Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
Berbicara dengan pedang (1)


__ADS_3

Episode 157


lalu setelah Nizar menerima pedang petir dari raja petir secara resmi, rombongan anak-anak dari kota zenai kemudian meneruskan latihan mereka di kota sonase, lalu di lain tempat, iblis api dan nyoren yang sudah kembali ke markas nya setelah rencana nya gagal untuk mengambil pedang petir itu.


"keterlaluan !!, dasar mereka itu selalu membuat ku jengkel. " kata nyoren dengan ekspresi kesal dan memukul tembok gua.


"tenanglah nyoren. " ucap iblis api yang juga mencoba menenangkan dirinya.


"bagaimana bisa tenang, mereka itu sudah mengacaukan rencana kita, kalau saja kita melakukannya dari awal, kita tidak akan bertemu dengan mereka. " kata nyoren yang masih kesal.


"*yang sudah terjadi biarkanlah terjadi, walaupun kita melakukannya dari awal belum tentu kita mendapatkan pedang petir itu, aku sudah menduga hal ini sebelumnya, hanya 10% kemungkinan kita bisa mengambil pedang petir itu secara langsung, yah bisa dibilang hampir mus*tahil. " kata iblis api.


"kalau kau sudah tahu kita akan gagal, kenapa kau masih menggunakan rencana itu ?. " tanya nyoren dengan ekspresi serius.


"hmp, sebenarnya aku hanya memprediksi segala kemungkinan jika kita menyusup kedalam museum itu, sebelumnya aku membuat sebuah spekulasi kalau raja petir lah yang akan menggantikan kita tapi aku tidak menduga kalau semua itu diluar perkiraan ku, pedang petir itu malah memilih seorang bocah menjadi pengguna nya, lalu anak pengendali naga yang memegang pedang api, itu benar-benar mengejutkan. " jawab iblis api sambil tersenyum kecil.


"jadi setelah mengetahui semua itu, apa yang akan kau lakukan selanjutnya ?. " tanya nyoren.


"bukankah ini memudahkan untuk kita bertindak setelah kita mengetahui pedang itu berada di tangan mereka, di Medan perang nanti kita akan mengincar kedua anak itu lalu merebut pedang api dan petir, juga aku akan naga dari anak seorang pengendali naga itu. " kata iblis api kemudian tertawa dengan jahat.


"begitu ya, aku mengerti maksud mu. " kata nyoren yang sudah lebih tenang.


"kita akan melakukan pembalasan saat di Medan perang nanti. " kata iblis api.


lalu di hutan kota sonase, rombongan anak-anak dari kota zenai terlihat berlatih keras di sana bersama dengan raja petir yang mengawasi latihan mereka secara langsung, Sonsu dan Sonik yang dari tadi penasaran dengan latihan Ardian yang jauh dari teman-teman nya kemudian mendatangi nya, lalu saat melihatnya, terlihat Ardian sedang latihan dengan Nizar beradu pedang api dan petir dengan agak kaku.


"kakak, bagaimana ini, aku masih belum terbiasa menggunakan sebuah pedang. " kata Nizar yang terlihat menguras tenaga nya saat memegang pedang petir itu dengan kaku.

__ADS_1


"sebenarnya aku juga masih belum terbiasa, selama ini aku hanya mengayunkan pedang dengan insting, aku juga tidak tahu bagaimana caranya mengeluarkan kekuatan dari pedang api ini, biasanya kekuatan nya akan keluar dengan sendirinya tapi aku rasa itu semua hanya sebuah kebetulan. " kata Ardian melihat ke arah pedang api itu yang sekarang terlihat seperti pedang normal pada umumnya.


"kalau ingin belajar cara menggunakan pedang, kenapa tidak bilang kepada kami saja. " kata Sonik yang mendatangi mereka berdua dan terlihat bersemangat.


"Sonik, Sonsu. " ucap Ardian yang terkejut melihat mereka berdua.


"tenang saja, kami akan merahasiakan latihan kalian, kalian ingin belajar cara menggunakan pedang kan. " kata Sonsu dengan ekspresi tenang.


