Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
perjalanan latihan


__ADS_3

Episode 150


setelah kembali dari bukit kota zenai......


"dasar gacha itu, membuat ku penasaran saja, sebenarnya apa arti dari perkataan nya tadi ya. " kata Ardian yang masih memikirkan perkataan gacha sebelumnya sambil berjalan menuju ke rumah.


di lain tempat, nyoren yang kabur.......


"cih, mengganggu saja. " ucap nyoren yang berada di luar kota berdiri di atas pohon dengan ekspresi agak kesal.


"sepertinya baru kali ini kau mendapat gangguan ya. " kata jaylain yang juga ada di dekatnya dengan ekspresi tenang.


"apa urusanmu di sini, jaylain ?. " tanya nyoren dengan ekspresi serius.


"tidak ada, iblis api menyuruh ku untuk mengawasi mu, itu saja. " jawab jaylain dengan tenang.


"katakan kepadanya untuk tidak perlu mengawasi ku. " kata nyoren.


"huh, merepotkan saja. " ucap jaylain sambil menghembuskan nafas nya.


kemudian setelah beberapa hari kemudian, akhirnya hari untuk pergi ke kota sonase pun tiba.


di dalam kelas.......


"aku sudah tidak sabar ke sana. " kata mican yang mengobrol bersama gacha dan veysa dengan bersemangat.


"semuanya sudah bersemangat sekali ya. " kata Opel.


"ya, begitulah. " kata Legis.


"(aku sudah berlatih dengan raja api seminggu ini, aku harus bertambah kuat di mana saja). " kata Ardian didalam hatinya dengan ekspresi serius.


"semuanya sudah berkumpul ya. " kata Niver sensei yang baru saja datang ke dalam kelas.


"sepertinya semua sudah siap sensei. " kata Alan.


"tidak ada yang tertinggal kan ?. " tanya Niver sensei.


"tidak ada sensei, semuanya sudah ada disini. " jawab Alan.


"baguslah kalau begitu, ayo kita berangkat. " kata Niver sensei dengan bersemangat.


"ya. " ucap semua murid nya dengan bersemangat.


kemudian mereka semua pun berkumpul di depan halaman sekolah lalu mereka semua pun menaiki kereta yang ditarik oleh sebuah mesin, kereta itu memiliki 5 gerbong cukup untuk mereka semua, kemudian setelah berada didalam gerbong, mereka duduk secara berpasangan, Ardian pun duduk bersama Nizar, veysa duduk dengan Lisa, Alan duduk dengan Pinksy, gicha duduk dengan gacha, Opel duduk dengan Legis, jaylain duduk dengan Rowi, Peter duduk dengan bari, Pingo duduk dengan zela, Rega duduk dengan Risa, dan zifi duduk dengan mauli, Niver sensei juga ikut bersama dengan Kirana sensei.


setelah beberapa lama kemudian, kereta itu pun berjalan, saat dijalan mereka saling mengobrol, Ardian yang dari tadi melihat ke arah Rowi dan jaylain yang seperti canggung.

__ADS_1


"jaylain. " ucap Ardian didalam hatinya yang dari tadi memperhatikan nya dengan ekspresi datar.


"ada apa kak ?. " tanya Nizar yang melihat kakaknya seperti sedang melamun itu.


"tidak, tidak ada apa-apa. " jawab Ardian yang langsung mengalihkan pandangan nya itu.


lalu setelah beberapa saat, Rowi pun mencoba untuk berbicara dengan jaylain yang sangat tenang itu.


"jaylain. " panggil Rowi dengan tenang.


"ada apa ?. " tanya jaylain dengan ekspresi tenang.


"bagaimana menurut mu mengenai perang yang akan datang itu ?. " tanya Rowi yang mencoba untuk serius.


seketika pembicaraan mereka menjadi serius.


"kenapa kau bertanya kepada ku ?. " kata jaylain yang berbalik tanya dengan ekspresi tenang.


"karena biasanya kau itu sangat antusias dengan hal seperti itu, jadi aku penasaran saja dengan pendapat mu. " jawab Rowi.


"hmm, bagaimana ya, sejujur nya aku tidak ingin terlibat lebih lanjut dengan masalah seperti itu, tapi sepertinya jika Ardian yang memberi pendapat, dia pasti akan memilih untuk terlibat demi teman-temannya yang berharga itu. " kata jaylain.


