Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
Pertemuan yang tidak di sengaja


__ADS_3

Episode 176


di depan gerbang kota zenai, ketiga penjaga terkuat di kalahkan oleh orang asing yang memakai topeng dan jubah hitam dengan mudah.


"lemah, menyingkirlah sampah. " kata Cronus dengan ekspresi sombong.


"cih, siapa kau sebenarnya ?. " tanya stalker dengan lantang.


"kalian tidak perlu tahu siapa aku. " jawab Cronus dengan perlahan-lahan berjalan memasuki gerbang kota zenai dengan santai nya setelah membuat ketiga penjaga terkuat kota zenai itu me menghilang.


lalu beberapa saat kemudian, ada sebuah berita yang langsung menyebar di kota zenai, berita itu adalah mengenai ketiga penjaga terkuat kota zenai yang dikalahkan oleh orang asing lalu menghilang tanpa jejak setelah masuk ke gerbang kota zenai dan menculik ketiga penjaga terkuat itu, berita itu sampai didengar oleh Ardian dan teman-temannya yang sedang menongkrong di sebuah kedai.


"hey, bukankah berita itu baru saja terjadi. " kata Legis yang pertama melihatnya di TV kedai.


"kau benar, kejadian nya 2 jam yang lalu. " kata Opel yang melihat waktu kejadiannya di TV.


"tidak mungkin, bahkan ketiga penjaga terkuat di kota zenai bisa dikalahkan oleh orang asing itu, terlebih lagi orang itu menculik ketiga penjaga terkuat. " kata Ardian yang terkejut saat melihatnya.


lalu di tengah pembicaraan mereka, beberapa saat kemudian seseorang berjubah hitam tertutup datang ke kedai tempat mereka menongkrong dan terlihat seperti membeli sesuatu, Ardian yang melihat orang itu pun seketika merasa curiga, lalu setelah orang itu pergi hanya dengan membeli 1 gorengan dan dimakan sambil berjalan keluar, tiba-tiba saja berita di TV itu memperjelas siapa yang menyerang ketiga penjaga terkuat itu, di berita TV mengatakan jika orang itu berjubah hitam dan memakai sebuah topeng di wajahnya, Ardian yang baru saja menyadarinya jika orang itu baru keluar dari kedai dan memesan gorengan, seketika menghentakkan tangannya di meja dengan ekspresi serius, lalu semuanya pun menjadi terkejut saat melihat Ardian itu.


"Ardian, ada apa ?. " tanya Legis yang terkejut.


"orang itu, orang yang terlihat sama di berita TV, dia baru saja datang kemari. " jawab Ardian dengan ekspresi serius.


"apa !!. " teriak teman-temannya yang terkejut mendengar perkataan Ardian.


"Ardian, bisa saja kau salah orang lho. " kata Opel.

__ADS_1


"kalau begitu kita langsung tanyakan saja kepada pelayan yang melayani nya tadi. " ujar Ardian yang langsung berdiri dan ingin memastikan nya.


saat Ardian melihat ke tempat kasir, mereka terkejut melihat pelayanan itu tidak ada di tempatnya, lalu seketika itu Ardian pun langsung menghampiri ke tempatnya, di situ terlihat seorang pelayan kedai terduduk diam di bawah dengan ekspresi ketakutan.


"mbak pelayan, kenapa, ada apa sebenarnya ?. " tanya Ardian yang terkejut melihat seorang pelayan kedai itu yang terduduk dengan ekspresi ketakutan.


"orang itu, orang itu, orang itu. " kata pelayan itu yang tidak sanggup menjelaskan nya.


"tenanglah, sebenarnya apa yang terjadi ?. " tanya Legis sambil mencoba menyuruh pelayang itu tenang.


"orang berjubah hitam itu mengancam ku, dia hendak membunuh ku. " kata pelayan itu yang masih gugup saat menjelaskannya.


"tidak salah lagi itu orang nya. " kata Ardian dengan emosi setelah mendengar jawaban pelayan itu seketika langsung berlari keluar dari kedai mencari orang itu.


"tunggu, Ardian. " teriak Legis tapi Ardian tidak menghiraukan nya.