"ya, kalau bisa tolong ajari aku cara menggunakan pedang. " kata Nizar dengan bersemangat.


"maaf merepotkan kalian berdua, mohon bantuannya. " kata Ardian.


"tidak apa-apa, lagipula kami adalah senior kalian, kami akan mengajari kalian sebisa mungkin. " kata Sonik.


"terimakasih banyak. " ucap Ardian.


"ingat, ayunkan pedang mu seperti kau mengayunkan sebuah kayu yang ringan, jika kau mengerti cara dasar itu kau tidak akan membuang banyak tenaga mu untuk mengayunkan nya, yang kau butuhkan hanya konsentrasi, bayangkan saja pedang itu rasanya ringan seperti bulu waktu mengangkat nya. " kata Sonik yang mengajari Ardian.


"ringan seperti bulu, aku harus merasakannya, konsentrasi, konsentrasi. " ucap Ardian didalam hatinya yang masih berusaha konsentrasi setenang mungkin.


"kau harus memegang pedang itu dengan kuat dan tegak lurus ke depan. " kata Sonsu yang mengajari Nizar teknik dasar nya.


"harus tegak, harus tegak. " ucap Nizar yang berusaha mengangkat pedang petir itu dengan tegak lurus ke depan.


beberapa saat kemudian, Ardian dan Nizar pun langsung kelelahan hanya karena mengangkat pedang nya dengan tegak lurus ke depan.


"sepertinya pedang kalian itu terlalu besar untuk ukuran kalian, pedang kami saja lebih kecil dari kalian berdua. " kata Sonik.

__ADS_1


"huh, andai saja pedang ini lebih kecil. " ucap Ardian.


tidak lama kemudian tiba-tiba saja Ardian terfikir kan oleh sesuatu perkataan raja petir sebelum nya.


"aku ingat, raja petir pernah berkata kalau pedang petir bisa melakukan apa saja dengan insting dan perasaan pengguna nya kan. " kata Ardian yang langsung bersemangat.


"ya, itu masih sebuah rumor sih, hanya raja petir yang tahu akan hal itu, belum ada orang lain yang bisa memastikannya kecuali raja petir sendiri. " kata Sonik.


"aku juga ingat raja petir bilang sebelumnya kalau pedang ini hanya mengikuti perintah si pengguna nya, jika seperti aku akan mencoba berbicara dengan pedang api ini. " kata Ardian yang terlihat serius.


"berbicara dengan pedang. " ucap Sonik yang merasa penasaran.


"kurasa itu masuk akal juga, tapi belum tentu kau bisa bicara dengan pedang itu secara langsung. " kata Sonsu.


"tidak, maksud ku aku tidak berbicara dengan pedang secara langsung, aku akan berbicara dengan pedang dengan lewat perasaan ku sendiri. " kata Ardian dengan percaya diri.


semuanya pun terkejut setelah mendengar perkataan Ardian itu, kemudian mereka semua pun diam memperhatikan Ardian yang sedang berkonsentrasi dan diam beberapa menit dengan mata tertutup sambil merasakan pedang api yang dipegangnya itu.


"aku merasakannya, sebuah kobaran api di tangan ku ini, aku benar-benar merasakan nya. " ucap Ardian didalam hatinya yang merasakan kekuatan dari pedang api itu beberapa saat.


lalu beberapa saat kemudian, tiba-tiba saja tubuh Ardian diselimuti oleh kobaran api yang keluar dari pedang api nya yang pertama kali memunculkan kobaran api itu, mereka bertiga pun langsung terkejut melihat Ardian yang berada didalam kobaran api itu.


"hey, bukankah ini berbahaya. " ucap Sonik yang hendak mengentikan konsentrasi Ardian.


"tunggu, sekarang ini dia sedang berbicara dengan pedang api itu, lagipula api itu tidak terlihat membakarnya, kita perhatikan dulu apa yang akan terjadi nanti. " kata Sonsu yang mengentikan Sonik mendekati Ardian.


"kakak. " ucap Nizar dengan ekspresi khawatir melihat kakak nya berada didalam kobaran api yang menyelimuti nya itu.

__ADS_1


BERSAMBUNG.............


__ADS_2