
episode 55
saat Ardian dan Alan dilumpuhkan oleh saula, gicha hanya diam ditempat dan tidak berani bergerak.
"kalian masih ingin melawan ya ?. " tanya saula.
"yaa, untuk apa kami takut jika kami benar, walaupun sepertinya caranya salah. " kata Ardian sambil tersenyum kecil.
"apa maksudmu ?. " tanya saula.
"kami hanya ingin bertemu dengan raja api, gicha, jangan hanya berdiri saja, lawan dia. " kata Alan.
"oh, gadis itu... " ucap saula sambil mendekati gicha dengan perlahan lahan.
"sudah cukup, jangan lukai teman temanku. " kata gicha dengan bimbang.
"kau anak dari garen sensei kan. " kata saula.
"eh, kau kenal ayahku ?. " tanya gicha dengan terkejut.
"tentu saja, dia adalah sensei kami saat di sekolah ninja, sampai sekarang pun dia masih menjadi sensei kami dan mengajarkan kami banyak hal tentang dunia luar, mengembara, berkeliling kota, kami menemukan banyak hal yang belum kami ketahui, tapi saat diperjalanan, raja api tiba-tiba saja menyuruh kami untuk kembali. " kata saula sambil mengingat saat dimana dia mengembara bersama dengan temannya dan juga garen yang membimbing mereka.
"jadi begitu ya, raja api sudah mengetahuinya. " kata Ardian sambil mencoba berdiri dengan merambat pedang api yang tertancap dan hendak mencabutnya.
"apa yang kau lakukan, kau tidak akan bisa mencabut pedang itu, hanya raja api lah yang bisa mencabutnya. " kata saula melihat Ardian yang berusaha mencabut pedang api yang tertancap ditanah.
seketika itu tubuh Ardian dikelilingi oleh api, lalu batu enemble api yang ada dada Ardian menyala sehingga membuat naga api yang ada didalam tubuh Ardian ikut terbangun dari tidurnya.
"dia seperti terbakar. " ucap gicha melihat Ardian yang dikelilingi oleh api yang semakin membesar.
"Ardian, apa yang kau lakukan !!. " teriak Alan dengan khawatir.
"melakukan hal yang benar. " kata Ardian setelah berhasil mencabut pedang api itu dari tanah sambil menyerap api kedalam tubuhnya yang ada disekelilingnya sempat terbakar.
__ADS_1
"tidak mungkin, bagaimana bisa, dia mencabut pedang api itu serta menyerap api kedalam tubuhnya, dia seperti monster. " kata saula dengan terkejut melihat Ardian.
"hebat. " ucap gicha.
"bagaimana bisa. " ucap Alan.
"aku tidak tahu kenapa aku bisa menyerap api di sekeliling ku, tapi, itu membuat ku lebih bersemangat, sepertinya ini akan menjadi pertarungan terakhir kita. " kata Ardian sambil menodongkan pedangnya ke arah saula.
"heh, jangan sombong dulu karena bisa mencabut pedang api itu, kau pasti belum ahli kan menggunakan pedang. " kata saula sambil tersenyum kecil.
"aku tidak peduli, tapi sepertinya ini akan adil, pedang melawan pedang, " kata Ardian dengan percaya diri.
seketika itu Ardian pun langsung maju tanpa ragu ke arah saula dan hendak menebasnya, lalu saula yang melihatnya langsung menangkis serangan Ardian dengan pedangnya, mereka berdua pun saling beradu pedang satu sama lain, sampai saula menyadari jika Ardian lebih unggul karena dia selalu sengaja menjatuhkan dirinya kedalam api yang ditimbulkan oleh pedang apinya sendiri membuatnya bersemangat.
"walaupun dia tidak ahli dalam menggunakan pedang, tapi sepertinya dia lebih unggul karena pedang api itu mempunyai kekuatan yang besar, dan juga dia selalu sengaja menjatuhkan dirinya kedalam api untuk dia serap, setelah itu dia langsung bersemangat kembali setelah menyerap api, bagaimana bisa dia menjadi seperti itu. " kata saula didalam hatinya yang mati langkah dan tidak bergerak sedikitpun.
"akhir untuk semua !!. " teriak Ardian sambil menebas pedangnya ke arah pedang yang dipegang oleh saula sehingga tercongkel lalu terjatuh ke tanah.
"kekuatan yang dahsyat. " kata gicha didalam hatinya.
"baiklah, aku mengaku kalah. " kata saula sambil mengangkat kedua tangannya.
"kalau begitu biarkan kami lewat dan menemui raja api. " kata Ardian sambil menatap saula dengan serius.
"katakan kepadaku, sebenarnya apa tujuan kalian untuk bertemu dengan raja api. " tanya saula dengan heran.
"kami mempunyai kabar buruk, jika kau ingin mengantarkan kami ke tempat raja api, maka semuanya akan lebih jelas. " kata Ardian.
"hmm, baiklah, aku akan mengantarkan kalian ketempat raja api, aku tidak mempunyai pilihan lain selain mempercayai kalian, kalian benar benar bersungguh-sungguh untuk bsa bertemu dengan beliau, aku akan mempercayainya. " kata saula dengan serius.
"itu baru setimpal, terimakasih. " ucap Ardian sambil tersenyum.
------------------------------------------
__ADS_1
di lain tempat dan waktu, di taman kerajaan, legis dan yang lainnya masih berusaha melawan para penjaga kerajaan untuk bisa masuk, tiba-tiba saja saat sudah sampai di depan pintu kerajaan, ada seseorang yang membuka pintu, orang itu membawa sebuah pedang yang bercahaya biru di pinggangnya.
"ooh, ternyata kalian para murid sekolah ninja, apa yang membuat kalian ingin memberontak kerajaan ?. " tanya orang yang datang dari pintu kerajaan.
"kami hanya ingin bertemu dengan ayahku. " kata legis yang muncul tiba-tiba dari belakang teman-temannya.
"aku tidak menyangka jika pangeran akan ikut terlibat. " kata orang itu.
"kami tidak mempunyai urusan denganmu dan juga, jangan sebut aku pangeran di depan teman temanku. " kata legis dengan lantang.
"jika kalian ingin bertemu dengan raja api, kalian harus bisa melewati ku terlebih dahulu. " kata orang itu sambil mengeluarkan pedangnya yang bercahaya biru.
"tunggu, bukankah dia itu pengguna pedang elemen. " kata veysa.
"tepat sekali, aku adalah pengguna pedang elemen angin, namaku bendow. " kata orang itu yang menyebut namanya bendow.
BERSAMBUNG.........
---------------------------------------------
Karakter : tim 1
Alan : type elemen alam
Lisa : type elemen normal
Pinksy : type elemen pasir (elemen tanah)
__ADS_1