Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
Sang pendekar pedang dari kota sonase


__ADS_3

Episode 230


setelah beberapa saat nyoren sudah sadarkan diri.


"semuanya, ayo kita susul Ardian dan Nizar, nyoren kau bisa bergerak kan ?. " tanya Legis.


"jangan meremehkan ku. " jawab nyoren yang sudah bisa berdiri.


"bagaimana denganmu jaylain ?. " tanya Zela.


"tidak ada masalah. " jawab jaylain dengan ekspresi tenang.


"baiklah semuanya, ayo kita pergi. " kata Legis yang bersemangat.


setelah itu mereka semua pun memutuskan untuk menyusul Ardian dan Nizar.


I-------------------------------------------I


Sementara itu Ardian, Sonik dan Sonsu yang masih berhadapan dengan iblis api.........


"bola api !!. " ucap Ardian beberapa kali melemparkan bola api ke arah iblis api.


"hmp, kau kira serangan seperti itu bisa mengalahkan ku. " kata iblis api yang menangkis bola api itu dengan mudah menggunakan tangannya.


"kita tidak bisa menyerangnya dengan serangan biasa ya. " kata Ardian mencoba untuk berfikir setelah aura api nya yang dahsyat menghilang


"kami hanya bisa melawannya dengan kemampuan pedang, sejujurnya aku tidak tahu apakah efektif melawannya dari jarak dekat, Ardian, kami mengandalkan kekuatan api mu itu. " kata Sonik sambil tersenyum.


"walaupun kau bilang begitu, aku tidak tahu harus berbuat apa. " kata Ardian yang masih memiliki beberapa keraguan.


"kami akan menghadapi nya langsung sekaligus mengulur waktu untuk mu berfikir. " kata Sonsu yang langsung maju dengan kedua pedangnya.


"ayo kita lakukan Sonsu. " kata Sonik yang mengeluarkan aura biru dari pedangnya lalu maju bersama dengan Sonsu.


"ya. " ucap Sonsu yang juga mengeluarkan aura biru dari kedua pedangnya.


"kekuatan apa itu. " gumam Ardian yang penasaran saat melihatnya.


"gaya bertarung itu kelihatan tidak asing bagiku. " kata iblis api yang sudah pernah melihatnya tapi tidak bisa mengingatnya.


"teknik gabungan, master pedang !!. " kata Sonik yang langsung melompat ke arah iblis api dan hendak menebasnya dari atas.


"tidak akan kubiarkan. " kata iblis api menangkis serangan sonik itu dengan pedangnya yang masih berkobar.

__ADS_1


terlihat keduanya pun seimbang dalam serangan dan pertahanan.


"Sonsu, sekarang !!. " kata Sonik yang memberikan aba-aba untuk menyerang.


"ya, Tebasan silang kuat !!. " kata Sonsu yang memberikan serangan pedang menyilang tepat ke arah perut iblis sehingga terhempas ke belakang dengan kuat.


"hebat, itukah serangan gabungan andalan mereka. " kata Ardian yang kagum melihatnya.


"apakah berhasil ?. " kata Ezen yang bertanya-tanya saat melihatnya.


"tidak, serangan itu tidak terlalu berdampak. " kata garen dengan ekspresi serius.


"huh, kenapa, bukankah iblis api itu bisa terpental saat menerima serangan itu ?. " tanya Azen yang terkejut mendengar perkataan garen itu.


Venar yang melihatnya pun hanya diam dengan ekspresi serius.


"kenapa kalian tidak menggunakan serangan itu saat melawanku di sungai perbatasan sebelumnya. " kata iblis api yang bertanya-tanya sambil berdiri tanpa menerima luka serius setelah terkena serangan gabungan itu.


"huh, tidak mempan. " kata Ardian yang terkejut melihatnya.


"ternyata memang tidak bisa ya. " gumam Sonik sambil tersenyum kecil saat melihatnya.


"Sonik, apa yang akan kita lakukan selanjutnya ?. " tanya Sonsu melihat ke arah Sonik yang sudah menundukkan kepalanya itu.


"aku tidak tahu. " jawab Sonik yang sudah merasa putus asa sambil menundukkan kepalanya.


"hmp, hanya sampai sini saja ya perjuangan kalian, lemah. " kata iblis api melemparkan pedangnya yang masih memiliki kobaran api ke arah Sonik yang sudah putus asa itu.