"kau benar juga, Ardian. selalu melakukan apapun untuk teman-temannya, tidak heran kalau dia akan memberikan pendapat seperti itu, dia juga membuat ku sadar kalau kekuatan itu bukanlah segalanya. " kata Rowi.


"tidak lain dia adalah orang bodoh yang selalu mementingkan teman-temannya, setidaknya itulah yang aku tahu. " kata jaylain didalam hatinya kemudian tersenyum kecil.


lalu saat sudah berada di luar kota, mereka memasuki area hutan perbatasan antara kota zenai dengan kota sonase, saat di perjalanan itu terdapat beberapa monster yang ingin membajak kereta mereka.


"ya, kau benar juga Alan, ayo kita lakukan. " kata Opel yang juga bersemangat.


"ya ampun, dasar Alan itu. " kata Lisa sambil tersenyum.


"ayo kita berburu monster !!. " teriak gacha yang menyemangati mereka.


"kakak, ayo kita juga ikut. " ajak Nizar.


"ya. " ucap Ardian.


"merepotkan saja. " ucap gacha dengan ekspresi tenang.


"jaylain, dari tadi tangan ku sudah gatal, bagaimana dengan mu ?. " tanya Rowi yang meremas tangan nya itu.


"sepertinya tidak buruk juga, ayo kita lakukan. " jawab jaylain dengan tenang sambil tersenyum kecil.


seketika itu semuanya pun langsung naik ke atas kereta dengan lewat jendela yang lebar itu, kecuali Niver sensei dan Kirana sensei yang masih didalam kereta itu.


"ya, ampun, mereka sangat bersemangat sekali, Niver, apakah kau yakin membiarkan mereka begitu saja ?. " tanya Kirana sensei.

__ADS_1


"biarkan saja mereka bersenang-senang, itu akan menjadi latihan pertama mereka sebelum sampai ke sana. " jawab Niver sensei.


"jadi kau kau sudah merencanakan nya ya ?. " tanya Kirana sensei yang menyadari nya.


"ya begitulah, aku sudah menduga mereka pasti akan langsung bertarung tanpa bertanya kepada ku. " jawab Niver sensei sambil tersenyum.


"heh, kau cerdik juga, Niver sensei. " kata Kirana.


lalu di atap kereta, mereka semua masih terus melawan monster hutan itu di perjalanan.


"rasakan ini, Sambaran petir !!. " ucap Opel yang menggunakan kekuatan nya itu.


"Bola cahaya !!. " ucap Legis.


"Duri es !!. " ucap veysa.


"Bola bayangan !!. " ucap gacha.


"kombinasi serangan ular dan kilat !!. " ucap bari dan Peter yang mengeluarkan kekuatan kombinasi nya.


"aku juga tidak mau kalah, Pembelah air !!. " ucap Pingo yang mengenai beberapa monster sekaligus.


"Risa, mundur lah sedikit. " kata Rega.


"baik, tapi jangan terlalu memaksakan diri mu, kau masih belum pulih total saat pertarungan battle arena sebelumnya lho. " kata Risa yang menasehati nya.


"ya, aku tahu itu, Tebasan angin elang !!. " ucap Rega yang melompat kemudian menyerang dengan elang anginnya


tapi tak lama kemudian Rega pun turun dan terlihat seperti menahan rasa sakitnya itu.


"ternyata hanya sampai sejauh ini batas nya. " ucap Rega yang menahan rasa sakit di pinggang nya itu.


"Rega, kau baik-baik saja ?. " tanya Risa yang terlihat khawatir.


"ya, aku baik-baik saja, maaf membuat mu khawatir. " jawab Rega.


"sebaiknya jangan lah memaksakan diri mu. " kata Risa yang terlihat hendak meneteskan air matanya itu.


"baiklah, aku mengerti. " ucap Rega yang berusaha menenangkan Risa dan menghibur nya.


lalu di atas gerbong lainnya, Rowi dan jaylain terus membabi buta monster monster yang berdatangan itu.


"ini sangat menyenangkan, jaylain. " kata Rowi yang terus menebaskan tombak nya ke segala arah.


"ya, aku tahu itu. " ucap jaylain sambil mengayunkan pedang es nya itu dengan sangat tenang.


"lihat itu, mereka benar-benar terlihat sangat keren saat bertarung bersama. " kata Mican yang terbengong takjub melihat mereka berdua.

__ADS_1


"syukurlah mereka berdua bisa akrab. " kata Ardian sambil tersenyum melihat mereka berdua yang bertarung bersama dengan naluri yang unik.


BERSAMBUNG...........


__ADS_2