
Episode 256
setelah mendengar laporan dari Ardian lewat suar penghubung, raja api pun segera memanggil tim Legis dan tim Zela yang kebetulan sudah mendengar semua dari Ardian.
"kepada kedua tim, aku memberikan misi darurat kepada kalian, pergilah ke lokasi gang lokal area Labor dan selamatkan lah Ardian, tanpa memberitahu semuanya kalian pasti sudah paham kan, Legis, Zela. " kata raja api yang menjelaskan secara singkat.
"ya. " ucap Zela dan Legis.
setelah itu kedua tim pun langsung segera menuju ke lokasi Ardian berada, di tengah perjalanan, selain Legis dan Zela, mereka masih bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi.
"Legis, bisakah kau menjelaskan misi ini, apa yang sebenarnya terjadi ?. " tanya Jaylain yang penasaran.
"di malam itu, Zela bilang kepada ku kalau Ardian sedang diincar oleh pembunuh bayaran, aku menduga kalau ini adalah siasat raja tanah, tidak ada waktu lagi, untuk saat ini kita harus bergegas, sekarang ini Ardian sedang bertarung memperjuangkan hidupnya. " jawab Legis yang memberitahu mereka secara singkat.
"Legis benar, semuanya akan jelas ketika sampai di sana. " kata Zela.
"Zela, kau selalu terlibat dalam hal yang menarik ya. " kata Mauli sambil tersenyum kecil.
"kakak, serius lah sedikit. " kata zifi yang menegur kakaknya itu.
"aku tahu. " kata Mauli.
Sementara kedua tim sedang menuju, Ardian yang masih bertarung dengan fuka.
"apakah kau bisa menghindari yang satu ini. " kata fuka yang menyerang dengan melemparkan beberapa belati tajam ke arah Ardian.
"aku tidak boleh terbunuh disini. " gumam Ardian dengan ekspresi pucat setelah berhasil menangkis beberapa belati dengan reflek pedangnya.
"heh, tangguh juga kau bisa menangkis belati yang kulempar cepat, tapi selanjutnya kau tidak akan bisa menangkisnya, matilah !!. " kata fuka melemparkan belati itu lagi dengan sangat cepat ke arah Ardian.
saat serbuan belati itu dengan cepat mengarah ke arah Ardian, tiba-tiba saja secara mengejutkan, Yana yang merupakan partner nya sendiri malah berdiri melindungi Ardian sehingga belati yang mengarah itu menusuk beberapa bagian tubuh Yana.
"huh. " Ardian yang terkejut melihatnya.
"ini bohong kan, Yana, kenapa kau. " fuka yang seketika syok melihat teman dekatnya itu tertusuk oleh belatinya.
"fuka, tenang...lah. " kata Yana sebelum jatuh dan mengeluarkan banyak darah.
"aaaaahhhhhhhh !!!. " teriak fuka yang histeris melihatnya.
"kenapa. " Ardian yang melihat Yana tergeletak tepat di depan nya dan di saat itu juga pedang api nya menghilang karena adanya tekanan batin.
"ini salahmu, ini salahmu, Yana tidak seharusnya begini, anak tengik, aku akan membunuhmu sekarang juga. " kata Yana yang sudah dikuasai oleh nafsu membunuh melihat Ardian dengan tatapan mengerikan sambil menggenggam erat kedua belati tajam di tangannya.
karena ketakutan, tanpa berfikir panjang Ardian pun langsung berlari sekuat tenaga mengikuti terus arah jalur gang sempit itu, saat Ardian menoleh kebelakang, fuka yang terlihat semakin cepat mengejarnya pun membuat Ardian tidak boleh berhenti, di waktu itu juga tiba-tiba saja Ardian teringat dengan mimpi nya yang akan terbunuh.
"pada akhirnya semua sama dengan mimpi ku di malam itu, apakah hanya sampai disini saja perjuangan ku, padahal aku masih mempunyai mimpi yang belum ku capai. " kata Ardian didalam hatinya yang terus berlari sekuat tenaga.
ketika sampai di ujung gang itu yang merupakan jalan buntu.........
__ADS_1
"jalan buntu. " Ardian yang terkejut melihat didepannya lalu melihat menoleh ke belakang terlihat fuka yang sudah berada di belakangnya dengan ekspresi senyuman yang mengerikan.
"hahahahahaha, kemana lagi kau akan lari, tidak ada jalan untuk mu kabur, sekarang kaulah yang terperangkap di perangkap mu sendiri, matilah demi Yana !!. " kata fuka yang langsung berlari cepat ke arah Ardian dan hendak menyambarnya.
saat Ardian tidak bisa berkutik lagi, di waktu yang tepat, bala bantuan datang dan melindungi Ardian.
"Perisai bayangan !!. " Zela yang langsung menggunakan teknik bayangannya untuk membuat pelindung tepat di depan Ardian.
fuka yang gagal untuk melakukan serangan terjangan membunuhnya pun seketika mundur ke belakang dengan ekspresi kesal karena ada yang mengganggunya mengambil mangsa.
"cih, siapa kalian, beraninya kalian mengganggu ku. " kata fuka dengan lantang.
"kami tidak akan membiarkanmu menyentuh salah satu teman kami. " kata Legis yang menampakkan dirinya bersama dengan anggota timnya.
"anak raja api. " fuka yang terlihat sangat kesal melihatnya.
