
Episode 248
sesampainya mereka di pelabuhan pulau yang menjadi tempat kerajaan kota Ombak............
"akhirnya sampai. " Rega yang terlihat lega setelah beberapa saat mual di kapal.
"menyedihkan sekali kau ini. " kata Pingo sambil menghela nafas.
"tidak ku sangka kita bertemu gurita raksasa di perjalanan, huh, merepotkan sekali. " kata Opel.
"aku masih tidak menyangka kalau paman itu rupanya adalah raja Ombak. " kata Ardian yang masih syok.
"wajar saja kan kau tidak pernah melihatnya. " kata Legis dengan santai.
"kelihatannya kau sudah mengenalnya ya. " kata Nizar yang menatap Legis dengan ekspresi sinis.
"aku hanya kebetulan melihat fotonya di buku pemimpin raja generasi saat ini. " kata Legis.
"semuanya berkumpul, jangan ada yang terpisah, khususnya kau, jaylain. " kata Stalker melirik ke arah jaylain.
"kenapa aku. " ucap jaylain dengan ekspresi tenang.
kemudian mereka pun menuju ke kerajaan dengan melewati gerbang yang terlihat sangat megah dan besar, di sekitarnya juga ada banyak sekali vila yang sejajar.
"pulau ini benar-benar megah walaupun tempatnya terpencil ya. " kata Ardian yang melihat sekelilingnya.
"itu tentu saja, selain menjadi pusat kerajaan, pulau ini juga menjadi tempat pelatihan militer dan gudang persenjataan. " kata zuros yang memandu mereka.
"begitu ya, pantas saja banyak lapangan luas. " kata Zela.
"kurasa tidak sia-sia kita ikut. " kata Seina yang terlihat senang.
"kau benar, banyak yang bisa kita pelajari disini. " kata Nijin.
"seperti inikah daerah luar, kita tidak akan pernah tahu ini jika masih berada di kota kegelapan. " kata Konori sambil tersenyum kecil.
"(ini semua karena mu, nenek, terimakasih). " kata Zahra didalam hatinya yang ikut senang.
mereka pun belajar banyak hal sambil menuju ke kerajaan itu, di perjalanan mereka selalu di kejutkan dengan beberapa fungsi dari bangunan-bangunan di sekitar tempat pelatihan militer itu, kemudian di sore hari akhirnya mereka semua pun sampai di gerbang masuk kerajaan.
"akhirnya kalian tiba ya. " kata raja Ombak yang sudah menunggu mereka di depan gerbang kerajaan dengan beberapa pengawal.
"raja ombak. " mereka yang terkejut melihatnya.
__ADS_1
"selamat datang di kerajaan ku, kerajaan aquatik kota Ombak. " kata raja Ombak yang mencoba terlihat keren dengan gaya.
saat gerbang di buka mereka semua pun langsung takjub melihat keindahan kerajaan itu dari dekat, rasanya benar-benar seperti dilautan yang sangat tenang hingga membuat Zahra dan beberapa temannya terharu merasakannya.
"ayo masuk, jangan sungkan-sungkan. " kata raja ombak.
"raja ombak, maaf, sebelumnya saya tidak mengenali anda. " ucap Ardian yang merasa tidak enak.
"tidak perlu bersikap formal seperti itu, kau bisa memanggilku paman tidak apa-apa. " kata raja ombak yang terlihat santai.
"kurasa itu sedikit....... " Ardian yang terlihat ragu-ragu.
"hmm. " raja ombak yang langsung mendekatkan wajahnya di depan Ardian.
"baiklah, paman. " ucap Ardian yang sedikit kaku.
"itu baru bagus, kalian juga bisa memanggilku seperti itu. " kata raja ombak kepada Ardian yang teman-temannya.
"tidak, raja Ombak juga tidak apa-apa. " kata Legis sambil tersenyum kaku.
"terserah kalian saja. " kata raja Ombak.
mereka pun dilihatkan beberapa keindahan kerajaan itu, lalu di malam hari mereka pun mereka diajak langsung raja ombak untuk makan bersama.
"Yo, kalian semua duduklah. " kata raja ombak yang sudah menunggu mereka untuk makan malam.
"(baru pertama kalinya aku makan seperti ini). " kata Ardian yang terlihat gugup.
"hey, anak yang berkacamata, bisakah kau duduk di dekat sini, ada yang ingin ku bicarakan dengan mu. " kata raja ombak yang memintanya untuk duduk di kursi paling dekat dengan raja ombak.
"baik. " ucap Ardian yang tambah gugup.
"sekarang makanlah sepuas kalian dan jangan sungkan-sungkan. " kata raja Ombak.