"sebaiknya kita susul dia, ayo teman-teman. " kata Legis yang langsung berlari mengejar nya.


lalu saat Ardian berusaha mencari orang berjubah hitam itu, dia terus mencari dan mencari sampai ke sudut kota.


"sial, dimana orang berjubah hitam itu. " kata Ardian yang kesal karena tidak menemukan nya.


lalu saat Ardian memalingkan wajahnya, ia sempat melihat orang berjubah hitam itu masuk ke hutan saka kemudian menghilang, seketika Ardian pun tanpa ragu langsung berlari kedalam hutan, teman-temannya yang melihat Ardian memasuki hutan saka dari kejauhan pun langsung mengikutinya.


"dimana, dimana orang itu. " kata Ardian yang melihat ke sekitar hutan saat kehilangan jejak orang berjubah hitam itu.


"ya, ampun, ternyata ada bocah yang tersesat menggangu tidur siang ku disini. " kata Cronus yang sedang duduk di atas pohon dengan tenang.

__ADS_1


"kau, orang yang berjubah hitam. " kata Ardian sambil menatapnya dengan ekspresi serius.


"ouh, tunggu sebentar, kalau tidak salah kau bocah yang ada di kedai itu ya. " kata Cronus yang baru saja mengingat nya.


"itu tidak penting, sebenarnya apa yang kau lakukan dengan ketiga penjaga terkuat kota zenai ?. " tanya Ardian dengan ekspresi serius.


"hmp, terkuat apanya, orang-orang itu hanyalah ketiga orang lemah yang menggangu perjalanan ku kesini dan kelihatannya kau sepertinya bukan bocah biasa jika sangat tanggap dengan berita itu dan melihat ku masuk ke kedai. " kata Crounus yang sedikit memujinya.


"cih, kembalikan ketiga penjaga itu !!. " kata Ardian dengan lantang kemudian langsung berlari ke arah Cronus dan hendak menyerangnya dengan tangan berapi nya.


"elemen api ya. " ucap Cronus sambil tersenyum kecil.


lalu saat Ardian yang sudah melompat hendak menyerang nya dengan tangan berapi nya, Cronus pun juga ikut mengeluarkan tangan berapi nya yang berwarna ungu gelap dan mengarahkan nya ke Ardian tepat ke perutnya, Ardian yang menyadari serangan Cronus yang lebih cepat itu dengan kacamata nya, seketika langsung menangkisnya dengan kedua tangan berapi nya, tapi alhasil Ardian masih terhempas kuat ke belakang dan membentur pohon di belakangnya dengan keras sehingga ia mengeluarkan darah di mulutnya.


"tidak ku sangka bocah seperti mu bisa menangkis serangan ku yang selalu tepat, aku sedikit kagum dengan mu, kau adalah orang ke tiga yang bisa menangkis serangan ku, sekarang apakah kau masih sanggup untuk melawan ku. " kata Cronus dengan ekspresi sombong.


"(sebenarnya apa kekuatannya itu, serangan nya begitu kuat dan bisa tepat sasaran, jika tadi aku tidak melihatnya dari bantuan Otobot, mungkin saja pukulannya bisa menembus perut ku). " kata Ardian didalam hatinya sambil menahan rasa sakitnya itu.


lalu tidak lama kemudian, tiba-tiba saja raja api datang dari arah yang tidak jauh sambil memegang pedang nya.


"ouh, sayang sekali sepertinya aku tidak bisa tidur siang disini jika situasi nya sudah begini. " kata Cronus yang masih tenang-tenang saja.


"orang asing yang belum mempunyai izin masuk ke dalam kota tidak berhak tidur siang di wilayah kota zenai. " kata raja api dengan tatapan ekspresi serius di wajahnya.


"(hmm, biasanya dia selalu memakai pedang api, tapi sekarang kenapa dia tidak memakainya). " kata Cronus didalam hatinya yang heran saat melihat pedang yang dibawa raja api itu.


"tunjukkan lah siapa dirimu, orang asing. " kata raja api dengan lantang memasang ekspresi serius sambil mengangkat pedang nya itu dan mengarahkan nya ke arah Cronus.

__ADS_1


BERSAMBUNG..........


__ADS_2