
Episode 213
"apa tidak apa-apa membiarkan Ardian dengan kondisi seperti itu. " kata Zela yang mengkhawatirkan nya.
"Zela, lihat itu. " ucap Zahra yang melihat sesuatu.
"huh. " ucap Zela yang terkejut saat melihat nya.
tidak jauh dari situ, seorang gadis yang diculik oleh penyihir kesialan sebelumnya berhasil berlindung dengan berguling dan menggeliat karena kondisinya yang masih terikat, gadis itu seperti hendak mengatakan sesuatu tapi tidak bisa berbicara karena mulutnya terikat oleh tali, melihat itu Zela pun langsung melompati kobaran api lalu menghampirinya dan menyelamatkan nya.
"apakah kau baik-baik saja ?. " tanya Zela melepaskan tali yang mengikat gadis itu dengan sebuah pisau khusus ninja.
"ya, terimakasih. " jawab gadis itu.
semakin lama kobaran api didekat mereka semakin membesar, Zela dan Zahra yang melihatnya pun menjadi khawatir dengan Ardian yang masih belum kunjung kembali setelah masuk kedalam kobaran api.
"bukankah salah satu teman kalian berada didalam kobaran api itu. " kata gadis itu yang sekilas melihat nya dari kejauhan sebelumnya.
"kau melihatnya ya. " ucap Zela yang khawatir.
"aku akan menyelamatkan nya. " kata gadis itu dengan ekspresi serius langsung berdiri.
"huh, bagaimana cara mu menyelamatkan nya ?. " tanya Zela yang terkejut mendengarnya.
"dengan cara ku sendiri. " jawab gadis itu dengan ekspresi serius.
"apa yang akan kau lakukan ?. " tanya Zahra yang penasaran.
"lihat saja, lagipula ini hutang budi ku kepada kalian karena sudah menolong ku, aku akan menyelamatkan teman kalian itu. " jawab gadis itu dengan merentangkan kedua tangannya ke depan mengarahkannya ke kobaran api itu.
beberapa saat kemudian, tubuh gadis itu memunculkan sebuah cahaya yang semakin terang.
"cahaya pelenyap !!. " ucap gadis itu mengeluarkan sebuah cahaya dari kedua tangannya dan dalam beberapa detik memadamkan kobaran api itu sampai tidak tersisa.
"hebat sekali. " ucap Zela yang kagum saat melihatnya.
"(kekuatan cahaya, siapa dia sebenarnya). " kata Zahra didalam hatinya melihat gadis itu dengan ekspresi serius.
terlihat Ardian terbaring lemas tak berdaya dengan penyihir kesialan di sampingnya yang sudah pingsan duluan.
"huh, api nya sudah padam. " ucap Ardian yang terkejut melihat sekelilingnya dengan terbaring lemas.
"Ardian, apakah kau baik-baik saja, bertahanlah. " kata Zela yang langsung menghampirinya dengan ekspresi khawatir.
"jarang sekali ada pengguna elemen cahaya, siapa kau sebenarnya ?. " tanya Zahra yang masih berada di belakang gadis itu dengan ekspresi serius.
__ADS_1
"hanya gadis biasa. " jawab gadis itu membalikkan badannya dengan tersenyum.
setelah itu Zela pun menyenderkan Ardian di dekat pohon.
"maaf membuat kalian khawatir. " kata Ardian yang masih lemas.
"syukurlah kau baik-baik saja, terimakasih ya gadis cahaya. " ucap Zela kepada gadis itu.
"tidak masalah, kalian juga sudah menolong ku dari penyihir itu. " kata gadis itu.
"gadis itu...... " ucap Ardian melihat ke arah nya.
"ya, dia lah yang sudah menolong mu, jika dia tidak melakukan sesuatu tadi kau mungkin sudah hangus terbakar didalam kobaran api itu. " kata Zela.
"begitu ya, kalau tidak salah kau tadi menggunakan kekuatan cahaya kan, di kota zenai hanya ada beberapa orang yang memilikinya, siapa kau ini sebenarnya ?. " tanya Ardian yang penasaran.
"sebenarnya aku adalah putri dari kota bintang, namaku adalah Vana. " jawab gadis itu yang membongkar identitas nya sendiri.
mendengar itu Ardian dan teman-temannya pun langsung terkejut.
"kenapa seorang putri dari kota bintang bisa berada di kota zenai. " kata Ardian yang terkejut setelah mendengarnya.
"apa tujuan mu sebenarnya ?. " tanya Zahra dengan ekspresi serius.
