
Episode 171
"Ardian. " panggil Legis saat menemukan Ardian di hutan bersama Nizar lalu menghampirinya.
"semuanya. " ucap Ardian yang terkejut melihat Legis dan yang lainnya datang menghampiri nya.
"syukurlah kau baik-baik saja. " ucap raja api yang agak lega.
"ya. " ucap Ardian lalu melihat ke arah Nizar yang masih pingsan itu.
"apakah Nizar baik-baik saja ?. " tanya raja api yang melihat keadaan Nizar.
"ya, dia hanya pingsan karena kelelahan. " jawab Ardian.
"lalu bagaimana dengan naga nya ?. " tanya Legis.
"tenang saja, naga petir sudah kembali kedalam tubuh Nizar, sepertinya Nizar sudah berhasil meyakinkan nya. " kata Ardian.
"baguslah kalau begitu. " ucap raja api yang senang saat mendengarnya.
lalu setelah peristiwa itu, para penduduk kota zenai yang di evakuasi, bisa kembali ke kota dengan damai, kerusakan kota yang di akibatkan oleh serangan naga petir pun segera di atasi oleh raja api, beruntung nya tidak ada korban jiwa setelah peristiwa itu, semuanya sudah menjadi normal kembali.
sementara itu, jaylain yang melihat semuanya dari awal hingga akhir dari kejauhan bukit lain kita zenai.........
"hmp, syukurlah sudah berakhir. " ucap jaylain yang melihat mereka semua bahagia setelah peristiwa itu dari atas bukit menggunakan teropong.
setelah penutupan peristiwa itu, Nizar pun dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa lebih lanjut serta di awasi langsung oleh raja api,
lalu saat Ardian hendak kembali dari rumah sakit setelah mengantarkan Nizar, stalker meminta Ardian untuk datang ke atas atap sekolah di sore hari, karena penasaran, Ardian pun menerima undangan nya itu, lalu sesampainya di atas atap sekolah di sore hari yang sepi, Ardian sudah disambut oleh ketiga penjaga terkuat kota zenai.
"Yo, Ardian, akhirnya kau datang juga. " kata stalker saat menyambutnya dengan senyuman.
"huh, ketiga penjaga terkuat di kota zenai, kenapa kalian ada disini ?. " tanya Ardian yang terkejut dan tidak percaya saat melihat mereka bertiga.
"sebelum itu, kami mengucapkan terimakasih kepada mu, berkat kau yang bisa menahan naga petir itu bangkit, kami jadi mudah mengevakuasi penduduk kota zenai tanpa halangan sedikit pun dan juga tidak ada korban didalam peristiwa itu, itu semua karena mu dan adik mu, Ardian. " kata stalker.
"kak stalker, kau terlalu berlebihan, aku melakukannya karena merasa bertanggungjawab sebagai kakaknya sekaligus sebagai pengendali naga, aku juga tidak mungkin bisa menghentikan naga petir sendirian kalau kedua partner ku tidak membantu ku. " kata Ardian.
"partner. " ucap bendow.
"ya, kacamata ku Otobot dan naga api. " ucap Ardian.
__ADS_1
"jadi begitu. " ucap bendow.
"akhirnya kau berbicara juga kepada ku, partner Ardian. " kata Otobot yang mendengarnya.
"bagaimana bisa kacamata berbicara seperti robot ?. " tanya stalker yang terkejut saat mendengar Otobot itu berbicara.
"sebenarnya Professor nemasis yang memberikannya kepada ku, awalnya hanya untuk percobaan, tapi entah kenapa profesor memberikannya kepadaku. " jawab Ardian.
"profesor yang memberikan nya, dia pasti menyukai mu. " kata bendow.
"benarkah ?. " tanya Ardian.
"ya, dia tidak mungkin memberikan benda secanggih itu kepada siapapun selain orang yang dipercayai nya, dia memang profesor yang jenius mempercayakan benda secanggih itu kepada mu. " jawab saula dengan ekspresi tenang.
"begitu ya. " ucap Ardian.
"lalu ngomong-ngomong bagaimana hubungan mu dengan partner mu yang satunya lagi itu ?. " tanya stalker.