"Ardian, maaf terlambat. " kata Legis sambil tersenyum.
"Legis, teman-teman. " Ardian yang sedikit lega melihatnya.
"seperti biasa kau benar-benar nekad sekali. " kata jaylain.
"jangan membuat kami khawatir. " kata mican.
"ya, maaf. " ucap Ardian.
"kau terlihat pucat sekali, beristirahat, pertarungan ini serahkan saja kepada kami. " kata Mauli.
"ya, semuanya berhati-hatilah saat melawannya, nafsu membunuhnya itu kuat sekali, dia tidak akan segan-segan membunuh siapapun disini. " kata Ardian memperingatkan teman-temannya.
"aku juga merasakannya, wanita itu seperti monster. " kata Zela yang melawan rasa takutnya untuk bersiap menghadapinya.
"hmp, untuk hari ini aku akan serius menghadapinya. " kata Mauli yang maju tanpa terlihat takut sedikitpun.
"mauli, kau... " Zela yang khawatir melihatnya hendak bertarung sendiri.
"dia itu adalah manusia seperti kita, jangan bayangkan kalau dia itu monster, karena semakin kau membayangkannya maka akan semakin kuat rasa takut mu. " kata Mauli.
"begitu ya, sepertinya kau benar. " kata Zela yang memahami perkataannya.
"hmp, memangnya aku pernah salah. " kata Mauli yang masih sempat bercanda.
zifi adiknya yang seketika melihatnya dengan tatapan sinis.
"aku tahu itu, berhenti menatapku seperti itu. " kata Mauli.
"masih sempat bercanda, kau meremehkan ku ya !!. " kata fuka dengan lantang kemudian berlari menyerang dengan serangan cepatnya.
saat fuka tepat di depan mauli, tiba-tiba saja muncul sebuah lingkaran bercahaya merah muda menghambat pergerakan serangannya.
__ADS_1
"apa. " fuka yang terkejut melihat pergerakannya melambat saat menginjak area lingkaran itu.
"manipulasi gravitasi, apakah kau kira aku tadi hanya bercanda, tentu saja tidak, orang bodoh mana yang sedang bercanda di tengah pertarungan. " kata Mauli yang sempat membuat perangkap saat sedang bercanda tadi.
"aku tidak tahu lagi dia itu jenius atau bodoh. " kata jaylain yang melihat Mauli.
"hahahaha, begitulah mauli. " kata Legis yang tertawa kecil.
"tidak berguna !!. " kata fuka dengan lantang berusaha menerobos keluar dari lingkaran itu.
"semuanya cepatlah serang, jebakan ini tidak akan bertahan lama. " kata Mauli.
"baiklah, ayo semuanya. " kata Legis.
"serbuan kepingan es !!. " jaylain yang menyerangnya dari jarak menengah.
"serangan sinar cahaya !!. " Legis yang juga menyerangnya dari jarak menengah.
"sepertinya itu saja sudah cukup. " kata mican.
"huh, awas kalian !!. " teriak fuka saat sebelum terkena serangan kombinasi es dan cahaya itu.
saat terkena tepat ke arahnya di waktu yang sama perangkap itu pun menghilang.
"apakah kita berhasil. " kata mican yang melihat serangan kombinasi itu tepat mengenainya.
"huh, belum. " zifi yang terkejut melihat fuka yang masih bisa berdiri walaupun menerima luka fatal.
"aku belum kalah, aku tidak akan kalah sebelum membalaskan dendam ku kepada Yana, hahahaha. " kata fuka yang terlihat seperti sudah kehilangan akal sehatnya.
"semuanya, menyingkir lah !!. " kata Ardian dengan lantang.
"huh, Ardian. " Legis yang terkejut melihat Ardian di belakangnya.
"terimalah serangan terakhir ku ini, pusaran kobaran api !!. kata Ardian dengan ekspresi serius melemparkan pusaran kobaran api besar ke arah fuka yang sudah tidak bisa menghindarinya.
setelah teman-temannya menyingkir dari situ, fuka pun terkena telak serangan dari Ardian dan menyebabkan suara seperti ledakan di gang itu, beberapa saat setelah itu para penjaga pun datang dan mengamankan mereka.
"maaf. " ucap Ardian saat menghampiri fuka yang terletak dengan mata terbuka lebar.
"jangan meminta maaf, kalau begini aku seperti sudah membunuh sahabatku sendiri, kenapa jadi seperti ini, maafkan aku, Yana, seharusnya aku mendengarkan mu di malam itu. " kata fuka yang jiwanya sudah tenang.
melihat itu Ardian pun berungkali mengucap minta maaf hingga semua teman-temannya datang dan menenangkannya diiringi dengan hujan deras di malam itu.
"Ardian, kami sudah mendengar semuanya, tidak ku sangka kau sedang di buru selama ini, maaf kami tidak menyadarinya. " kata veysa.
"tidak, ini salahku karena tidak bergantung kepada kalian, kukira akan lebih buruk jika aku melibatkan kalian kedalam masalah ku, Professor benar, harusnya aku lebih bergantung dan percaya kepada kalian. " kata Ardian yang menyesali tindakan dirinya sendiri itu.
mendengar itu teman-temannya pun merasa senang karena mereka terkadang juga sepemikiran.
__ADS_1
BERSAMBUNG..............