Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
Takdir di pertemukan - gadis yang di incar bagian 1


__ADS_3

Episode 120


"Percuma, ini terlalu sulit. " ucap Ardian yang sudah beberapa kali gagal fokus untuk bersemedi.


tiba-tiba di tengah kesulitan nya itu, Ardian mengingat apa yang dikatakan neneknya.


"ya, tapi itu bukan sesuatu yang mudah, jadi mungkin itu sangat sulit untuk mu melakukannya. " pesan nenek zenah.


 --------------------------------------------


"aku harus bisa melakukannya, konsentrasi, konsentrasi, konsentrasi. " kata Ardian didalam hatinya sambil berusaha berkonsentrasi sekuat tenaga.


lalu saat Ardian sudah hampir menyerah untuk melakukannya, tiba-tiba saja ada seseorang masuk kedalam ruangan tanpa suara tetapi Ardian tidak menyadarinya karena ia berusaha keras untuk berkonsentrasi.


"percuma, aku tidak bisa melakukannya. " ucap Ardian dengan kelelahan karena mencoba sangat keras untuk berkonsentrasi.


"berjuanglah. " ucap seorang gadis yang menghampiri Ardian tanpa suara langkah kaki.


"eh, siapa kau ?. " tanya Ardian dengan terkejut saat melihat gadis itu berdiri di sampingnya.


"namaku Nina. " ucap gadis itu memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya untuk berkenalan.


"aku Ardian. " ucap Ardian memperkenalkan dirinya sambil menjabat tangannya.


selang beberapa saat berjabat tangan, Ardian terbawa suasana dan saat dia sadar dia langsung memulai pembicaraan dengan gadis itu.


"kenapa kau tahu jika ada orang di sini ?. " tanya Ardian.


"aku merasakan sebuah kekuatan kebencian yang berasal dari ruangan ini, jadi aku masuk perlahan-lahan ke ruangan ini untuk memeriksa nya. " jawab Nina.


"eh, dimana, dimana kekuatan kebencian itu ?. " tanya Ardian.


"disini. " jawab Nina sambil menunjukkan jarinya ke arah perut Ardian.


"apa yang kau maksud ?. " tanya Ardian.

__ADS_1


"naga. " ucap Nina sambil tersenyum.


"bagaimana kau bisa tahu kalau aku adalah seorang pengendali naga ?, apa jangan-jangan kau juga seorang pengendali naga ?. " tanya Ardian dengan ekspresi terkejut.


Nina hanya mengangguk sambil tersenyum.


lalu saat Ardian hendak berbicara lebih lanjut, tiba-tiba saja nenek zenah datang.


"oh, ternyata kau ada disini nak Nina. " ucap nenek zenah kemudian duduk di dekat mereka berdua.


"apakah nenek mencari ku ?. " tanya Nina dengan polosnya.


"sebenarnya aku ingin memperkenalkan mu kepada cucu-cucu ku, karena Ardian tadi terlihat sangat terburu-buru aku jadi tidak sempat menceritakannya. " kata nenek zenah.


"benarkah, maaf nenek. " ucap Ardian.


"jadi bagaimana, apakah kau sudah bisa memasuki alam bawah sadar mu ?. " tanya nenek zenah melihat ke arah Ardian.


"nenek benar, ini terlalu sulit, rasanya seperti mustahil melakukannya dalam waktu dekat. " jawab Ardian dengan murung.


"baiklah, aku akan membuatnya. " ucap Nina dengan bersemangat kemudian berdiri keluar dari ruangan.


"nenek, apakah dia itu saudara kita yang baru datang ?, aku baru pertama kali melihatnya. " tanya Ardian.


"tidak, dia bukan saudara kita, sebenarnya saat pagi tadi, aku mendengar kau dan teman-teman mu sedang menginap di rumah Azerd kan, jadi aku keluar dari rumah untuk mencari udara segar di pagi hari lalu tidak jauh dari depan rumah aku melihat nya......


 ------------------------------------------------


di pagi hari saat Ardian dan teman-temannya masih dalam perjalanan mengunjungi rumah teman-teman kakek jelan, saat nenek zenah mengetahuinya dari sepucuk surat dari burung peliharaan paman Azerd jika Ardian dan teman-temannya menginap di rumah nya, ia pun merasa lega, kemudian karena sudah diluar rumah, nenek zenah pun berniat untuk mencari udara segar di pagi hari, tak jauh dari rumahnya, nenek zenah melihat seorang gadis yang dikejar oleh tiga orang yang memakai penutup muka berbaju hitam dan membawa pisau, seketika nenek zenah pun menolong gadis yang dikejar itu.