"aku merasa lebih dekat dengannya, memang kalau sekarang dia masih membenci manusia, tapi aku senang dia sudah bisa membedakan di antara manusia benar dan salah, hanya saja jika dia mudah terbawa suasana saat bertarung. " jawab Ardian dengan senang saat menceritakan nya.
"kalau reaksi mu seperti itu, sepertinya tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan, lalu bagaimana dengan naga petir itu ?. " tanya stalker.
"hmm, begitu ya. " ucap stalker.
"jadi apakah kalian memanggil ku kesini hanya untuk menanyakan semua itu ?. " tanya Ardian.
"tidak juga, kami ingin memberikan sesuatu kepada mu. " jawab stalker.
"huh. " ucap Ardian yang terkejut saat mendengarnya.
"ambilah ini sebagai rasa terimakasih kami. " kata stalker yang memberikan Ardian sebuah pedang laser berwarna merah.
"ini...., aku rasa aku..... " ucap Ardian yang ragu-ragu saat hendak menerimanya.
"ini adalah pedang terakhir yang tersisa di kota ini, jadi, sebelum pedang ini benar-benar punah, aku mempercayakan pedang laser ini kepada mu, Ardian. " kata stalker.
"kenapa aku, bukankah masih ada orang lain yang bisa dipercaya memegang nya di kerajaan kota zenai ?. " tanya Ardian yang masih ragu-ragu.
"mendengar cerita mu mendapatkan sebuah kepercayaan dari profesor nemasis, ini masih tidak ada apa-apa nya dengan itu. " jawab stalker dengan tatapan tulus di matanya.
"baiklah, aku akan menerimanya. " ucap Ardian yang melihat ekspresi mereka bertiga yang tulus lalu menghela nafas dan menerima pedang laser itu.
__ADS_1
"Ardian, sebelum kau bisa menguasai cara menggunakan pedang api, kau harus menguasai pedang laser itu terlebih dahulu, kau mengerti. " kata stalker untuk terakhir kalinya.
"ya, aku mengerti, terimakasih banyak, kak stalker, kak bendow dan kak saula, aku akan menjaga pedang ini baik-baik. " kata Ardian kemudian pergi setelah menerima pedang laser itu.
"berjuanglah Ardian !!. " teriak stalker.
Ardian yang mendengarnya pun hanya melambaikan tangan nya dengan ekspresi senang.
lalu sesampainya di rumah.......
"aku pulang. " ucap Ardian saat masuk kedalam rumah.
"kakak, kudengar kakak melawan naga, apakah kakak baik-baik saja ?. " tanya defa yang langsung menghampirinya dengan ekspresi khawatir.
"ya, kakak baik-baik saja, maaf membuat mu khawatir. " jawab Ardian sambil mengelus kepala adik nya itu dengan tersenyum menghibur nya.
"syukurlah kau baik-baik saja. " ucap paman Yazerd dengan ekspresi tenang.
"ya. " ucap Ardian.
"lalu bagaimana dengan Nizar ?. " tanya paman Yazerd.
"dia sedang dirawat di rumah sakit sekarang, raja api ingin menanyakan sesuatu kepadanya, besok di baru bisa pulang. " jawab Ardian.
"begitu ya. " ucap paman Yazerd yang melanjutkan membaca koran nya.
lalu setelah itu Ardian pun mandi didalam bak mandi yang panas.......
"huh, nyaman sekali, hari ini terasa sangat melelahkan, kalau saja aku bisa berbicara dengan naga api, tapi sayangnya dia membutuhkan waktu yang lama untuk memulihkan dirinya, rasanya bosan sekali, " ucap Ardian yang menikmati waktu mandi nya sendirian itu.
lalu setelah mandi, saat di malam hari, Ardian pun duduk di teras rumah memandangi pedang laser nya itu sambil melihat bintang-bintang di langit.
"huh, apa yang harus kulakukan dengan pedang ini. " ucap Ardian yang dari tadi terus memandangi pedang laser nya itu.
lalu dari belakang, paman nya pun datang......
"Ardian, ada hak yang ingin ku bicarakan dengan mu. " kata paman Yazerd dengan ekspresi serius.
"huh. " ucap Ardian dengan ekspresi terkejut saat melihat ekspresi paman Yazerd itu.
BERSAMBUNG.............
__ADS_1