
Episode 263
"hmp, mau sampai kapan kalian menunggu, jika kalian tidak bergerak maka aku yang akan bergerak." kata Kazai yang terus menyerang mereka dengan tali pengikatnya dari atas.
Legis membalas serangannya dengan tembakan cahaya dan jaylain menangkis serangannya dengan bongkahan es.
"Alan." Legis memberikan kode.
"baiklah, akan kulakukan." Alan yang mendekatinya ke atas dengan daun penjeratnya.
"mari kita lihat siapa yang paling unggul, daun atau tali." kata Kazai dengan tersenyum kecil.
"cukup menarik." kata Alan yang juga memasang ekspresi yang sama.
lalu keduanya pun bertarung dari jarak menengah dengan daun dan tali, walaupun Alan lebih banyak menggunakan daunnya tetap saja ia masih terlihat kesulitan melawan si ninja elite dari kota pasir itu.
"Legis, Alan tidak bisa menghadapinya lebih lama lagi, perbedaan kekuatan dari mereka sudah terlihat." kata Lisa yang khawatir melihatnya.
"(berfikir lah Legis, berfikir, berfikir, apa yang bisa kau lakukan saat ini)." Legis yang berusaha berfikir setenang mungkin.
"Legis, apakah kau sudah mendapat ide?." tanya Mican.
"entahlah, jaylain, apakah es mu bisa membekukan tali nya?." tanya Legis yang masih sedang berfikir.
"kurasa bisa." jawab jaylain mengingat ia pernah membekukannya saat menyerang pertama kali.
"hmp, aku punya ide yang bagus." kata Legis dengan tersenyum kecil.
Alan yang terlihat sudah kelelahan......
"(tali nya benar-benar menyusahkan)." kata Alan dengan nafas tersengal-sengal.
"ada apa?, kau sudah kelelahan?." Kazai yang tidak memberinya waktu langsung memecutkan tali nya ke arah Alan.
Kazai tidak hanya sekali tapi berkali-kali memecutkan tali nya tanpa ampun ke tubuh Alan yang tidak bisa menghindarinya.
"Alan!!, bertahanlah." Lisa yang semakin khawatir melihatnya.
"kita jalankan rencananya." kata Legis dengan ekspresi serius.
"kuharap ini akan berhasil." kata Pinksy.
"jika kita menyatukan kekuatan kita, kemungkinan berhasilnya akan lebih besar, jadi semuanya, lakukanlah dengan sungguh-sungguh." kata Legis.
"ya."
"hahahaha, ini benar-benar menyenangkan, rasakan lah rasa sakit ini!!." Kazai yang terus menerus memecutkan tali nya.
"begitu ya, bagimu ini menyenangkan ya." Alan yang terlihat diam menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"akan ku hancurkan kepala mu." kata Kazai mengarahkan tali nya ke atas.
"aku menunggu saat-saat ini." kata Alan dengan cepat menjerat tubuhnya dengan cepat dari depan.
seketika daun penjerat yang keluar dari tangan Alan pun menjerat tubuhnya hingga kaki tapi tidak termasuk tangannya.
"akan ku pecahkan kepala mu terlebih dahulu." kata Kazai yang sempat terkejut karena tubuhnya terjerat.
saat tali itu hendak mengenai kepala Alan, tiba-tiba saja tali itu pun membeku.
"bola cahaya!!." Legis mengarahkannya ke arah tali yang membeku itu.
"apa." Kazai yang terkejut melihat tali nya hancur berkeping-keping terkena bola cahaya dari Legis.
"sekarang saatnya, Alan!!." kata Legis.
"daun penjerat!!." Alan yang langsung menjerat tangannya dengan tangan satunya lalu mendorongnya hingga jatuh ke bawah.
"kalian kira bisa mengalahkan ku seperti ini." Kazai dengan cepat mencabik-cabik penjerat itu dengan velaru dari kantong rahasianya saat hendak jatuh ke bawah.
"aku akan mengurusnya." kata Lisa mengeluarkan belati nya lalu berlari ke arahnya saat ke bawah.
lalu terjadilah pertarungan Lisa melawan Kazai dengan menggunakan belati, terlihat keduanya begitu cepat, pergerakan mereka tidak lengah sedikitpun.
"Lisa, berhati-hatilah." kata Alan yang masih berada di atas.
sesaat kemudian Lisa pun terkena goresan dari belati Kazai di pahanya dan membuat pergerakannya sedikit melambat karena menahan rasa sakit.