"tolong, siapapun tolong aku !!. " teriak gadis itu sambil berlari sekencang kencangnya dengan ketakutan dan meneteskan air mata.


saat berlari, gadis itu pun tersandung batu dan membuat nya tidak bisa berdiri, kemudian nenek zenah menghadang ketiga orang yang memakai penutup muka itu.


"hey, nek, jangan halangi kami kalau nyawa mu ingin selamat. " kata salah satu orang yang memakai penutup muka itu.

__ADS_1


"kenapa kalian ingin membunuh gadis kecil yang tak berdosa ini ?, apakah kalian sudah tidak punya akal sehat ?. " tanya nenek zenah mengadang mereka bertiga dan menatap dengan ekspresi serius.


"kita bunuh saja nenek itu sekalian, lagipula dia hanya seorang nenek-nenek, kita akan langsung kabur dari sini setelah membunuh mereka berdua. " kata salah satu dari ketiga orang yang memakai penutup muka.


"ya, kita harus bisa membunuh anak itu dengan cepat, itulah tujuan kita dari awal. " kata salah satu dari ketiga orang yang memakai penutup muka.


secara bersamaan ketiga orang yang memakai penutup muka itu pun berlari hendak menyerang nenek zenah menggunakan pisau nya, kemudian nenek zenah dengan tenang mengeluarkan bola petir di tangan kanannya dan melemparkannya ke arah ketiga orang yang memakai penutup muka itu, namun mereka bisa menghindarinya dengan mudah.


"sepertinya nenek itu bukan orang biasa, bukankah dia mantan seorang ninja generasi pertama di kota ini. " kata salah satu dari ketiga orang yang memakai penutup muka itu.


"huh, tidak perlu ditakutkan, dia hanya seorang nenek-nenek ninja generasi lama, ayo kita serang nenek itu bersama-sama. " ujar salah satu dari ketiga orang yang memakai penutup muka itu.


"hmp, kalian tidak kapok juga ya, baiklah kalau begitu, aku akan sedikit serius kali ini, Sambaran petir !!. " ucap nenek zenah sambil mengeluarkan petir di tangan kanannya dan mengarahkan nya ke arah ketiga orang yang memakai penutup muka itu dengan Sambaran yang menyebar.


ketiga orang yang memakai penutup muka itu pun tersambar dan menjadi kelelahan setelah mendapat serangan itu, akhirnya mereka pun memutuskan untuk mundur.


"nenek itu terlalu kuat, hanya terkena sambaran petir nya tenaga kita langsung terkuras, sebaiknya kita mundur terlebih dahulu, kita akan membunuh anak itu dilain waktu. " kata salah satu dari ketiga orang yang memakai penutup muka.


"baiklah, aku setuju. " ucap rekannya.


kemudian mereka bertiga pun pergi meninggalkan nenek zenah dan gadis itu.


"hmp, ternyata masih ada orang yang meremehkan mantan ninja generasi lama, sejujurnya itu membuat ku kesal, hey nak, apakah kau baik-baik saja ?. " tanya nenek zenah melihat ke belakang gadis itu.


"ya, aku baik-baik saja, terimakasih sudah menolong ku, nenek baik. " jawab gadis itu.


"bukannya tadi kau terjatuh, apakah kaki mu baik-baik saja ?. " tanya nenek zenah dengan terkejut saat melihat ke arah gadis itu karena tiba-tiba saja kakinya sudah sembuh.


"ya, aku baik-baik saja, aku bisa menyembuhkan luka ku sendiri, jadi ini bukan masalah untuk ku. " kata gadis itu.


"pokoknya ayo kita ke rumah dulu, diluar sepertinya masih ada orang yang sedang mengincar mu. " kata nenek zenah mengajak gadis itu ke rumahnya.


"terimakasih banyak, maaf merepotkan nenek. " ucap gadis itu sambil tersenyum.


"tidak apa-apa, (aku masih tidak percaya, bagaimana bisa seorang gadis seperti dia bisa menyembuhkan luka nya sendiri 80% membaik). " kata nenek zenah berjalan ke arah rumahnya sambil memperhatikan kaki gadis itu yang tadinya terjatuh.

__ADS_1


BERSAMBUNG...........


__ADS_2