nya saat di ujian battle arena sebelumnya, tentu saja aku mengetahuinya. " kata Ardian yang masih mengingat nya.
"sekarang sudah jelas kan. " ucap gacha kemudian menyimpan kembali kepingan es itu.
"tapi, untuk apa mereka mengejar bintang jatuh itu. " kata Ardian yang masih bingung.
"jika spekulasi ku benar, mereka mengumpulkan kedua belas bintang jatuh itu untuk membangkitkan kekuatan bintang yang ada di telapak tangan nyoren itu, mungkin kekuatan itu akan sangat berbahaya saat di Medan pertempuran nanti. " kata gacha.
"jika itu benar, kita harus menghentikan nya. " kata Ardian dengan terburu-buru.
"itu tidak perlu. " ucap gacha sambil memejamkan matanya.
"huh, apa maksudmu tidak perlu ?. " tanya Ardian yang terkejut saat mendengar perkataan gacha.
"karena itu sudah terlambat, setelah kau pergi ke kota lesar selama satu bulan, mereka sudah berhasil mengumpulkan kedua belas bintang jatuh itu. " jawab gacha.
"bagaimana kau bisa tahu ?. " tanya Ardian.
"karena waktu itu aku melihat bintang jatuh yang terakhir yang tidak jauh dari kota, saat aku mencarinya lalu tiba-tiba saja jaylain menangkap ku, lalu mengikat ku dengan es nya sehingga aku tidak bisa berteriak karena waktu itu dia bilang kepada ku untuk tetap diam. " jawab gacha sambil mengingat kejadian itu.
"diamlah, ya, ampun, sebenarnya apa sih yang kau lakukan, jika kau sudah mengetahuinya beritahukanlah kepada yang lainnya, jangan mencari tahu nya sendiri kalau kau tidak ingin membuang nyawamu yang berharga itu, kau mengerti kan, jadi sebaiknya kau tetap lah disini, setelah kami selesai, kami akan langsung pergi, es itu juga akan mencair dengan sendirinya, selama mereka masih menganggap ku rekan, aku terus memata-matai mereka, inilah yang bisa kulakukan sebelum perang nanti, aku juga percaya kepada Ardian kalau dia bisa menghentikan semua ini. " kata jaylain sebelum meninggal kan gacha setelah menyelamatkan nya.
__ADS_1
"jaylain, kenapa, kenapa kau membebani dirimu sendiri sampai sejauh ini. " kata gacha didalam hatinya yang keadaan nya masih terikat itu.
BERSAMBUNG............