"Lisa!!." Alan yang khawatir segera turun ke bawah.
"(dia licik sekali menyerang area di sekitar kaki untuk menghambat pergerakan ku)." kata Lisa yang melihat Kazai berlari ke arahnya dengan posisi serangan hendak menusuk.
"keluarlah, asap!!." kata mican yang melempar serbuk asap untuk membutakan area di sekitarnya.
mican pun segera bergegas membawa Lisa menjauh dari situ.
"cih, mainan anak-anak." kata Kazai yang terlihat jengkel.
"mainan anak-anak kau bilang, hmp, bagaimana kalau ini." kata mican melemparkan serbuk pedas ke arahnya.
"dasar bodoh, mana mungkin aku merasa pedas di tengah pertarungan." kata Kazai.
mican pun segera bergegas menaiki mesin terbangnya saat Kazai mengoceh sendiri, lalu saat asap itu perlahan-lahan mulai menghilang terlihat mican di atas mengendarai mesin terbang.
"kali ini apa lagi." Kazai yang semakin jengkel melihatnya.
"coba hindari ini kalau bisa." kata mican menembakkan belati dengan beruntun dari mesin terbangnya ke arah Kazai.
Kazai dengan cepat menangkis belati-belati itu satu persatu, namun, mican mengecoh kan nya dengan belati yang sulit untuk ditangkisnya dan membuat Kazai terkena beberapa belati itu hingga menusuk di kakinya.
__ADS_1
"dasar bocah." kata Kazai dengan lantang.
"dengan ini berakhir." kata Alan menodongkan belati nya ke arah Kazai dari belakang kepalanya.
di posisi itu, Kazai tidak bisa melakukan tindakan apapun, pada akhirnya ia pun dijerat oleh Alan setelah melucuti semua senjatanya didalam bajunya.
"(menyedihkan, aku dikalahkan oleh mereka, sebenarnya siapa bocah-bocah ini, sejauh mana kota zenai telah berkembang)." kata Kazai didalam hatinya yang kesal.
"siapa yang memerintah mu?." tanya Legis yang mencoba untuk menginterogasinya.
"hmp, kalian pikir, kalian cukup hebat untuk mengintrogasi ku, dasar bocah." kata Kazai.
"dia ini!!." jaylain yang terpancing emosi.
"tunggu, tenanglah jaylain." kata Legis.
"begitu ya, aku tahu kelemahan kalian, hahahaha." Kazai yang tiba-tiba tertawa.
"apa yang kau tertawakan?." tanya Alan dengan ekspresi serius.
"kalian benar-benar naif ya, aku berani bertaruh, kalian pasti tidak bisa membunuhku." kata Kazai dengan tersenyum kecil.
"apa kau bilang, tutup mulutmu..." jaylain yang semakin kesal mendengarnya.
"bocah-bocah seperti kalian hanya digunakan sebagai pion oleh raja api, kelak kenaifan itu pasti akan membuat orang-orang yang berharga bagi kalian menghilang, ingatlah itu wahai bocah-bocah yang bodoh." kata Kazai.
"terimakasih sarannya, tapi kami tidak akan membiarkan itu terjadi, teman kami pernah bilang kalau kita melakukan kebaikan maka suatu saat nanti kita akan mendapatkan kebaikan." kata Legis.
"hmp, omong kosong, katakanlah kepada teman mu itu, kalau di dunia ini ada seseorang yang tidak pantas diberi kebaikan, sebanyak apapun kebaikan yang diberikannya, itu tidak akan mudah untuk mengubah hati seseorang." kata Kazai.
mendengar itu Legis pun terkejut dan tidak bisa membalas perkataannya lagi.
"Legis, sebaiknya kita bawa dia ke kerajaan." kata Alan.
"ya." kata Legis yang terlihat sedikit resah.
&-&
sementara itu di alun-alun kota, tim Ardian, tim Opel dan tim rowi yang berhadapan dengan Sazar sang komandan kota pasir.
"kuakui kalian cukup berani menghadapi ku, tapi apakah keberanian kalian itu sudah cukup untuk bisa mengalahkan ku." kata Sazar dengan ekspresi serius.
"masih belum, ini baru saja akan dimulai, bersiaplah!!." kata Rowi yang kemudian mengeluarkan tombak anginnya.
"kita serang bersamaan." kata Opel yang membantunya dari belakang.
"ya."
BERSAMBUNG..............
__ADS_1