"sebelum itu tolong jangan salah paham dulu, kita bicarakan lebih lanjut nanti, sekarang ada seseorang yang datang ke sini, sebaiknya kita pergi dulu. " kata gadis bernama Vana itu yang bisa merasakan keberadaan seseorang dari jarak yang agak jauh.
Setelah Ardian, Zela dan Zahra pergi dari tempat itu mengikuti saran Vana dengan meninggalkan penyihir kesialan, beberapa saat kemudian raja api pun datang dengan ketiga penjaga terkejut kota zenai yang sebelumnya hendak menyelidiki kebakaran hutan di daerah perbatasan.
"huh, sebenarnya apa yang terjadi di sini. " ucap Stalker yang terkejut saat melihat bekas kebakaran dan rumah kayu yang hancur.
"kurasa barusan di sini ada sebuah pertarungan. " kata Saula yang mengamatinya.
"ini......... " ucap bendow yang menemukan penyihir kegelapan terkapar di tanah seperti sudah dikalahkan.
"huh, penyihir kesialan, siapa yang sudah mengalahkan nya. " kata Saula yang terkejut saat melihatnya.
"siapapun itu kita harus berterimakasih kepadanya. " kata Stalker yang terlihat senang.
I--------------------------------------------I
Sementara itu Ardian, Zela, Zahra dan Vana yang baru saja keluar dari hutan...........
"ini sudah malam, bagaimana sekarang ?. " tanya Ardian kepada kedua temannya.
"supaya lebih aman, aku akan membawa Vana ke apartemen ku malam ini, dia bisa menjelaskan semuanya di sana, kalian bisa kembali, besok kita kumpul di taman bukit, kalian mengerti kan. " jawab Zahra yang langsung mendapatkan solusi nya.
__ADS_1
"kedengarannya itu ide yang bagus, Vana akan lebih aman jika bersamamu, bagaimana Vana, kau tidak keberatan kan ?. " tanya Zela memastikannya.
"tidak masalah. " jawab Vana tanpa ragu sedikitpun.
"baiklah kalau begitu sudah diputuskan, tolong jaga Vana ya, Zahra, kami serahkan kepada mu. " kata Ardian.
"tidak perlu bilang begitu aku akan melakukannya, sebaiknya kalian cepatlah pulang sana. " kata Zahra.
"sampai jumpa. " ucap Ardian dan Zela sebelum mereka berpisah di jalan.
kemudian Zahra pun berjalan menuju ke sebuah hotel apartemen nya yang tidak jauh dari situ bersama dengan Vana di belakangnya, saat hendak masuk kedalam ruang apartemen nya, kebetulan Nijin yang berada tepat di sebelah ruangan Zahra keluar dari ruangan nya untuk mencari udara segar.
"oh, Zahra, kau baru saja kembali ya. " kata Nijin yang menyapanya saat Zahra hendak masuk kedalam ruangannya.
"begitulah, ada beberapa hal yang terjadi. " kata Zahra.
"lalu gadis yang dibelakang mu itu ?. " tanya Nijin yang melihat Vana di belakang Zahra.
"gadis ini adalah teman baru ku, dia akan menginap malam ini di ruangan ku. " jawab Zahra menyembunyikan identitas asli Vana.
"begitu ya, semoga kalian bisa akur, selamat malam. " ucap Nijin kemudian kembali kedalam ruangannya.
"selamat malam. " ucap Zahra kemudian masuk kedalam ruangannya.
lalu saat berada di dalam ruangan Zahra.........
"terimakasih sudah menyembunyikan identitas ku. " ucap Vana.
"tidak masalah, lagipula aku tidak ingin melibatkan teman ku hanya karena kejadian konyol ini. " kata Zahra dengan ekspresi tenang memejamkan matanya.
"kau dingin sekali. " kata Vana yang agak cemberut mendengar nya.
"sekarang apakah kau bisa menjelaskannya, apa tujuan mu datang ke mari. " kata Zahra dengan ekspresi serius.
"soal itu sekarang aku tidak bisa mengatakan nya. " kata Vana dengan tersenyum kecil.
"kenapa tidak bisa ?. " tanya Zahra yang terus menatapnya dengan ekspresi serius.
"itu karena......... " jawab Vana terpotong oleh suara Seina yang baru saja kembali.
"aku pulang, huh, kakak, siapa gadis ini ?. " tanya Seina yang baru saja masuk ke ruangan nya dan melihat Vana.
"huh, kurasa ini akan menjadi sulit. " gumam Zahra dengan menghela nafasnya.
"te-he. " ucap Vana yang hanya menjulurkan lidahnya dan memukul pelan kepalanya.
__ADS_1
BERSAMBUNG.........