"aku lemah ya. " ucap sonik yang pasrah melihat pedang terbakar melayang ke arahnya itu.


saat pedang terbakar itu hampir mengenai Sonik, seketika Sonsu yang berada disampingnya pun langsung menghadangnya dengan tubuhnya itu sehingga yang akhirnya tertusuk adalah Sonsu yang melindungi Sonik, semua orang yang melihat itu pun seketika langsung terkejut, sementara itu Ardian yang melihatnya pun langsung secara tidak sadar terlempar kedalam alam bawah sadarnya.


"Sonsu !!. " teriak sonik yang terkejut saat melihatnya tepat didepannya sedang melindunginya itu.


"Sonsu, kenapa, kenapa kau melakukan itu ?. " tanya Sonik yang meneteskan air matanya melihat Sonsu tertusuk pedang terbakar tepat di dadanya.


"aku tidak ingin kau mati dulu sebelum aku. " jawab Sonsu yang mengeluarkan darah dari mulutnya setelah melepaskan masker nya.


"hanya karena itu, apakah hanya karena itu kau mengorbankan dirimu ?. " tanya Sonik yang terus menangisinya.


"aku dari dulu selalu kagum kepada mu, mulai dari bersosialisasi dengan orang lain sampai latihan bersama, kau satu-satunya sahabat dekat ku, sonik, karena itu aku tidak ingin melihat mu putus asa hanya sampai disini, apapun yang terjadi kita harus mengalahkan iblis api. " jawab Sonsu yang sudah hampir kehabisan nafas nya itu.


"Sonsu, bertahanlah. " ucap Sonik yang hanya bisa menangisinya.

__ADS_1


"Sonik, katakanlah ini kepada Ardian. " kata Sonsu yang mencoba untuk membisiki Sonik.


setelah sonik mendengarkannya, ia pun langsung terkejut.


"kabulkan lah permintaan terakhir ku ini, jadilah pendekar pedang yang kuat agar bisa melindungi seluruh kota, sonik. " kata terakhir Sonsu sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.


"Sonsu !!. " teriak Sonik sambil memegang tangan Sonsu.


I--------------------------------------------I


Sementara itu Ardian yang terlempar ke dalam alam bawah sadarnya..........


"lagi dan lagi, aku melihat seseorang yang begitu dekat terbunuh lagi, aku tidak bisa melakukan apapun. " kata Ardian yang diambang oleh rasa keputusasaan.


"kau saat ini benar-benar sangat putus asa ya. " kata naga api yang ada didalam tubuhnya.


"naga api. " ucap Ardian yang menoleh melihatnya dengan tatapan kosong.


"lama tidak bertemu ya. " ucap naga api yang menyapa dengan santainya.


"naga api kau sudah bangun ya ?. " tanya Ardian.


"ya, tepat saat kau kehilangan paman Yazerd, aku merasakan emosi yang kuat didalam dirimu. " jawab naga api.


"lalu kenapa, kenapa kau tidak keluar membantuku melawan iblis api itu sebelum Sonsu mengorbankan dirinya sendiri ?. " tanya Ardian yang terlihat sangat marah lalu melihat ke bawah.


"aku sempat ingin menolong mu tadi, tapi, tekad dari kekuatanmu itu masih belum cukup untuk mengeluarkan seluruh kekuatan ku. " jawab naga api.


"lalu apa yang harus kulakukan ?. " tanya Ardian yang meneteskan air matanya.


"Ardian. " ucap naga api yang terlihat ingin menolongnya.


"jika saja aku tidak membiarkan mereka berdua bertarung bersama ku, Sonsu tidak akan....... " kata Ardian yang langsung dipotong oleh naga api.


"kau dulu pernah bilang kan sendiri kan, untuk bisa menjadi kuat itu membutuhkan tekad yang kuat, aku melihat teman mu yang mengorbankan dirinya itu mempunyai tekad yang kuat hampir sama dengan mu. " kata naga api.


"hampir sama dengan ku. " kata Ardian yang mencoba memahami kembali perkataan naga api itu.


"tekad yang besar untuk mengorbankan sesuatu yang dimilikinya, apakah kau akan menyia-nyiakan tekad hidupnya itu, Ardian !!. " kata naga api dengan lantang.


"tidak. " ucap Ardian sambil menggenggam tangannya dengan erat.


"kalau begitu bertarung lah dan teruskan lah tekadnya itu. " kata terakhir naga api sebelum Ardian meninggalkan alam bawah sadarnya.

__ADS_1


"kali ini tidak akan kubiarkan orang-orang ku yang berharga menghilang untuk ketiga kalinya !!. " kata Ardian dengan lantang sambil mengeluarkan aura pedang api merah yang mempunyai tekanan kuat dari dalam pedang dan batu Enemble api di dadanya itu.


BERSAMBUNG..........


__ADS_2