"ikan nya terlihat segar. " kata Opel yang mengambil beberapa ikan yang terlihat segar.
"kakak, jangan rakus. " gicha yang mengingatkannya.
"tidak apa-apa, benarkan, gacha. " Opel yang melirik ke arah gacha yang juga mengambil banyak.
"hiraukan aku. " kata gacha dengan ekspresi datar sambil makan.
"kalian berdua sama saja. " kata gicha yang kesal sendiri.
__ADS_1
"kepiting, udang, kerang, bahkan gurita dan cumi-cumi semuanya makanan lautan, aku tidak pernah memakan makanan seenak ini sebelumnya. " kata Nijin yang terharu saat memakannya.
"kau benar, ini sangat enak, Nijin, cobalah untuk memakan udang ku ini. " kata Konori yang menjulurkan udang ke arah mulut Nijin.
"tidak, tidak, kau harus memakan gurita ini, rasanya lebih enak. " kata Seina yang juga menjulurkan gurita ke arah mulut Nijin.
"kalian berdua hentikan, hentikan !!. " Nijin yang akhirnya tersumbat mulutnya oleh kedua makanan itu.
"hahahaha, kalian benar-benar menarik. " kata raja ombak yang melihat mereka semua.
"paman, sepertinya anda menikmatinya ya. " kata Ardian sambil tersenyum kaku.
"itu tentu saja, aku tidak akan melewatkan saat saat menyenangkan seperti ini. " kata raja ombak dengan bersemangat.
"(raja ombak benar-benar orang yang ramah, tidak ku sangka ada juga pemimpin kota yang seperti ini). " kata Ardian didalam hatinya.
"nak, kau tidak perlu menyembunyikannya. aku tahu pedang mu itu adalah pedang api kan. " kata raja ombak sambil melirik ke arah Ardian.
"ya. " ucap Ardian yang sempat terkejut mendengarnya.
"zeyra pasti sangat mempercayai mu ya, pedang itu seharusnya hanya boleh dimiliki oleh pemimpin kota, itulah menurutku, tapi disisi lain pedang itu juga sangat layak dimiliki oleh seseorang yang pantas, orang yang terhubung oleh takdir pedang itu, bukan hanya pedang mu, tapi juga seluruh pedang elemen yang saat ini masih dipegang oleh beberapa pemimpin kota, kau tahu kenapa aku berkata seperti begitu, itu karena, aku merasa jika ada kedamaian yang lebih baik daripada ini setelah pedang-pedang itu jatuh di tangan orang-orang yang berjuang di jalur yang benar, kalau kau adalah anak kepercayaan zeyra kau pasti juga pernah mendengarnya kan, konflik yang masih terus berlanjut di era ini. " kata raja Ombak yang terdengar serius.
"ya, kalau itu tenang saja paman, aku sudah memutuskan tekad ku, aku mempunyai impian untuk membuat seluruh dunia damai. " kata Ardian dengan ekspresi serius sampai teman-temannya juga ikut mendengarnya.
"huh. " raja Ombak yang terkejut mendengarnya.
"aku tidak berjuang sendirian, aku mempunyai teman-teman di samping ku dan apapun yang terjadi aku tidak akan menyerah sampai impianku terwujud. " kata Ardian sambil tersenyum kecil dengan teman-temannya yang juga ikut termotivasi dan bersemangat mendengarnya.
"hahahahahaha, kau menarik sekali, siapa namamu ?. " tanya raja Ombak yang terlihat senang mendengarnya.
"Ardian. " jawab Ardian dengan ekspresi serius.
"(aku merasa kan tekad yang terus berkobar di dalam dirinya, aku sekarang tahu kenapa kau mempercayakan masa depan mu kepada anak ini, zeyra, kau tidak salah memilihnya, sepertinya aku juga harus mencari penerus ku). " kata raja ombak didalam hatinya sambil tersenyum kecil.
setelah makan malam itu, mereka semua pun beristirahat di beberapa ruangan tempat tidur yang tidak terpakai di kerajaan.
"Ardian, tadi itu kata yang bagus. " kata Legis sambil tersenyum.
"ya, aku menjadi bersemangat mendengarnya. " kata Opel dengan bersemangat.
"aku juga heran kenapa aku bisa berkata seperti itu, rasanya aneh sekali. " kata Ardian.
"itulah bagian yang tidak bisa kami miliki, kami semua akan mendukung mimpi mu itu, Ardian. " kata Alan sambil tersenyum kecil.
__ADS_1
"terimakasih, semuanya. " ucap Ardian yang terharu melihat teman-temannya itu.
BERSAMBUNG................